Warnanya terasa pas saat dicoba di toko. Wajah tampak menyatu dengan foundation. Begitu keluar ruangan, hasilnya ternyata bisa terlihat sangat berbeda.
Mencari warna foundation yang tepat kadang terasa seperti teka-teki. Saat dicoba di depan cermin toko kosmetik, sebuah shade dapat terlihat menyatu sempurna dengan kulit. Beberapa menit kemudian, ketika bercermin di bawah sinar matahari, warnanya justru tampak terlalu terang, terlalu kuning, kemerahan, atau bahkan sedikit abu-abu.
Pengalaman seperti ini bukan selalu berarti seseorang salah melihat warna kulitnya. Mata manusia membaca warna berdasarkan cahaya yang mengenai sebuah objek, sementara jenis pencahayaan di dalam toko berbeda dengan cahaya alami di luar ruangan. Warna kulit dan foundation yang sebenarnya sama dapat terlihat berbeda ketika sumber cahayanya berubah.
Ada faktor lain yang membuat persoalannya semakin menarik. Warna foundation yang terlihat tepat ketika pertama kali diaplikasikan juga dapat mengalami sedikit perubahan setelah beberapa waktu berada di kulit. Sebum, keringat, lapisan skincare, dan karakter formula dapat memengaruhi tampilan akhirnya.
Karena itu, memilih foundation sebenarnya tidak cukup dengan menemukan warna yang tampak mirip ketika dioleskan. Ada undertone, pencahayaan, kondisi kulit, dan karakter formula yang perlu dipertimbangkan agar hasilnya tetap terlihat natural dalam berbagai situasi.
Baca Juga: Warna Makeup yang Sedang Viral dan Pengaruhnya pada Ekspresi Diri
Cahaya Bisa Mengubah Cara Mata Membaca Warna
Pencahayaan di toko kosmetik biasanya dirancang agar produk dan wajah konsumen terlihat menarik. Lampu dengan temperatur warna tertentu dapat membuat kulit terlihat lebih hangat, lebih cerah, atau lebih merata. Masalahnya, kondisi pencahayaan tersebut belum tentu menyerupai lingkungan tempat foundation nantinya paling sering digunakan.
Cahaya matahari memiliki spektrum yang lebih luas sehingga perbedaan warna dapat terlihat lebih jelas. Foundation yang tampak menyatu di bawah lampu dengan nuansa hangat, misalnya, bisa menunjukkan warna kekuningan yang lebih kuat ketika dibawa ke luar ruangan. Sebaliknya, pencahayaan yang terlalu dingin dapat membuat beberapa warna terlihat lebih pucat daripada kondisi sebenarnya.
Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. menjelaskan bahwa warna kosmetik dekoratif merupakan hasil interaksi antara pigmen, formulasi, permukaan kulit, dan cahaya yang mengenainya. Karena itu, evaluasi warna sebaiknya tidak hanya dilakukan sesaat setelah produk diaplikasikan. Memberikan waktu kepada formula untuk beradaptasi dengan permukaan kulit dapat membantu menunjukkan tampilan warna yang lebih representatif.
Persoalan berikutnya adalah undertone. Dua orang dapat memiliki tingkat kecerahan kulit yang hampir sama, tetapi satu memiliki undertone hangat dan yang lain cenderung netral atau dingin. Jika tingkat kecerahannya tepat tetapi undertone-nya tidak sesuai, foundation tetap dapat terlihat seperti lapisan warna yang terpisah dari kulit.
Dikutip dari berbagai materi edukasi American Academy of Dermatology, warna kulit manusia dipengaruhi oleh beberapa komponen biologis, terutama melanin, hemoglobin, dan karoten. Variasi komponen tersebut membuat warna kulit jauh lebih kompleks daripada kategori terang, medium, atau gelap. Itulah sebabnya proses shade matching membutuhkan perhatian terhadap nuansa warna, bukan sekadar tingkat kecerahannya.
Baca Juga: Kenapa Kita Lebih Berani Mencoba Warna di Makeup daripada dalam Hidup?
Jangan Menentukan Shade Hanya dalam Beberapa Detik
Kebiasaan mencoba foundation pada punggung tangan juga dapat membuat pemilihan warna menjadi kurang akurat. Warna tangan tidak selalu identik dengan wajah, terlebih jika keduanya menerima paparan matahari dalam intensitas berbeda. Area rahang menuju leher biasanya memberikan gambaran yang lebih relevan untuk melihat apakah warna foundation menyatu dengan keseluruhan penampilan.
Setelah menemukan beberapa kandidat, sebaiknya jangan langsung mengambil keputusan. Aplikasikan sedikit produk, tunggu beberapa menit, kemudian lihat hasilnya di bawah pencahayaan berbeda apabila memungkinkan. Langkah sederhana ini juga membantu mengamati apakah formula mengalami perubahan tampilan setelah bercampur dengan minyak alami pada permukaan kulit.
Perubahan yang sering disebut sebagai oksidasi juga perlu diperhatikan. Dalam percakapan mengenai makeup, istilah ini biasanya digunakan ketika warna foundation terlihat menjadi lebih gelap atau lebih hangat setelah beberapa waktu. Namun, perubahan tampilan tersebut tidak selalu disebabkan satu reaksi kimia sederhana karena interaksi antara pigmen, minyak, kelembapan, formula, dan kondisi kulit dapat ikut memengaruhinya.
Pemilihan foundation karena itu sebaiknya tidak berhenti pada pertanyaan, "Apakah warnanya sama dengan kulit?". Pertanyaan yang lebih berguna adalah apakah warna tersebut tetap menyatu dengan wajah dan leher setelah beberapa waktu serta terlihat wajar di bawah cahaya yang berbeda. Sedikit kesabaran saat mencoba produk dapat mengurangi kemungkinan membeli shade yang ternyata hanya terlihat sempurna di depan cermin toko.
Foundation yang baik tidak seharusnya membuat wajah kehilangan warna alaminya. Tujuannya adalah membantu meratakan tampilan kulit tanpa menciptakan batas yang terasa asing antara wajah, rahang, dan leher. Cahaya matahari sering menjadi penguji yang jujur, sehingga sesekali membawa hasil shade matching keluar dari toko bisa menjadi langkah kecil yang menyelamatkan satu botol foundation dari berakhir tanpa pernah digunakan. [][Eva Evilia/TBV]
Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.