Perawatan diri pada pria masih kerap dipandang sebelah mata. Padahal merawat penampilan adalah bagian dari menjaga martabat diri.
Di tengah perubahan gaya hidup, kebutuhan perawatan pria semakin beragam. Namun sayangnya, tidak semua produk perawatan diterima dengan sikap terbuka. Beberapa di antaranya justru kerap memicu cemoohan, seolah-olah merawat diri bertentangan dengan identitas maskulin.
Pandangan semacam ini membuat sebagian pria ragu menggunakan produk yang sebenarnya dibutuhkan. Akibatnya, perawatan diri dilakukan setengah hati atau bahkan dihindari sama sekali. Padahal, penampilan yang terawat bukan tentang ingin dipuji, melainkan tentang rasa nyaman dan percaya diri.
Memahami konteks ini penting agar perawatan pria tidak lagi dibingkai sebagai sesuatu yang berlebihan. Ada produk-produk tertentu yang sering disalahpahami, padahal fungsinya sangat relevan dengan kebutuhan sehari-hari.
Produk yang Sering Dicemooh, Padahal Dibutuhkan
Skincare dasar seperti pembersih wajah dan pelembap masih sering dianggap ‘tidak perlu’ bagi pria. Ada anggapan bahwa mencuci wajah dengan sabun mandi sudah cukup. Padahal, kulit wajah memiliki karakter yang berbeda dan membutuhkan perawatan yang lebih spesifik.
Produk perawatan rambut wajah seperti minyak jenggot atau balm kumis juga kerap dipandang berlebihan. Pria yang menggunakannya sering dianggap terlalu memperhatikan penampilan. Kenyataannya, produk ini membantu menjaga kebersihan kulit di bawah rambut wajah dan mencegah rasa gatal atau iritasi.
Body care seperti losion atau deodoran khusus juga tak luput dari stigma. Menggunakan produk yang tepat sering disalahartikan sebagai bentuk ketidakmaskulinan. Padahal, kenyamanan tubuh dan kebersihan adalah kebutuhan dasar yang tidak mengenal gender.
Mengubah Cara Pandang terhadap Perawatan Pria
Cemoohan terhadap produk perawatan pria sering berakar pada persepsi lama tentang maskulinitas. Maskulin kerap diidentikkan dengan sikap acuh terhadap penampilan. Padahal, merawat diri justru menunjukkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap tubuh sendiri.
Perawatan yang tepat membantu pria tampil lebih rapi dan profesional. Rambut yang terawat, kulit yang bersih, dan tubuh yang segar menciptakan kesan positif dalam berbagai situasi. Ini bukan soal tampil sempurna, melainkan tentang tidak membuat diri sendiri maupun orang lain merasa tidak nyaman.
Menggunakan produk perawatan seharusnya dipandang sebagai kebutuhan personal, bukan ajang penilaian sosial. Ketika pria mulai melihat perawatan diri sebagai bagian dari keseharian, stigma perlahan akan memudar. Penampilan yang terawat bukan untuk pamer, tetapi untuk menjaga harga diri.
Pria tidak perlu merasa bersalah karena ingin tampil rapi dan nyaman. Perawatan diri adalah bentuk kepedulian, bukan kelemahan. Dengan sikap yang lebih terbuka, MenZone dapat menjadi ruang aman bagi pria untuk merawat diri tanpa rasa canggung. [][Rommy Rimbarawa/TBV]
penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi