Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kini mulai digunakan lebih luas dalam industri kosmetik, bukan hanya untuk membuat teks, gambar, atau konten. Teknologi ini juga dapat membantu riset, analisis kulit, pengembangan formulasi, hingga pemasaran dan pengelolaan bisnis.
Perkembangan ini menjadi perhatian LABCOS
Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad) yang dipimpin Prof. Dr.
apt. Sriwidodo, M.Si. Melalui kolaborasi antara akademisi, praktisi industri,
dan ahli teknologi, LABCOS mendorong pemanfaatan AI untuk menjawab berbagai
kebutuhan industri kosmetik.
Salah satu hasil pengembangan tersebut adalah Cantik.AI,
ekosistem specialized AI untuk industri beauty, cosmetic, dan wellness. Inovasi
ini diperkenalkan dalam sesi “The AI Beauty Revolution – From Skin &
Wellness Intelligence to Data-Driven Product Innovation” di Cosmobeaute
Indonesia 2026, Tangerang.
CEO Cantik.AI Wendra Wilendra, M.MT.
dan CTO Cantik.AI Yusep Maulana, S.Kom., M.Kom. memaparkan pemanfaatan
AI mulai dari research, analisis kulit, formulasi, hingga branding dan marketing.
AI
bukan sekadar pembuat konten
Menurut Wendra, melihat AI hanya sebagai
chatbot atau pembuat konten berarti baru melihat sebagian kecil potensinya. “AI dapat membantu kita membaca lebih banyak
informasi, menemukan hubungan yang sulit terlihat, mengeksplorasi lebih banyak
kemungkinan, dan membantu expert mengambil keputusan dengan konteks yang lebih
baik.”
Namun, AI tidak diposisikan untuk menggantikan
manusia. Cantik.AI menggunakan prinsip “AI explores. Experts verify. Humans
decide.” AI membantu mengeksplorasi dan menganalisis, sedangkan verifikasi
dan keputusan tetap berada pada manusia dan para ahli.
Tiga
pemanfaatan AI
Cantik.AI mengembangkan AI dengan fungsi yang
lebih spesifik sesuai kebutuhan pekerjaan. Tiga di antaranya adalah AI Skin
Analyzer, AI Formulator, dan AI Marketing.
AI Skin Analyzer membantu
menganalisis karakteristik visual kulit dan memberikan informasi mengenai
kondisi serta kebutuhan kulit. Sistem ini merupakan alat bantu dan tidak
ditujukan untuk menggantikan diagnosis profesional medis.
AI Formulator membantu formulator
mengeksplorasi pengetahuan ilmiah, hubungan antar bahan, kemungkinan formulasi,
dan informasi penelitian. AI dapat membantu mempersempit pilihan, tetapi
hasilnya tetap membutuhkan pengujian, validasi ilmiah, dan penilaian
formulator.
Sementara AI Marketing membantu
membaca tren konsumen, peluang kampanye, performa kanal pemasaran, serta arah
konten. Tujuannya adalah memperkuat kemampuan marketer dalam mengolah informasi
dan mengeksplorasi strategi.
Dibangun
melalui kolaborasi multidisiplin
Pengembangan AI untuk kosmetik membutuhkan
lebih dari sekadar teknologi. Industri ini melibatkan ilmu formulasi, farmasi,
dermatologi, bahan baku, pengujian, regulasi, manufaktur, hingga pemasaran. Karena itu, LABCOS menggunakan pendekatan
kolaboratif dengan melibatkan berbagai keahlian sesuai kebutuhan. Prinsipnya
sederhana: masalah yang berbeda membutuhkan keahlian yang berbeda.
CTO Cantik.AI Yusep Maulana mengatakan
pendekatan tersebut juga menjadi alasan Cantik.AI dikembangkan sebagai specialized
AI, bukan satu AI generik untuk semua pekerjaan. “Setiap domain memiliki knowledge, data,
workflow, dan konteks yang berbeda. Karena itu kami mengembangkan specialized
AI yang dirancang untuk memahami pekerjaan tertentu.”
Dari
laboratorium menuju pasar
Pemanfaatan AI berpotensi menjangkau berbagai
tahapan industri kosmetik, mulai dari riset dan pengembangan produk, formulasi,
regulasi, hingga manufacturing, branding, marketing, dan consumer experience.
Bagi LABCOS, kehadiran AI bukan untuk
menggantikan cosmetic science, melainkan memperluas kemampuan manusia dalam
mengolah pengetahuan, data, dan berbagai kemungkinan inovasi.
“Semakin powerful AI, semakin penting
expertise, konteks dan judgement manusia di belakangnya,” ujar Wendra. Ia menambahkan, masa depan industri kecantikan
bukan tentang manusia melawan AI, melainkan bagaimana keduanya dapat bekerja
bersama. “Kami tidak melihat masa depan beauty sebagai
manusia versus AI. Yang kami lihat adalah manusia dan AI bekerja
bersama—masing-masing melakukan apa yang paling kuat mereka lakukan.”pungkasnya.
Tentang Cantik.AI
Cantik.AI merupakan platform specialized AI
untuk industri beauty, cosmetic, dan wellness yang
memungkinkan pengunjung mengeksplorasi berbagai AI specialist sesuai
kebutuhannya. Melalui platform ini, pengguna dapat memperoleh bantuan untuk mencari
informasi dan insight, mengeksplorasi ide produk dan formulasi, memahami regulasi,
menyusun strategi marketing dan branding, hingga mengembangkan konten.
Bagi pelaku industri, manfaatnya adalah membantu mempercepat
pencarian informasi, memperluas eksplorasi ide, dan mendukung proses
pengambilan keputusan dengan memanfaatkan AI yang dirancang
berdasarkan konteks industri kosmetik. Cantik.AI juga memungkinkan pengguna
mengenal berbagai penerapan AI secara langsung sesuai kebutuhan pekerjaan
mereka.
Pendekatan Cantik.AI menempatkan AI sebagai partner kerja,
sementara keputusan akhir tetap berada pada manusia dan para ahli yang memiliki
kompetensi di bidangnya. Platform ini dapat diakses melalui link : https://cantik.ai/
Tentang LABCOS
LABCOS (Laboratorium Kosmetik) Fakultas Farmasi Universitas
Padjadjaran merupakan pusat kegiatan riset, pengembangan, pengujian,
dan inovasi di bidang kosmetik yang mempertemukan keahlian akademik dan
kebutuhan industri.
LABCOS berfokus pada pengembangan ilmu dan teknologi kosmetik, termasuk formulasi
dan pengembangan produk, pengujian dan analisis, bahan baku kosmetik, keamanan
dan efektivitas produk, serta aspek regulasi dan pengembangan industri.
Dalam menjalankan kegiatannya, LABCOS mendorong kolaborasi multidisiplin
antara akademisi, peneliti, tenaga ahli, dan pelaku industri. Pendekatan
tersebut memungkinkan berbagai pengetahuan dari bidang farmasi, cosmetic
science, dermatologi, teknologi, dan bidang terkait lainnya untuk
digunakan dalam menjawab kebutuhan dan tantangan industri kosmetik.
Pengembangan Cantik.AI menjadi salah satu bagian dari
eksplorasi LABCOS dalam mempertemukan ilmu kosmetik, keahlian multidisiplin,
data, dan teknologi AI. Melalui pendekatan tersebut, LABCOS berupaya
membuka peluang pemanfaatan teknologi baru untuk mendukung proses riset,
inovasi, pengembangan produk, hingga kebutuhan industri kosmetik yang terus
berkembang. Info lebih lanjut tentang LABCOS dapat diakses melalui link: https://labcos.id/
[][Dipo Alaric/TBV]