Udara terasa sejuk dan nyaman, namun kulit sering pulang dengan rasa tertarik dan lelah. Perlu pelembap macam apa?
Berada di ruangan berpendingin udara dalam waktu lama sering dianggap aman bagi kulit. Padahal, AC menurunkan kelembapan udara sehingga air di permukaan kulit menguap lebih cepat. Akibatnya, kulit menjadi kering, terasa ketarik, dan lebih sensitif.
Kondisi ini sering dialami pekerja kantoran, mahasiswa, atau siapa pun yang menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam ruangan tertutup. Kulit kehilangan keseimbangan hidrasi tanpa kita sadari, lalu mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan.
Pelembap bukan lagi sekadar pelengkap dalam rutinitas, tetapi menjadi kebutuhan dasar bagi kulit yang hidup di lingkungan ber-AC.
Peran Pelembap dalam Menjaga Keseimbangan Kulit
Pelembap bekerja dengan membantu kulit mempertahankan air di dalam lapisan terluarnya. Ia membentuk lapisan tipis yang memperlambat penguapan air, sehingga kulit tetap terhidrasi lebih lama.
Selain menjaga kelembapan, pelembap membantu memperkuat skin barrier. Ketika lapisan pelindung ini kuat, kulit lebih tahan terhadap perubahan lingkungan seperti udara kering dan suhu dingin.
Pelembap yang tepat juga membantu kulit terasa lebih nyaman. Rasa gatal, perih ringan, atau ketarik dapat berkurang ketika kulit berada dalam kondisi lembap dan stabil.
Cara Memilih dan Menggunakan Pelembap untuk Ruangan Ber-AC
Untuk kondisi ini, pilih pelembap yang mengandung humektan seperti glycerin atau hyaluronic acid untuk menarik air ke dalam kulit. Tambahkan emolien seperti ceramide atau squalane untuk mengunci kelembapan.
Tekstur pelembap sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit. Kulit berminyak bisa memilih gel ringan, sementara kulit kering membutuhkan krim yang lebih kaya.
Waktu pemakaian juga berpengaruh. Mengaplikasikan pelembap segera setelah mencuci wajah membantu mengunci air yang masih ada di kulit. Mengulang pemakaian di siang hari, jika memungkinkan, membantu menjaga kenyamanan kulit sepanjang hari.
Kulit yang sering berada di ruangan ber-AC membutuhkan perhatian ekstra, bukan karena ia bermasalah, tetapi karena lingkungannya menuntut adaptasi. Dengan pelembap yang tepat, kulit dapat tetap terasa nyaman meski hidup di udara buatan. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]
Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi