MenZone

Perlukah Pria Memiliki Rutinitas Perawatan Kulit yang Berbeda dengan Perempuan?

Admin Beautyversity Admin Beautyversity
154 views
Perlukah Pria Memiliki Rutinitas Perawatan Kulit yang Berbeda dengan Perempuan?

Kulit pria memang memiliki beberapa karakteristik berbeda. Produk khusus pria pun semakin banyak tersedia. Namun, apakah rutinitas perawatannya harus benar-benar berbeda dari perempuan?

Rak kosmetik sering membagi dunia perawatan kulit menjadi dua wilayah yang sangat jelas. Produk perempuan hadir dengan beragam pilihan, sedangkan produk pria biasanya dikemas dalam warna gelap dengan kata-kata seperti fresh, active, atau oil control. Perbedaan tersebut membuat seolah-olah kulit pria membutuhkan sistem perawatan yang sepenuhnya berbeda.

Secara biologis, memang ada beberapa karakteristik yang membedakan kulit pria dan perempuan. Pengaruh hormon androgen membuat kulit pria rata-rata lebih tebal dan cenderung menghasilkan lebih banyak sebum. Pertumbuhan rambut wajah serta kebiasaan bercukur juga menghadirkan persoalan yang tidak selalu dialami perempuan dengan cara yang sama.

Namun, jenis kelamin bukan satu-satunya faktor yang menentukan kebutuhan kulit. Seorang pria dapat memiliki kulit kering dan sensitif, sementara seorang perempuan dapat memiliki kulit sangat berminyak dan rentan berjerawat. Usia, genetik, aktivitas, iklim, paparan sinar matahari, pekerjaan, serta produk yang digunakan ikut membentuk kondisi kulit setiap individu.

Karena itu, membedakan rutinitas berdasarkan tulisan “for men” atau “for women” pada kemasan bisa terlalu menyederhanakan persoalan. Pertanyaan yang lebih berguna adalah apa yang sedang dibutuhkan kulit dan kebiasaan apa yang setiap hari memengaruhinya.

Baca Juga: Mengapa Semakin Banyak Pria Mulai Memperhatikan Kesehatan Kulit Kepala?

Kulit Pria Memang Berbeda, tetapi Kebutuhan Dasarnya Tetap Sama

Penelitian mengenai perbedaan fisiologis kulit menunjukkan bahwa hormon seks berperan terhadap beberapa karakteristik kulit. Pada pria, androgen berkaitan dengan produksi sebum yang lebih tinggi, sementara kepadatan kolagen dan ketebalan kulit juga dapat berbeda dibanding perempuan. Perbedaan biologis tersebut nyata, tetapi tidak otomatis berarti seluruh prinsip perawatan kulit harus dibedakan.

Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. menjelaskan bahwa formulasi kosmetik sebaiknya dipilih berdasarkan kebutuhan dan kondisi kulit penggunanya. Karakteristik kulit pria memang dapat menjadi pertimbangan ketika merancang produk, terutama terkait produksi minyak, aktivitas, dan kebiasaan bercukur. Namun, prinsip dasar seperti membersihkan kulit dengan tepat, mempertahankan kelembapan, serta memberikan perlindungan terhadap sinar ultraviolet tetap relevan bagi siapa pun.

American Academy of Dermatology juga memberikan prinsip perawatan yang serupa kepada pria, yaitu mengenali jenis kulit, menggunakan pembersih yang lembut, memakai pelembap sesuai kebutuhan, serta melindungi kulit menggunakan sunscreen. Bagi pria yang bercukur, teknik dan produk yang digunakan juga perlu diperhatikan untuk membantu mengurangi iritasi, luka kecil, serta masalah rambut tumbuh ke dalam.

Di sinilah kebutuhan pria mulai memiliki kekhususan yang lebih nyata. Seseorang yang mencukur wajah hampir setiap hari akan menghadapi gesekan mekanis berulang yang tidak dialami semua pengguna kosmetik. Jika setelah bercukur kulit terus terasa perih, kering, atau muncul benjolan, evaluasi terhadap teknik bercukur dan produk yang digunakan bisa jauh lebih berguna daripada sekadar menambahkan banyak tahapan skincare.

Baca Juga: Pria dan Pengaruh Tren Grooming Digital

Rutinitas yang Tepat Tidak Ditentukan oleh Gender pada Kemasan

Industri men's grooming berkembang karena ada kebutuhan nyata sekaligus peluang pasar. Banyak pria merasa lebih nyaman menggunakan produk yang dikomunikasikan khusus untuk mereka, baik karena aroma, tekstur, desain kemasan, maupun cara pemakaiannya yang sederhana. Pendekatan tersebut dapat membantu pria yang sebelumnya enggan merawat kulit mulai membangun kebiasaan yang lebih baik.

Masalah muncul ketika pemasaran membuat produk pria seolah harus selalu memberikan sensasi sangat kesat, dingin, atau kuat agar dianggap efektif. Kulit yang terasa tertarik setelah mencuci wajah bukan bukti bahwa seluruh minyak dan kotoran telah dibersihkan dengan cara yang sehat. Pembersihan yang terlalu agresif justru dapat mengganggu kenyamanan dan fungsi skin barrier.

Dermatolog Dr. Anthony Rossi dari Memorial Sloan Kettering Cancer Center pernah menekankan bahwa perawatan kulit pria tidak perlu rumit. Fokus pada pembersihan, pelembapan, perlindungan matahari, dan kebutuhan spesifik kulit biasanya lebih berguna dibanding membangun rutinitas panjang hanya karena banyak produk tersedia. Bahan aktif tambahan kemudian dapat dipertimbangkan ketika memang ada masalah seperti jerawat, hiperpigmentasi, atau tanda penuaan yang ingin ditangani.

Pendekatan berdasarkan kebutuhan juga membuat batas antara kosmetik pria dan perempuan menjadi lebih fleksibel. Jika sebuah pelembap memiliki formula yang sesuai dengan kondisi kulit seorang pria, tidak ada alasan ilmiah untuk menolaknya hanya karena produk tersebut tidak dipasarkan khusus kepada laki-laki. Hal yang sama berlaku pada cleanser, serum, maupun sunscreen, selama formulasi dan cara penggunaannya sesuai.

Pria juga tidak perlu merasa harus memiliki sepuluh produk agar dianggap serius merawat diri. Rutinitas sederhana yang dilakukan konsisten sering jauh lebih realistis, terutama bagi seseorang yang baru mulai mengenal skincare. Membersihkan wajah, menggunakan pelembap bila dibutuhkan, memakai sunscreen pada siang hari, dan menangani kebutuhan khusus merupakan fondasi yang sudah cukup kuat untuk memulai.

Jadi, pria memang memiliki beberapa karakteristik kulit yang dapat memengaruhi pilihan produk dan kebiasaan perawatan. Namun, perbedaannya tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa pria dan perempuan membutuhkan dua dunia skincare yang sepenuhnya terpisah. Kulit lebih membutuhkan produk yang sesuai dengan kondisinya daripada produk yang sekadar sesuai dengan gender pada kemasan. Ketika kebutuhan individual menjadi dasar pemilihan, rutinitas perawatan pria dapat tetap sederhana tanpa kehilangan manfaatnya. [][Rommy Rimbarawa/TBV]

Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.



Bagikan artikel ini:
Admin Beautyversity

Admin Beautyversity

Penulis di Beautyversity

Lihat Semua Artikel