Bandung, Jawa Barat, Indonesia
MenZone

Masih Bau Badan Padahal Sudah Mandi? Ini Kebiasaan Penyebabnya!

Ditulis oleh Rommy Rimbarawa Dipublikasikan pada 24 November 2025 50

Masih Bau Badan Padahal Sudah Mandi? Ini Kebiasaan Penyebabnya!

Bau badan muncul bukan hanya karena keringat, tapi kebiasaan kecil seperti pakaian lembap dan pemilihan produk yang salah. Perbaiki rutinitas agar kepercayaan diri meningkat.

Bau badan sering muncul diam-diam, bahkan setelah mandi bersih. Rupanya, beberapa kebiasaan kecil justru jadi biang utamanya.

Bau badan memang jadi musuh besar banyak cowok. Bukan karena malas mandi, tapi karena ada kebiasaan kecil yang bikin bakteri gampang berkembang. Keringat sendiri sebenarnya tidak berbau—yang membuatnya menyengat adalah interaksi keringat dengan bakteri di kulit.

Menurut Cleveland Clinic, produksi keringat di area tertentu seperti ketiak, selangkangan, dan punggung lebih tinggi karena ada kelenjar apokrin. Ketika area itu lembap terlalu lama, bakteri bekerja ekstra dan aroma tidak sedap pun muncul.

Masalahnya, banyak cowok merasa mandi sudah cukup untuk mengatasi bau badan. Padahal, kebiasaan seperti mengeringkan tubuh asal-asalan, jarang ganti pakaian, atau memakai deodorant yang salah bisa membuat bau badan tetap bertahan meski tubuh sudah bersih.

Di sinilah pentingnya memahami akar masalahnya. Bukan sekadar mandi, tapi mengenali kebiasaan yang tanpa sadar jadi penyebab utama. Dengan begitu, rutinitas perawatan jadi lebih efektif dan bikin percaya diri makin stabil.
Kebiasaan Sehari-Hari yang Diam-Diam Memicu Bau Badan
Satu kebiasaan yang umum adalah tidak benar-benar mengeringkan tubuh setelah mandi. Kelembapan yang terperangkap di kulit, terutama di lipatan tubuh, memberi ruang bagi bakteri untuk berkembang lebih cepat.

Kedua, memakai pakaian yang sama berulang kali—terutama saat banyak berkeringat—bisa membuat bakteri menempel kembali ke kulit. Menurut Mayo Clinic, pakaian yang lembap menyimpan bakteri dan bisa memperburuk aroma tubuh.

Kebiasaan makan juga berperan. Makanan seperti bawang, bawang putih, dan rempah kuat dapat mengubah bau alami tubuh. Ketika tubuh mengeluarkan senyawa sulfur, aromanya bisa muncul lewat keringat.

Dan terakhir, beberapa cowok lupa bahwa deodorant dan antiperspirant itu dua hal yang berbeda. Salah pilih produk bisa membuat perlindungan kurang maksimal, terutama jika punya aktivitas tinggi sepanjang hari.

Cara Aman Mengurangi Bau Badan agar Tetap Percaya Diri
Mulai dengan mandi teratur menggunakan sabun antibakteri lembut. Fokuskan pada area lembap seperti ketiak, selangkangan, dan lipatan tubuh. Hindari sabun terlalu keras yang justru memicu iritasi.

Pilih antiperspirant yang mengandung aluminium chloride dalam konsentrasi aman. Menurut WebMD, kandungan ini dapat membantu mengurangi produksi keringat sehingga menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau.

Jangan lupa, ganti pakaian—terutama kaus—lebih sering, terutama setelah olahraga atau bekerja di luar ruangan. Jenis pakaian berbahan breathable membantu menjaga kulit tetap kering dan nyaman.

Akhirnya, jaga pola makan dan hidrasi. Mengurangi konsumsi makanan berbau kuat serta minum air cukup membantu menyeimbangkan aroma alami tubuh dan menjaga stamina sepanjang hari. [][Rommy Rimbarawa/TBV]

penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Artikel Terkait

Mengapa Bau Badan Pria Bisa Berbeda-beda?
MenZone

12 Dec 2025

Mengapa Bau Badan Pria Bisa Berbeda-beda?

Bau badan pria dipengaruhi keringat, bakteri, hormon, dan gaya hidup. Perawatan tepat seperti antiperspiran dan pembersih antibakteri membantu mengelolanya.

Ketika Pria Mengabaikan Perawatan Rambut Wajah
MenZone

17 Dec 2025

Ketika Pria Mengabaikan Perawatan Rambut Wajah

Mengabaikan perawatan kumis dan jenggot berisiko menimbulkan iritasi, bau, dan tampilan tak rapi. Perawatan sederhana membantu menjaga kenyamanan dan kepercayaan diri.

Kepala Botak Perlu Dirawat?
MenZone

12 Jan 2026

Kepala Botak Perlu Dirawat?

Kepala botak tetap perlu dirawat. Bersihkan dengan lembut, gunakan pelembap bila kering, dan lindungi dengan tabir surya agar kulit kepala tetap sehat.

Skincare Pria untuk Wajah Cerah
MenZone

14 Oct 2025

Skincare Pria untuk Wajah Cerah

Pernahkah Anda menatap cermin setelah seharian di tengah hujan dan kemacetan, lalu merasa wajah tampak lelah dan kusam?  Di musim hujan Oktober 2025, polusi kota seperti Jakarta atau Bandung, ditambah udara lembap, sering meredupkan kilau wajah pria. Namun, skincare bukan hal rumit atau hanya untuk wanita. Dengan rutinitas sederhana dan bahan alami Indonesia, seperti kopi atau temulawak, Anda bisa mengembalikan wajah cerah yang mencerminkan semangat.   Bayangkan melangkah ke kantor atau bertemu teman dengan wajah segar, meski hujan rintik-rintik membasahi jaket Anda. Skincare pria adalah tentang kepraktisan—tak perlu banyak produk, hanya beberapa langkah yang tepat. Menurut Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology [2023], polusi dapat meningkatkan kerusakan kulit hingga 20% tanpa perawatan rutin. Oleh karena itu, rutinitas ini adalah cara mudah untuk meningkatkan kepercayaan diri, baik saat rapat penting atau nongkrong di kafe. Baca Juga: 12 Langkah Merawat Area Intim Pria Mulai dengan Pembersihan dan Perlindungan   Langkah pertama menuju wajah cerah adalah membersihkan kulit dengan benar. Kulit pria cenderung lebih berminyak, dan polusi musim hujan menyumbat pori, membuat wajah tampak lelah. Gunakan pembersih berbasis gel dengan ekstrak kopi Bali, yang kaya antioksidan untuk melawan radikal bebas dari asap kendaraan. Pijat wajah selama 30 detik setiap pagi dan malam, lalu bilas dengan air suam-suam kuku. Rasanya seperti menyegarkan wajah Anda setelah seharian berjuang di tengah cuaca tropis.   Setelah membersihkan, jangan lewatkan sunscreen SPF 30 bertekstur gel, ideal untuk kulit pria yang cenderung berminyak. Banyak produk lokal mengandung ekstrak teh hijau, yang mengontrol minyak sekaligus melindungi dari sinar UV, bahkan di hari mendung. Aplikasikan secukupnya—sekitar dua jari penuh—sebelum keluar rumah, dan ulangi jika terpapar hujan. BPOM [2025] menyatakan bahwa sunscreen rutin mengurangi penuaan dini hingga 70% di iklim tropis. Langkah ini seperti perisai yang menjaga wajah Anda tetap cerah, meski cuaca tak menentu.   Anda juga bisa menambahkan serum ringan berbasis temulawak setelah pembersihan. Temulawak, bahan lokal yang banyak digunakan UMKM Indonesia, mengandung kurkumin untuk mencerahkan kulit. Cukup 2-3 tetes, pijat perlahan hingga menyerap. Serum ini seperti setetes energi untuk wajah Anda, membantu melawan kusam tanpa terasa lengket, cocok untuk pria yang mengutamakan kepraktisan. Baca Juga: Skincare Pria untuk Kulit Kusam Dukung Kulit dari Dalam   Skincare dari luar perlu diperkuat dari dalam untuk hasil maksimal. Makanan kaya zinc, seperti ikan laut atau kacang mede dari pasar lokal, mendukung regenerasi kulit. Penelitian di Journal of Dermatology [2023] menunjukkan bahwa zinc mempercepat perbaikan kulit hingga 10% dalam tiga bulan. Tambahkan semangkuk sup ikan atau segenggam kacang mede ke menu harian Anda, dan pastikan minum cukup air untuk mengeluarkan racun, termasuk polutan yang terserap kulit.   Bayangkan tubuh Anda seperti mesin yang membutuhkan bahan bakar berkualitas. Nutrisi ini tidak hanya baik untuk kulit, tetapi juga meningkatkan energi sehari-hari. Misalnya, segelas jus jambu biji lokal, kaya vitamin C, bisa menjadi pendamping sempurna untuk rutinitas Anda. Dengan begitu, wajah Anda mendapat dorongan alami untuk tetap cerah, meski musim hujan membuat hari terasa kelabu. Skincare pria untuk wajah cerah tidak perlu memakan waktu atau tenaga. Dengan pembersih kopi, sunscreen, serum temulawak, dan nutrisi seimbang, Anda bisa menghadapi musim hujan dengan wajah segar yang memancarkan kepercayaan diri. Bahan lokal Indonesia menambah keajaiban pada rutinitas ini, menjadikannya praktis dan dekat dengan keseharian. Untuk tips lain, jelajahi artikel kami di rubrik SkinCare tentang skinimalisme. Mulailah sekarang, dan biarkan wajah Anda mencerminkan semangat pria modern! [][Rommy Rimbarawa/TBV] Sumber Eksternal:   [BPOM: Keamanan Produk Skincare][https://www.pom.go.id]   Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology [2023], “Pollution and Male Skin Health”   Journal of Dermatology [2023], “Zinc and Skin Regeneration”