Bandung, Jawa Barat, Indonesia
Decorative

Waspada Kosmetik Dekoratif Ilegal!

Ditulis oleh Eva Evilia Dipublikasikan pada 30 January 2026 5

Waspada Kosmetik Dekoratif Ilegal!

Kosmetik dekoratif ilegal masih beredar luas. Kenali cirinya, pahami risikonya, dan lakukan langkah aman agar cantik tidak berujung masalah kulit.

Makeup memang bisa jadi penyelamat suasana. Tapi kalau asal pilih, yang datang bukan glow, melainkan masalah.

Tren kosmetik dekoratif berkembang sangat cepat. Setiap bulan selalu ada produk baru dengan klaim menarik, harga menggoda, dan kemasan yang terlihat meyakinkan. Sayangnya, di balik euforia itu, kosmetik dekoratif ilegal masih beredar luas dan kerap luput dari perhatian konsumen.

Banyak orang baru sadar setelah kulit bereaksi. Padahal, sejak awal ada tanda-tanda yang sebenarnya bisa dikenali jika kita mau sedikit lebih teliti sebelum membeli.

Mengenali Kosmetik Dekoratif yang Patut Dicurigai
Salah satu ciri paling umum dari kosmetik dekoratif ilegal adalah tidak adanya nomor izin edar resmi. Produk bisa saja mencantumkan klaim 'aman' atau 'natural', tetapi tidak disertai nomor BPOM yang jelas dan dapat diverifikasi.

Kemasan juga sering menjadi petunjuk. Tulisan yang mudah luntur, informasi produk yang sangat minim, atau bahkan tidak mencantumkan komposisi bahan seharusnya langsung memicu rasa curiga. Kosmetik yang legal selalu menyertakan informasi dasar secara lengkap.


Harga yang terlalu murah untuk klaim yang terlalu tinggi juga perlu diwaspadai. Foundation dengan klaim tahan 24 jam, full coverage, dan bebas iritasi tentu memiliki proses formulasi yang tidak sederhana. Jika harganya jauh di bawah standar pasar, ada baiknya berpikir ulang.

Risiko yang Mengintai di Balik Makeup Ilegal
Kosmetik dekoratif ilegal berpotensi mengandung bahan berbahaya, seperti pewarna tekstil, merkuri, atau bahan kimia lain yang tidak diperuntukkan bagi kulit wajah. Efeknya bisa muncul cepat atau justru perlahan, tetapi dampaknya tetap merugikan.

Reaksi yang sering terjadi meliputi iritasi, gatal, perih, hingga muncul jerawat yang sulit dikendalikan. Dalam jangka panjang, penggunaan produk ilegal juga bisa merusak skin barrier dan membuat kulit menjadi jauh lebih sensitif.

Yang sering luput disadari, kerusakan kulit akibat kosmetik ilegal tidak selalu mudah dipulihkan. Perawatan lanjutan justru bisa memakan waktu dan biaya lebih besar dibandingkan harga produk itu sendiri.


Langkah Aman sebelum Memilih Makeup
Langkah paling sederhana adalah selalu memeriksa nomor izin edar melalui situs resmi BPOM. Proses ini tidak memakan waktu lama, tetapi sangat menentukan keamanan produk yang akan digunakan.

Membeli kosmetik dari toko resmi, distributor terpercaya, atau kanal penjualan yang jelas juga menjadi langkah penting. Hindari tergoda oleh testimoni yang berlebihan tanpa informasi produk yang transparan.

Jika mencoba produk baru, lakukan uji coba terlebih dahulu pada area kecil kulit. Reaksi ringan pun sebaiknya tidak diabaikan, karena kulit sering memberi sinyal sebelum masalah besar muncul.

Cantik seharusnya membuat kita merasa percaya diri, bukan cemas. Makeup yang aman bukan soal mahal atau viral, tetapi tentang pilihan yang sadar dan bertanggung jawab terhadap kesehatan kulit. [][Eva Evilia/TBV]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Artikel Terkait

Teknologi Inovatif di Dunia Makeup Dekoratif
Decorative

07 Jan 2026

Teknologi Inovatif di Dunia Makeup Dekoratif

Teknologi AI dan AR merevolusi makeup dekoratif dengan virtual try-on, shade matching, dan rekomendasi presisi sehingga pengalaman pengguna semakin personal.

Mengapa Lipstik Sering Patah?
Decorative

14 Oct 2025

Mengapa Lipstik Sering Patah?

