Tag

611

Jelajahi artikel dengan tag 611

Perawatan Rambut Usia 20-an Menurut Trichologist
HairCare

06 Jan 2026

Perawatan Rambut Usia 20-an Menurut Trichologist

Di usia 20-an hingga awal 30 tahun, rambut umumnya masih berada dalam kondisi terbaiknya: tebal, kuat, dan produksi minyak alami (sebum) kulit kepala masih cukup optimal. Namun, di fase inilah rambut juga mulai paling sering “disiksa” oleh berbagai faktor mulai dari styling panas, bleaching dan pewarnaan, paparan polusi, hingga perubahan gaya hidup seperti begadang, stres, dan pola makan yang tidak selalu seimbang.Karena itu, tujuan utama perawatan rambut di usia ini bukan memperbaiki kerusakan berat, melainkan mencegah kerusakan sejak dini dan menjaga kualitas rambut agar tetap sehat dalam jangka panjang.Merawat Batang Rambut: Kuat, Lentur, dan Tidak Mudah PatahBatang rambut adalah bagian yang paling sering terpapar panas dan proses kimia. Salah satu bahan penting yang sebaiknya ada dalam produk perawatan rambut usia 20–30 tahun adalah protein terhidrolisis.Secara sederhana, protein terhidrolisis adalah protein yang sudah “dipotong kecil-kecil” agar lebih mudah bekerja pada rambut. Protein alami seperti keratin, gandum, atau sutra sebenarnya memiliki molekul besar. Jika tidak dipecah, ukurannya terlalu besar untuk menempel dengan baik pada batang rambut. Melalui proses hidrolisis, protein tersebut menjadi lebih ringan sehingga bisa membantu mengisi bagian rambut yang rapuh, mengurangi patah, dan membuat rambut terasa lebih kuat.Beberapa contoh yang sering ditemukan di produk pasaran antara lain hydrolyzed keratin, hydrolyzed wheat protein, dan silk amino acids.Selain protein, panthenol (pro-vitamin B5) juga sangat ideal untuk usia 20-an. Bahan ini membantu melembapkan rambut, membuatnya lebih lentur, tampak berkilau, dan terasa halus tanpa memberatkan. Panthenol banyak digunakan dalam shampoo, conditioner, hingga leave-in treatment yang mudah ditemukan di pasaran.Untuk perlindungan tambahan, minyak ringan seperti argan oil, jojoba oil, atau grapeseed oil bisa digunakan di ujung rambut. Jenis minyak ini memberi kilau dan perlindungan tanpa membuat rambut lepek, termasuk untuk rambut pria.Merawat Kulit Kepala: Investasi untuk Akar RambutKulit kepala yang sehat adalah fondasi rambut yang kuat. Bahan seperti niacinamide dosis ringan kini semakin umum digunakan dalam shampoo dan scalp serum. Niacinamide membantu menjaga barrier kulit kepala dan mendukung sirkulasi, yang bermanfaat sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan akar rambut.Selain itu, antioksidan seperti vitamin E dan ekstrak green tea membantu melindungi kulit kepala dan folikel rambut dari polusi dan radikal bebas, terutama bagi yang tinggal di lingkungan perkotaan.Rutinitas Sederhana tapi KonsistenCukup gunakan shampoo lembut, conditioner yang melembapkan, batasi heat styling, selalu pakai heat protectant, dan aplikasikan serum atau leave-in conditioner bila sering menata rambut. Di usia 20-an, konsistensi kecil hari ini akan menentukan kualitas rambutmu di masa depan. [] [Mira Savina/TBV]

Hair Cycling: Rotasi Shampoo untuk Rambut Sehat
MythBuster

19 Nov 2025

Hair Cycling: Rotasi Shampoo untuk Rambut Sehat

Hair Cycling bukan sekadar mengikuti tren, tetapi membantu rambut mendapatkan perawatan yang lebih tepat tanpa membebani kulit kepala dengan bahan yang sama setiap hari. Konsep ini mirip dengan skin cycling untuk memberi jeda dan rotasi formula agar setiap produk bekerja optimal.Mengapa hair cycling penting? Karena masalah rambut tidak hanya satu. Kadang kita butuh shampoo anti-ketombe ketika kulit kepala bermasalah, lalu setelah ketombe teratasi, kebutuhan rambut berubah misalnya ingin memperkuat batang rambut, menambah kelembapan, atau mengurangi rontok. Jika hanya memakai satu jenis shampoo terus-menerus, ada risiko kulit kepala “jenuh”, mengalami penumpukan residu, atau justru menimbulkan masalah baru.Dengan hair cycling, kita bisa menggunakan shampoo sesuai fase kebutuhan, misalnya:Fase 1: Anti-ketombe digunakan ketika kulit kepala berminyak, gatal, atau muncul serpihan.Fase 2: Strengthening dilakukan setelah kondisi kulit kepala stabil, berganti ke shampoo yang menguatkan akar dan batang rambut.Fase 3: Moisturizing diaplikasikan saat rambut mulai kering atau kusam, gunakan shampoo pelembap agar batang rambut kembali lentur.Pertanyaannya, apakah aman mengganti-ganti shampoo? Aman. Selama tidak memiliki alergi terhadap kandungannya dan perpindahan dilakukan sesuai kebutuhan rambut, metode ini justru membantu kulit kepala tetap seimbang. Dermatolog pun sepakat bahwa tidak ada satu shampoo yang mampu memenuhi semua kebutuhan rambut sepanjang waktu, karena faktor lingkungan, hormon, dan kebiasaan styling terus berubah.Bagaimana dengan shampoo multifungsi? Memang ada shampoo yang klaimnya sekaligus menguatkan, menumbuhkan rambut, dan mencegah ketombe, namun biasanya efeknya tidak sekuat produk yang fokus pada satu masalah. Anti-ketombe membutuhkan bahan aktif khusus (misal: zinc pyrithione, piroctone olamine, atau ketoconazole), sementara formula penguat rambut lebih banyak memakai protein, kafein, atau niacinamide. Karena itu, satu shampoo bisa saja “serbaguna”, tetapi tidak selalu optimal untuk semua kondisi secara bersamaan.Jadi,  hair cycling adalah strategi untuk menjaga rambut tetap sehat tanpa ribet. Dengan mengenali kondisi rambut dan memilih shampoo sesuai fase yang dibutuhkan, rambut bisa lebih kuat, bersih, dan terawat dari hari ke hari. Jika dilakukan rutin dan tepat, hasilnya bisa terasa dalam beberapa minggu. . [] [Nabil SF/TBV]