Bandung, Jawa Barat, Indonesia
MythBuster

Benarkah Banyak Foundation Membuat Kulit Lebih Flawless?

Ditulis oleh Eva Evilia Dipublikasikan pada 20 January 2026 7

Benarkah Banyak Foundation Membuat Kulit Lebih Flawless?

Foundation tebal tidak selalu membuat kulit flawless. Lapisan tipis, kulit terhidrasi, dan teknik tepat justru memberi hasil lebih alami.

Kulit tampak mulus sering diasosiasikan dengan lapisan yang tebal, padahal flawless tidak selalu berarti menutup semuanya.

Foundation kerap dianggap sebagai senjata utama untuk menciptakan tampilan wajah yang sempurna. Semakin banyak diaplikasikan, semakin diharapkan kulit terlihat halus, rata, dan tanpa cela. Logika ini terdengar masuk akal, tetapi tidak selalu sejalan dengan cara kulit bekerja.

Alih-alih terlihat mulus, penggunaan foundation berlebihan justru sering membuat makeup tampak berat, mudah retak, dan menonjolkan tekstur kulit. Inilah titik di mana mitos mulai perlu diluruskan.

Flawless bukan soal seberapa tebal lapisan makeup, melainkan seberapa cerdas kita menggunakannya.


Fakta di Balik Foundation Tebal
Foundation berfungsi untuk meratakan warna kulit, bukan menghapus tekstur alami. Ketika diaplikasikan terlalu banyak, produk akan menumpuk di pori-pori, garis halus, dan area kering.

Lapisan yang tebal juga lebih mudah bergeser seiring waktu. Minyak alami wajah, keringat, dan ekspresi membuat foundation terlihat pecah atau cakey, terutama di area hidung dan sekitar mulut.

Selain itu, penggunaan foundation berlebihan dapat menghambat kulit bernapas. Pada beberapa orang, kondisi ini memicu iritasi atau munculnya jerawat baru.


Cara Membuat Tampilan Flawless yang Lebih Sehat
Kunci tampilan flawless justru dimulai sebelum makeup. Kulit yang terhidrasi dengan baik membuat foundation menempel lebih rata dan terlihat menyatu.

Gunakan foundation secukupnya, dimulai dari area yang membutuhkan koreksi, lalu ratakan tipis ke seluruh wajah. Teknik layering tipis lebih efektif dibanding satu lapisan tebal.

Manfaatkan concealer untuk area tertentu seperti noda atau lingkar mata. Cara ini membantu mengurangi jumlah foundation yang digunakan tanpa mengorbankan hasil akhir.

Flawless bukan tentang menyamarkan kulit sepenuhnya, melainkan menampilkan versi terbaiknya. Ketika kulit terasa ringan dan tampak alami, kepercayaan diri justru muncul dengan sendirinya. [][Eva Evilia/TBV]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Artikel Terkait

Tips Memilih Foundation Sesuai Warna Kulit
Decorative

17 Dec 2025

Tips Memilih Foundation Sesuai Warna Kulit

Memilih foundation perlu menyesuaikan undertone, warna leher, dan kondisi kulit agar riasan tampak natural, seimbang, dan menyatu dengan wajah.

Benarkah Minyak Kemiri Cukup untuk Menangkal Rambut Rontok?
MythBuster

06 Dec 2025

Benarkah Minyak Kemiri Cukup untuk Menangkal Rambut Rontok?

Minyak kemiri bermanfaat melembapkan rambut, tetapi tidak cukup menghentikan kerontokan yang disebabkan hormon, genetik, atau masalah kulit kepala.

Benarkah Semua Sinar Matahari Buruk untuk Kulit?
MythBuster

14 Oct 2025

Benarkah Semua Sinar Matahari Buruk untuk Kulit?

MITOS: Semua sinar matahari buruk untuk kulit. FAKTA: Sinar matahari sering dianggap sebagai musuh kulit. Banyak orang menghindari paparan sinar matahari karena takut kulit terbakar, kusam, atau terkena kanker kulit. Namun, benarkah semua sinar matahari buruk untuk kulit? Mari kita bahas faktanya. Banyak orang merasa khawatir terkena paparan sinar matahari karena percaya mitos. Mereka menganggap sinar matahari sepenuhnya buruk untuk kulit. Mitos ini sering kali membuat orang menghindari aktivitas di luar ruangan atau menggunakan produk pelindung secara berlebihan. Padahal, sinar matahari sebenarnya memiliki manfaat penting bagi kesehatan, seperti membantu tubuh memproduksi vitamin D yang diperlukan untuk kekuatan tulang dan sistem imun. Ketakutan berlebihan terhadap sinar matahari justru dapat menimbulkan risiko kesehatan lain, seperti defisiensi vitamin D. Namun, penting untuk diingat bahwa paparan sinar matahari yang berlebihan, terutama pada jam-jam tertentu, memang dapat membahayakan kulit. Sinar ultraviolet [UV] yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit, seperti sunburn, penuaan dini, bahkan meningkatkan risiko kanker kulit. Oleh karena itu, kunci utama adalah menjaga keseimbangan. Dengan memahami cara memproteksi kulit secara tepat, seperti menggunakan tabir surya, menghindari paparan langsung pada pukul 10 pagi hingga 4 sore, dan mengenakan pakaian pelindung, kita dapat menikmati manfaat sinar matahari tanpa harus takut akan dampak negatifnya. 1. Sinar Matahari Punya Dua Sisi ilustrasi sinar matahari - Beautyversity | canva.com Sinar matahari terdiri dari sinar UVA dan UVB. UVA menyebabkan penuaan dini, sedangkan UVB bisa menyebabkan kulit terbakar. Namun, sinar matahari juga memiliki manfaat. 2. Sinar Matahari Pagi Baik untuk Kulit Sinar matahari pagi [sebelum jam 10] mengandung vitamin D. Vitamin D penting untuk kesehatan tulang, sistem imun, dan kulit. Paparan singkat 10-15 menit sudah cukup. 3. Tabir Surya Tetap Dibutuhkan Meski sinar matahari pagi bermanfaat, tabir surya tetap penting. Gunakan SPF 30 atau lebih untuk melindungi kulit dari efek buruk UVA dan UVB. Baca Juga: Tak Perlu Khawatir Penggunaan Bahan Berbahaya di Kosmetik? 4. Sinar Matahari Berlebihan Berbahaya ilustrasi sinar matahari - Beautyversity | canva.com Paparan sinar matahari berlebihan, terutama siang hari, bisa merusak kulit. Ini menyebabkan kulit terbakar, penuaan dini, dan meningkatkan risiko kanker kulit. 5. Manfaat Sinar Matahari untuk Mood Sinar matahari membantu tubuh memproduksi serotonin, hormon yang meningkatkan mood. Ini baik untuk kesehatan mental. 6. Kulit Gelap Juga Perlu Perlindungan Meski kulit gelap memiliki melanin lebih banyak, tetap perlu tabir surya. Melanin tidak sepenuhnya melindungi dari kerusakan kulit. 7. Jangan Takut Sinar Matahari Tidak perlu menghindari sinar matahari sepenuhnya. Yang penting adalah mengatur paparan dan selalu menggunakan perlindungan. Memang, sinar matahari mengandung potensi berbahaya, tetapi, tak semua sinar matahari buruk untuk kulit. Sinar matahari pagi memiliki manfaat, terutama untuk produksi vitamin D. Namun, paparan berlebihan tanpa perlindungan bisa berbahaya. Gunakan tabir surya dan nikmati sinar matahari dengan bijak. Kulit sehat, tubuh pun bahagia! [][Vikalena Lasmoskwa/TBV] *penulisan artikel ini dibantu riset DeepSeek-R1

Benarkah Air yang Tidak Kering di Tubuh Bisa Menyebabkan Panu?
MythBuster

11 Dec 2025

Benarkah Air yang Tidak Kering di Tubuh Bisa Menyebabkan Panu?

Air mandi yang tidak dikeringkan tidak menyebabkan panu. Panu muncul karena pertumbuhan jamur berlebih dan dapat diatasi dengan produk antijamur yang tepat.