MythBuster

Mitos atau Fakta: Sering Cuci Muka Bikin Bersih?

Super Admin User Super Admin User
301 views
Mitos atau Fakta: Sering Cuci Muka Bikin Bersih?
Semakin sering dicuci, semakin bersih? Atau justru sebaliknya?

Secara logika sederhana, mencuci wajah berarti menghilangkan kotoran. Maka muncul asumsi bahwa frekuensi yang lebih tinggi akan menghasilkan kebersihan maksimal.

Namun kulit bukan permukaan meja yang cukup dilap berkali-kali. Ia adalah sistem biologis dengan keseimbangan minyak, air, dan mikrobioma yang saling berkaitan.

Ketika wajah terasa berminyak atau berjerawat, respons spontan banyak orang adalah mencucinya lebih sering. Pendekatan ini terlihat rasional, tetapi belum tentu tepat.

Untuk memahami jawabannya, kita perlu melihat bagaimana mekanisme pembersihan bekerja pada lapisan kulit.

Apa yang Terjadi Saat Wajah Terlalu Sering Dicuci?
Pembersih wajah bekerja dengan surfaktan yang mengikat minyak dan kotoran. Jika digunakan berlebihan, bukan hanya kotoran yang terangkat, tetapi juga lipid alami pelindung kulit.

Akibatnya, skin barrier melemah dan terjadi peningkatan transepidermal water loss. Kulit menjadi lebih kering, sensitif, bahkan bisa memproduksi minyak berlebih sebagai kompensasi.

Jadi, Mitos atau Fakta?
Kesimpulannya, pernyataan "sering cuci muka bikin lebih bersih" adalah mitos bila dilakukan tanpa kontrol. Frekuensi ideal umumnya dua kali sehari, dengan formula yang sesuai jenis kulit, agar kebersihan tercapai tanpa merusak keseimbangan alaminya. [][Rudi Tenggarawan/TBV]

Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.
Bagikan artikel ini:
Super Admin User

Super Admin User

Penulis di Beautyversity

Lihat Semua Artikel