01 Jun 2026
Kenapa Rambut Kadang Terasa Lebih Rapuh Saat Kurang Tidur?
Kurang tidur tidak hanya membuat tubuh terasa lelah. Rambut pun sering ikut menunjukkan dampaknya dengan cara yang tidak langsung kita sadari.Banyak orang menghubungkan kesehatan rambut dengan shampoo, serum, vitamin, atau perawatan salon. Padahal, salah satu faktor yang cukup berpengaruh justru terjadi saat malam hari ketika tubuh beristirahat. Ketika waktu tidur terus berkurang atau kualitas tidur memburuk, tubuh kehilangan kesempatan untuk menjalankan berbagai proses pemulihan yang penting, termasuk yang berkaitan dengan kesehatan rambut.Karena perubahan tersebut berlangsung perlahan, banyak orang tidak langsung menghubungkannya dengan kebiasaan tidur. Mereka baru menyadari ada sesuatu yang berbeda ketika rambut mulai terasa lebih kering, lebih mudah patah, atau terlihat kurang bervolume dibanding biasanya.Baca Juga: Kenapa Rambut Kadang Terasa Berubah Saat Sedang Stres?Rambut Bertumbuh Saat Tubuh Melakukan PemulihanKetika seseorang tidur, tubuh tidak benar-benar berhenti bekerja. Justru pada fase inilah berbagai proses regenerasi berlangsung lebih aktif. Perbaikan jaringan, keseimbangan hormon, hingga pengaturan metabolisme terjadi selama tubuh mendapatkan istirahat yang cukup.Rambut juga ikut bergantung kepada proses tersebut. Folikel rambut membutuhkan suplai nutrisi, oksigen, dan sinyal hormonal yang stabil agar siklus pertumbuhannya berjalan dengan baik. Saat seseorang terus-menerus kurang tidur, keseimbangan ini dapat terganggu dan memengaruhi kualitas rambut yang dihasilkan.Dermatolog Dr. Alan J. Bauman dalam buku The Complete Hair Loss Guide [2020] mengemukakan bahwa kesehatan rambut sangat dipengaruhi kondisi tubuh secara keseluruhan, termasuk kualitas tidur, tingkat stres, dan keseimbangan hormon. Karena itu, masalah rambut tidak selalu berasal dari produk yang digunakan di luar tubuh.Selain itu, kurang tidur sering berkaitan dengan peningkatan hormon stres seperti kortisol. Kadar kortisol yang tinggi dalam jangka panjang dapat memengaruhi siklus pertumbuhan rambut dan membuat rambut lebih rentan mengalami kerontokan atau penipisan.Kondisi tersebut tidak selalu terlihat dalam satu atau dua malam. Namun ketika pola tidur buruk berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan, rambut biasanya mulai menunjukkan perubahan yang lebih nyata.Baca Juga: Rambut Lepek Bukan Selalu Karena Jarang KeramasKurang Tidur Sering Membawa Efek BerantaiAda hal lain yang membuat hubungan antara tidur dan rambut menjadi lebih kompleks. Saat seseorang kurang tidur, biasanya muncul kebiasaan lain yang ikut berubah. Pola makan menjadi tidak teratur, konsumsi air berkurang, stres meningkat, dan tubuh terasa lebih mudah lelah.Sebagai contoh, seseorang yang sering begadang cenderung lebih sering mengonsumsi makanan praktis dan kurang memperhatikan asupan nutrisi hariannya. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memengaruhi ketersediaan zat-zat yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung pertumbuhan rambut yang sehat.Ahli saraf dan pakar tidur Dr. Matthew Walker dalam buku Why We Sleep [2017] menyoroti bahwa tidur memiliki peran mendasar dalam hampir seluruh sistem biologis manusia. Ketika tidur terganggu, dampaknya tidak hanya muncul pada energi dan konsentrasi, tetapi juga pada berbagai fungsi pemeliharaan tubuh yang berlangsung secara diam-diam.Akibatnya, rambut sering menjadi salah satu bagian yang ikut merasakan efek berantai tersebut. Rambut mungkin tidak langsung rontok dalam jumlah besar, tetapi terasa lebih kusam, kurang kuat, dan lebih mudah rusak dibanding biasanya.Karena itu, menjaga kesehatan rambut tidak selalu dimulai dari rak skincare atau produk haircare. Ada kalanya langkah yang paling sederhana justru dimulai dari memberi tubuh waktu istirahat yang cukup setiap malam. Rambut yang sehat tumbuh dari tubuh yang sehat, dan tubuh yang sehat membutuhkan tidur sebagai salah satu fondasi terpentingnya. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.