18 Feb 2026
Merawat Diri di Tengah Hidup yang Sibuk
Kerja numpuk. Chat belum dibalas. Alarm bunyi sebelum badan siap kompromi.Ada fase dalam hidup ketika hari terasa seperti proyek konstruksi tanpa papan selesai. Target kerja, tanggung jawab keluarga, urusan sosial, semuanya berbaris seperti antrian SPBU menjelang libur panjang. Dalam kondisi seperti ini, merawat diri sering jadi prioritas terakhir. Kalau sempat, ya syukur. Kalau tidak, ya sudah.Padahal tubuh bukan mesin diesel yang bisa terus dipaksa menyala tanpa servis rutin.Vincent–sebut saja namanya begitu–mungkin tipe yang suka outdoor, naik gunung, panas-panasan, berkeringat. Tapi satu hal yang ia pelajari dari alam adalah ini: yang tidak dirawat, cepat aus. Sepatu hiking saja butuh dibersihkan dan dikeringkan. Apalagi kulit dan tubuh sendiri.Baca Juga: Minum Jamu, Ritual Lama yang Diam-Diam Merawat Kecantikan Sibuk Itu Nyata, Tapi Bukan AlasanBanyak orang merasa tidak punya waktu. Padahal sering kali bukan tidak ada waktu, melainkan tidak ada sistem. Kita rela scroll media sosial 30 menit tanpa sadar, tapi merasa 3 menit untuk sunscreen itu terlalu lama.Merawat diri bukan ritual mewah. Basic saja. Cuci muka yang benar setelah aktivitas luar. Gunakan pelembap supaya skin barrier tetap waras. Pakai sunscreen kalau terpapar matahari. Sederhana, tapi konsisten.Dalam hidup yang sibuk, kuncinya bukan menambah langkah, tapi menyederhanakan. Pilih produk yang sesuai kebutuhan, bukan yang paling banyak tahapannya. Rutinitas yang realistis jauh lebih efektif daripada rutinitas ideal tapi cuma bertahan tiga hari.Baca Juga: Saat Stres Membuat Wajah Tampak Lebih TuaSelf Care Bukan KemewahanAda kesalahpahaman bahwa merawat diri identik dengan spa panjang, skincare 10 langkah, atau waktu luang berjam-jam. Padahal self care paling dasar itu tidur cukup, minum air yang cukup, makan dengan pola yang lebih masuk akal.Kulit kusam sering kali bukan karena kurang serum, tapi kurang istirahat. Breakout bisa dipicu stres yang tidak dikelola. Tubuh memberi sinyal. Masalahnya, kita sering mematikan notifikasinya.Vincent percaya satu prinsip sederhana: kalau kamu sibuk, justru kamu wajib punya ritual kecil untuk diri sendiri. Bukan untuk gaya, tapi untuk bertahan.Cukup 10 menit sebelum tidur. Bersihkan wajah. Tarik napas pelan. Oleskan pelembap. Itu bukan sekadar skincare. Itu jeda. Itu momen bilang kepada diri sendiri, “Gue masih peduli.”Karena hidup boleh ngebut, tapi tubuh tetap perlu pit stop.Dan percaya atau tidak, orang yang merawat dirinya dengan baik sering kali terlihat lebih tenang. Bukan karena hidupnya ringan, tapi karena ia tidak mengabaikan dirinya sendiri.Merawat diri di tengah kesibukan bukan soal waktu yang panjang, tapi soal keputusan kecil yang diulang setiap hari. [][Rommy Rimbarawa/TBV]Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.