Tag

grooming

Jelajahi artikel dengan tag grooming

Mengapa Semakin Banyak Pria Mulai Memperhatikan Kesehatan Kulit Kepala?
MenZone

05 Agt 2026

Mengapa Semakin Banyak Pria Mulai Memperhatikan Kesehatan Kulit Kepala?

Perhatian pria terhadap rambut tidak lagi berhenti pada soal gaya. Kulit kepala mulai mendapat tempat. Kesadaran ini tumbuh seiring perubahan cara pria memandang kesehatan dirinya.Selama bertahun-tahun, perawatan rambut pria lebih banyak berfokus pada penampilan. Rambut yang rapi dianggap cukup untuk menunjang kepercayaan diri, sementara kondisi kulit kepala jarang menjadi perhatian. Selama tidak muncul rasa gatal yang mengganggu atau ketombe yang terlihat jelas, banyak pria menganggap kulit kepala mereka baik-baik saja.Pandangan tersebut mulai berubah dalam beberapa tahun terakhir. Meningkatnya informasi mengenai kesehatan rambut, berkembangnya industri grooming, serta semakin terbukanya pembahasan mengenai kesehatan pria membuat perhatian terhadap kulit kepala ikut meningkat. Kini, semakin banyak pria mulai menyadari bahwa rambut yang sehat tidak dapat dipisahkan dari kondisi kulit kepala yang sehat.Perubahan ini bukan semata-mata dipengaruhi oleh tren. Banyak pria mulai merasakan sendiri berbagai keluhan seperti rambut cepat lepek, kulit kepala terasa berminyak, gatal yang berulang, hingga rambut yang tampak semakin menipis. Pengalaman tersebut mendorong mereka mencari penyebabnya, bukan sekadar mengganti gaya rambut atau mencoba shampoo baru.Kesadaran tersebut menjadi langkah yang positif. Sebab, kesehatan kulit kepala bukan hanya berhubungan dengan penampilan, tetapi juga mencerminkan bagaimana seseorang merawat bagian tubuh yang selama ini sering terlupakan.Baca Juga: Pria dan Pengaruh Tren Grooming DigitalKulit Kepala Adalah Fondasi Pertumbuhan RambutRambut tumbuh dari folikel yang berada di kulit kepala. Ketika lingkungan di sekitar folikel tetap sehat, proses pertumbuhan rambut memiliki peluang lebih baik untuk berlangsung secara optimal. Sebaliknya, kulit kepala yang terus mengalami iritasi, penumpukan minyak, atau peradangan dapat memengaruhi kenyamanan sekaligus kualitas pertumbuhan rambut.Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. menjelaskan bahwa perhatian terhadap kulit kepala sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas perawatan rambut pria. Menurutnya, menjaga kebersihan kulit kepala, memilih produk yang sesuai, dan memahami kondisi kulit masing-masing jauh lebih penting dibanding sekadar mengikuti tren produk yang sedang populer. Kulit kepala yang sehat membantu menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi rambut untuk tumbuh dan bertahan.Banyak pria masih menganggap rambut berminyak sebagai tanda bahwa rambut mereka sehat. Padahal, produksi sebum yang berlebihan dapat membuat rambut cepat lepek sekaligus menciptakan kondisi yang kurang nyaman bagi kulit kepala. Sebaliknya, kulit kepala yang terlalu kering juga dapat memicu rasa gatal dan pengelupasan yang sering disalahartikan sebagai ketombe.Dikutip dari American Academy of Dermatology, kesehatan kulit kepala dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebersihan, produksi minyak, paparan sinar matahari, stres, hingga penggunaan produk perawatan yang kurang sesuai. Karena itu, menjaga keseimbangan kulit kepala menjadi bagian penting dalam mempertahankan kesehatan rambut secara keseluruhan.Baca Juga: Pria dan Kebiasaan Mengabaikan Tanda DehidrasiPria Mulai Melihat Perawatan Sebagai Bentuk Tanggung JawabCara pria memandang perawatan diri juga mengalami perubahan. Jika dulu grooming sering dipersepsikan hanya sebagai urusan penampilan, kini semakin banyak pria melihatnya sebagai bagian dari menjaga kesehatan. Membersihkan kulit kepala, memilih shampoo sesuai kebutuhan, atau berkonsultasi ketika muncul keluhan tidak lagi dianggap berlebihan, melainkan sebagai bentuk perhatian terhadap tubuh sendiri.Perubahan ini dipengaruhi oleh semakin terbukanya akses terhadap informasi kesehatan. Pria kini lebih mudah menemukan penjelasan mengenai penyebab rambut rontok, perbedaan antara kulit kepala berminyak dan ketombe, maupun pentingnya mengenali tanda-tanda awal gangguan pada kulit kepala. Pengetahuan tersebut membantu mengurangi anggapan bahwa semua masalah rambut adalah hal yang wajar seiring bertambahnya usia.Menurut Dr. Wilma Bergfeld, dermatolog dari Cleveland Clinic yang banyak meneliti kesehatan rambut, banyak masalah rambut sebenarnya berawal dari kondisi kulit kepala yang tidak mendapatkan perhatian yang memadai. Oleh karena itu, menjaga kesehatan kulit kepala merupakan bagian penting dari upaya mempertahankan kualitas rambut dalam jangka panjang, bukan hanya ketika keluhan sudah muncul.Kesadaran baru ini menunjukkan bahwa perawatan pria sedang bergerak ke arah yang lebih menyeluruh. Rambut tidak lagi dipandang hanya sebagai bagian yang harus ditata agar terlihat rapi, tetapi juga sebagai bagian dari kesehatan tubuh yang membutuhkan perhatian secara rutin. Pergeseran cara berpikir seperti ini membantu pria mengambil keputusan yang lebih tepat dalam merawat dirinya.Kulit kepala mungkin tidak selalu terlihat, tetapi perannya sangat besar terhadap kenyamanan dan kesehatan rambut. Semakin banyak pria yang memahami hubungan tersebut, semakin besar pula kemungkinan mereka membangun kebiasaan perawatan yang lebih konsisten. Merawat kulit kepala bukan sekadar mengikuti tren grooming, melainkan bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. [][Rommy Rimbarawa/TBV]Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.

