Kerutan selalu datang lebih cepat dari yang kita duga. Dan sering kali, penyebabnya bukan waktu—tapi kebiasaan kita sendiri.
Kerutan bukan hanya tanda perjalanan usia; ia juga jejak dari kebiasaan sehari-hari yang kita lakukan tanpa sadar. Dari cara kita tidur sampai ekspresi wajah yang berulang, semuanya menyimpan cerita kecil yang akhirnya tampak di permukaan kulit.
Beberapa orang mulai melihat garis halus muncul lebih cepat, sementara yang lain tetap mulus lebih lama. Rommy menyebutnya sebagai ‘peta hidup’—kombinasi antara aktivitas, lingkungan, dan ritme tubuh yang bergerak tanpa kita sadari.
Menurut American Skin Association, paparan sinar UV adalah penyebab terbesar kerusakan kolagen, menyumbang hingga 80% kerutan dini. Bahkan aktivitas harian seperti berjalan tanpa sunscreen atau berkendara di bawah matahari memiliki dampak kumulatif.
Namun, selain faktor besar seperti matahari, kebiasaan kecil seperti mengerutkan dahi saat menatap layar atau tidur dengan posisi wajah tertekan bantal juga berkontribusi besar membentuk garis-garis yang sulit hilang.
Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Mempercepat Munculnya Kerutan
Ekspresi wajah berulang—seperti menyipitkan mata saat melihat layar terang—dapat memperkuat garis halus. Healthline menjelaskan bahwa kontraksi otot berulang memicu kolagen di area tersebut melemah dari waktu ke waktu.
Kebiasaan tidur miring juga memengaruhi pembentukan kerutan. Menurut Mayo Clinic, tekanan wajah yang terus-menerus pada satu sisi dapat menciptakan garis tidur permanen seiring bertahun-tahun.
Dehidrasi ringan yang sering diabaikan juga memperjelas garis halus. Saat kulit kekurangan air, elastisitasnya menurun, membuat kerutan tampak lebih nyata.
Kebiasaan menarik kulit saat merias wajah, atau menggunakan skincare dengan gerakan kasar, secara perlahan merusak struktur elastin yang memberi kulit kemampuan untuk kembali ke bentuk semula.
Faktor Besar yang Membentuk Garis Wajah dan Cara Menyikapinya
Paparan sinar UV adalah faktor terbesar. Penggunaan sunscreen setiap hari dengan SPF minimal 30 adalah tameng utama untuk menjaga kolagen tetap utuh.
Polusi juga mempercepat penuaan. Studi dari Journal of Investigative Dermatology menunjukkan bahwa radikal bebas dari polusi udara dapat mengurangi kadar kolagen dan memicu garis halus.
Gaya hidup seperti kurang tidur, stres tinggi, dan pola makan tinggi gula turut mempercepat glikasi—proses yang merusak elastin dan membuat kulit kehilangan kekenyalannya.
Untuk menyikapinya, kombinasi kebiasaan baik seperti hidrasi cukup, tidur berkualitas, penggunaan retinoid ringan, serta pemakaian sunscreen setiap hari dapat membantu memperlambat proses terbentuknya kerutan. [][Rommy Rimbarawa/TBV]