Tag

9

Jelajahi artikel dengan tag 9

Tips Merawat Rambut Panjang agar Tidak Mudah Patah
HairCare

20 Mar 2026

Tips Merawat Rambut Panjang agar Tidak Mudah Patah

Rambut panjang sering dianggap sebagai simbol keindahan dan kesabaran. Namun, semakin panjang rambut tumbuh, semakin besar pula perhatian yang dibutuhkannya.Banyak orang berhasil menumbuhkan rambut hingga panjang, tetapi kemudian menghadapi masalah baru: rambut menjadi mudah patah. Ujung rambut terasa kering, kusut lebih cepat, dan tampak lebih rapuh dibandingkan bagian dekat kulit kepala.Hal ini sebenarnya cukup wajar. Rambut yang sudah panjang berarti telah melewati berbagai proses alami seperti paparan matahari, gesekan dengan pakaian, hingga penggunaan alat styling.Semakin lama rambut berada di luar kulit kepala, semakin besar pula kemungkinan kutikula rambut mengalami kerusakan kecil. Jika tidak dirawat dengan baik, kerusakan tersebut dapat berkembang menjadi rambut bercabang dan mudah patah.Karena itu, merawat rambut panjang tidak hanya tentang membuatnya tumbuh. Perawatan juga perlu difokuskan pada menjaga kekuatan batang rambut agar tetap sehat dari akar hingga ujung.Baca Juga: Perawatan Rambut Harian yang Lebih Masuk AkalMenjaga Kelembapan Rambut dari Akar hingga UjungSalah satu penyebab rambut panjang mudah patah adalah kurangnya kelembapan pada batang rambut. Berbeda dengan kulit kepala yang memiliki kelenjar minyak alami, bagian tengah hingga ujung rambut sering kali tidak mendapatkan cukup minyak alami.Karena itu, penggunaan conditioner setelah keramas menjadi langkah penting. Conditioner membantu melapisi batang rambut sehingga lebih halus dan tidak mudah kusut.Selain conditioner, masker rambut atau hair mask yang digunakan secara berkala juga dapat membantu menjaga elastisitas rambut. Rambut yang cukup lembap biasanya lebih lentur dan tidak mudah patah saat disisir.Menyisir rambut juga sebaiknya dilakukan dengan lembut, terutama ketika rambut masih basah. Rambut dalam kondisi basah cenderung lebih rapuh sehingga mudah patah jika ditarik terlalu kuat.Baca Juga: Kenapa Rambut Mudah Lepek? Bagaimana Cara Mengatasinya?Mengurangi Gesekan yang Merusak RambutSelain faktor kelembapan, rambut panjang juga lebih sering mengalami gesekan fisik. Gesekan ini bisa terjadi saat rambut bergesekan dengan bantal, pakaian, atau bahkan karet rambut yang terlalu kencang.Menggunakan ikat rambut yang lembut dapat membantu mengurangi tekanan pada batang rambut. Beberapa orang juga memilih scrunchie berbahan kain yang lebih ramah terhadap rambut.Kebiasaan sederhana seperti mengepang rambut secara longgar sebelum tidur juga dapat membantu mengurangi kusut dan gesekan yang terjadi sepanjang malam.Selain itu, mengurangi penggunaan alat styling panas seperti catokan atau hair dryer dengan suhu tinggi juga dapat membantu menjaga kekuatan rambut dalam jangka panjang.Beauties, merawat rambut panjang lebih mirip merawat kain yang halus. Ia membutuhkan perhatian yang lembut dan konsisten agar tetap kuat sekaligus indah. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.

Rambut Sebelah Lebih Cepat Panjang? Ini Penjelasan Lembutnya
HairCare

21 Nov 2025

Rambut Sebelah Lebih Cepat Panjang? Ini Penjelasan Lembutnya

Kadang rambut punya ritmenya sendiri—tumbuh tak selalu sama rata. Ada sisi yang seolah berlari, sementara sisi lain berjalan pelan.Fenomena rambut yang tumbuh tak merata bukan hal yang aneh. Satu sisi terasa lebih cepat memanjang, sementara sisi lain seperti berhenti di tempat. Tubuh kita selalu memiliki pola alami, termasuk dalam ritme pertumbuhan rambut.Secara biologis, setiap folikel rambut memiliki siklus tumbuhnya sendiri—ada yang sedang aktif, ada yang sedang istirahat. Karena itu, perbedaan panjang rambut di sisi kanan dan kiri kepala bisa terjadi tanpa menandakan masalah tertentu.Menurut para peneliti dari International Journal of Trichology, faktor genetika berperan besar dalam ketidaksinkronan siklus rambut. Artinya, pola ini sering kali sudah ‘terprogram’ sejak lahir.Namun, aktivitas sehari-hari seperti arah tidur, kebiasaan mengikat rambut, hingga dominasi tangan kanan atau kiri juga dapat memengaruhi tekanan kecil pada area tertentu, membuat pertumbuhan rambut tampak tidak seimbang.Baca Juga: Hair Cycling: Rotasi Shampoo untuk Rambut SehatMengapa Pertumbuhan Rambut Bisa Berbeda di Setiap Area Kepala?Setiap folikel rambut berada pada fase tumbuh yang berbeda. Ada fase anagen [tumbuh], katagen [transisi], dan telogen [istirahat]. Tidak semua folikel memasuki fase yang sama dalam satu waktu, sehingga panjang rambut pun bisa berbeda.Healthline menyebutkan bahwa paparan gesekan yang berulang, seperti tidur secara konsisten di satu sisi, dapat memperlambat pertumbuhan rambut karena tekanan mikro yang terjadi setiap malam.Penggunaan alat styling panas yang lebih sering di satu sisi juga dapat menyebabkan kerusakan ringan. Rambut yang rapuh akan tampak lebih pendek karena mudah patah sebelum mencapai panjang optimalnya.Selain itu, sirkulasi darah di kulit kepala tidak selalu merata. Beberapa area mendapat aliran darah lebih baik, sehingga pertumbuhan rambutnya pun tampak lebih subur.Baca Juga: Scalp Serum: Rambut Kuat Dimulai dari AkarApa yang Bisa Dilakukan untuk Menyeimbangkan Pertumbuhan Rambut?Ritual sederhana seperti memijat kulit kepala selama dua hingga tiga menit sehari dapat membantu meratakan sirkulasi darah. Sentuhan lembut ini bukan hanya menenangkan, tetapi juga membantu folikel rambut bekerja lebih harmonis.International Society of Hair Restoration Surgery [ISHRS] menyarankan penggunaan minyak ringan seperti rosemary oil atau grapeseed oil untuk membantu merangsang area yang pertumbuhannya lebih lambat.Jika kerusakan akibat panas atau gesekan adalah penyebabnya, mengurangi penggunaan alat styling atau mengganti posisi tidur dapat membantu menyamakan kembali ritme pertumbuhan rambut.Namun, bila perbedaan panjang rambut sangat mencolok dalam waktu singkat, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter kulit. Ketidakseimbangan ekstrem bisa menandakan kondisi kulit kepala tertentu yang perlu penanganan lebih serius. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Microbiome Rambut: Ekosistem Tersembunyi yang Menentukan Kesehatan Kulit Kepala
MythBuster

20 Nov 2025

Microbiome Rambut: Ekosistem Tersembunyi yang Menentukan Kesehatan Kulit Kepala

Mereka bukan musuh, melainkan komunitas kecil yang bekerja keras menjaga rambutmu tetap sehat. Kumpulan makhluk mikro ini disebut microbiome rambut, sebuah ekosistem yang selama ini jarang diperhatikan, namun memegang peran penting dalam kondisi kulit kepala—mulai dari bebas ketombe, tidak terlalu berminyak, hingga rambut tumbuh kuat.Dalam ekosistem kecil tersebut, ada tiga penghuni utama yang menjadi penentu keseimbangan. Malassezia, sejenis jamur yang bertugas mengurai minyak alami kulit kepala, dapat memicu ketombe ketika jumlahnya berlebihan. Lalu ada Staphylococcus epidermidis, bakteri baik yang membantu menjaga pH kulit kepala agar stabil di kisaran 4,5–5,5 sekaligus menjadi benteng melawan bakteri yang merugikan. Tidak kalah menarik, bakteri penyebab jerawat seperti Cutibacterium acnes pun ternyata hadir di area kepala. Jika ia berkembang terlalu banyak, folikel rambut dapat meradang dan memicu kerontokan.Sayangnya, kebiasaan sehari-hari yang umum di Indonesia sering mengganggu harmoni alami microbiome ini. Penggunaan sampo dengan deterjen keras seperti SLS, air tanah yang kaya mineral terutama di kota besar, polusi udara, serta pola keramas yang terlalu sering atau justru terlalu jarang dapat membuat bakteri baik tersingkir. Akibatnya, kulit kepala menjadi sensitif, mudah iritasi, dan rambut kehilangan kekuatannya.Kabar baiknya, merawat microbiome rambut sebenarnya tidak rumit. Cukup mulai dengan memilih sampo tanpa sulfat atau berbahan dasar amino acid. Menggunakan serum prebiotik untuk kulit kepala dua hingga tiga kali seminggu—biasanya mengandung inulin, rice ferment, atau chicory root—dapat membantu menumbuhkan bakteri baik. Frekuensi keramas ideal berada di kisaran dua sampai empat kali seminggu, menyesuaikan jenis rambutmu. Kamu juga bisa menambahkan scalp tonic dengan kandungan seperti niacinamide, zinc PCA, atau tea tree oil untuk menenangkan kulit kepala dan mengontrol minyak.Perawatan rambut masa kini tidak hanya fokus pada masker atau vitamin dari luar, tetapi pada bagaimana kita menjaga ekosistem mikro di kulit kepala. Jadi, mungkin sudah saatnya mengecek label sampo di kamar mandi. Jika masih mengandung sodium lauryl sulfate, ini momen yang tepat untuk beralih. Rambut yang kuat bermula dari keseimbangan bakteri baik di kepala. . [] [Mira Savina/TBV]