Pria dan Pengaruh Tren Grooming Digital
MenZone

01 Jul 2026

Pria dan Pengaruh Tren Grooming Digital

Tren grooming digital memengaruhi cara pria merawat diri, dari rambut, kulit, hingga pilihan produk, karena banyak referensi datang dari media sosial dan konten online.Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial dan platform digital menjadi sumber inspirasi utama bagi pria dalam perawatan diri. Konten tutorial haircare, skincare, dan grooming praktis muncul setiap hari, menampilkan hasil yang dramatis dan trik yang mudah ditiru. Banyak pria mulai menyesuaikan rutinitasnya berdasarkan tren yang viral, sering kali mengadopsi produk dan teknik yang sebelumnya jarang digunakan.Pengaruh ini terlihat pada pilihan produk. Pria kini lebih sadar terhadap skincare dan haircare, memilih brand yang sedang populer, dan mencoba teknik perawatan yang sebelumnya dianggap eksklusif. Namun, tidak semua tren cocok untuk setiap orang. Kulit, rambut, dan kondisi tubuh setiap individu berbeda, sehingga penyesuaian tetap diperlukan agar perawatan tetap efektif dan aman.Baca Juga: Pria dan Kebiasaan Mengabaikan Tanda DehidrasiTren Digital Membentuk Kebiasaan PerawatanMedia digital menampilkan before-after yang menarik dan testimonial instan. Hal ini mendorong pria untuk bereksperimen lebih sering, mencoba berbagai produk, dan meniru rutinitas yang sedang viral. Banyak yang merasa perlu mengikuti standar visual agar tetap terlihat rapi atau stylish di mata teman dan media sosial.Menurut Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm., pengaruh tren digital dapat positif jika pria memahami kebutuhan kulit dan rambut mereka sendiri. Ia menekankan bahwa mengikuti tutorial online harus disesuaikan dengan tipe kulit, sensitivitas, dan tujuan perawatan individu. Tanpa penyesuaian ini, risiko iritasi, ketombe, atau kulit kepala gatal justru meningkat.Dr. Peter Attia juga menambahkan bahwa banyak pria baru sadar pentingnya self-care karena konten edukatif di platform digital. Namun, ia mengingatkan bahwa paparan terus-menerus terhadap standar kecantikan yang ideal dapat menimbulkan tekanan psikologis jika tidak diimbangi dengan pemahaman diri sendiri.Baca Juga: Pria dan Kebiasaan Menganggap Semua Keluhan Tubuh Itu NormalTips Mengikuti Tren Grooming Digital dengan BijakPria dapat mengambil manfaat dari tren digital dengan tetap memperhatikan kebutuhan pribadi. Beberapa langkah sederhana termasuk memilih produk sesuai tipe kulit dan rambut, menyesuaikan frekuensi pemakaian, dan menghindari kombinasi bahan aktif yang terlalu kompleks tanpa saran ahli.Selain itu, mengamati bagaimana kulit dan rambut merespons setiap perubahan adalah penting. Evaluasi berkala membantu menentukan apakah rutinitas baru benar-benar efektif atau sekadar mengikuti tren tanpa manfaat nyata. Konsistensi dan penyesuaian pribadi lebih penting daripada meniru tren secara mentah-mentah.Tren grooming digital sebenarnya memberi kesempatan bagi pria untuk lebih peduli pada diri sendiri. Ketika dijalankan secara bijak, tren ini dapat meningkatkan kesehatan kulit dan rambut, membangun kebiasaan self-care, serta membuat pria lebih percaya diri tanpa harus tergantung sepenuhnya pada visual atau popularitas produk. [][Rommy Rimbarawa/TBV]Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.

Kepala Botak Perlu Dirawat?
MenZone

12 Jan 2026

Kepala Botak Perlu Dirawat?

Ketiadaan rambut bukan berarti ketiadaan perawatan, kulit kepala tetap hidup, bereaksi, dan butuh perhatian. Bagaimana caranya?Kepala botak sering dianggap bebas dari urusan haircare. Tak ada rambut yang kusut, tak ada ketombe yang terlihat, dan tak perlu memikirkan gaya rambut. Namun di balik kesederhanaan itu, kulit kepala tetap merupakan kulit yang aktif, sensitif, dan terpapar langsung pada lingkungan.Tanpa rambut sebagai pelindung alami, kulit kepala lebih mudah terpapar sinar matahari, debu, polusi, dan perubahan suhu. Ini membuat kepala botak justru membutuhkan pendekatan perawatan yang berbeda, bukan lebih sedikit.Merawat kepala botak bukan tentang menumbuhkan rambut kembali, melainkan tentang menjaga kulit kepala tetap sehat, nyaman, dan terlindungi.Baca Juga: Razor Burn: Iritasi Kecil yang MenggangguApa yang Perlu Dilakukan untuk Merawat Kepala BotakMembersihkan kulit kepala tetap penting meskipun tidak ada rambut. Kulit kepala tetap menghasilkan minyak, keringat, dan sel kulit mati. Menggunakan pembersih lembut membantu menjaga kebersihan tanpa membuat kulit kering.Sampo masih bisa digunakan, terutama yang diformulasikan lembut dan bebas deterjen keras. Namun banyak orang lebih nyaman menggunakan facial cleanser ringan atau body wash yang tidak mengiritasi.Kondisioner biasanya tidak diperlukan karena fungsinya melembutkan batang rambut. Namun jika kulit kepala terasa kering, pelembap ringan atau losion khusus kulit kepala dapat membantu menjaga kenyamanan.Baca Juga: Produk Perawatan Pria yang Sering DisalahpahamiProduk Tambahan yang Berguna untuk Kepala BotakTabir surya adalah produk penting untuk kepala botak, terutama jika sering beraktivitas di luar ruangan. Kulit kepala yang terbuka sangat rentan terhadap paparan UV yang dapat memicu iritasi dan penuaan dini.Produk dengan kandungan soothing seperti aloe vera, panthenol, atau centella asiatica membantu menenangkan kulit kepala yang teriritasi atau kemerahan.Jika kulit kepala mudah berminyak atau berjerawat, produk dengan niacinamide atau zinc dapat membantu menjaga keseimbangan sebum tanpa membuat kulit kering.Kepala botak bukan berarti tanpa perawatan, tetapi tanpa rambut yang menutupi, kulit kepala justru berbicara lebih jujur tentang kebutuhannya. Dengan perawatan sederhana dan konsisten, kepala botak dapat terasa nyaman, sehat, dan tampak bersih. [][Rommy Rimbarawa/TBV]Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Razor Burn: Iritasi Kecil yang Mengganggu
MenZone