Lipstik patah sering membuat pengguna frustrasi. Selain mengurangi estetika, hal ini juga memboroskan uang. Simak penyebab dan tips merawat lipstik agar tetap utuh dan tahan lama. Lipstik, sebagai salah satu alat kosmetik andalan wanita, memiliki peran penting dalam melengkapi penampilan. Warna dan teksturnya yang memikat dapat memperindah senyuman dan meningkatkan rasa percaya diri. Lipstik telah mengalami perjalanan panjang dari awal mula hingga menjadi bentuk yang kita kenal sekarang. Sejarah lipstik bermula sejak zaman Mesopotamia kuno, sekitar 5.000 tahun lalu, ketika wanita menghancurkan batu permata untuk menghiasi bibir mereka. Di Mesir kuno, lipstik digunakan oleh pria dan wanita dari berbagai kelas sosial dengan bahan dasar campuran yodium dan bromin manitol, meski beracun. Pada abad pertengahan, lipstik sempat dilarang oleh gereja karena dianggap merusak moral. Namun, pada era Ratu Elizabeth I, lipstik kembali populer dengan menggunakan bahan seperti tanaman, lebah madu, dan pewarna alami. Kemajuan teknologi dan industri kosmetik di abad ke-20 membawa lipstik ke bentuk modern dengan berbagai inovasi warna, tekstur, dan kemasan yang praktis. Kini, lipstik menjadi simbol kecantikan yang tak lekang oleh waktu, tersedia dalam berbagai pilihan yang dapat menyesuaikan dengan setiap kepribadian dan gaya. Penyebab Lipstik Mudah Patah ilustrasi lipstik patah - Beautyversity | canva.com 1. Formula yang Lunak Lipstik dengan kandungan minyak atau bahan pelembap tinggi [seberapa moisturizing] cenderung lebih lunak. Tekstur ini rentan patah saat digunakan dengan tekanan berlebihan. 2. Suhu Ekstrem Paparan panas [misalnya di dalam mobil] melelehkan lapisan luar lipstik. Sebaliknya, suhu terlalu dingin membuat formula mengeras dan mudah retak. 3. Cara Penggunaan Salah Mengangkat batang lipstik terlalu tinggi saat mengaplikasikan atau menekan terlalu kencang ke bibir meningkatkan risiko patah. 4. Penyimpanan Tidak Tepat Menyimpan lipstik dalam posisi miring atau terkena guncangan [misalnya di tas] membuat batang rapuh dan tidak stabil. 5. Kualitas Kemasan Kemasan longgar atau tidak sesuai dengan bentuk batang lipstik menyebabkan gesekan berlebih saat dibuka/tutup. Baca Juga: Panduan Menjaga dan Merawat Bedak Cara Merawat Lipstik agar Tidak Cepat Patah ilustrasi lipstik patah - Beautyversity | canva.com 1. Simpan di Suhu Stabil Jauhkan lipstik dari sinar matahari langsung atau suhu ekstrem. Simpan di tempat sejuk dan kering, seperti laci kosmetik. 2. Aplikasikan dengan Lembut » Putar batang lipstik hanya 1-2 mm saat digunakan. » Hindari menekan terlalu keras saat mengoleskan ke bibir. » Gunakan kuas lipstik untuk mengurangi tekanan langsung pada batang. 3. Perbaiki Tekstur yang Meleleh Jika lipstik meleleh karena panas, masukkan ke kulkas 10-15 menit untuk mengeras kembali. Jangan lupa bungkus dengan plastik agar tidak terkontaminasi. 4. Perhatikan Kebersihan Kemasan Bersihkan sisa lipstik yang menempel di bagian penutup untuk mencegah gesekan. Pastikan tutup rapat agar batang tidak goyang. 5. Perbaiki Lipstik yang Patah » Panaskan bagian yang patah dengan korek api atau hair dryer selama 2-3 detik. » Tempelkan ke batang utama, dinginkan di kulkas 30 menit. Lipstik sering patah karena kombinasi faktor formula, suhu, dan kesalahan penggunaan. Rawat dengan penyimpanan tepat, aplikasi hati-hati, dan perbaiki kerusakan segera. Dengan cara ini, lipstik bisa awet hingga 1-2 tahun. [][Eva Evilia/TBV] *penulisan artikel ini dibantu riset DeepSeek-R1

Tren Eyeshadow 2026: Warna Mata yang Menarik Perhatian
Decorative

12 Jan 2026

Tren Eyeshadow 2026: Warna Mata yang Menarik Perhatian

Tren eyeshadow 2026 menonjolkan warna biru, monochrome, serta tekstur satin dan shimmer, memberi ruang ekspresi kreatif tanpa kehilangan keseimbangan.

Serum Alami untuk Kulit Glowing di Musim Hujan
SkinCare

14 Oct 2025

Serum Alami untuk Kulit Glowing di Musim Hujan

Hujan rintik-rintik di luar jendela, udara terasa dingin, tetapi wajah Anda terasa lengket dan kusam. Musim hujan di Indonesia, seperti yang kita rasakan di September ini, sering membuat kulit sulit bernapas. Bagaimana menyikapinya? Dengan serum alami, Anda bisa mengembalikan kilau wajah tanpa perlu produk mahal. Bayangkan wajah glowing yang membuat Anda percaya diri, meski harus berlari di bawah payung menuju kantor. Saya mengajak Anda memilih serum alami berbasis bahan lokal Indonesia, seperti kunyit, untuk kulit sehat dan cerah di musim hujan. Mengapa Serum Alami Penting? Kelembapan tinggi di musim hujan bisa menyumbat pori dan memicu jerawat. Serum alami, dengan bahan ringan seperti ekstrak kunyit atau temulawak, membantu menutrisi kulit tanpa membuatnya berat. Menurut Journal of Cosmetic Science [2022], kunyit mengandung kurkumin, antioksidan yang mengurangi peradangan dan mencerahkan kulit. Oleh karena itu, serum berbasis bahan lokal ini cocok untuk iklim tropis, memberikan perlindungan alami dari polusi dan cuaca lembap. Baca Juga: Day Cream Penting untuk Perlindungan Kulit Harian Pilih Serum yang Tepat untuk Anda Memilih serum bisa terasa seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Namun, fokuslah kepada produk dengan label ‘non-comedogenic’ agar pori tetap bersih. Banyak UMKM Indonesia menawarkan serum berbahan kunyit atau lidah buaya, yang terdaftar di BPOM. Misalnya, serum temulawak sering mengandung vitamin C alami, membantu mencerahkan kulit kusam. Aplikasikan 2-3 tetes setelah membersihkan wajah, pijat perlahan hingga menyerap. Langkah ini seperti memberi kulit Anda minuman segar di pagi hari. Cara Aplikasi untuk Hasil Maksimal Untuk hasil terbaik, bersihkan wajah terlebih dahulu dengan pembersih berbasis gel. Selain itu, gunakan serum pada malam hari agar kulit menyerap nutrisi saat Anda tidur. Pijat dengan gerakan melingkar untuk merangsang sirkulasi darah. Jika Anda punya waktu, tambahkan masker kunyit buatan sendiri seminggu sekali—campur bubuk kunyit dengan madu, lalu bilas setelah 10 menit. Rasanya seperti ritual kecil yang membawa kilau alami ke wajah Anda. Baca Juga: Kulit Halus Bukan Mimpi: Rahasia Perawatan dari Rumah Kombinasikan dengan Perlindungan Harian Serum saja tidak cukup jika Anda tidak melindungi kulit dari sinar UV dan polusi. Gunakan sunscreen SPF 30 setiap pagi, bahkan saat mendung. Produk lokal dengan ekstrak teh hijau bisa jadi pelengkap sempurna. Dengan begitu, serum alami Anda bekerja lebih efektif, menjaga kulit tetap glowing meski hujan tak kunjung reda. BPOM [2025] menegaskan bahwa kombinasi perawatan dan perlindungan harian mengurangi kerusakan kulit hingga 70% di iklim tropis. Beauties, kulit glowing di musim hujan bukan lagi impian. Dengan serum alami berbasis kunyit atau temulawak, Anda bisa menghadapi kelembapan dengan wajah cerah dan sehat. Pilih produk lokal terdaftar BPOM, aplikasikan dengan rutin, dan lengkapi dengan sunscreen. Untuk tips lain, jelajahi artikel kami di rubrik PersonalCare tentang perawatan tubuh di musim hujan. Mulailah hari ini, dan biarkan kulit Anda bersinar seperti matahari di balik awan! [][Eva Evilia/TBV] Sumber Eksternal: BPOM: Keamanan Produk Kosmetik Journal of Cosmetic Science [2022], “Curcumin in Skin Brightening”