Bandung, Jawa Barat, Indonesia
MythBuster

Mitos atau Fakta: Tidur Bisa Gantikan Skincare Malam?

Ditulis oleh Rudi Tenggarawan Dipublikasikan pada 07 November 2025 26

Mitos atau Fakta: Tidur Bisa Gantikan Skincare Malam?

Tidur malam memang penting, tapi tidak bisa menggantikan fungsi skincare. Keduanya saling melengkapi untuk kulit sehat dan cerah.

Banyak orang berkata, “tidur cukup saja sudah bikin kulit sehat.” Kedengarannya mudah, bukan? Tapi benarkah tidur malam bisa menggantikan peran skincare? Mari kita kupas bersama, tanpa harus begadang mencari jawabannya.

Tidur memang waktu terbaik bagi tubuh untuk memulihkan diri, termasuk kulit. Saat Anda terlelap, sel-sel kulit memperbaiki diri dan kolagen diproduksi lebih aktif. Namun, bukan berarti tidur bisa mengambil alih seluruh kerja skincare. Faktanya, keduanya justru saling melengkapi.

Tanpa pembersihan dan perawatan yang tepat sebelum tidur, sisa kotoran, minyak, serta makeup bisa menyumbat pori. Akibatnya, regenerasi kulit malah terganggu. Jadi, jika Anda tidur tanpa membersihkan wajah, sama saja memberi ‘beban lembur’ pada kulit.

Mengapa Tidur Tak Bisa Berdiri Sendiri
Tidur memang memperbaiki dari dalam, tapi kulit juga butuh bantuan dari luar. Skincare malam seperti moisturizer atau serum membantu menjaga kelembapan agar proses regenerasi berjalan lancar. Bayangkan saja, Anda memberi kulit bekal sebelum ia bekerja sepanjang malam.

Produk dengan bahan aktif seperti retinol, niacinamide, atau hyaluronic acid berperan penting dalam mendorong pembaruan sel. Tanpa itu, hasil tidur panjang Anda mungkin tak secerah yang diharapkan.

Selain itu, lingkungan tidur juga berpengaruh. Sarung bantal kotor, ruangan kering, atau AC berlebihan bisa menghambat kerja kulit di malam hari. Jadi, ‘beauty sleep’ bukan sekadar durasi, tapi juga kualitas dan kebersihan sekitar Anda.

Menyatukan Dua Kekuatan
Kabar baiknya, tidur dan skincare adalah pasangan ideal. Tidur memberi waktu, skincare memberi dukungan. Jika salah satunya diabaikan, hasilnya tak maksimal. Jadi, biasakan membersihkan wajah, memakai pelembap, lalu nikmati tidur nyenyak minimal 7 jam.

Tidur tak bisa menggantikan skincare, tapi bisa menjadi partner terbaiknya. Dan pada akhirnya, kulit yang sehat bukan hasil dari satu kebiasaan besar, melainkan banyak kebiasaan kecil yang dijaga setiap hari.

Ingat, kulit Anda bekerja keras bahkan saat Anda beristirahat. Jadi, bantu ia bernafas lega dengan rutinitas sederhana sebelum lampu dimatikan malam ini. [][Rudi Tenggarawan/TBV]

Artikel Terkait

Tiga Skincare Ritual Harian untuk Kulit Sehat
SkinCare

04 Dec 2025

Tiga Skincare Ritual Harian untuk Kulit Sehat

Tiga langkah harian—membersihkan, menghidrasi, dan melindungi—membantu menjaga kulit tetap sehat, seimbang, dan bercahaya dengan hasil yang konsisten.

5 Kesalahan Drama Skincare Kulit Remaja
SkinCare

14 Oct 2025

5 Kesalahan Drama Skincare Kulit Remaja

Masa remaja adalah masa penuh eksperimen. Termasuk soal perawatan wajah. Di era media sosial, dengan mudahnya informasi bertebaran, banyak remaja ingin segera punya kulit mulus tanpa jerawat. Sayangnya, semangat itu kadang berujung pada kesalahan kecil yang malah memperburuk keadaan kulit. Kesalahan pertama adalah terlalu sering cuci muka. Banyak remaja percaya semakin sering wajah dibasuh, semakin bersih jadinya. Padahal, mencuci muka lebih dari dua kali sehari justru membuat kulit kehilangan minyak alaminya, memicu iritasi, bahkan memicu jerawat baru. Kesalahan kedua, pakai produk terlalu banyak sekaligus. Melihat influencer skincare yang memakai 10 langkah perawatan, remaja kadang ikut-ikutan. Kulit remaja yang masih sensitif akhirnya kebingungan, lalu bereaksi dengan kemerahan atau breakout. Padahal, cukup cleanser ringan, pelembap, dan tabir surya untuk sehari-hari. Kesalahan ketiga, memencet jerawat sembarangan. Ada kepuasan tersendiri ketika benjolan kecil itu hilang seketika, tapi bekas yang ditinggalkan sering kali jauh lebih sulit diatasi. Luka, noda hitam, bahkan bopeng bisa jadi ‘oleh-oleh’ yang bertahan lama. Baca Juga: Cara Instan untuk Memutihkan Kulit: Risiko dan Solusi Kesalahan keempat, menyalin produk orang lain tanpa memahami kebutuhan kulit sendiri. Teman cocok dengan krim tertentu, bukan berarti kulit kita akan bereaksi sama. Setiap kulit punya cerita berbeda—ada yang cenderung berminyak, ada yang kering, ada pula yang sensitif. Kesalahan terakhir, meremehkan tabir surya. Banyak remaja merasa tabir surya hanya perlu dipakai saat ke pantai. Padahal, sinar UV hadir setiap hari, bahkan menembus kaca jendela. Tanpa perlindungan, kerusakan kulit bisa menumpuk sejak dini dan baru terasa di kemudian hari. Baca Juga: Anti-Pollution Skincare? Apa Itu? Semua kesalahan ini sebetulnya wajar. Namanya juga belajar merawat diri. Yang penting adalah mau memahami kulit sendiri, sabar, dan konsisten. Kulit remaja sedang aktif-aktifnya, jadi perawatan sederhana dan tepat biasanya sudah cukup untuk menjaga kesehatannya. Orangtua dan guru juga punya peran. Alih-alih melarang atau menyepelekan, mereka bisa membantu memberi informasi yang benar. Dengan begitu, perawatan wajah bukan sekadar ikut tren, melainkan bagian dari membangun kebiasaan sehat jangka panjang. Pada akhirnya, kulit remaja tidak harus sempurna. Ia hanya perlu dirawat dengan bijak agar tetap sehat. Jerawat sesekali muncul bukan akhir dunia—justru tanda kulit sedang bekerja melindungi diri. Yang lebih penting adalah bagaimana remaja tumbuh percaya diri, dengan atau tanpa jerawat di wajah. [][Eva Evilia/TBV]

Saat Skincare Tak Terpakai: Harus Dibawa ke Mana?
SkinCare

09 Dec 2025

Saat Skincare Tak Terpakai: Harus Dibawa ke Mana?

Skincare yang tidak terpakai dapat dialihkan, diberikan, atau dibuang dengan aman. Hindari memakai produk kedaluwarsa atau mencampur formula yang tidak stabil.

Kulit Cerah dengan Tomat Lokal
SkinCare

19 Oct 2025

Kulit Cerah dengan Tomat Lokal

Cerahkan kulit dengan tomat lokal di musim hujan. Tips seru dan riset Unpad untuk wajah glowing ala Indonesia.