Bandung, Jawa Barat, Indonesia
BeautyLife

Kebiasaan yang Membentuk Garis di Wajah

Ditulis oleh Rommy Rimbarawa Dipublikasikan pada 22 November 2025 22

Kebiasaan yang Membentuk Garis di Wajah

Kerutan muncul dari kombinasi kebiasaan kecil dan faktor besar seperti UV dan polusi. Perubahan sederhana pada rutinitas harian dapat membantu memperlambat prosesnya.

Kerutan selalu datang lebih cepat dari yang kita duga. Dan sering kali, penyebabnya bukan waktu—tapi kebiasaan kita sendiri.

Kerutan bukan hanya tanda perjalanan usia; ia juga jejak dari kebiasaan sehari-hari yang kita lakukan tanpa sadar. Dari cara kita tidur sampai ekspresi wajah yang berulang, semuanya menyimpan cerita kecil yang akhirnya tampak di permukaan kulit.

Beberapa orang mulai melihat garis halus muncul lebih cepat, sementara yang lain tetap mulus lebih lama. Rommy menyebutnya sebagai ‘peta hidup’—kombinasi antara aktivitas, lingkungan, dan ritme tubuh yang bergerak tanpa kita sadari.

Menurut American Skin Association, paparan sinar UV adalah penyebab terbesar kerusakan kolagen, menyumbang hingga 80% kerutan dini. Bahkan aktivitas harian seperti berjalan tanpa sunscreen atau berkendara di bawah matahari memiliki dampak kumulatif.

Namun, selain faktor besar seperti matahari, kebiasaan kecil seperti mengerutkan dahi saat menatap layar atau tidur dengan posisi wajah tertekan bantal juga berkontribusi besar membentuk garis-garis yang sulit hilang.
Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Mempercepat Munculnya Kerutan
Ekspresi wajah berulang—seperti menyipitkan mata saat melihat layar terang—dapat memperkuat garis halus. Healthline menjelaskan bahwa kontraksi otot berulang memicu kolagen di area tersebut melemah dari waktu ke waktu.

Kebiasaan tidur miring juga memengaruhi pembentukan kerutan. Menurut Mayo Clinic, tekanan wajah yang terus-menerus pada satu sisi dapat menciptakan garis tidur permanen seiring bertahun-tahun.

Dehidrasi ringan yang sering diabaikan juga memperjelas garis halus. Saat kulit kekurangan air, elastisitasnya menurun, membuat kerutan tampak lebih nyata.

Kebiasaan menarik kulit saat merias wajah, atau menggunakan skincare dengan gerakan kasar, secara perlahan merusak struktur elastin yang memberi kulit kemampuan untuk kembali ke bentuk semula.


Faktor Besar yang Membentuk Garis Wajah dan Cara Menyikapinya
Paparan sinar UV adalah faktor terbesar. Penggunaan sunscreen setiap hari dengan SPF minimal 30 adalah tameng utama untuk menjaga kolagen tetap utuh.

Polusi juga mempercepat penuaan. Studi dari Journal of Investigative Dermatology menunjukkan bahwa radikal bebas dari polusi udara dapat mengurangi kadar kolagen dan memicu garis halus.

Gaya hidup seperti kurang tidur, stres tinggi, dan pola makan tinggi gula turut mempercepat glikasi—proses yang merusak elastin dan membuat kulit kehilangan kekenyalannya.

Untuk menyikapinya, kombinasi kebiasaan baik seperti hidrasi cukup, tidur berkualitas, penggunaan retinoid ringan, serta pemakaian sunscreen setiap hari dapat membantu memperlambat proses terbentuknya kerutan. [][Rommy Rimbarawa/TBV]

Artikel Terkait

Gaya Hidup Beautylife untuk Kualitas Hidup dan Kecantikan Fisik
BeautyLife

14 Oct 2025

Gaya Hidup Beautylife untuk Kualitas Hidup dan Kecantikan Fisik

Istilah beautylife belakangan ini kian populer. Bukan hanya sekadar rutinitas memakai skincare atau berdandan, tetapi sebuah pola hidup yang menyatukan perawatan tubuh, pikiran, dan jiwa. Konsepnya sederhana: kecantikan luar akan bersinar ketika kesehatan dalam terjaga, dan sebaliknya. Gaya hidup beautylife dimulai dari hal yang paling dasar: tidur cukup. Banyak orang meremehkan manfaat tidur, padahal saat itulah kulit melakukan regenerasi alami. Kurang tidur membuat kulit kusam, muncul lingkar hitam di bawah mata, dan tubuh lebih mudah stres. Dengan tidur berkualitas, wajah terlihat segar tanpa perlu usaha ekstra. Makanan juga memegang peran penting. Beautylife mendorong konsumsi makanan bernutrisi—sayur, buah, ikan, kacang-kacangan—yang kaya antioksidan dan asam lemak sehat. Nutrisi ini bekerja dari dalam untuk memperbaiki tekstur kulit, menguatkan rambut, dan menjaga elastisitas tubuh. Gula berlebih dan makanan olahan sebaliknya membuat kulit lebih cepat menua. Baca Juga: Manfaat Renang untuk Kecantikan Olahraga ringan menjadi bagian lain yang tak bisa dipisahkan. Bukan hanya demi tubuh langsing, tetapi juga untuk melancarkan peredaran darah. Sirkulasi yang baik membuat wajah tampak lebih cerah alami. Cukup dengan jalan kaki, yoga, atau bersepeda, manfaatnya bisa langsung dirasakan. Selain fisik, beautylife juga menekankan pentingnya manajemen stres. Pikiran yang tenang membuat hormon lebih seimbang, yang berimbas pada kondisi kulit. Meditasi, menulis jurnal, atau sekadar menghabiskan waktu dengan hobi adalah cara sederhana merawat kecantikan batin. Perawatan kulit tetap menjadi bagian utama, tetapi bukan satu-satunya. Skincare berfungsi melindungi dan memperkuat, namun hasilnya optimal bila didukung dengan pola hidup sehat. Memilih produk sesuai kebutuhan kulit—bukan sekadar ikut tren—adalah salah satu bentuk bijak dalam menjalani beautylife. Baca Juga: Olahraga untuk Mengencangkan Wajah Menariknya, gaya hidup ini tidak hanya menciptakan kecantikan fisik, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri. Saat tubuh sehat, kulit terawat, dan pikiran jernih, aura seseorang akan terpancar lebih alami. Itulah mengapa beautylife sering disebut sebagai kombinasi antara kesehatan, kecantikan, dan kebahagiaan. Pada akhirnya, beautylife bukan soal standar kecantikan yang kaku, melainkan perjalanan personal. Setiap orang bisa menemukan versinya sendiri sesuai kebutuhan dan kenyamanan. Yang terpenting adalah konsistensi: menjadikan perawatan diri sebagai bagian dari hidup sehari-hari, bukan sekadar rutinitas sesaat. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]

Microbiome Skincare yang Mengubah Cara Memahami Kesehatan Kulit
BeautyLife

21 Nov 2025

Microbiome Skincare yang Mengubah Cara Memahami Kesehatan Kulit

Kulit manusia merupakan ekosistem kompleks yang dihuni jutaan mikroorganisme bermanfaat.

