Rambut bisa tumbuh tidak merata karena siklus folikel, kebiasaan harian, dan faktor genetika. Pijat kulit kepala, perawatan lembut, serta kebiasaan sehat dapat membantu menyamakan ritmenya.
Fenomena rambut yang tumbuh tak merata bukan hal yang aneh. Satu sisi terasa lebih cepat memanjang, sementara sisi lain seperti berhenti di tempat. Tubuh kita selalu memiliki pola alami, termasuk dalam ritme pertumbuhan rambut.
Secara biologis, setiap folikel rambut memiliki siklus tumbuhnya sendiri—ada yang sedang aktif, ada yang sedang istirahat. Karena itu, perbedaan panjang rambut di sisi kanan dan kiri kepala bisa terjadi tanpa menandakan masalah tertentu.
Namun, aktivitas sehari-hari seperti arah tidur, kebiasaan mengikat rambut, hingga dominasi tangan kanan atau kiri juga dapat memengaruhi tekanan kecil pada area tertentu, membuat pertumbuhan rambut tampak tidak seimbang.
Mengapa Pertumbuhan Rambut Bisa Berbeda di Setiap Area Kepala?
Setiap folikel rambut berada pada fase tumbuh yang berbeda. Ada fase anagen [tumbuh], katagen [transisi], dan telogen [istirahat]. Tidak semua folikel memasuki fase yang sama dalam satu waktu, sehingga panjang rambut pun bisa berbeda.
Penggunaan alat styling panas yang lebih sering di satu sisi juga dapat menyebabkan kerusakan ringan. Rambut yang rapuh akan tampak lebih pendek karena mudah patah sebelum mencapai panjang optimalnya.
Selain itu, sirkulasi darah di kulit kepala tidak selalu merata. Beberapa area mendapat aliran darah lebih baik, sehingga pertumbuhan rambutnya pun tampak lebih subur.
Ritual sederhana seperti memijat kulit kepala selama dua hingga tiga menit sehari dapat membantu meratakan sirkulasi darah. Sentuhan lembut ini bukan hanya menenangkan, tetapi juga membantu folikel rambut bekerja lebih harmonis.
penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi