Tag

fakta kecantikan

Jelajahi artikel dengan tag fakta kecantikan

Benarkah Jerawat Akan Hilang Setelah Dewasa?
MythBuster

14 Jan 2026

Benarkah Jerawat Akan Hilang Setelah Dewasa?

Banyak orang menunggu jerawat pergi bersama usia, padahal kulit tidak bekerja berdasarkan kalender. Mana yang benar?Jerawat sering dianggap sebagai masalah remaja. Ia muncul saat pubertas, mengganggu masa sekolah, lalu diharapkan menghilang ketika seseorang beranjak dewasa. Namun kenyataannya, banyak orang tetap bergulat dengan jerawat di usia dua puluhan, tiga puluhan, bahkan lebih.Mitos bahwa jerawat akan ‘selesai’ setelah dewasa membuat banyak orang menunda perawatan. Jerawat dibiarkan dengan harapan waktu akan menyelesaikannya. Padahal, jerawat adalah respons biologis kulit terhadap berbagai faktor, bukan sekadar fase usia.Memahami jerawat sebagai kondisi kulit, bukan fase hidup, membantu kita menyikapinya dengan lebih tepat dan penuh kesadaran.Baca Juga: Kulit Terbakar Matahari Bisa Pulih Sendiri? Benarkah?Fakta tentang Jerawat pada Orang DewasaJerawat dewasa sangat umum terjadi. Ia dapat dipicu fluktuasi hormon, stres kronis, kurang tidur, pola makan, hingga penggunaan produk skincare yang tidak sesuai dengan kondisi kulit.Selain itu, peradangan rendah yang berlangsung lama dalam tubuh juga berperan. Ketika tubuh berada dalam kondisi stres atau inflamasi, kulit sering menjadi salah satu organ pertama yang menunjukkan reaksi.Jerawat dewasa juga cenderung muncul di area tertentu seperti rahang, dagu, dan leher, serta sering terasa lebih dalam dan nyeri. Pola ini berbeda dari jerawat remaja yang biasanya lebih menyebar di dahi dan pipi.Baca Juga: Benarkah Perawatan Klinik Kecantikan Selalu Aman?Cara Menyikapi Jerawat di Usia DewasaLangkah pertama adalah berhenti menunggu jerawat ‘lelah sendiri’. Jerawat membutuhkan pendekatan aktif berupa pembersihan lembut, pemilihan bahan aktif yang sesuai, serta manajemen stres dan gaya hidup.Menggunakan bahan seperti salicylic acid, niacinamide, atau retinoid ringan dapat membantu mengontrol peradangan dan regenerasi kulit. Namun, pemilihan produk sebaiknya disesuaikan dengan sensitivitas kulit dewasa yang cenderung lebih reaktif.Selain perawatan topikal, penting juga meninjau pola tidur, asupan nutrisi, dan beban stres. Kulit tidak berdiri sendiri, ia mencerminkan keadaan tubuh secara keseluruhan.Jerawat tidak tunduk pada usia, tetapi pada kondisi. Ketika kondisi berubah, jerawat pun berubah. Dengan memahami ini, kita berhenti menunggu waktu dan mulai bekerja bersama kulit. [][Rudi Tenggarawan/TBV]Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Benarkah Mencabut Alis Membuatnya Tumbuh Lebih Tebal dan Gelap?
MythBuster

25 Nov 2025

Benarkah Mencabut Alis Membuatnya Tumbuh Lebih Tebal dan Gelap?

Mitos tentang alis yang tumbuh lebih tebal setelah dicabut masih sering terdengar hingga sekarang. Namun, benarkah perubahan itu terjadi karena proses mencabutnya?Fenomena mencabut alis sudah berlangsung lama, dari teknik grooming tradisional hingga tren kecantikan modern. Banyak yang memilih mencabut alis untuk merapikan bentuk atau menghilangkan rambut-rambut liar yang mengganggu penampilan. Namun, bersama kebiasaan ini, beredar pula berbagai mitos yang membuat sebagian orang ragu melakukannya.Mitos paling populer menyebut bahwa rambut alis akan tumbuh lebih tebal, lebih gelap, atau lebih cepat setelah dicabut. Narasi ini berkembang dari kesan visual yang muncul ketika rambut baru tumbuh dan tampak lebih kasar dibandingkan rambut alis yang sudah lama tumbuh.Menurut dermatolog dari American Hair Research Society, pertumbuhan rambut tidak berubah hanya karena proses pencabutan. Rambut tumbuh dari folikel, dan mencabut rambut tidak mengubah ukuran maupun struktur folikel tersebut.Dilansir dari Healthline, rambut baru yang tumbuh biasanya terlihat lebih tebal karena ujungnya masih tumpul. Inilah yang sering membuat orang menyimpulkan bahwa mencabut alis membuat rambut terlihat lebih kasar padahal itu hanya fase awal pertumbuhan.Baca Juga: Benarkah Kulit Bisa ‘Detoks’ Sendiri?Mitos-Mitos Populer Seputar Mencabut AlisMitos pertama: mencabut alis membuat rambut tumbuh lebih cepat. Faktanya, kecepatan pertumbuhan alis ditentukan oleh siklus rambut, bukan oleh proses pencabutan.Mitos kedua: rambut akan tumbuh lebih gelap setelah dicabut. Warna rambut ditentukan oleh melanin, yang tidak berubah hanya karena rambut ditarik keluar.Mitos ketiga: sering mencabut alis membuat alis semakin tebal. Yang terjadi sebenarnya adalah ilusi visual karena rambut baru biasanya muncul lebih singkat dan belum memiliki ujung yang meruncing.Beberapa orang bahkan percaya bahwa mencabut alis bisa memicu pertumbuhan rambut di area lain. Padahal, pertumbuhan rambut hanya terjadi pada folikel yang sudah ada—mencabut tidak menciptakan folikel baru.Baca Juga: Masker Malam Bisa Gantikan Pelembap Harian?Fakta Ilmiah tentang Pertumbuhan Rambut AlisPertumbuhan rambut ditentukan oleh tiga fase utama: anagen [fase tumbuh], katagen [fase transisi], dan telogen [fase istirahat]. Menurut Journal of Investigative Dermatology, mencabut rambut hanya memulai ulang siklus ini, bukan memengaruhi ketebalan rambut selanjutnya.Rambut alis baru tampak lebih tebal hanya di awal karena ujungnya belum halus. Seiring waktu, rambut tersebut akan kembali terlihat normal dan mengikuti tekstur alis yang lain.Namun, terlalu sering mencabut dapat memberi efek lain: folikel rambut bisa mengalami trauma ringan. Jika dilakukan berulang dalam jangka panjang, beberapa folikel bisa berhenti memproduksi rambut sehingga alis malah menipis.Kesimpulannya, yang benar bukanlah alis tumbuh lebih tebal setelah dicabut, tetapi bahwa alis akan tetap tumbuh sesuai genetiknya—dan kebiasaan mencabut justru bisa membuatnya menipis jika dilakukan berlebihan. [][Rudi Tenggarawan/TBV]penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi