Tag

tips glowing

Jelajahi artikel dengan tag tips glowing

Mitos: Kulit Sehat Harus Terlihat Mengilap
MythBuster

06 Jun 2026

Mitos: Kulit Sehat Harus Terlihat Mengilap

Banyak orang menganggap kulit yang sehat adalah kulit yang selalu terlihat glowing dan memantulkan cahaya setiap saat.Anggapan ini semakin sering muncul sejak tren kulit glowing mendominasi dunia kecantikan. Foto sebelum dan sesudah, konten media sosial, hingga iklan produk skincare sering menampilkan kulit yang tampak sangat bercahaya sebagai simbol kesehatan kulit. Akibatnya, tidak sedikit orang mulai mengukur kondisi kulitnya berdasarkan seberapa mengilap wajah mereka terlihat.Padahal, kesehatan kulit tidak bisa dinilai hanya dari pantulan cahaya di permukaannya. Kulit manusia memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang secara alami terlihat lebih dewy, ada yang cenderung matte, dan ada pula yang berada di antara keduanya. Semua kondisi tersebut bisa sama-sama sehat.Baca Juga: Mitos: Semakin Lama Skincare Dipakai Semakin Cepat HasilnyaKilap dan Sehat Tidak Selalu Berarti Hal yang SamaSalah satu kesalahan yang cukup umum adalah menyamakan kulit mengilap dengan kulit sehat. Padahal, kilap pada wajah bisa muncul karena berbagai alasan yang tidak selalu berkaitan dengan kondisi kulit yang baik.Sebagai contoh, kulit berminyak sering terlihat lebih mengilap dibanding kulit normal atau kering. Namun kilap tersebut tidak otomatis menunjukkan bahwa kulit sedang berada dalam kondisi ideal. Produksi minyak yang berlebihan bisa saja menjadi tanda bahwa kulit sedang mengalami ketidakseimbangan tertentu.Sebaliknya, banyak orang dengan kulit sehat justru memiliki tampilan yang lebih natural dan tidak terlalu berkilau. Selama skin barrier berfungsi dengan baik, tingkat hidrasi terjaga, dan kulit terasa nyaman, kondisi tersebut tetap dapat dikategorikan sehat meskipun tidak terlihat sangat glowing.Dermatolog Dr. Leslie Baumann melalui buku The Skin Type Solution [2006] menjelaskan bahwa kesehatan kulit lebih berkaitan dengan fungsi biologisnya dibanding sekadar penampilan visual. Kemampuan kulit mempertahankan kelembapan, melindungi diri dari iritasi, dan menjaga keseimbangannya menjadi indikator yang jauh lebih penting.Karena itu, mengejar kilap sebagai satu-satunya tujuan sering membuat orang salah memahami kebutuhan kulitnya sendiri. Mereka sibuk mengejar tampilan tertentu tanpa memperhatikan kondisi kulit yang sebenarnya.Baca Juga: Mitos: Kulit Sensitif Tidak Boleh Pakai Bahan AktifMedia Sosial Membentuk Standar yang Tidak Selalu RealistisAda alasan mengapa mitos ini begitu mudah dipercaya. Sebagian besar orang melihat kulit melalui layar ponsel, bukan secara langsung. Pencahayaan, filter, sudut pengambilan gambar, hingga proses editing dapat membuat kulit terlihat jauh lebih bercahaya dibanding kondisi aslinya.Akibatnya, banyak orang mulai menganggap tampilan tersebut sebagai standar normal. Ketika wajah mereka tidak terlihat sama, muncul perasaan bahwa kulitnya kurang sehat atau belum cukup terawat. Padahal, yang dibandingkan sering kali bukan kondisi yang setara.Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. menyoroti bahwa konsumen sering terpengaruh oleh tampilan visual yang sedang menjadi tren. Menurutnya, kesehatan kulit sebaiknya dinilai dari kondisi dan fungsi kulit secara menyeluruh, bukan hanya berdasarkan efek visual yang terlihat menarik di kamera.Hal lain yang sering terlupakan adalah bahwa kulit sehat tetap memiliki tekstur. Pori-pori tetap ada, garis halus tetap bisa terlihat, dan tingkat kilap alami setiap orang berbeda. Semua itu merupakan bagian normal dari kulit manusia.Mitos bahwa kulit sehat harus selalu mengilap membuat banyak orang terus mengejar standar yang sebenarnya tidak diperlukan. Mereka menambah produk, mengubah rutinitas, atau merasa kurang puas terhadap kulitnya sendiri hanya karena tampilan visual tertentu belum tercapai.Padahal, kulit yang sehat seringkali ditandai oleh hal-hal yang jauh lebih sederhana. Kulit terasa nyaman, tidak mudah iritasi, tidak terus-menerus terasa kering atau berminyak berlebihan, dan mampu menjalankan fungsi alaminya dengan baik.Beauties, kilau bisa jadi bonus yang menyenangkan. Namun, kesehatan kulit tak pernah ditentukan oleh seberapa banyak cahaya yang dipantulkannya. [][Rudi Tenggarawan/TBV]Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.

Rutinitas Skincare Minimalis yang Lebih Efektif
SkinCare

20 Feb 2026

Rutinitas Skincare Minimalis yang Lebih Efektif

Rak skincare penuh belum tentu perlu. Kadang kulit cuma minta yang esensial.Tren 10 step skincare memang sempat bikin kita kalap belanja. Essence ini, ampoule itu, serum A dipakai barengan serum B. Rasanya, makin banyak layer, makin glowing.Sebagai pencinta dunia kecantikan yang gampang penasaran, saya juga pernah ada di fase itu. Sampai akhirnya sadar, kulit saya justru lebih tenang saat rutinitasnya dipangkas.Minimalis bukan berarti malas. Justru ini soal strategi. Kita pilih produk yang benar-benar bekerja, bukan sekadar lucu di rak atau viral di timeline.Baca Juga: Hilangkan Flek di Wajah, Pakai Skincare Apa?Tiga Langkah Inti yang Tidak Boleh HilangKalau mau diringkas, rutinitas skincare efektif itu cuma butuh tiga fondasi: cleanser, moisturizer, dan sunscreen. Pembersih menjaga kulit tetap bersih dari minyak dan polusi. Pelembap menjaga skin barrier tetap sehat.Dan sunscreen adalah tameng utama. Mau pakai serum mahal sekalipun, tanpa perlindungan matahari, hasilnya bisa kurang maksimal. Sinar UV tetap jadi faktor penuaan dini paling konsisten.Kalau ingin menambahkan satu langkah lagi, pilih serum sesuai kebutuhan spesifik. Misalnya niacinamide untuk kontrol minyak atau retinol untuk regenerasi. Satu fokus lebih baik daripada lima bahan aktif yang saling tumpang tindih.Baca Juga: Skincare Wajib untuk Pengendara MotorKenapa Minimalis Justru Lebih Optimal?Semakin banyak produk, semakin besar risiko iritasi dan over-exfoliation. Kulit itu punya batas toleransi. Terlalu sering gonta-ganti formula justru bikin barrier melemah dan breakout datang silih berganti.Rutinitas yang ringkas membuat kita lebih konsisten. Tidak ada drama lupa layer keempat atau bingung jeda antar-serum. Kulit juga lebih mudah beradaptasi karena komposisinya stabil.Bagi saya, skincare minimalis itu seperti capsule wardrobe versi wajah. Sedikit, terkurasi, tapi tepat guna. Hasilnya bukan cuma kulit lebih sehat, tapi juga dompet lebih aman dan pikiran lebih tenang. [][Eva Evilia/TBV]Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.