Makeup bukan sekadar riasan, tapi cara berkomunikasi dengan diri sendiri — tentang kepercayaan, keseimbangan, dan ekspresi jujur.
Di era digital ini, tren makeup datang dan pergi secepat gulir layar ponsel. Tapi satu hal yang tak pernah lekang: keinginan untuk mengekspresikan diri. Karena pada dasarnya, makeup bukan tentang siapa yang paling cantik, tapi siapa yang paling nyaman dengan dirinya sendiri.
Sebelum mulai, pastikan wajah dalam kondisi bersih dan lembap. Kulit yang sehat adalah kanvas terbaik. Gunakan primer untuk membantu makeup menempel lebih lama, lalu pilih foundation yang tidak terlalu berat agar hasilnya tetap alami.
Blush, bronzer, dan highlighter bekerja seperti 'alat lukis'. Sapuan halus pada titik yang tepat bisa menciptakan dimensi wajah yang hidup. Tidak ada aturan baku — yang ada hanya keseimbangan. Bila mata sudah bold, biarkan bibir bernapas dengan warna lembut.
Warna-warna lembut seperti peach, rose, atau coral memberi kesan segar untuk siang hari. Sementara malam hari memberi ruang untuk bereksperimen: eyeliner grafis, lipstik matte pekat, atau shimmer di kelopak mata.
Lebih dari sekadar estetika, makeup bisa menjadi proses refleksi. Saat Anda bercermin, Anda bukan hanya menata wajah, tapi juga menyapa diri sendiri. Setiap sapuan kuas adalah momen mindfulness — mengingatkan bahwa merawat diri adalah bentuk cinta.