07 Jan 2026

Razor Burn: Iritasi Kecil yang Mengganggu

Rasa perih setelah bercukur sering dianggap sepele, padahal ia adalah sinyal bahwa kulit sedang tidak nyaman. Bagaimana menyikapinya?Razor burn adalah kondisi iritasi kulit yang muncul setelah proses bercukur. Tandanya bisa berupa kemerahan, rasa panas, perih, atau sensasi seperti terbakar ringan di area yang dicukur. Kondisi ini sering muncul di wajah, leher, atau area tubuh lain yang sering terkena pisau cukur.Meski terlihat ringan, razor burn dapat mengganggu kenyamanan dan penampilan. Kulit terasa sensitif, mudah perih saat terkena air atau produk lain, dan kadang tampak meradang. Memahami apa itu razor burn membantu kita bersikap lebih tepat terhadap kulit setelah bercukur.Razor burn bukanlah tanda kulit 'lemah', melainkan reaksi kulit terhadap gesekan, tekanan, dan hilangnya lapisan pelindung kulit saat bercukur.Baca Juga: Produk Perawatan Pria yang Sering Salah DipahamiApa yang Menyebabkan Razor BurnRazor burn terjadi ketika lapisan atas kulit terganggu akibat gesekan pisau cukur. Pisau yang tumpul, tekanan terlalu kuat, atau mencukur berulang kali di area yang sama dapat melukai kulit secara mikro.Mencukur pada kulit yang kering atau tanpa pelumas seperti shaving cream juga meningkatkan risiko iritasi. Kulit tidak memiliki lapisan perlindungan saat bersentuhan langsung dengan pisau.Selain itu, kulit sensitif, kulit yang sedang berjerawat, atau kulit yang sedang iritasi lebih mudah mengalami razor burn. Kondisi kulit sebelum bercukur sangat memengaruhi hasil akhirnya.Baca Juga: Ketika Pria Mengabaikan Perawatan Rambut WajahCara Mencegah dan Mengatasi Razor BurnPencegahan dimulai dari persiapan. Membersihkan wajah dengan air hangat membantu melembutkan rambut dan membuka pori, sehingga pisau lebih mudah meluncur tanpa menarik kulit.Menggunakan shaving cream atau gel yang sesuai jenis kulit memberi lapisan pelindung antara pisau dan kulit. Produk ini membantu mengurangi gesekan dan menjaga kelembapan selama bercukur.Setelah bercukur, bilas dengan air dingin untuk membantu menenangkan kulit dan mengecilkan pori. Gunakan produk aftershave yang bebas alkohol dan mengandung bahan menenangkan seperti aloe vera atau panthenol.Jika razor burn sudah terjadi, hentikan dulu mencukur di area tersebut hingga kulit pulih. Menjaga kulit tetap lembap dan tenang membantu proses penyembuhan alami kulit.Razor burn mengajarkan bahwa bercukur bukan sekadar rutinitas mekanis, melainkan interaksi langsung dengan kulit. Ketika proses ini dilakukan dengan lebih lembut dan sadar, kulit pun merespons dengan lebih nyaman. [][Rommy Rimbarawa/TBV]Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Produk Perawatan Pria yang Sering Disalahpahami
MenZone

24 Des 2025

Produk Perawatan Pria yang Sering Disalahpahami

Perawatan diri pada pria masih kerap dipandang sebelah mata. Padahal merawat penampilan adalah bagian dari menjaga martabat diri.Di tengah perubahan gaya hidup, kebutuhan perawatan pria semakin beragam. Namun sayangnya, tidak semua produk perawatan diterima dengan sikap terbuka. Beberapa di antaranya justru kerap memicu cemoohan, seolah-olah merawat diri bertentangan dengan identitas maskulin.Pandangan semacam ini membuat sebagian pria ragu menggunakan produk yang sebenarnya dibutuhkan. Akibatnya, perawatan diri dilakukan setengah hati atau bahkan dihindari sama sekali. Padahal, penampilan yang terawat bukan tentang ingin dipuji, melainkan tentang rasa nyaman dan percaya diri.Memahami konteks ini penting agar perawatan pria tidak lagi dibingkai sebagai sesuatu yang berlebihan. Ada produk-produk tertentu yang sering disalahpahami, padahal fungsinya sangat relevan dengan kebutuhan sehari-hari.Baca Juga: Ketika Pria Mengabaikan Perawatan Rambut WajahProduk yang Sering Dicemooh, Padahal DibutuhkanSkincare dasar seperti pembersih wajah dan pelembap masih sering dianggap ‘tidak perlu’ bagi pria. Ada anggapan bahwa mencuci wajah dengan sabun mandi sudah cukup. Padahal, kulit wajah memiliki karakter yang berbeda dan membutuhkan perawatan yang lebih spesifik.Produk perawatan rambut wajah seperti minyak jenggot atau balm kumis juga kerap dipandang berlebihan. Pria yang menggunakannya sering dianggap terlalu memperhatikan penampilan. Kenyataannya, produk ini membantu menjaga kebersihan kulit di bawah rambut wajah dan mencegah rasa gatal atau iritasi.Body care seperti losion atau deodoran khusus juga tak luput dari stigma. Menggunakan produk yang tepat sering disalahartikan sebagai bentuk ketidakmaskulinan. Padahal, kenyamanan tubuh dan kebersihan adalah kebutuhan dasar yang tidak mengenal gender.Baca Juga: Mengapa Bau Badan Pria Bisa Berbeda-beda?Mengubah Cara Pandang terhadap Perawatan PriaCemoohan terhadap produk perawatan pria sering berakar pada persepsi lama tentang maskulinitas. Maskulin kerap diidentikkan dengan sikap acuh terhadap penampilan. Padahal, merawat diri justru menunjukkan kesadaran dan tanggung jawab terhadap tubuh sendiri.Perawatan yang tepat membantu pria tampil lebih rapi dan profesional. Rambut yang terawat, kulit yang bersih, dan tubuh yang segar menciptakan kesan positif dalam berbagai situasi. Ini bukan soal tampil sempurna, melainkan tentang tidak membuat diri sendiri maupun orang lain merasa tidak nyaman.Menggunakan produk perawatan seharusnya dipandang sebagai kebutuhan personal, bukan ajang penilaian sosial. Ketika pria mulai melihat perawatan diri sebagai bagian dari keseharian, stigma perlahan akan memudar. Penampilan yang terawat bukan untuk pamer, tetapi untuk menjaga harga diri.Pria tidak perlu merasa bersalah karena ingin tampil rapi dan nyaman. Perawatan diri adalah bentuk kepedulian, bukan kelemahan. Dengan sikap yang lebih terbuka, MenZone dapat menjadi ruang aman bagi pria untuk merawat diri tanpa rasa canggung. [][Rommy Rimbarawa/TBV]penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Benarkah Mencabut Alis Membuatnya Tumbuh Lebih Tebal dan Gelap?
MythBuster

25 Nov 2025

Benarkah Mencabut Alis Membuatnya Tumbuh Lebih Tebal dan Gelap?

Mitos tentang alis yang tumbuh lebih tebal setelah dicabut masih sering terdengar hingga sekarang. Namun, benarkah perubahan itu terjadi karena proses mencabutnya?Fenomena mencabut alis sudah berlangsung lama, dari teknik grooming tradisional hingga tren kecantikan modern. Banyak yang memilih mencabut alis untuk merapikan bentuk atau menghilangkan rambut-rambut liar yang mengganggu penampilan. Namun, bersama kebiasaan ini, beredar pula berbagai mitos yang membuat sebagian orang ragu melakukannya.Mitos paling populer menyebut bahwa rambut alis akan tumbuh lebih tebal, lebih gelap, atau lebih cepat setelah dicabut. Narasi ini berkembang dari kesan visual yang muncul ketika rambut baru tumbuh dan tampak lebih kasar dibandingkan rambut alis yang sudah lama tumbuh.Menurut dermatolog dari American Hair Research Society, pertumbuhan rambut tidak berubah hanya karena proses pencabutan. Rambut tumbuh dari folikel, dan mencabut rambut tidak mengubah ukuran maupun struktur folikel tersebut.Dilansir dari Healthline, rambut baru yang tumbuh biasanya terlihat lebih tebal karena ujungnya masih tumpul. Inilah yang sering membuat orang menyimpulkan bahwa mencabut alis membuat rambut terlihat lebih kasar padahal itu hanya fase awal pertumbuhan.Baca Juga: Benarkah Kulit Bisa ‘Detoks’ Sendiri?Mitos-Mitos Populer Seputar Mencabut AlisMitos pertama: mencabut alis membuat rambut tumbuh lebih cepat. Faktanya, kecepatan pertumbuhan alis ditentukan oleh siklus rambut, bukan oleh proses pencabutan.Mitos kedua: rambut akan tumbuh lebih gelap setelah dicabut. Warna rambut ditentukan oleh melanin, yang tidak berubah hanya karena rambut ditarik keluar.Mitos ketiga: sering mencabut alis membuat alis semakin tebal. Yang terjadi sebenarnya adalah ilusi visual karena rambut baru biasanya muncul lebih singkat dan belum memiliki ujung yang meruncing.Beberapa orang bahkan percaya bahwa mencabut alis bisa memicu pertumbuhan rambut di area lain. Padahal, pertumbuhan rambut hanya terjadi pada folikel yang sudah ada—mencabut tidak menciptakan folikel baru.Baca Juga: Masker Malam Bisa Gantikan Pelembap Harian?Fakta Ilmiah tentang Pertumbuhan Rambut AlisPertumbuhan rambut ditentukan oleh tiga fase utama: anagen [fase tumbuh], katagen [fase transisi], dan telogen [fase istirahat]. Menurut Journal of Investigative Dermatology, mencabut rambut hanya memulai ulang siklus ini, bukan memengaruhi ketebalan rambut selanjutnya.Rambut alis baru tampak lebih tebal hanya di awal karena ujungnya belum halus. Seiring waktu, rambut tersebut akan kembali terlihat normal dan mengikuti tekstur alis yang lain.Namun, terlalu sering mencabut dapat memberi efek lain: folikel rambut bisa mengalami trauma ringan. Jika dilakukan berulang dalam jangka panjang, beberapa folikel bisa berhenti memproduksi rambut sehingga alis malah menipis.Kesimpulannya, yang benar bukanlah alis tumbuh lebih tebal setelah dicabut, tetapi bahwa alis akan tetap tumbuh sesuai genetiknya—dan kebiasaan mencabut justru bisa membuatnya menipis jika dilakukan berlebihan. [][Rudi Tenggarawan/TBV]penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Cowok dan Bedak? Kenapa Tidak?
MenZone

15 Nov 2025

Cowok dan Bedak? Kenapa Tidak?

Kalau dulu bedak dianggap cuma milik perempuan, sekarang anggapan itu sudah mulai bergeser. Banyak pria yang diam-diam menyimpan bedak di tas kerja atau laci kantor mereka — bukan untuk tampil seperti model, tapi agar wajah terlihat segar dan bebas kilap.Perawatan wajah pria kini sudah jauh dari stereotip lama. Bedak bukan lagi simbol feminin, tapi bagian dari grooming modern. Apalagi di cuaca tropis seperti Indonesia, wajah mudah berminyak dan tampak lelah di tengah hari.Bedak membantu menyerap minyak berlebih, menghaluskan tampilan kulit, dan membuat wajah terlihat lebih rapi tanpa usaha berlebihan. Dan yang penting, tidak ada yang aneh dengan itu.Baca Juga: Rambut Rontok? Bisa Jadi dari Cara Keramas yang SalahPilih Bedak yang Tepat untuk Kulit PriaKulit pria biasanya lebih tebal dan cenderung berminyak, jadi pilih bedak bertekstur ringan dengan efek matte. Hindari yang mengandung shimmer atau hasil akhir terlalu halus, karena bisa terlihat berlebihan. Bedak tabur transparan atau compact powder khusus oil-control bisa jadi pilihan terbaik.Tak perlu aplikator rumit — cukup sapuan tipis dengan puff atau kuas kecil di zona T [kening, hidung, dagu]. Tujuannya bukan mengubah wajah, tapi mengurangi kilap agar terlihat lebih segar dan profesional.Kalau Anda sering beraktivitas di luar ruangan, bedak juga bisa membantu melindungi kulit dari polusi ringan. Beberapa formula bahkan mengandung SPF, memberi perlindungan tambahan tanpa terasa berat di kulit.Baca Juga: Tegap dan Bugar, Rahasia Postur yang Bikin Percaya DiriSaat Grooming Jadi Percaya DiriMerawat diri bukan berarti kehilangan sisi maskulin. Justru, pria yang tahu cara menjaga penampilannya menunjukkan bahwa ia menghargai dirinya sendiri. Bedak hanyalah salah satu alat bantu untuk tampil lebih percaya diri, sama seperti memakai deodoran atau menyisir rambut sebelum keluar rumah.Tren ini bukan soal gaya hidup baru, tapi soal kenyamanan. Karena siapa bilang tampil rapi hanya untuk perempuan? Grooming yang baik membuat siapa pun — termasuk pria — merasa siap menghadapi hari dengan versi terbaik dirinya.Jadi, kalau ada yang masih ragu, ingat saja satu hal: bedak bukan soal gender, tapi soal kebersihan dan kepercayaan diri. Dan dua hal itu, semua orang pantas memilikinya. [][Rommy Rimbarawa/TBV]

Cowok Juga Mau Punya Kulit Sehat, Kenapa Enggak?
MenZone

04 Nov 2025

Cowok Juga Mau Punya Kulit Sehat, Kenapa Enggak?

Banyak cowok berpikir skincare itu wilayah perempuan. Padahal, kulit cowok juga butuh perhatian. Bukan buat gaya, tapi buat kenyamanan diri sendiri. Debu jalanan, sinar matahari, dan keringat yang menumpuk bisa bikin kulit kusam bahkan bermasalah kalau dibiarkan begitu saja.Cowok modern mulai sadar bahwa merawat diri bukan berarti kehilangan sisi maskulin. Justru sebaliknya — cowok yang paham cara menjaga kebersihan dan kesehatan kulit menunjukkan kedewasaan dan rasa tanggung jawab terhadap dirinya sendiri.Biasanya, masalah kulit cowok bukan karena faktor genetik, tapi karena malas membersihkan wajah setelah beraktivitas. Padahal, cuma butuh tiga langkah dasar untuk menjaga kulit tetap sehat.Baca Juga: Arang Bambu untuk Kulit Pria BersihMulai dari yang Simpel DuluCuci muka dua kali sehari — pagi dan malam — itu udah cukup. Jangan pakai sabun mandi untuk wajah karena bisa bikin kulit kering dan iritasi. Pilih pembersih yang sesuai jenis kulit, entah itu berminyak, kering, atau kombinasi.Setelah itu, pakai pelembap. Ya, cowok juga butuh pelembap! Karena kulit yang dehidrasi akan memproduksi lebih banyak minyak sebagai reaksi alami. Hasilnya? Wajah jadi lebih gampang berjerawat. Terakhir, jangan lupakan sunscreen. Mau naik motor atau kerja di kantor, sinar UV tetap bisa menembus kaca.Baca Juga: Skincare Pria untuk Wajah CerahDari Rutinitas Jadi KebiasaanAwalnya mungkin terasa ribet. Tapi begitu terbiasa, semua langkah ini bisa dilakukan dalam lima menit. Nggak perlu produk banyak — yang penting cocok dan konsisten. Kulit yang bersih dan terawat bukan cuma enak dilihat, tapi juga bikin Anda lebih percaya diri.Jadi, nggak ada alasan lagi buat cuek. Cowok juga berhak punya kulit sehat dan segar. Karena merawat diri bukan soal gender, tapi soal rasa hormat pada diri sendiri. [][Rommy Rimbarawa/TBV]

