Tag

BHA

Jelajahi artikel dengan tag BHA

Salicylic Acid dan Cara Kerjanya di Kulit
BahanAktif

17 Jan 2026

Salicylic Acid dan Cara Kerjanya di Kulit

Salicylic acid sering disebut sebagai sahabat kulit berjerawat, tetapi tidak semua orang memahami bagaimana cara kerjanya dan batas aman penggunaannya.Salicylic acid adalah salah satu bahan aktif yang paling sering ditemukan dalam produk skincare, terutama untuk kulit berminyak dan berjerawat. Namanya terdengar familiar, tetapi cara kerjanya sering disederhanakan hanya sebagai ‘pengering jerawat’.Padahal, salicylic acid bekerja lebih kompleks. Ia tidak hanya membantu meredakan jerawat yang sudah muncul, tetapi juga mencegah terbentuknya masalah baru di dalam pori-pori.Memahami sifat, manfaat, dan batas penggunaannya penting agar kulit mendapatkan manfaat maksimal tanpa mengalami iritasi.Baca Juga: Membedah Isi Sunscreen Lebih DalamManfaat Salicylic Acid untuk KulitSalicylic acid termasuk dalam kelompok beta hydroxy acid [BHA]. Keunggulan utamanya adalah sifatnya yang larut dalam minyak, sehingga mampu menembus lapisan sebum dan masuk ke dalam pori-pori.Di dalam pori, salicylic acid membantu melonggarkan ikatan sel kulit mati yang menyumbat. Proses ini membuat pori lebih bersih, mengurangi komedo, dan menurunkan risiko peradangan jerawat.Selain itu, salicylic acid memiliki sifat anti-inflamasi ringan. Inilah alasan mengapa bahan ini sering membantu mengurangi kemerahan dan rasa nyeri pada jerawat yang meradang.Baca Juga: Perawatan Rambut Usia 20-an Menurut TrichologistSalicylic Acid Ada di Produk Apa Saja?Salicylic acid banyak ditemukan dalam produk pembersih wajah, toner, serum, hingga spot treatment. Pada produk pembersih, fungsinya lebih kepada membantu menjaga pori tetap bersih saat proses mencuci wajah.Pada toner dan serum, salicylic acid bekerja lebih intens karena dibiarkan lebih lama di kulit. Produk jenis ini biasanya ditujukan untuk kulit berminyak, berjerawat, atau rentan komedo.Spot treatment dengan salicylic acid diformulasikan untuk penggunaan lokal. Produk ini digunakan langsung pada jerawat aktif untuk membantu meredakan peradangan tanpa harus diaplikasikan ke seluruh wajah.Baca Juga: Zinc, Si Kecil Tapi PentingDosis dan Hal yang Perlu DiperhatikanKadar salicylic acid dalam produk skincare umumnya berkisar antara 0,5 hingga 2 persen. Konsentrasi ini sudah cukup efektif untuk penggunaan harian tanpa mengganggu fungsi pelindung kulit.Penggunaan berlebihan atau mengombinasikannya dengan terlalu banyak bahan aktif lain dapat menyebabkan kulit kering, iritasi, atau mengelupas. Kulit yang terlalu teriritasi justru dapat memicu jerawat baru.Penting juga memperhatikan frekuensi pemakaian. Tidak semua kulit membutuhkan salicylic acid setiap hari. Memberi jeda penggunaan membantu kulit beradaptasi dan menjaga keseimbangan alaminya.Salicylic acid bukan solusi instan, tetapi alat bantu yang bekerja efektif jika digunakan dengan tepat. Ketika dipahami cara kerjanya, bahan ini dapat menjadi bagian penting dari perawatan kulit yang sehat dan berkelanjutan. [][Rudi Tenggarawan/TBV]penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Mengenal AHA & BHA dan Cara Kerjanya di Kulit
BahanAktif

