Pernahkah Anda mendengar saran klise: ‘kalau kulitmu kering, minum air lebih banyak’? Kedengarannya logis, tapi apakah benar semudah itu? Faktanya, kulit adalah sistem yang lebih kompleks daripada sekadar tangki air.
Tubuh memang membutuhkan cairan untuk berfungsi optimal. Namun, hidrasi internal tidak selalu langsung berdampak pada permukaan kulit. Ketika Anda minum air, cairan itu diserap oleh organ vital terlebih dahulu — seperti jantung, otak, dan ginjal — baru sisanya sampai ke kulit. Jadi, tak heran kalau banyak yang masih merasa kulitnya kering meski sudah minum delapan gelas sehari.
Kulit memiliki lapisan pelindung bernama skin barrier, yang terdiri dari lipid dan protein. Nah, di sinilah kunci hidrasi kulit sebenarnya: bukan hanya dari dalam, tapi dari bagaimana lapisan ini dijaga agar tidak kehilangan kelembapan. Jadi, air putih penting, tapi tidak cukup.
Lapisan Pelindung yang Sering Terlupakan
Bayangkan kulit seperti dinding bata — air adalah isinya, sementara skin barrier adalah semen yang menahannya tetap utuh. Jika semen itu rusak karena sabun keras, eksfoliasi berlebihan, atau cuaca ekstrem, maka kelembapan dari dalam akan cepat menguap.
Inilah mengapa moisturizer menjadi penyelamat utama. Kandungan seperti ceramide, hyaluronic acid, dan glycerin bekerja menahan air di kulit dan memperkuat lapisan pelindungnya. Tanpa ini, minum sebanyak apa pun tidak akan membuat kulit terasa lembap.
Faktanya, beberapa studi dermatologi menunjukkan bahwa hidrasi kulit lebih bergantung pada kondisi permukaan kulit dan kadar lipid, bukan pada jumlah air yang diminum. Kulit yang kering sering kali adalah tanda bahwa pelindung alaminya sedang terganggu.
Kombinasi yang Saling Mendukung
Jadi, bagaimana menjaga kulit agar tetap terhidrasi sempurna? Gabungkan dua pendekatan: dari dalam dan dari luar. Minumlah cukup air untuk menjaga keseimbangan tubuh, tapi jangan lupa gunakan skincare yang menjaga skin barrier. Produk dengan bahan humektan dan emolien membantu mengunci kelembapan yang sudah ada.
Selain itu, faktor lingkungan juga berperan besar. Udara kering, AC, dan sinar matahari bisa mempercepat penguapan air dari kulit. Gunakan humidifier di ruangan ber-AC, hindari sabun terlalu keras, dan jangan lupa sunscreen setiap pagi.
Jadi, mitos bahwa kulit kering hanya karena kurang minum sudah saatnya direvisi. Air putih memang penting, tapi kulit juga butuh perlindungan yang lembut dan konsisten. Karena hidrasi sejati bukan tentang seberapa banyak air yang Anda minum, melainkan seberapa baik Anda menjaganya agar tidak hilang. [][Rudi Tenggarawan/TBV]