Bandung, Jawa Barat, Indonesia
BahanAktif

Zinc, Si Kecil Tapi Penting

Ditulis oleh Rudi Tenggarawan Dipublikasikan pada 03 January 2026 11

Zinc, Si Kecil Tapi Penting

Zinc membantu menenangkan kulit, mengontrol sebum, dan mendukung regenerasi. Ia bekerja menjaga keseimbangan kulit, bukan memberi efek instan.

Ia jarang disorot sebagai bintang, namun sering bekerja sebagai penyeimbang. Selain untuk rambut dan kulit kepala, buat apa lagi?

Zinc
termasuk bahan aktif yang tidak selalu mencuri perhatian, tetapi perannya di dalam perawatan kulit sangat fundamental. Ia tidak menjanjikan perubahan dramatis dalam semalam, melainkan membantu kulit kembali ke kondisi stabil dan sehat.

Dalam banyak formulasi skincare, zinc hadir sebagai pengontrol, penenang, dan pelindung. Perannya bukan mempercepat sesuatu, melainkan menjaga agar proses alami kulit tidak terganggu. Inilah mengapa zinc sering ditemukan dalam produk untuk kulit bermasalah, sensitif, dan berjerawat.

Memahami cara kerja zinc membantu kita memposisikannya secara tepat. Ia bukan solusi instan, melainkan bagian dari sistem perawatan yang menekankan keseimbangan.

Cara Kerja Zinc pada Kulit
Zinc memiliki sifat antiinflamasi yang membantu meredakan kemerahan dan iritasi. Ia membantu menenangkan kulit yang meradang tanpa membuatnya menjadi kering atau tertekan.

Selain itu, zinc membantu mengontrol produksi sebum. Dengan kadar minyak yang lebih seimbang, pori-pori tidak mudah tersumbat dan risiko jerawat dapat berkurang. Ini membuat zinc relevan bagi kulit berminyak dan kombinasi.

Zinc juga berperan dalam proses regenerasi kulit. Ia mendukung penyembuhan luka kecil dan membantu kulit pulih lebih cepat setelah mengalami gangguan, baik karena jerawat, iritasi, maupun faktor lingkungan.
Siapa yang Paling Diuntungkan dari Zinc
Kulit berjerawat mendapat manfaat besar dari zinc karena kombinasi sifat antiinflamasi dan pengontrol sebum. Zinc membantu jerawat lebih cepat mereda dan mengurangi kemungkinan munculnya jerawat baru.

Kulit sensitif juga sering cocok dengan zinc karena sifatnya yang lembut dan menenangkan. Ia membantu memperkuat skin barrier tanpa memberikan stimulasi berlebihan.

Bagi kulit yang sering mengalami kemerahan atau mudah reaktif, zinc berfungsi sebagai penyeimbang. Ia membantu kulit tetap stabil dalam menghadapi perubahan cuaca, polusi, atau pergantian produk.

Zinc bukan bahan yang mencolok, tetapi ia bekerja di balik layar menjaga agar kulit tidak keluar dari keseimbangannya. Dalam perawatan kulit, kestabilan sering lebih berharga daripada perubahan cepat. Di situlah zinc menemukan perannya. [][Rudi Tenggarawan/TBV]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Artikel Terkait

Bahan Aktif Produk Kosmetik itu Bernama Yoghurt
BahanAktif

14 Oct 2025

Bahan Aktif Produk Kosmetik itu Bernama Yoghurt

Yoghurt tidak hanya dikenal sebagai makanan sehat, tetapi juga banyak digunakan dalam dunia kosmetik. Mari kita bedah. Banyak penelitian telah dilakukan untuk mengungkap kelebihan yoghurt. Bukan hanya sebagai sumber nutrisi untuk tubuh, tetapi juga sebagai bahan aktif yang bermanfaat untuk kulit. Kandungan asam laktat, probiotik, dan vitamin dalam yoghurt terbukti efektif dalam melembapkan, mencerahkan, dan menenangkan kulit. Hal ini membuat yoghurt menjadi bahan alami yang populer dalam produk perawatan kulit, seperti masker, pelembap, dan pembersih wajah.Penelitian terbaru menunjukkan bahwa yoghurt memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang membantu melawan tanda-tanda penuaan dini serta mengurangi iritasi kulit. Probiotik dalam yoghurt juga diketahui dapat memperkuat skin barrier dan menjaga keseimbangan mikrobioma kulit. Dengan begitu, yoghurt tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan pencernaan saat dikonsumsi, tetapi juga memberikan manfaat luar biasa ketika diaplikasikan pada kulit. Kombinasi antara tradisi kuno dan sains modern menjadikan yoghurt sebagai bahan kosmetik yang terus diminati. Yoghurt telah digunakan sejak zaman kuno untuk perawatan kulit. Cleopatra, ratu Mesir, dikenal sering menggunakan yoghurt untuk menjaga kecantikan kulitnya. Masyarakat tradisional di berbagai belahan dunia juga memanfaatkan yoghurt sebagai masker wajah alami. Kini, yoghurt menjadi bahan aktif populer dalam produk kosmetik modern. ilustrasi yoghurt - Beautyversity | canva.com Zat yang Terkandung dalam Yoghurt Yoghurt kaya akan nutrisi yang baik untuk kulit. Beberapa zat penting di dalamnya adalah: 1. Asam Laktat: Berfungsi sebagai eksfoliator alami yang mengangkat sel kulit mati. 2. Probiotik: Menjaga keseimbangan mikrobioma kulit. 3. Vitamin B Kompleks: Melembapkan dan menutrisi kulit. 4. Kalsium dan Zinc: Membantu regenerasi sel kulit. 5. Protein: Memperkuat kulit dan meningkatkan elastisitasnya. Manfaat Yoghurt untuk Kulit Yoghurt memiliki banyak manfaat untuk kulit, antara lain: 1. Melembapkan kulit secara alami. 2. Mencerahkan kulit dan mengurangi noda hitam. 3. Mengurangi peradangan dan iritasi kulit. 4. Menyamarkan garis halus dan kerutan. 5. Membantu mengatasi jerawat karena sifat antibakterinya. Baca Juga: Serba Serbi Body Serum Penerapan Yoghurt dalam Produk Kosmetik ilustrasi yoghurt - Beautyversity | canva.com Yoghurt banyak digunakan dalam berbagai produk kosmetik, seperti: 1. Masker Wajah: Membersihkan dan menutrisi kulit secara mendalam. 2. Pelembap: Memberikan hidrasi ekstra pada kulit kering. 3. Pembersih Wajah: Membersihkan kulit tanpa menghilangkan kelembapan alami. 4. Scrub: Mengangkat sel kulit mati dengan lembut. 5. Krim Malam: Memperbaiki kulit saat tidur. Yoghurt adalah bahan alami yang efektif untuk perawatan kulit. Kandungan nutrisinya yang kaya membuatnya cocok untuk berbagai jenis kulit. Penggunaannya dalam produk kosmetik terus berkembang, menggabungkan tradisi kuno dengan teknologi modern. Dengan manfaatnya yang beragam, yoghurt tetap menjadi pilihan favorit dalam dunia kecantikan. [][Rudi Tenggarawan/TBV] *penulisan artikel ini dibantu riset DeepSeek-R1

Membedah Isi Sunscreen Lebih Dalam
BahanAktif

10 Jan 2026

Membedah Isi Sunscreen Lebih Dalam

Sunscreen mengandung filter UV sebagai bahan utama dan antioksidan, humektan, serta penenang sebagai pelengkap untuk melindungi sekaligus merawat kulit.

Salicylic Acid dan Cara Kerjanya di Kulit
BahanAktif

17 Jan 2026

Salicylic Acid dan Cara Kerjanya di Kulit

Salicylic acid membantu membersihkan pori, mengurangi jerawat, dan meredakan peradangan. Gunakan sesuai dosis agar kulit tetap aman.

Waspada Efek Samping Deodoran
Decorative

14 Oct 2025

Waspada Efek Samping Deodoran

Adalah orang Mesir Kuno yang pertama menggunakan deodoran. Mereka menggunakan wewangian alami seperti kayu manis dan minyak esensial untuk mengatasi bau badan. Bagaimana perkembangannya sekarang? Apa efek sampingnya? Deodoran pertama kali digunakan orang Mesir kuno yang menggunakan bahan-bahan alami seperti kayu manis, minyak esensial, dan rempah-rempah untuk mengatasi bau badan. Pada abad ke-19, deodoran modern mulai dikenal. Pada tahun 1888, deodoran komersial pertama dengan nama ‘Mum’ diciptakan Edna Murphey di Philadelphia. Deodoran ini menggunakan senyawa berbasis zinc yang membantu mengontrol bau badan. Pada awal abad ke-20, bahan kimia seperti aluminium chloride mulai digunakan dalam deodoran dan antiperspirant. Aluminium chloride bekerja dengan cara menyumbat pori-pori keringat, sehingga mengurangi produksi keringat. Pada tahun 1950-an, deodoran dalam bentuk semprot mulai diperkenalkan, diikuti deodoran dalam bentuk stik dan roll-on. Saat ini, deodoran tersedia dalam berbagai bentuk dan mengandung bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan dan alami, seperti baking soda, minyak esensial, dan ekstrak tumbuhan. Perkembangan Deodoran Saat ini, deodoran tersedia dalam berbagai bentuk seperti stik, semprot, dan roll-on. Bahan-bahan yang digunakan juga lebih bervariasi, termasuk bahan-bahan yang lebih alami dan ramah lingkungan. Ada juga deodoran tanpa aluminium untuk mereka yang memiliki kulit sensitif. ilustrasi deodoran - Beautyversity | canva.com Kelebihan dan Kekurangan Deodoran Masa Kini Kelebihan: ▪ Efektif mengurangi bau badan. ▪ Banyak pilihan wewangian. ▪ Beberapa produk juga berfungsi sebagai antiperspirant yang mengurangi keringat. Kekurangan: ▪ Beberapa produk mengandung bahan kimia yang bisa menyebabkan iritasi kulit. ▪ Deodoran berbahan aluminium dianggap berpotensi meningkatkan risiko kesehatan jangka panjang. ▪ Produk alami mungkin kurang efektif dibandingkan deodoran berbahan kimia. Dengan perkembangan teknologi dan kesadaran akan kesehatan, deodoran masa kini terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih baik. Baca Juga: Panduan Memilih Parfum Sesuai Kepribadian Efek Samping Deodoran ilustrasi deodoran - Beautyversity | canva.com Efek di Tubuh: ▪ Iritasi Kulit: Beberapa deodoran mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi di kulit sensitif. Bahan seperti alkohol dan parfum sering menjadi penyebab iritasi. ▪ Aluminium: Ada kekhawatiran bahwa aluminium dalam antiperspirant dapat berhubungan dengan risiko kesehatan jangka panjang, seperti kanker payudara atau penyakit Alzheimer. Namun, penelitian tentang hal ini masih berlangsung dan belum ada kesimpulan yang pasti. Efek di Pakaian: ▪ Noda Kuning: Deodoran yang mengandung aluminium dapat bereaksi dengan keringat dan meninggalkan noda kuning pada pakaian, terutama pada bahan putih atau terang. ▪ Residu: Beberapa deodoran meninggalkan residu putih yang dapat terlihat pada pakaian gelap atau hitam. Upaya Mengurangi Efek Samping Untuk mengurangi efek samping, banyak produsen deodoran sekarang menawarkan produk tanpa aluminium dan bahan kimia keras. Deodoran berbasis bahan alami seperti baking soda, minyak kelapa, dan minyak esensial menjadi pilihan bagi mereka yang ingin menghindari bahan kimia sintetis. [][Rudi Tenggarawan/TBV] *penulisan artikel ini dibantu riset Copilot