09 Des 2025

Mengenal AHA & BHA dan Cara Kerjanya di Kulit

Dua bahan eksfoliasi ini sering dianggap mirip, padahal cara kerjanya berbeda dan saling melengkapi. Apa dan bagaimana mengaplikasikannya?AHA dan BHA merupakan dua jenis asam yang sering digunakan dalam perawatan kulit modern. Keduanya bekerja dengan cara mengangkat sel kulit mati, tetapi masing-masing memiliki karakteristik kimia yang unik. Perbedaan ini membuat AHA dan BHA memiliki fungsi serta manfaat yang berbeda untuk kondisi kulit tertentu.Banyak orang mengenal AHA dan BHA sebagai ‘bahan peeling’ yang membantu kulit tampak lebih cerah. Namun, manfaatnya tidak hanya terbatas pada itu. Karena bekerja pada lapisan kulit yang berbeda, kedua bahan ini dapat membantu mengatasi berbagai masalah seperti kulit kusam, pori tersumbat, dan tekstur tidak merata.Pemahaman yang tepat mengenai cara kerja AHA dan BHA sangat penting, terutama bagi pemula yang ingin menggunakan bahan aktif secara aman. Dengan pemilihan kadar dan frekuensi yang sesuai, bahan eksfoliasi ini dapat memberikan hasil yang signifikan dan tetap nyaman di kulit.AHA dan BHA bukan bahan yang bisa digunakan sembarangan. Konsistensi, dosis, dan kesabaran menjadi kunci untuk mendapatkan manfaat optimal. Penjelasan berikut membantu memahami bagaimana keduanya bekerja secara ilmiah.Baca Juga: Mengenal Kolagen dan Cara Kerjanya untuk KulitApa Perbedaan AHA dan BHA?AHA [Alpha Hydroxy Acid] merupakan asam yang larut dalam air. Karena sifat ini, AHA bekerja terutama pada permukaan kulit. AHA membantu melonggarkan ikatan sel kulit mati sehingga kulit lebih mudah berganti ke lapisan yang baru. Produk dengan AHA cocok untuk kulit kering atau kusam karena memberikan efek halus dan cerah.Bahan AHA yang umum digunakan adalah glycolic acid dan lactic acid. Glycolic acid memiliki ukuran molekul kecil sehingga lebih mudah masuk ke dalam kulit, sedangkan lactic acid lebih lembut sehingga cocok untuk pemula. Keduanya membantu meratakan tekstur dan meningkatkan kelembapan kulit.Sebaliknya, BHA [Beta Hydroxy Acid] bersifat larut minyak. Sifat ini membuat BHA mampu masuk ke pori-pori dan melarutkan sebum yang menyumbat. Karena itu, BHA lebih cocok untuk kulit berminyak atau rentan berjerawat. Salicylic acid merupakan bentuk BHA yang paling dikenal dan telah banyak dipelajari secara ilmiah.Baca Juga: Panduan Pulihkan Over-Exfoliating Secara DermatologisCara Menggunakan AHA & BHA dengan AmanMenggabungkan AHA dan BHA dalam rutinitas perawatan tidak harus dilakukan secara bersamaan. Pengguna dapat memulai dengan salah satu bahan terlebih dahulu kemudian menyesuaikan dengan kebutuhan kulit. Penggunaan terlalu banyak dalam waktu singkat dapat menyebabkan iritasi, terutama bagi kulit sensitif.Langkah awal yang paling aman adalah menggunakan produk berbahan AHA atau BHA pada malam hari. Frekuensi dapat dimulai dari satu hingga dua kali seminggu. Ketika kulit mulai terbiasa, frekuensi dapat ditingkatkan secara bertahap. Rutinitas ini membantu proses eksfoliasi berjalan lebih efektif tanpa merusak skin barrier.Saat menggunakan AHA maupun BHA, penggunaan pelembap sangat diperlukan. Eksfoliasi membuat lapisan kulit lebih rentan terhadap kekeringan sehingga hidrasi menjadi langkah penting yang tidak boleh dilewatkan. Pelembap membantu menenangkan kulit sekaligus menjaga fungsinya tetap stabil.Perlindungan dari sinar matahari adalah hal yang wajib ketika rutin memakai AHA atau BHA. Kedua bahan ini membuat kulit lebih sensitif terhadap UV sehingga penggunaan tabir surya menjadi keharusan. Tanpa perlindungan yang cukup, manfaat eksfoliasi tidak akan optimal dan risiko iritasi meningkat.Dengan pemahaman yang tepat, AHA dan BHA dapat menjadi bagian penting dari rutinitas perawatan kulit. Keduanya memberikan hasil yang efektif dalam menjaga tekstur, kecerahan, dan kebersihan pori-pori. Pendekatan ilmiah dan hati-hati membantu kulit mendapatkan manfaat terbaik dari bahan aktif ini. [][Rudi Tenggarawan/TBVpenulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi