TanyaDong

Tanya Dong: Apakah Kulit Berminyak Tetap Perlu Menggunakan Pelembap?

Admin Beautyversity Admin Beautyversity
143 views
Tanya Dong: Apakah Kulit Berminyak Tetap Perlu Menggunakan Pelembap?

Wajah sudah terasa berminyak. Menambah pelembap terdengar tidak masuk akal. Namun, minyak dan kelembapan kulit ternyata bukanlah hal yang sama.

Bagi pemilik kulit berminyak, menggunakan pelembap sering terasa seperti menambahkan sesuatu yang sebenarnya sudah berlebihan. Beberapa jam setelah mencuci wajah, area dahi, hidung, atau dagu mungkin sudah terlihat mengilap. Tidak mengherankan jika pelembap menjadi produk pertama yang dicoret dari rutinitas skincare karena dianggap akan membuat wajah semakin lengket.

Anggapan tersebut terdengar logis, tetapi berangkat dari dua hal yang berbeda. Minyak pada permukaan kulit terutama berkaitan dengan sebum yang diproduksi kelenjar sebaceous, sedangkan kelembapan berhubungan dengan kemampuan kulit mempertahankan air. Artinya, kulit dapat memproduksi banyak minyak tetapi tetap mengalami kekurangan air atau memiliki fungsi skin barrier yang kurang optimal.

Kondisi ini juga menjelaskan mengapa kulit berminyak terkadang terasa tertarik setelah mencuci wajah. Produk pembersih yang terlalu kuat, eksfoliasi berlebihan, penggunaan beberapa bahan aktif sekaligus, atau lingkungan berpendingin udara dapat memengaruhi kenyamanan kulit. Kilap pada wajah tidak otomatis membuktikan bahwa kebutuhan hidrasi kulit sudah terpenuhi.

Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan apakah kulit berminyak membutuhkan pelembap, melainkan pelembap seperti apa yang sesuai. Memilih tekstur dan formulasi berdasarkan kondisi kulit menjadi jauh lebih penting daripada menghilangkan satu tahapan perawatan hanya karena wajah mudah berminyak.

Baca Juga: Tanya Dong: Apakah Semua Produk Viral Cocok di Semua Kulit?

Berminyak dan Terhidrasi Bukan Kondisi yang Sama

Sebum memiliki fungsi penting dalam membantu melindungi permukaan kulit. Masalah muncul ketika produksi minyak berlebihan membuat wajah terasa tidak nyaman atau berkontribusi terhadap penyumbatan pori pada sebagian orang. Menghilangkan minyak sebanyak mungkin bukan solusi sederhana karena kulit tetap membutuhkan sistem pelindung yang bekerja dengan baik.

Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. menjelaskan bahwa pelembap tidak hanya ditujukan bagi kulit yang terlihat kering. Dalam formulasi kosmetik, pelembap dapat membantu menjaga air pada lapisan kulit dan mendukung fungsi pelindungnya. Karena itu, kebutuhan terhadap pelembap sebaiknya dilihat berdasarkan kondisi kulit dan karakter formula, bukan hanya dari banyak atau sedikitnya minyak yang terlihat di permukaan.

Menurut American Academy of Dermatology, pemilik kulit berminyak tetap dapat menggunakan pelembap dan disarankan memilih produk yang sesuai dengan karakter kulitnya. Formula berlabel oil-free dan non-comedogenic dapat menjadi pertimbangan bagi kulit yang mudah berminyak atau berjerawat. Tekstur yang lebih ringan juga sering terasa lebih nyaman untuk penggunaan sehari-hari.

Kebiasaan melewatkan pelembap bahkan dapat menjadi persoalan ketika rutinitas skincare menggunakan bahan seperti salicylic acid, benzoyl peroxide, atau retinoid. Bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan kekeringan atau iritasi pada sebagian pengguna. Pelembap yang tepat membantu menjaga kenyamanan kulit sehingga rutinitas perawatan tidak berubah menjadi perlombaan menghilangkan minyak sebanyak mungkin.

Baca Juga: Tanya Dong: Kenapa Kulit Sering Terlihat Berbeda di Cermin dan Kamera?

Pilih Pelembap Berdasarkan Formula, Bukan Ketakutan terhadap Minyak

Pelembap tersedia dalam berbagai bentuk, dari gel, lotion, hingga krim dengan karakter yang lebih oklusif. Pemilik kulit berminyak tidak harus menggunakan tekstur yang terasa berat untuk memperoleh manfaat hidrasi. Formula ringan yang mengandung humektan seperti glycerin atau hyaluronic acid dapat membantu mempertahankan air tanpa harus memberikan sensasi yang terlalu kaya pada kulit.

Namun, label produk tetap tidak dapat menggantikan pengamatan terhadap respons kulit. Dua orang dengan kulit sama-sama berminyak bisa memiliki kebutuhan berbeda karena usia, iklim, aktivitas, penggunaan obat, maupun kondisi skin barrier-nya tidak identik. Produk yang terasa nyaman bagi satu orang belum tentu memberikan pengalaman serupa kepada orang lain.

Menurut dermatolog Dr. Joshua Zeichner, pelembap dapat tetap menjadi bagian penting dalam perawatan kulit berminyak dan rentan berjerawat karena perawatan jerawat sendiri dapat mengganggu lapisan pelindung kulit. Pendekatan yang lebih masuk akal adalah mempertahankan hidrasi dengan formula yang sesuai, bukan membuat kulit sekering mungkin. Kulit yang terasa kesat setelah dibersihkan juga bukan standar bahwa rutinitas tersebut bekerja lebih efektif.

Ada satu kebiasaan yang patut diwaspadai: menilai kondisi kulit hanya dari kilap yang terlihat di cermin. Wajah yang mengilap memang dapat menunjukkan produksi sebum, tetapi tidak memberikan gambaran lengkap mengenai kadar air maupun kesehatan lapisan pelindung kulit. Mengenali rasa tertarik, mudah perih, mengelupas, atau ketidaknyamanan setelah mencuci wajah dapat memberikan informasi tambahan tentang apa yang sedang dibutuhkan kulit.

Jadi, kulit berminyak tetap dapat membutuhkan pelembap. Kuncinya bukan menambahkan produk sebanyak mungkin, melainkan menemukan formulasi yang membantu menjaga hidrasi tanpa membuat kulit terasa semakin berat. Ketika perbedaan antara minyak dan kelembapan sudah dipahami, pelembap tidak lagi terlihat sebagai musuh kulit berminyak, tetapi sebagai salah satu bagian dari rutinitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhannya. [][Tim Beautyversity/TBV]

Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.



Bagikan artikel ini:
Admin Beautyversity

Admin Beautyversity

Penulis di Beautyversity

Lihat Semua Artikel