Gaya Hidup Skinimalisme untuk Kulit Sehat
BeautyLife

14 Oct 2025

Gaya Hidup Skinimalisme untuk Kulit Sehat

Bayangkan Anda berjalan di tengah hujan ringan, payung di tangan, namun wajah tetap cerah tanpa lapisan makeup tebal.  Di tahun 2025, skinimalisme—tren kecantikan yang mengutamakan kesederhanaan—sedang mencuri perhatian di Indonesia. Dengan rutinitas minimalis, Anda bisa punya kulit sehat tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam. Musim hujan, dengan udara lembap dan polusi kota, adalah waktu yang tepat untuk merangkul gaya hidup ini. Mari jelajahi cara skinimalisme membawa kilau alami pada kulit Anda, dengan sentuhan bahan lokal Indonesia. Apa Itu Skinimalisme? Skinimalisme adalah pendekatan kecantikan yang fokus kepada sedikit produk, tetapi berkualitas tinggi. Alih-alih menggunakan sepuluh produk, Anda hanya perlu tiga atau empat yang benar-benar bekerja. Menurut Journal of Cosmetic Dermatology [2023], rutinitas minimalis mengurangi iritasi kulit hingga 20% pada iklim tropis. Oleh karena itu, skinimalisme sangat cocok untuk musim hujan, ketika kulit rentan terhadap kelembapan berlebih dan polusi. Langkah Pertama: Pembersih yang Lembut Mulailah dengan pembersih wajah berbasis gel, misalnya yang mengandung ekstrak teh hijau dari Jawa Barat. Teh hijau kaya antioksidan, membantu melawan polusi yang menempel di kulit. Pijat wajah selama 30 detik setiap pagi dan malam, lalu bilas dengan air suam-suam kuku. Langkah ini seperti menyapa kulit Anda dengan kelembutan, membersihkan tanpa menghilangkan kelembapan alami. Baca Juga: 5 Gaya Hidup untuk Kulit Glowing di Tengah Kota Serum untuk Nutrisi Esensial Setelah membersihkan, aplikasikan serum ringan dengan bahan lokal seperti temulawak. Serum ini memberi nutrisi tanpa membuat wajah terasa berat. Cukup 2-3 tetes, pijat perlahan hingga menyerap. Bayangkan serum ini seperti setetes energi untuk kulit Anda, membantu mencerahkan dan melawan kusam akibat cuaca mendung. Pilih produk terdaftar BPOM untuk keamanan. Pelindung Setia: Sunscreen Meski hujan turun, sinar UV tetap mengintai. Gunakan sunscreen SPF 30 bertekstur gel, ideal untuk iklim tropis. Banyak produk lokal menawarkan formula dengan ekstrak lidah buaya, yang melembapkan sekaligus melindungi. Aplikasikan setiap pagi, dan ulangi jika Anda banyak beraktivitas di luar. BPOM [2025] mencatat bahwa sunscreen rutin mencegah penuaan dini hingga 70% di lingkungan lembap. Baca Juga: Gaya Hidup Beautylife untuk Kualitas Hidup dan Kecantikan Fisik Konsistensi Adalah Kunci Skinimalisme bukan tentang hasil instan, melainkan kebiasaan kecil yang konsisten. Dengan hanya tiga langkah—pembersih, serum, sunscreen—Anda memberi kulit kesempatan untuk bernapas. Selain itu, kurangi stres dengan tidur cukup atau minum teh herbal lokal untuk mendukung kesehatan kulit dari dalam. Rasanya seperti merangkul diri sendiri dengan cara yang sederhana namun penuh cinta. Beauties, gaya hidup skinimalisme membawa Anda lebih dekat ke kulit sehat tanpa kerumitan. Dengan pembersih teh hijau, serum temulawak, dan sunscreen, Anda bisa tampil glowing meski musim hujan menantang. Pilih produk lokal terpercaya, dan nikmati kecantikan alami yang sustainable. Untuk inspirasi lain, cek artikel kami di rubrik SkinCare tentang serum alami. Mulailah hari ini, dan biarkan kulit Anda bersinar dengan caranya sendiri! [][Vikalena Lasmoskwa/TBV] Sumber Eksternal: BPOM: Panduan Kosmetik Aman Journal of Cosmetic Dermatology [2023], “Minimalist Skincare in Tropical Climates”

Bingung Membaca INCI List? Ini Caranya  agar Skincare Lebih Aman untuk Kulit.
BeautyLife

25 Dec 2025

Bingung Membaca INCI List? Ini Caranya agar Skincare Lebih Aman untuk Kulit.

Bagaimana agar skincare lebih aman untuk kulit kita? Salah satu kuncinya ada pada INCI List yang selalu tercantum di kemasan produk legal, cuman masalahnya, sudahkah kita tahu cara membacanya dengan benar?