Perawatan Kecantikan saat Anda Liburan: Ketika Grooming Jadi Ekspedisi
BeautyLife

29 Okt 2025

Perawatan Kecantikan saat Anda Liburan: Ketika Grooming Jadi Ekspedisi

Liburan seharusnya menjadi waktu untuk melepaskan diri dari rutinitas, tapi anehnya, justru banyak orang yang repot sendiri karena urusan perawatan. Dari krim wajah sampai hair mist, semuanya ingin dibawa.Saat Anda bepergian, kulit dan rambut ikut mengalami perubahan lingkungan. Udara kering di pesawat, panas di pantai, atau dingin di pegunungan — semuanya memengaruhi kondisi tubuh. Maka, grooming saat liburan bukan sekadar soal tampil cantik, tapi tentang menjaga kenyamanan sepanjang perjalanan.Hal yang sering terlupakan: kulit dan rambut butuh adaptasi. Jadi, jangan langsung ganti semua produk dengan travel size baru. Gunakan produk yang sudah biasa dipakai, supaya kulit tidak kaget. Kesederhanaan bisa jadi kunci utama dalam merawat diri di perjalanan.Baca Juga: Gaya Hidup Sehat dengan Kopi LokalRingkas tapi Tetap TerawatPilih produk serbaguna. Misalnya, pelembap wajah yang juga bisa digunakan sebagai base makeup, atau lip balm dengan SPF untuk bibir sekaligus area kering lain. Semakin sedikit yang dibawa, semakin ringan langkah Anda.Bila destinasi Anda panas, siapkan face mist untuk menjaga kesegaran kulit. Di udara dingin, fokuslah pada hidrasi: gunakan body lotion lebih sering dan minum air yang cukup. Jangan abaikan sunscreen, bahkan saat Anda hanya duduk di kafe dengan sinar matahari lembut.Rambut juga butuh perhatian. Gunakan leave-in conditioner agar tetap lembap dan mudah diatur. Bila Anda suka aktivitas luar ruangan, topi lebar bisa jadi pelindung alami dari panas matahari.Baca Juga: Kecantikan Holistik Musim HujanGrooming dalam Ritme PetualanganJangan terjebak pada rutinitas rumit. Liburan adalah waktu untuk menikmati momen, bukan membawa seluruh isi meja rias. Anda bisa mencoba gaya rambut sederhana, atau tampil tanpa foundation berat. Biarkan kulit bernapas, biarkan diri Anda santai.Sesekali, nikmati ritual perawatan lokal di tempat yang Anda kunjungi. Spa tradisional, lulur rempah, atau mandi air hangat alami bisa memberi pengalaman baru sekaligus menyegarkan tubuh dan pikiran.Ketika grooming menjadi bagian dari petualangan, Anda tidak sekadar menjaga penampilan, tapi juga menumbuhkan rasa syukur pada tubuh. Karena pada akhirnya, tubuh inilah yang membawa Anda menikmati setiap sudut dunia.Perjalanan terbaik adalah yang membuat Anda pulang dengan hati ringan dan kulit bahagia. Jadi, kemaslah secukupnya, rawat diri seperlunya, dan nikmati setiap langkahnya. [][Rommy Rimbarawa/TBV]