Bandung, Jawa Barat, Indonesia
MenZone

Razor Burn: Iritasi Kecil yang Mengganggu

Ditulis oleh Rommy Rimbarawa Dipublikasikan pada 07 January 2026 10

Razor Burn: Iritasi Kecil yang Mengganggu

Razor burn adalah iritasi akibat bercukur. Ia dapat dicegah dengan persiapan kulit yang baik, pisau tajam, dan perawatan menenangkan setelah bercukur.

Rasa perih setelah bercukur sering dianggap sepele, padahal ia adalah sinyal bahwa kulit sedang tidak nyaman. Bagaimana menyikapinya?

Razor burn adalah kondisi iritasi kulit yang muncul setelah proses bercukur. Tandanya bisa berupa kemerahan, rasa panas, perih, atau sensasi seperti terbakar ringan di area yang dicukur. Kondisi ini sering muncul di wajah, leher, atau area tubuh lain yang sering terkena pisau cukur.

Meski terlihat ringan, razor burn dapat mengganggu kenyamanan dan penampilan. Kulit terasa sensitif, mudah perih saat terkena air atau produk lain, dan kadang tampak meradang. Memahami apa itu razor burn membantu kita bersikap lebih tepat terhadap kulit setelah bercukur.

Razor burn
bukanlah tanda kulit 'lemah', melainkan reaksi kulit terhadap gesekan, tekanan, dan hilangnya lapisan pelindung kulit saat bercukur.
Apa yang Menyebabkan Razor Burn
Razor burn terjadi ketika lapisan atas kulit terganggu akibat gesekan pisau cukur. Pisau yang tumpul, tekanan terlalu kuat, atau mencukur berulang kali di area yang sama dapat melukai kulit secara mikro.

Mencukur pada kulit yang kering atau tanpa pelumas seperti shaving cream juga meningkatkan risiko iritasi. Kulit tidak memiliki lapisan perlindungan saat bersentuhan langsung dengan pisau.

Selain itu, kulit sensitif, kulit yang sedang berjerawat, atau kulit yang sedang iritasi lebih mudah mengalami razor burn. Kondisi kulit sebelum bercukur sangat memengaruhi hasil akhirnya.
Cara Mencegah dan Mengatasi Razor Burn
Pencegahan dimulai dari persiapan. Membersihkan wajah dengan air hangat membantu melembutkan rambut dan membuka pori, sehingga pisau lebih mudah meluncur tanpa menarik kulit.

Menggunakan shaving cream atau gel yang sesuai jenis kulit memberi lapisan pelindung antara pisau dan kulit. Produk ini membantu mengurangi gesekan dan menjaga kelembapan selama bercukur.

Setelah bercukur, bilas dengan air dingin untuk membantu menenangkan kulit dan mengecilkan pori. Gunakan produk aftershave yang bebas alkohol dan mengandung bahan menenangkan seperti aloe vera atau panthenol.

Jika razor burn sudah terjadi, hentikan dulu mencukur di area tersebut hingga kulit pulih. Menjaga kulit tetap lembap dan tenang membantu proses penyembuhan alami kulit.

Razor burn
mengajarkan bahwa bercukur bukan sekadar rutinitas mekanis, melainkan interaksi langsung dengan kulit. Ketika proses ini dilakukan dengan lebih lembut dan sadar, kulit pun merespons dengan lebih nyaman. [][Rommy Rimbarawa/TBV]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Artikel Terkait

Produk Perawatan Pria yang Sering Disalahpahami
MenZone

24 Dec 2025

Produk Perawatan Pria yang Sering Disalahpahami

Beberapa produk perawatan pria sering dicemooh karena stigma maskulinitas. Padahal, perawatan diri membantu menjaga kenyamanan, kebersihan, dan kepercayaan diri.

Kepala Botak Perlu Dirawat?
MenZone

12 Jan 2026

Kepala Botak Perlu Dirawat?

Kepala botak tetap perlu dirawat. Bersihkan dengan lembut, gunakan pelembap bila kering, dan lindungi dengan tabir surya agar kulit kepala tetap sehat.

Mengapa Bau Badan Pria Bisa Berbeda-beda?
MenZone

12 Dec 2025

Mengapa Bau Badan Pria Bisa Berbeda-beda?

Bau badan pria dipengaruhi keringat, bakteri, hormon, dan gaya hidup. Perawatan tepat seperti antiperspiran dan pembersih antibakteri membantu mengelolanya.

Ketika Pria Mengabaikan Perawatan Rambut Wajah
MenZone

17 Dec 2025

Ketika Pria Mengabaikan Perawatan Rambut Wajah

Mengabaikan perawatan kumis dan jenggot berisiko menimbulkan iritasi, bau, dan tampilan tak rapi. Perawatan sederhana membantu menjaga kenyamanan dan kepercayaan diri.