HairCare

Kenapa Rambut Kadang Terasa Berubah Saat Sedang Stres?

Admin Beautyversity Admin Beautyversity
202 views
Kenapa Rambut Kadang Terasa Berubah Saat Sedang Stres?

Ada fase ketika rambut terasa lebih mudah rontok, lebih lepek, atau tiba-tiba sulit diatur saat pikiran sedang tidak baik-baik saja.

Banyak orang baru menyadari hubungan antara stres dan rambut setelah perubahan itu mulai terasa cukup jelas. Rambut yang biasanya normal tiba-tiba terasa tipis, kusam, atau kehilangan volume. Karena munculnya perlahan, banyak orang mengira penyebabnya hanya produk yang salah atau kurang perawatan.

Padahal, tubuh dan rambut punya hubungan yang jauh lebih dekat dengan kondisi emosional daripada yang sering kita sadari. Saat stres meningkat, tubuh ikut berubah, dan rambut sering menjadi salah satu bagian pertama yang menunjukkan dampaknya.

Baca Juga: Rambut Lepek Bukan Selalu Karena Jarang Keramas

Stres Bisa Memengaruhi Siklus Pertumbuhan Rambut

Rambut tumbuh melalui siklus alami yang dipengaruhi banyak hal, termasuk kondisi hormon dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Saat seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh bisa mengalihkan energinya untuk bertahan menghadapi tekanan tersebut. Akibatnya, siklus pertumbuhan rambut ikut terganggu.

Sebagai contoh, seseorang yang sedang menghadapi tekanan pekerjaan berat atau masalah emosional sering mulai melihat rambut lebih banyak rontok saat keramas atau menyisir rambut. Kondisi ini kadang baru muncul beberapa minggu setelah fase stres terjadi, sehingga penyebabnya tidak langsung disadari.

Fenomena seperti ini dikenal sebagai telogen effluvium, yaitu kondisi ketika lebih banyak rambut masuk ke fase rontok akibat tekanan fisik atau emosional tertentu. Rambut biasanya tidak langsung botak drastis, tetapi terasa lebih tipis dan kehilangan volume secara perlahan.

Dermatolog Dr. Doris Day dalam buku Beyond Beautiful [2018] menjelaskan bahwa stres dapat memengaruhi hormon dan inflamasi tubuh yang akhirnya berdampak pada kesehatan kulit dan rambut. Karena itu, perubahan rambut saat stres bukan sekadar 'perasaan', tetapi memang bagian dari respons biologis tubuh.

Selain kerontokan, stres juga bisa membuat kulit kepala menjadi lebih sensitif. Ada orang yang mulai mengalami ketombe lebih banyak, rasa gatal, atau produksi minyak berlebih saat tekanan emosional meningkat.

Tubuh sebenarnya sedang memberi sinyal bahwa ia kelelahan, hanya saja sinyal itu muncul lewat rambut dan kulit kepala.

Baca Juga: Kenapa Rambut Terlihat Berbeda Setelah Dewasa?

Saat Pikiran Lelah, Kebiasaan Merawat Diri Juga Ikut Berubah

Menariknya, perubahan rambut saat stres tidak selalu datang langsung dari kondisi biologis tubuh. Kebiasaan sehari-hari juga ikut berubah tanpa sadar ketika seseorang sedang kelelahan secara mental.

Sebagai contoh, banyak orang tidur lebih larut, makan tidak teratur, lebih sering memakai alat styling panas, atau mulai malas merawat rambut saat sedang stres. Hal-hal kecil seperti ini perlahan ikut memengaruhi kondisi rambut.

Ada juga yang tanpa sadar lebih sering memainkan rambut, menarik-narik helai rambut saat cemas, atau mengikat rambut terlalu kencang karena merasa tidak punya energi untuk merawatnya dengan lebih pelan. Kebiasaan seperti ini terlihat sepele, tetapi jika berlangsung terus-menerus bisa membuat rambut semakin rapuh.

Dilansir dari buku Why Zebras Don’t Get Ulcers [2004], Psikolog Dr. Robert Sapolsky menjelaskan bahwa stres kronis dapat memengaruhi banyak sistem tubuh, termasuk kesehatan kulit dan rambut, karena tubuh terus berada dalam kondisi siaga yang melelahkan secara biologis.

Masalahnya, banyak orang justru menyalahkan dirinya sendiri ketika rambut mulai berubah. Padahal, tubuh sebenarnya sedang mencoba bertahan dalam kondisi yang tidak mudah.

Merawat rambut dalam situasi seperti ini kadang bukan soal mencari produk baru yang paling mahal atau paling viral. Yang lebih dibutuhkan sering justru ritme hidup yang sedikit lebih tenang, istirahat yang cukup, dan tubuh yang mulai diberi ruang untuk pulih perlahan.

Rambut memang tidak bisa berbicara langsung. Namun sering kali, ia menunjukkan apa yang sedang terjadi di dalam tubuh jauh sebelum kita benar-benar menyadarinya. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]

Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.



Bagikan artikel ini:
Admin Beautyversity

Admin Beautyversity

Penulis di Beautyversity

Lihat Semua Artikel