TanyaDong

Tanya Dong: Apakah Kulit Bisa Berubah Jenis Seiring Bertambahnya Usia?

Admin Beautyversity Admin Beautyversity
150 views
Tanya Dong: Apakah Kulit Bisa Berubah Jenis Seiring Bertambahnya Usia?

Dulu wajah sangat berminyak. Beberapa tahun kemudian justru lebih mudah kering. Apakah jenis kulit memang bisa berubah seiring bertambahnya usia?

Mengenali jenis kulit sering terasa seperti menentukan identitas yang berlaku selamanya. Seseorang yang sejak remaja memiliki kulit berminyak mungkin terus memilih produk berlabel oily skin, bahkan ketika kondisi wajahnya pada usia berikutnya mulai terasa berbeda. Kebiasaan lama membuat perubahan tersebut kadang tidak segera disadari.

Padahal, kulit merupakan organ yang terus mengalami perubahan biologis. Produksi sebum, kemampuan mempertahankan air, ketebalan kulit, hingga proses regenerasi dapat berubah mengikuti usia. Faktor hormonal, lingkungan, gaya hidup, dan rutinitas perawatan juga ikut menentukan bagaimana kulit terasa dan terlihat pada periode kehidupan yang berbeda.

Namun, perubahan tersebut perlu dipahami dengan hati-hati. Istilah jenis kulit biasanya digunakan untuk menggambarkan kecenderungan seperti kering, berminyak, kombinasi, atau normal, sedangkan kondisi seperti dehidrasi dan sensitivitas dapat muncul sementara atau berubah-ubah. Keduanya sering tercampur ketika seseorang mencoba membaca kondisi kulitnya sendiri.

Karena itu, produk yang cocok bertahun-tahun lalu tidak selalu menjadi pilihan terbaik selamanya. Rutinitas perawatan seharusnya mengikuti kebutuhan kulit yang sedang terjadi, bukan semata-mata mempertahankan label yang pernah diberikan kepada kulit pada masa lalu.

Baca Juga: Tanya Dong: Apakah Kulit Berminyak Tetap Perlu Menggunakan Pelembap?

Usia Dapat Mengubah Cara Kulit Memproduksi Minyak

Produksi sebum sangat dipengaruhi aktivitas kelenjar sebaceous dan hormon. Inilah salah satu alasan kulit pada masa pubertas dan usia muda sering terasa lebih berminyak. Seiring perubahan hormonal dan bertambahnya usia, aktivitas tersebut dapat berubah sehingga kulit yang dahulu sangat berminyak bisa terasa lebih kering dibandingkan sebelumnya.

Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. menjelaskan bahwa kebutuhan kosmetik perlu mempertimbangkan kondisi aktual kulit dan tidak hanya bertumpu pada kategori yang pernah digunakan sebelumnya. Perubahan usia dapat berjalan bersama perubahan produksi lipid, kemampuan kulit mempertahankan kelembapan, serta toleransi terhadap formula tertentu. Evaluasi ulang rutinitas karena itu menjadi wajar ketika karakter kulit mulai berbeda.

American Academy of Dermatology juga menjelaskan bahwa kulit cenderung menjadi lebih kering seiring bertambahnya usia. Tubuh menghasilkan lebih sedikit sebum, sementara kemampuan kulit mempertahankan kelembapan turut mengalami perubahan. Kondisi tersebut membantu menjelaskan mengapa produk pembersih atau perawatan yang terasa nyaman ketika seseorang lebih muda dapat kemudian terasa terlalu kuat.

Perubahan tidak berlangsung dengan pola dan kecepatan yang sama pada setiap orang. Genetik, hormon, paparan sinar ultraviolet, iklim, penggunaan obat tertentu, serta kebiasaan sehari-hari dapat membuat perjalanan kulit seseorang berbeda dari orang lain. Usia memberikan pengaruh, tetapi bukan satu-satunya penentu.

Baca Juga: Tanya Dong: Apakah Semua Produk Viral Cocok di Semua Kulit?

Jangan Terlalu Cepat Memberi Label Baru pada Kulit

Perubahan yang berlangsung beberapa hari belum tentu berarti jenis kulit benar-benar berubah. Kulit dapat terasa lebih kering setelah penggunaan bahan aktif yang terlalu intens, berada terlalu lama di ruangan berpendingin udara, atau ketika skin barrier sedang terganggu. Sebaliknya, cuaca panas dan lembap dapat membuat permukaan wajah terasa jauh lebih berminyak daripada biasanya.

Perubahan hormonal juga dapat memberikan pengaruh yang cukup besar. Menstruasi, kehamilan, menopause, maupun kondisi hormonal tertentu dapat memengaruhi produksi sebum dan respons kulit. Itulah sebabnya perjalanan dari kulit berminyak menuju kulit yang lebih kering tidak selalu mengikuti angka usia secara sederhana.

Daripada terus bertanya apakah kulit masih termasuk ‘berminyak’ atau sudah menjadi ‘kering’, memperhatikan tanda-tanda yang diberikan kulit dapat lebih membantu. Apakah wajah terasa tertarik setelah dibersihkan, apakah minyak muncul di seluruh wajah atau hanya zona tertentu, apakah kulit mudah mengelupas, dan apakah produk yang sebelumnya nyaman kini mulai menimbulkan ketidaknyamanan? Pengamatan semacam ini memberikan informasi yang lebih berguna untuk menyesuaikan rutinitas.

Penyesuaian pun tidak harus berarti mengganti seluruh produk sekaligus. Pembersih yang terlalu kuat dapat diganti dengan formula yang lebih lembut, tekstur pelembap dapat disesuaikan, dan frekuensi penggunaan bahan aktif dapat dievaluasi. Mengubah satu bagian secara bertahap juga memudahkan untuk melihat bagaimana kulit merespons.

Jika perubahan terjadi sangat mendadak, berat, atau disertai gatal, kemerahan, jerawat yang tidak biasa, maupun keluhan lain yang menetap, penyebabnya tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai proses penuaan normal. Konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu membedakan perubahan fisiologis dengan kondisi kulit yang membutuhkan penanganan tertentu.

Jadi, jenis kulit memang dapat terasa dan berperilaku berbeda seiring bertambahnya usia. Namun, perubahan kulit tidak berlangsung seperti pergantian kategori yang terjadi pada satu ulang tahun tertentu. Mengenali kulit berarti bersedia membacanya kembali dari waktu ke waktu, karena kebutuhan kulit hari ini tidak harus sama dengan kebutuhan yang dimilikinya lima atau sepuluh tahun lalu. [][Tim Beautyversity/TBV]

Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.



Bagikan artikel ini:
Admin Beautyversity

Admin Beautyversity

Penulis di Beautyversity

Lihat Semua Artikel