Tag

selfcare

Jelajahi artikel dengan tag selfcare

Kebiasaan Sehari-hari yang Tidak Terlihat, tetapi Membantu Self-Care
PersonalCare

28 Jul 2026

Kebiasaan Sehari-hari yang Tidak Terlihat, tetapi Membantu Self-Care

Merawat diri tidak selalu hadir sebagai ritual panjang. Banyak manfaat justru datang dari kebiasaan kecil. Tubuh merasakannya meski kita jarang menyadarinya.Ketika mendengar istilah self-care, banyak orang membayangkan rangkaian kegiatan yang membutuhkan waktu, biaya, dan persiapan khusus. Ada yang mengaitkannya dengan perawatan di salon, liburan singkat, rutinitas skincare lengkap, atau aktivitas relaksasi yang harus dijadwalkan terlebih dahulu. Gambaran tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi membuat perawatan diri terasa sulit dilakukan saat kehidupan sedang padat.Padahal, tubuh menerima perhatian bukan hanya melalui kegiatan besar yang dilakukan sesekali. Cara kita mengatur waktu tidur, memilih posisi duduk, memberi jeda setelah menatap layar, atau tidak menunda makan juga menjadi bentuk perawatan diri. Kebiasaan seperti ini tampak terlalu biasa untuk disebut penting, meskipun dampaknya terasa pada kenyamanan tubuh dan kestabilan emosi.Masalahnya, manusia lebih mudah menghargai sesuatu yang menghasilkan perubahan jelas. Rutinitas baru terasa berhasil ketika wajah terlihat lebih segar, berat badan berubah, atau energi meningkat secara nyata. Kebiasaan kecil yang bekerja diam-diam sering dilewatkan karena manfaatnya hadir dalam bentuk tubuh yang tidak terlalu cepat lelah, pikiran yang lebih tenang, atau keluhan ringan yang jarang muncul.Baca Juga: Efek Polusi Udara pada Kulit Pria dan WanitaPerawatan Diri Sering Bersembunyi dalam Rutinitas BiasaSalah satu contoh paling sederhana adalah memberi tubuh kesempatan bergerak setelah duduk terlalu lama. Berdiri, berjalan beberapa menit, atau meregangkan bahu dapat membantu mengurangi kekakuan yang muncul selama bekerja. Gerakan singkat tersebut mungkin tidak terasa seperti olahraga, tetapi membantu tubuh keluar dari posisi statis yang dipertahankan terlalu lama.Kebiasaan lain yang kerap diremehkan adalah makan tanpa terburu-buru. Banyak orang menyelesaikan makanan sambil bekerja, membaca pesan, atau berpindah dari satu tugas ke tugas berikutnya. Padahal, memberi perhatian pada proses makan membantu seseorang lebih peka terhadap rasa kenyang, kenyamanan pencernaan, dan kebutuhan tubuhnya sendiri.Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. memandang perawatan diri sebagai kebiasaan yang seharusnya dekat dengan kehidupan sehari-hari. Perhatian terhadap kebersihan tubuh, hidrasi, pola istirahat, serta perubahan kecil pada kulit dan rambut dapat membantu seseorang mengenali kondisi dirinya lebih dini. Pendekatan semacam ini membuat personal care tidak berhenti pada penggunaan produk, tetapi berkembang menjadi kebiasaan mendengarkan tubuh.Mengurangi paparan layar sebelum tidur juga termasuk bentuk perhatian yang sering tidak terlihat. Cahaya, notifikasi, dan aliran informasi yang terus masuk membuat pikiran sulit benar-benar beristirahat. Memberi jarak beberapa menit dari perangkat digital dapat menjadi transisi yang membantu tubuh memahami bahwa waktu aktif sudah selesai.Dr. BJ Fogg dalam buku Tiny Habits yang terbit pada 2020 menunjukkan bahwa kebiasaan kecil lebih mudah bertahan ketika ditempelkan pada rutinitas yang sudah dilakukan. Minum air setelah bangun tidur, melakukan peregangan setelah menutup laptop, atau memakai pelembap setelah mandi merupakan contoh tindakan sederhana yang tidak membutuhkan perubahan hidup secara drastis. Kekuatan kebiasaan tersebut terletak pada kemudahan untuk mengulangnya, bukan pada besarnya usaha dalam satu kesempatan.Baca Juga: Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Membuat Tubuh Lebih NyamanSelf-Care Tidak Harus Menunggu Tubuh KelelahanBanyak orang baru memberi perhatian kepada dirinya setelah tubuh mulai sulit diajak bekerja sama. Tidur diperbaiki setelah kelelahan menumpuk, pola makan diperhatikan setelah pencernaan terasa tidak nyaman, dan kulit baru dirawat setelah muncul keluhan. Cara seperti ini membuat self-care lebih sering berfungsi sebagai tindakan perbaikan daripada kebiasaan menjaga keseimbangan.Padahal, mengenali sinyal awal dapat membantu seseorang bertindak sebelum keluhan berkembang. Bibir yang terus terasa kering bisa mengingatkan kebutuhan cairan, bahu yang kaku bisa menjadi tanda untuk mengubah posisi kerja, sedangkan suasana hati yang mudah terganggu dapat menunjukkan bahwa tubuh membutuhkan istirahat. Sinyal tersebut tidak selalu berarti ada masalah serius, tetapi tetap layak diperhatikan.Kebiasaan kecil juga membantu mengurangi tekanan bahwa perawatan diri harus dijalankan dengan sempurna. Seseorang tidak harus menyelesaikan seluruh rutinitas setiap hari agar tetap dianggap peduli kepada dirinya. Ada hari ketika mandi dengan tenang, mengganti pakaian yang nyaman, dan tidur lebih awal sudah menjadi bentuk perawatan yang paling masuk akal.Psikolog Kristin Neff dalam buku Self-Compassion yang terbit pada 2011 menempatkan sikap lembut kepada diri sendiri sebagai bagian penting dalam menghadapi keterbatasan manusia. Pandangan ini mengingatkan bahwa perawatan diri tidak seharusnya berubah menjadi sumber rasa bersalah. Rutinitas yang sehat justru memberi ruang untuk menyesuaikan diri ketika energi, waktu, dan kondisi emosional sedang berubah.Tubuh tidak selalu membutuhkan tindakan besar agar merasa diperhatikan. Ia sering merespons baik terhadap kebiasaan kecil yang hadir teratur, seperti cukup minum, bergerak di sela pekerjaan, membersihkan diri dengan nyaman, dan memberi waktu istirahat. Dari kebiasaan yang tampak biasa itulah hubungan yang lebih sehat dengan tubuh dapat dibangun tanpa menjadikan perawatan diri sebagai beban baru. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.

Cantik di Tengah Serbuan Notifikasi
BeautyLife

15 Jan 2026

Cantik di Tengah Serbuan Notifikasi

Notifikasi datang tanpa permisi, sementara tubuh dan pikiran jarang diberi ruang untuk mengakomodasi.Setiap hari kita bangun dengan bunyi ponsel, tertidur dengan cahaya layar, dan hidup di sela-sela pesan yang terus masuk. Berita, pekerjaan, obrolan, perbandingan sosial, semuanya menumpuk dalam kepala, bahkan sebelum kita sempat menyesap kopi pertama.Tubuh menerima semua itu sebagai tekanan, meski kita menyebutnya ‘biasa saja’. Sistem saraf bekerja tanpa jeda, hormon stres meningkat perlahan, dan tanpa kita sadari, wajah tampak lebih lelah, kulit lebih reaktif, tidur lebih dangkal.Kecantikan, dalam konteks ini, bukan lagi soal tampilan luar, melainkan keadaan dalam. Ia lahir dari tubuh yang merasa aman, pikiran yang punya ruang, dan ritme hidup yang tidak selalu tergesa.Baca Juga: Apa Dampak Jalan Kaki bagi Kecantikan dan Kesehatan Kulit Ketika Pikiran Penuh, Tubuh Ikut BicaraStres mental memicu pelepasan kortisol yang memengaruhi kulit, rambut, dan metabolisme. Kulit menjadi lebih sensitif, lebih mudah berjerawat, lebih cepat kusam. Rambut rontok lebih mudah terjadi ketika tubuh merasa terus berada dalam mode siaga.Selain itu, stres membuat kita cenderung menyentuh wajah lebih sering, tidur lebih larut, dan melewatkan rutinitas perawatan. Semua kebiasaan kecil ini berkumpul menjadi perubahan besar yang terlihat di cermin.Tubuh selalu berbicara. Ia mengirim sinyal melalui kulit yang memberontak, mata yang sayu, dan energi yang terasa menipis.Baca Juga: Cantik yang Direncanakan, Bukan KebetulanMerawat Diri sebagai Bentuk PerlindunganMerawat diri bukanlah pelarian dari dunia, melainkan cara bertahan di dalamnya. Ritual sederhana seperti mencuci wajah dengan sadar, mengoleskan pelembap perlahan, atau berjalan tanpa ponsel selama sepuluh menit dapat menenangkan sistem saraf.Mengatur batas dengan notifikasi adalah bentuk perawatan juga. Mematikan notifikasi non-penting, memberi jam sunyi digital, atau tidak membawa ponsel ke kamar tidur membantu otak masuk ke mode istirahat.Ketika sistem saraf lebih tenang, tubuh memperbaiki diri dengan lebih efisien. Kulit beregenerasi lebih baik, tidur lebih dalam, dan energi terasa lebih utuh saat bangun.Cantik bukan berarti selalu rapi, cerah, dan siap tampil. Kadang cantik berarti memilih berhenti sejenak, menutup layar, dan memberi diri sendiri ruang untuk kembali utuh. [][Rommy Rimbarawa/TBV]Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Cara Lembut Merawat Mulut dan Gigi Setiap Hari
PersonalCare

22 Nov 2025

Cara Lembut Merawat Mulut dan Gigi Setiap Hari

Senyum yang terawat selalu membawa kehangatan, bahkan sebelum kata pertama terucap. Merawat mulut dan gigi adalah cara lembut menjaga kenyamanan diri setiap hari.Mulut adalah gerbang pertama dari banyak hal: makanan, percakapan, kepercayaan diri, bahkan kesan pertama. Namun, seringkali area ini terabaikan, padahal kesehatan mulut sangat memengaruhi penampilan dan kenyamanan diri.Ketika gigi terawat dan napas tetap segar, tubuh terasa lebih ringan untuk tersenyum. Senyum yang nyaman adalah salah satu bentuk perawatan diri yang paling sederhana, tetapi efeknya bisa terasa jauh ke dalam keseharian.Menurut National Institute of Dental and Craniofacial Research [NIDCR], perawatan mulut yang baik tidak hanya mencegah penyakit gusi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kebersihan diri secara menyeluruh. Mulut yang sehat ikut mendukung penampilan yang bersih dan rapi.Perawatan area ini tidak harus rumit. Yang dibutuhkan hanyalah kebiasaan lembut dan konsisten—kebiasaan yang memberi ruang bagi tubuh untuk tetap nyaman tanpa merasa dipaksakan.Baca Juga: Benarkah Over-Shower Bikin Kulit Mudah RusakKebiasaan Harian yang Membantu Menjaga Mulut Tetap SehatDimulai dari rutinitas sederhana: menyikat gigi dua kali sehari menggunakan sikat berbulu lembut dan pasta gigi berfluoride. Teknik menyikat yang pelan dan penuh perhatian membantu mencegah kerusakan gusi.American Dental Association [ADA] merekomendasikan mengganti sikat gigi setiap tiga bulan. Helai sikat yang mulai melebar dapat mengurangi efektivitas pembersihan dan memicu iritasi gusi.Menggunakan benang gigi juga dapat membantu membersihkan area yang sulit dijangkau. Dengan ritme yang tenang dan ringan, proses ini membantu menjaga kebersihan tanpa melukai gusi.Akhirnya, kumur dengan mouthwash yang lembut dapat membantu menjaga keseimbangan flora mulut sekaligus memberi rasa segar. Pilih yang bebas alkohol agar tidak menimbulkan rasa perih.Baca Juga: Jangan Tunggu Kerutan! Ini Saat yang Tepat untuk Multi-AgingKebiasaan yang Sebaiknya Ditinggalkan demi Kesehatan MulutBeberapa kebiasaan kecil sering tidak disadari memberi dampak besar, seperti menyikat gigi terlalu keras. Tekanan berlebihan dapat merusak enamel dan menyebabkan gusi menurun sehingga gigi lebih sensitif.Kebiasaan mengonsumsi minuman manis dan soda setiap hari juga bisa mempercepat kerusakan gigi. Asam yang terkandung dalam minuman tersebut melemahkan enamel dan memicu pembentukan plak.Menurut Harvard School of Dental Medicine, kebiasaan merokok tidak hanya memengaruhi napas tetapi juga mempercepat kerusakan jaringan gusi dan memicu perubahan warna gigi secara signifikan.Pada akhirnya, menjauhi kebiasaan-kebiasaan kecil ini adalah bagian dari proses merawat diri. Menggantinya dengan kebiasaan yang lebih lembut akan membuat mulut dan gigi tetap sehat, sekaligus menjaga kenyamanan ketika tersenyum. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]

Body Wellness: Perawatan Kulit & Tubuh Menyeluruh
PersonalCare

14 Nov 2025

Body Wellness: Perawatan Kulit & Tubuh Menyeluruh

Kita sering terobsesi pada wajah, sampai lupa bahwa kulit tubuh juga butuh cinta. Padahal, kulit di lengan, kaki, dan punggung punya tantangan sendiri — kering, kusam, dan kadang terabaikan. Merawat tubuh seharusnya bukan sekadar rutinitas, tapi juga bentuk rasa syukur atas tubuh yang bekerja setiap hari untuk kita.Di tengah tren perawatan wajah yang semakin canggih, body care justru sering dianggap sekunder. Banyak orang yang masih mengira lotion cukup dipakai sesekali, padahal kelembapan tubuh sama pentingnya dengan kelembapan wajah. Bahkan, kondisi kulit tubuh bisa mencerminkan keseimbangan kesehatan kita secara keseluruhan.Ritual sederhana seperti mandi air hangat, memakai scrub lembut seminggu sekali, dan mengoleskan body oil sebelum tidur bisa menjadi bentuk meditasi kecil. Anda tidak hanya membersihkan tubuh, tapi juga merawat keseimbangan diri.Baca Juga: Wangi yang Bicara, Menemukan Aroma Diri yang SejatiSaatnya Tubuh Jadi PrioritasPerawatan tubuh bukan hanya tentang estetika. Kulit tubuh yang sehat membantu sirkulasi udara dan keringat berjalan lancar. Jika kulit terlalu kering atau kasar, fungsi pelindung alami bisa terganggu. Itulah sebabnya, langkah dasar seperti eksfoliasi dan pelembapan harus dilakukan rutin.Cobalah pilih produk dengan tekstur dan aroma yang membuat Anda rileks. Lavender, chamomile, atau vanilla bisa membantu mengurangi stres sekaligus membuat waktu perawatan terasa menyenangkan. Yang terpenting: lakukan dengan sabar, tanpa terburu-buru.Perawatan tubuh yang dilakukan dengan kesadaran membantu Anda lebih mengenali diri sendiri. Saat mengoleskan lotion, rasakan setiap gerakan, hirup aromanya, dan beri waktu untuk diri Anda.Baca Juga: Kuku Sehat, Percaya Diri MeningkatWellness yang MenyeluruhBody wellness bukan sekadar kulit yang lembut. Ia juga soal koneksi antara tubuh dan pikiran. Saat Anda memperlakukan tubuh dengan baik, pikiran pun lebih tenang. Banyak orang menemukan bahwa rutinitas sederhana seperti merendam kaki atau menggunakan body butter bisa memperbaiki suasana hati mereka.Di dunia yang serba cepat ini, ritual perawatan tubuh bisa menjadi ruang hening untuk kembali pada diri sendiri. Tak perlu mahal atau rumit — cukup konsisten dan penuh kesadaran.Jadi, lain kali Anda sibuk dengan serum dan masker wajah, jangan lupa tubuh yang setia menopang Anda sepanjang hari. Mulailah dari yang kecil: rawat kulit Anda, bukan karena ingin sempurna, tapi karena Anda pantas merasa nyaman di kulit sendiri. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV] 

Perawatan Pria Modern: Saat Skincare Tak Lagi Tabu
MenZone

31 Okt 2025

Perawatan Pria Modern: Saat Skincare Tak Lagi Tabu

Dulu, skincare dianggap wilayah perempuan. Tapi kini, pandangan itu pelan-pelan berubah. Pria mulai sadar bahwa kulit juga butuh perawatan — bukan karena ingin tampil 'cantik', tapi karena ingin merasa nyaman dengan diri sendiri.Banyak pria yang sebenarnya ingin merawat kulit, namun bingung harus mulai dari mana. Di antara ratusan produk di pasaran, mana yang benar-benar dibutuhkan? Jawabannya sederhana: mulai dari dasar. Tidak perlu serum mahal, cukup rutinitas kecil yang konsisten.Kulit pria punya karakter berbeda dari perempuan. Lebih tebal, lebih berminyak, dan sering terpapar sinar matahari. Jadi, pendekatannya pun berbeda. Tapi bukan berarti lebih rumit — justru bisa sangat sederhana.Baca Juga: Skincare Pria untuk Wajah CerahLangkah Dasar yang Tak Boleh DilewatkanLangkah pertama adalah membersihkan wajah dua kali sehari. Gunakan sabun wajah yang sesuai jenis kulit — bukan sabun mandi. Setelah itu, gunakan pelembap ringan agar kulit tidak kering. Terakhir, aplikasikan sunscreen setiap pagi. Ya, bahkan saat tidak ke luar ruangan sekalipun.Tiga langkah ini cukup sebagai fondasi. Jika ingin naik level, bisa tambahkan exfoliating toner dua kali seminggu untuk mencegah pori tersumbat. Namun ingat, kuncinya bukan jumlah produk, tapi ketelatenan.Pria sering menganggap skincare itu ribet. Padahal, waktu yang dibutuhkan tak sampai lima menit. Anggap saja seperti merapikan kemeja sebelum berangkat kerja — hal kecil yang membuat perbedaan besar.Baca Juga: Skincare Pria untuk Kulit KusamKulit Sehat, Percaya Diri NaikKulit yang bersih dan sehat bukan sekadar soal penampilan. Ia berpengaruh pada rasa percaya diri. Saat wajah terasa segar, Anda pun lebih bersemangat menghadapi hari.Banyak juga pria yang awalnya malu membeli skincare, tapi kemudian menyadari bahwa perawatan diri bukan tentang gender. Ini tentang menghargai tubuh sendiri. Karena, seperti halnya berolahraga atau makan sehat, skincare adalah bentuk tanggung jawab pribadi.Pria modern bukan yang mengabaikan penampilan, tapi yang tahu cara merawatnya tanpa berlebihan. Skincare bukan tren — ini gaya hidup baru yang menunjukkan kepedulian dan kedewasaan.Pada akhirnya, kulit Anda adalah cermin keseharian. Rawat dengan sederhana, dan biarkan hasilnya berbicara. [][Rommy Rimbarawa/TBV]

Midweek Recharge: Cara Sederhana Menyegarkan Tubuh dan Pikiran di Tengah Minggu Padat
PersonalCare

29 Okt 2025

Midweek Recharge: Cara Sederhana Menyegarkan Tubuh dan Pikiran di Tengah Minggu Padat

Pernah merasa hari Rabu seperti titik jenuh? Bukan lagi semangat awal minggu, tapi juga belum sampai ke akhir. Saat inilah tubuh dan pikiran sering memberi sinyal untuk istirahat sebentar. Dan kabar baiknya: Anda tak perlu menunggu akhir pekan untuk memanjakan diri.Merawat diri di tengah minggu bukan bentuk kemewahan. Ia adalah kebutuhan agar energi tetap stabil. Sedikit jeda bisa membuat Anda lebih fokus dan bahagia menjalani sisa minggu. Seperti baterai, tubuh pun butuh diisi ulang.Cobalah memperlakukan Rabu sore seperti momen perawatan singkat. Setelah bekerja atau kuliah, berikan waktu 30 menit hanya untuk diri sendiri. Tanpa gawai, tanpa gangguan. Biarkan pikiran mengendap dan napas kembali teratur.Baca Juga: Teh Hijau untuk Tubuh SegarRitual Kecil, Efek BesarMulailah dengan mandi air hangat. Tak hanya membersihkan tubuh, tapi juga membantu otot rileks dan menenangkan sistem saraf. Gunakan sabun beraroma lembut — lavender, chamomile, atau citrus. Aroma punya kekuatan untuk memperbaiki suasana hati.Lanjutkan dengan perawatan sederhana: oleskan body lotion sambil memijat ringan bagian tangan dan kaki. Anda juga bisa menyalakan lilin aromaterapi atau memutar musik tenang. Biarkan ruang sekitar ikut membantu menciptakan suasana damai.Untuk pikiran, coba tulis tiga hal kecil yang membuat Anda bersyukur hari itu. Mungkin hanya kopi pagi yang enak, pesan lucu dari teman, atau pekerjaan yang selesai tepat waktu. Gratitude journaling sederhana ini membantu memulihkan perspektif positif.Baca Juga: Perawatan Tubuh Alami di Lembapnya Musim HujanMengembalikan Ritme DiriMidweek recharge bukan sekadar relaksasi, tapi cara mengenali batas diri. Saat tubuh lelah dan pikiran jenuh, produktivitas justru menurun. Dengan memberi ruang untuk istirahat, Anda sedang berinvestasi pada versi diri yang lebih kuat.Jika bisa, tidur lebih awal malam ini. Biarkan tubuh menebus waktu istirahat yang terlewat. Anda akan bangun dengan perasaan lebih segar dan fokus.Self-care tidak harus mewah. Kadang cukup mandi tenang, menyalakan musik, dan memejamkan mata sejenak. Karena perhatian kecil seperti inilah yang membuat hidup terasa seimbang.Hidup bukan hanya tentang bekerja keras, tapi juga tentang mengenali kapan harus berhenti sejenak untuk mengisi ulang tenaga. Dengarkan tubuh Anda, dan biarkan Rabu menjadi hari kecil untuk memulai ulang. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]

Rahasia Warna yang Bicara: Makeup sebagai Bahasa Ekspresi
Decorative

28 Okt 2025

Rahasia Warna yang Bicara: Makeup sebagai Bahasa Ekspresi

Makeup bukan sekadar alat untuk menutupi. Ia adalah bahasa — cara seseorang berbicara tanpa kata. Dari sapuan blush lembut hingga garis eyeliner tegas, setiap pilihan warna bisa menceritakan suasana hati.Di era digital ini, tren makeup datang dan pergi secepat gulir layar ponsel. Tapi satu hal yang tak pernah lekang: keinginan untuk mengekspresikan diri. Karena pada dasarnya, makeup bukan tentang siapa yang paling cantik, tapi siapa yang paling nyaman dengan dirinya sendiri.Menemukan gaya makeup pribadi adalah perjalanan. Ada yang suka tampil natural, ada pula yang gemar bereksperimen dengan warna-warna berani. Dan semua itu sah. Anda hanya perlu memahami bentuk wajah, tone kulit, dan momen yang ingin ditampilkan.Baca Juga: Lip Tint Manggis untuk Bibir CerahDari Wajah ke Kanvas PribadiSebelum mulai, pastikan wajah dalam kondisi bersih dan lembap. Kulit yang sehat adalah kanvas terbaik. Gunakan primer untuk membantu makeup menempel lebih lama, lalu pilih foundation yang tidak terlalu berat agar hasilnya tetap alami.Blush, bronzer, dan highlighter bekerja seperti 'alat lukis'. Sapuan halus pada titik yang tepat bisa menciptakan dimensi wajah yang hidup. Tidak ada aturan baku — yang ada hanya keseimbangan. Bila mata sudah bold, biarkan bibir bernapas dengan warna lembut.Warna-warna lembut seperti peach, rose, atau coral memberi kesan segar untuk siang hari. Sementara malam hari memberi ruang untuk bereksperimen: eyeliner grafis, lipstik matte pekat, atau shimmer di kelopak mata.Baca Juga: Makeup Natural untuk Tampil OtentikMakeup sebagai Cermin DiriLebih dari sekadar estetika, makeup bisa menjadi proses refleksi. Saat Anda bercermin, Anda bukan hanya menata wajah, tapi juga menyapa diri sendiri. Setiap sapuan kuas adalah momen mindfulness — mengingatkan bahwa merawat diri adalah bentuk cinta.Dan ketika makeup dihapus di malam hari, jangan lupa ucapkan terima kasih pada wajah yang sudah menemani sepanjang hari. Bersihkan dengan lembut, beri pelembap, dan biarkan kulit bernapas.Makeup sejatinya bukan topeng, melainkan pelukis suasana hati. Gunakan untuk bersenang-senang, bereksperimen, dan mengenal diri lebih dalam. Karena kecantikan sejati muncul saat Anda berani menjadi versi paling jujur dari diri sendiri. [][Eva Evilia/TBV]