Hair styling bisa melemahkan rambut jika berlebihan. Panas dan bahan kimia mengubah struktur rambut, sehingga perlu jeda dan perawatan penguat.
Hair styling sudah menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Catokan, curling iron, hair dryer, bleaching, hingga smoothing bukan lagi hal istimewa, melainkan rutinitas. Namun, di balik tampilan rapi dan modis, muncul pertanyaan yang sering mengganggu, apakah semua ini merusak rambut secara permanen.
Rambut memang bisa tampak baik-baik saja dalam jangka pendek. Kilau masih ada, bentuk masih rapi, dan kerusakan belum selalu terlihat. Tetapi perubahan struktur rambut sering terjadi secara perlahan dan kumulatif.
Memahami bagaimana styling memengaruhi rambut membantu kita bersikap lebih bijak, bukan untuk berhenti merawat penampilan, tetapi untuk melakukannya dengan lebih sadar.
Panas tinggi dari alat styling dapat membuka kutikula rambut. Dalam jangka pendek, ini membantu membentuk rambut. Dalam jangka panjang, kutikula yang sering terbuka menjadi lebih rapuh dan mudah kehilangan kelembapan.
Mengurangi frekuensi styling panas adalah langkah pertama. Memberi rambut hari istirahat membantu kutikula menutup kembali dan menjaga kelembapan alami.
Menggunakan heat protectant sebelum styling membantu mengurangi kerusakan akibat panas. Produk ini membentuk lapisan pelindung tipis yang mengurangi langsungnya kontak panas dengan rambut.
Perawatan penguat seperti masker rambut, protein treatment ringan, dan kondisioner membantu memperbaiki kerusakan mikro sebelum menjadi lebih serius.
Hair styling bukan musuh rambut, tetapi ia adalah hubungan yang perlu batas. Ketika rambut diberi ruang untuk pulih dan dirawat dengan lembut, ia bisa tetap sehat meski tetap ditata. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]