Tidur malam memang penting, tapi tidak bisa menggantikan fungsi skincare. Keduanya saling melengkapi untuk kulit sehat dan cerah.
Tanpa pembersihan dan perawatan yang tepat sebelum tidur, sisa kotoran, minyak, serta makeup bisa menyumbat pori. Akibatnya, regenerasi kulit malah terganggu. Jadi, jika Anda tidur tanpa membersihkan wajah, sama saja memberi ‘beban lembur’ pada kulit.
Mengapa Tidur Tak Bisa Berdiri Sendiri
Tidur memang memperbaiki dari dalam, tapi kulit juga butuh bantuan dari luar. Skincare malam seperti moisturizer atau serum membantu menjaga kelembapan agar proses regenerasi berjalan lancar. Bayangkan saja, Anda memberi kulit bekal sebelum ia bekerja sepanjang malam.
Produk dengan bahan aktif seperti retinol, niacinamide, atau hyaluronic acid berperan penting dalam mendorong pembaruan sel. Tanpa itu, hasil tidur panjang Anda mungkin tak secerah yang diharapkan.
Selain itu, lingkungan tidur juga berpengaruh. Sarung bantal kotor, ruangan kering, atau AC berlebihan bisa menghambat kerja kulit di malam hari. Jadi, ‘beauty sleep’ bukan sekadar durasi, tapi juga kualitas dan kebersihan sekitar Anda.
Kabar baiknya, tidur dan skincare adalah pasangan ideal. Tidur memberi waktu, skincare memberi dukungan. Jika salah satunya diabaikan, hasilnya tak maksimal. Jadi, biasakan membersihkan wajah, memakai pelembap, lalu nikmati tidur nyenyak minimal 7 jam.
Tidur tak bisa menggantikan skincare, tapi bisa menjadi partner terbaiknya. Dan pada akhirnya, kulit yang sehat bukan hasil dari satu kebiasaan besar, melainkan banyak kebiasaan kecil yang dijaga setiap hari.