Kadang, niat ingin tampil cantik malah bikin kulit kewalahan. Untungnya, kulit punya cara untuk pulih—asal dibantu dengan langkah yang tepat.
Reaksi kulit yang rusak karena kosmetik biasanya muncul tiba-tiba: merah, perih, muncul bintik kecil, atau terasa panas. Banyak yang mengira ini hal biasa, padahal kulit sedang memberi sinyal kuat bahwa ada sesuatu yang tidak cocok.
Kerusakan ini bisa terjadi karena beberapa penyebab: kandungan pewangi sintetis yang terlalu kuat, alkohol tinggi, bahan aktif yang tidak cocok, hingga produk yang tidak teruji. Romantika makeup memang menyenangkan, tapi kulit tetap punya batasan yang harus dihormati.
Menurut dermatolog dari British Association of Dermatologists (BAD), reaksi iritasi kosmetik paling sering disebabkan oleh kontak berulang dengan bahan yang terlalu keras untuk barrier kulit. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berlarut-larut dan menimbulkan dermatitis.
Kabar baiknya? Kulit punya kemampuan regenerasi yang luar biasa. Asal langkah pemulihan dilakukan dengan benar, barrier kulit bisa pulih total dalam beberapa minggu.
Kenapa Kulit Bisa Rusak karena Kosmetik?
Kosmetik yang mengandung alkohol tinggi, pewangi berlebihan, atau bahan aktif seperti AHA/BHA konsentrasi besar dapat memicu sensitivitas. Apalagi jika digunakan bersamaan dengan produk eksfoliasi lain—kulit bisa langsung kewalahan.
Menurut Journal of Dermatological Science, reaksi kulit juga bisa muncul dari kontak berulang dengan bahan tertentu meskipun sebelumnya tidak bermasalah. Ini disebut sensitisasi kumulatif.
Selain itu, kebiasaan tidak membersihkan wajah secara benar sebelum memakai kosmetik dapat memperparah kerusakan. Kotoran yang terperangkap bisa berinteraksi dengan bahan makeup dan mempercepat iritasi.
Jika gejala mulai muncul, hentikan produk penyebabnya secepat mungkin. Ini adalah langkah pertama yang paling penting sebelum masuk ke fase pemulihan.
Langkah-Langkah untuk Memperbaiki Kerusakan Kulit
Langkah pertama adalah menghentikan semua produk kosmetik dan menjaga rutinitas skincare tetap minimalis: pembersih lembut, moisturizer, dan sunscreen. Ini membantu kulit fokus memperbaiki diri tanpa distraksi bahan aktif.
Moisturizer dengan kandungan ceramide, centella asiatica, atau panthenol sangat membantu memperkuat kembali barrier kulit. Menurut European Academy of Dermatology and Venereology [EADV], kandungan ini terbukti mempercepat perbaikan lapisan kulit luar.
Jika iritasi terasa perih, kompres dingin atau hydrating toner tanpa alkohol bisa membantu menenangkan. Hindari eksfoliasi dalam bentuk apa pun sampai kulit benar-benar stabil.
Untuk waktu pemulihan, rata-rata barrier kulit membutuhkan 2–6 minggu untuk pulih, tergantung tingkat kerusakannya. Pada kasus berat, perbaikannya bisa membutuhkan hingga 8 minggu. [][Eva Evilia/TBV]
penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi