Bandung, Jawa Barat, Indonesia
MythBuster

Kulit Terbakar Matahari Bisa Pulih Sendiri? Benarkah?

Ditulis oleh Rudi Tenggarawan Dipublikasikan pada 29 December 2025 27

Kulit Terbakar Matahari Bisa Pulih Sendiri? Benarkah?

Kulit terbakar matahari tidak selalu pulih optimal tanpa perawatan. Sunburn perlu ditenangkan, dihidrasi, dan dilindungi agar tidak berdampak jangka panjang.

Liburan sering membawa kita lebih dekat pada matahari, namun tidak selalu membuat kita lebih peduli pada perlindungan kulit.

Masa liburan identik dengan aktivitas luar ruang seperti ke pantai, mendaki, atau sekadar berjalan-jalan di bawah matahari. Dalam situasi santai ini, banyak orang lupa mengaplikasikan tabir surya atau mengulanginya secara berkala. Akibatnya, kulit terpapar sinar ultraviolet dalam waktu lama dan mengalami apa yang dikenal sebagai sunburn atau kulit terbakar matahari.

Di tengah kondisi tersebut, muncul anggapan bahwa kulit yang terbakar matahari akan kembali normal dengan sendirinya tanpa perlu perawatan khusus. Kulit memang memiliki kemampuan regenerasi, tetapi bukan berarti ia selalu pulih dalam kondisi yang sama seperti sebelumnya. Di sinilah mitos ini perlu diluruskan.

Sunburn bukan sekadar kulit memerah atau terasa perih. Ia merupakan bentuk peradangan akibat kerusakan sel kulit oleh sinar ultraviolet. Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat berdampak lebih panjang daripada yang terlihat di permukaan.
Fakta tentang Pemulihan Kulit Terbakar Matahari
Kulit yang terbakar memang dapat mereda dalam beberapa hari, tetapi proses ini tidak selalu berarti kulit kembali ke kondisi sehat sepenuhnya. Di balik meredanya kemerahan, bisa terjadi kerusakan pada lapisan kulit yang lebih dalam. Kerusakan ini dapat memicu kulit menjadi lebih kering, sensitif, dan mudah mengalami hiperpigmentasi.

Paparan sinar ultraviolet juga mempercepat proses penuaan kulit. Kolagen dapat rusak, elastisitas menurun, dan garis halus muncul lebih cepat. Jadi meskipun kulit tampak ‘sembuh’, dampak jangka panjangnya tetap ada jika tidak ditangani dengan baik.

Selain itu, sunburn berulang meningkatkan risiko masalah kulit yang lebih serius di kemudian hari. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menegaskan bahwa kulit tidak sekadar membutuhkan waktu, melainkan juga dukungan perawatan agar pulih dengan optimal.

Cara Menyikapi Kulit yang Terbakar Matahari
Langkah pertama adalah membantu kulit menenangkan diri. Produk dengan kandungan yang menenangkan dan menghidrasi seperti aloe vera, panthenol, atau centella asiatica dapat membantu meredakan peradangan dan mempercepat pemulihan.

Hidrasi dari dalam juga penting. Minum cukup air membantu tubuh memperbaiki jaringan yang rusak dan menjaga kelembapan kulit. Kulit yang terhidrasi dengan baik pulih lebih cepat dibanding kulit yang kekurangan cairan.

Menghindari paparan matahari lanjutan selama kulit masih dalam fase pemulihan juga sangat dianjurkan. Memberi waktu istirahat bagi kulit membantu mencegah kerusakan tambahan yang dapat memperburuk kondisi.

Yang tidak kalah penting adalah kembali disiplin menggunakan tabir surya setelah kulit membaik. Ini bukan hanya untuk mencegah sunburn berikutnya, tetapi juga untuk melindungi kulit dari kerusakan jangka panjang yang tidak selalu langsung terlihat.

Mitos bahwa kulit terbakar matahari akan pulih sepenuhnya tanpa perawatan perlu diluruskan. Kulit memang bisa membaik, tetapi tanpa perawatan yang tepat, ia bisa pulih dalam kondisi yang tidak optimal. Perawatan bukanlah kemewahan, melainkan bentuk kepedulian terhadap kesehatan kulit jangka panjang. [][Rudi Tenggarawan/TBV]

Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Artikel Terkait

Benarkah Jerawat Akan Hilang Setelah Dewasa?
MythBuster

14 Jan 2026

Benarkah Jerawat Akan Hilang Setelah Dewasa?

Jerawat tidak otomatis hilang setelah dewasa. Ia dipicu hormon, stres, dan peradangan, sehingga perlu disikapi dengan perawatan dan gaya hidup yang tepat.

Benarkah Semua Sinar Matahari Buruk untuk Kulit?
MythBuster

14 Oct 2025

Benarkah Semua Sinar Matahari Buruk untuk Kulit?

MITOS: Semua sinar matahari buruk untuk kulit. FAKTA: Sinar matahari sering dianggap sebagai musuh kulit. Banyak orang menghindari paparan sinar matahari karena takut kulit terbakar, kusam, atau terkena kanker kulit. Namun, benarkah semua sinar matahari buruk untuk kulit? Mari kita bahas faktanya. Banyak orang merasa khawatir terkena paparan sinar matahari karena percaya mitos. Mereka menganggap sinar matahari sepenuhnya buruk untuk kulit. Mitos ini sering kali membuat orang menghindari aktivitas di luar ruangan atau menggunakan produk pelindung secara berlebihan. Padahal, sinar matahari sebenarnya memiliki manfaat penting bagi kesehatan, seperti membantu tubuh memproduksi vitamin D yang diperlukan untuk kekuatan tulang dan sistem imun. Ketakutan berlebihan terhadap sinar matahari justru dapat menimbulkan risiko kesehatan lain, seperti defisiensi vitamin D. Namun, penting untuk diingat bahwa paparan sinar matahari yang berlebihan, terutama pada jam-jam tertentu, memang dapat membahayakan kulit. Sinar ultraviolet [UV] yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan kulit, seperti sunburn, penuaan dini, bahkan meningkatkan risiko kanker kulit. Oleh karena itu, kunci utama adalah menjaga keseimbangan. Dengan memahami cara memproteksi kulit secara tepat, seperti menggunakan tabir surya, menghindari paparan langsung pada pukul 10 pagi hingga 4 sore, dan mengenakan pakaian pelindung, kita dapat menikmati manfaat sinar matahari tanpa harus takut akan dampak negatifnya. 1. Sinar Matahari Punya Dua Sisi ilustrasi sinar matahari - Beautyversity | canva.com Sinar matahari terdiri dari sinar UVA dan UVB. UVA menyebabkan penuaan dini, sedangkan UVB bisa menyebabkan kulit terbakar. Namun, sinar matahari juga memiliki manfaat. 2. Sinar Matahari Pagi Baik untuk Kulit Sinar matahari pagi [sebelum jam 10] mengandung vitamin D. Vitamin D penting untuk kesehatan tulang, sistem imun, dan kulit. Paparan singkat 10-15 menit sudah cukup. 3. Tabir Surya Tetap Dibutuhkan Meski sinar matahari pagi bermanfaat, tabir surya tetap penting. Gunakan SPF 30 atau lebih untuk melindungi kulit dari efek buruk UVA dan UVB. Baca Juga: Tak Perlu Khawatir Penggunaan Bahan Berbahaya di Kosmetik? 4. Sinar Matahari Berlebihan Berbahaya ilustrasi sinar matahari - Beautyversity | canva.com Paparan sinar matahari berlebihan, terutama siang hari, bisa merusak kulit. Ini menyebabkan kulit terbakar, penuaan dini, dan meningkatkan risiko kanker kulit. 5. Manfaat Sinar Matahari untuk Mood Sinar matahari membantu tubuh memproduksi serotonin, hormon yang meningkatkan mood. Ini baik untuk kesehatan mental. 6. Kulit Gelap Juga Perlu Perlindungan Meski kulit gelap memiliki melanin lebih banyak, tetap perlu tabir surya. Melanin tidak sepenuhnya melindungi dari kerusakan kulit. 7. Jangan Takut Sinar Matahari Tidak perlu menghindari sinar matahari sepenuhnya. Yang penting adalah mengatur paparan dan selalu menggunakan perlindungan. Memang, sinar matahari mengandung potensi berbahaya, tetapi, tak semua sinar matahari buruk untuk kulit. Sinar matahari pagi memiliki manfaat, terutama untuk produksi vitamin D. Namun, paparan berlebihan tanpa perlindungan bisa berbahaya. Gunakan tabir surya dan nikmati sinar matahari dengan bijak. Kulit sehat, tubuh pun bahagia! [][Vikalena Lasmoskwa/TBV] *penulisan artikel ini dibantu riset DeepSeek-R1

Benarkah Melasma Akan Hilang Tanpa Perawatan?
MythBuster

13 Dec 2025

Benarkah Melasma Akan Hilang Tanpa Perawatan?

Melasma tidak selalu hilang sendiri. Tanpa perawatan dan perlindungan UV, flek dapat bertahan lama atau memburuk akibat produksi melanin berlebih.

Benarkah Perawatan Klinik Kecantikan Selalu Aman?
MythBuster

18 Dec 2025

Benarkah Perawatan Klinik Kecantikan Selalu Aman?

Perawatan klinik kecantikan tidak selalu bebas risiko. Keamanan bergantung pada tenaga medis, prosedur, dan kondisi kulit masing-masing individu.