BeautyNews

Fakultas Farmasi Unpad Dorong Hilirisasi Riset Kosmetik Lewat ICI 2026

Admin Beautyversity Admin Beautyversity
290 views
Fakultas Farmasi Unpad Dorong Hilirisasi Riset Kosmetik Lewat ICI 2026

Di tengah perkembangan industri kosmetik yang semakin cepat, ada satu hal yang mulai terasa penting. Bukan hanya soal inovasi, tetapi bagaimana inovasi itu benar-benar sampai ke tangan pengguna.

Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran kembali mengambil bagian dalam ajang Indonesia Cosmetic Ingredients [ICI] 2026, yang digelar pada 6–8 Mei 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta. Keikutsertaan ini menjadi yang keempat kalinya bagi Unpad dalam pameran industri kosmetik terbesar di Indonesia tersebut.

Partisipasi ini tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga refleksi dari arah pengembangan riset yang semakin dekat dengan kebutuhan industri. Fakultas Farmasi Unpad membawa berbagai hasil penelitian dan inovasi yang tidak berhenti di laboratorium, tetapi mulai diarahkan ke implementasi nyata melalui kolaborasi dengan mitra seperti Raycorp dan Quillacorp.

Prof. Dr. Apt. Sriwidodo, M.Si. menyebut bahwa keikutsertaan ini merupakan bagian dari upaya institusi untuk tetap relevan dengan perkembangan global industri kosmetik, sekaligus menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan pasar.

Baca Juga: Tanya Dong: Produk Apa yang Tak Boleh Dicampur dalam Satu Rutinitas?

Dari Laboratorium ke Produk Nyata

Di booth Fakultas Farmasi Unpad, pengunjung tidak hanya melihat produk, tetapi juga perjalanan di baliknya. Mulai dari riset farmasi, pengembangan bahan aktif, hingga proses hilirisasi yang membawa inovasi menjadi produk yang bisa digunakan.

Berbagai inovasi yang ditampilkan mencerminkan pendekatan pentahelix, yang menggabungkan peran akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media. Pendekatan ini terlihat dari ragam karya yang ditampilkan, mulai dari teknologi nano kosmetik, bahan berbasis fermentasi, hingga ekstraksi bahan alam terstandar.

Tidak hanya berhenti pada riset, hasil pengembangan juga telah masuk ke tahap komersialisasi dalam bentuk produk seperti skincare, hair care, hingga konsep green dan halal cosmetic. Hal ini menunjukkan bahwa riset tidak lagi berdiri sendiri, tetapi sudah bergerak menuju solusi yang lebih aplikatif.

Selain itu, layanan Labcos turut menjadi bagian penting dalam ekosistem ini, dengan menyediakan dukungan mulai dari pengembangan brand hingga standar mutu dan klaim kosmetik. Kehadiran layanan ini memperkuat posisi universitas sebagai mitra strategis bagi industri.

Baca Juga: Masalah Rambut yang Sering Dianggap Sepele

Inovasi Digital sebagai Jembatan Baru

Salah satu hal yang membedakan partisipasi tahun ini adalah hadirnya pendekatan berbasis teknologi digital melalui konsep personalized cosmetic. Inovasi ini diwujudkan dalam aplikasi Cantik.AI yang mampu menganalisis kondisi kulit secara individual melalui teknologi pemindaian wajah.

Aplikasi ini mengidentifikasi berbagai parameter seperti hidrasi, pigmentasi, ukuran pori, hingga indikasi penuaan dini. Berdasarkan hasil tersebut, sistem memberikan rekomendasi perawatan yang lebih spesifik sesuai kebutuhan masing-masing individu.

Namun, yang menjadi sorotan bukan hanya teknologinya, tetapi bagaimana teknologi ini terhubung dengan riset akademik. Formulasi produk yang direkomendasikan berasal dari pengembangan peneliti universitas, sehingga menciptakan jalur yang lebih jelas antara hasil penelitian dan kebutuhan pengguna.

Pendekatan ini sejalan dengan program hilirisasi Universitas Padjadjaran yang mendorong transfer teknologi ke sektor industri. Fokusnya tidak hanya pada inovasi, tetapi juga pada bagaimana inovasi tersebut bisa diadopsi secara luas melalui kolaborasi dan pengembangan startup berbasis riset.

Baca Juga: Produk yang Kita Pakai dan Kepercayaan Diri yang Ditimbulkannya

Menuju Ekosistem Kosmetik Berbasis Riset

Dekan Fakultas Farmasi Unpad, Prof. Auliya Abdurrohim Suwantika, menegaskan bahwa model pentahelix menjadi kunci dalam mempercepat transformasi riset menjadi produk yang bernilai guna. Pendekatan ini memungkinkan inovasi berkembang secara lebih terarah dan selaras dengan kebutuhan industri.

Melalui integrasi antara riset, teknologi, dan kolaborasi, Fakultas Farmasi Unpad tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga pada pembentukan ekosistem yang mendukung keberlanjutan inovasi. Dari bahan baku hingga produk jadi, setiap tahap dirancang agar memiliki relevansi praktis.

Ke depan, model ini diharapkan dapat jadi acuan dalam pengembangan industri kosmetik di Indonesia. Bukan hanya sebagai ajang inovasi, tetapi sebagai ruang pertemuan antara ide, riset, dan implementasi nyata. [][Eva Evilia/PR/TBV]

Bagikan artikel ini:
Admin Beautyversity

Admin Beautyversity

Penulis di Beautyversity

Lihat Semua Artikel