TanyaDong

Bagaimana Memilih Kosmetik agar Sesuai Klaimnya?

Super Admin User Super Admin User
281 views
Bagaimana Memilih Kosmetik agar Sesuai Klaimnya?
Tanya Dong: Apa yang harus diperhatikan konsumen saat memilih kosmetik agar sesuai klaimnya?

Jawab: Kosmetik hari ini bukan lagi soal warna dan aroma. Di balik kemasan cantik, ada klaim yang sering terdengar terlalu menjanjikan.

Pasar kosmetik berkembang jauh lebih cepat daripada literasi konsumennya. Setiap hari, kita disuguhi produk yang mengaku bisa mencerahkan instan, menghapus kerutan, atau menyelesaikan masalah kulit bertahun-tahun hanya dalam hitungan hari. Di titik ini, konsumen sering berada di persimpangan antara harapan dan realitas.

Banyak orang membeli kosmetik karena tergoda klaim, bukan karena memahami isi dan cara kerjanya. Padahal, kosmetik adalah produk yang bersentuhan langsung dengan tubuh dan digunakan berulang kali. Salah pilih bukan hanya berujung kecewa, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Di tengah kondisi itu, pertanyaan sederhana namun krusial muncul: apa sebenarnya yang perlu diperhatikan konsumen agar kosmetik yang dipilih benar-benar sesuai dengan klaimnya?

Klaim Produk Harus Sejalan dengan Bukti Ilmiah
Menurut Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran Prof. Dr. apt. Ajeng Diantini, M.Si., Apt., konsumen perlu bersikap kritis terhadap klaim kosmetik yang beredar di pasaran. Dalam pernyataannya yang dikutip dari laman resmi Universitas Padjadjaran, Prof. Ajeng menekankan bahwa klaim kosmetik seharusnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, bukan sekadar janji pemasaran.

Klaim seperti “mencerahkan dalam tiga hari” atau “menghilangkan kerutan tanpa perawatan tambahan” patut dipertanyakan. Dalam ilmu farmasi dan kosmetika, efek suatu bahan aktif sangat bergantung pada konsentrasi, stabilitas formula, serta cara pemakaian yang konsisten. Tidak ada proses biologis kulit yang bekerja secara instan.

Prof. Ajeng juga mengingatkan bahwa konsumen perlu melihat apakah klaim tersebut didukung oleh uji keamanan dan efektivitas. Informasi ini biasanya tercermin dari izin edar, kejelasan komposisi, serta transparansi produsen dalam menjelaskan fungsi produknya.

Membaca Label, Bukan Sekadar Percaya Iklan
Hal lain yang disoroti Prof. Ajeng adalah pentingnya kebiasaan membaca label. “Nama bahan aktif yang ditulis di kemasan bukan sekadar formalitas, melainkan petunjuk utama untuk memahami apa yang sebenarnya bekerja di balik klaim produk,” sebutnya kepada Beautyversity.

Kosmetik yang mengklaim fungsi tertentu idealnya mencantumkan bahan aktif yang relevan dan dikenal dalam dunia farmasi. Konsumen juga perlu memahami bahwa urutan bahan menunjukkan kadar relatifnya. Jika bahan aktif unggulan berada di urutan akhir, efektivitasnya patut dipertanyakan.

Selain itu, Prof. Ajeng menegaskan bahwa klaim kosmetik tidak boleh disamakan dengan klaim obat. Kosmetik berfungsi merawat dan menjaga kondisi kulit, bukan menyembuhkan penyakit. Kesalahpahaman inilah yang sering dimanfaatkan oleh produk dengan klaim berlebihan.

“Literasi konsumen adalah kunci. Semakin paham konsumen terhadap cara kerja kosmetik, semakin kecil kemungkinan mereka terjebak klaim yang tidak realistis. Kosmetik yang baik bukan yang paling bombastis janjinya, melainkan yang paling jujur dalam fungsinya,” pungkas Prof. Ajeng. [][Tim Beautyversity/TBV]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi
Bagikan artikel ini:
Super Admin User

Super Admin User

Penulis di Beautyversity

Lihat Semua Artikel