Bandung, Jawa Barat, Indonesia
MythBuster

Semakin Sering Cuci Muka, Semakin Bersih Kulit?

Ditulis oleh Rudi Tenggarawan Dipublikasikan pada 27 October 2025 32

Semakin Sering Cuci Muka, Semakin Bersih Kulit?

Mitos bahwa sering cuci muka bikin kulit bersih ternyata salah. Dua kali sehari sudah cukup untuk kulit sehat.

Pernah dengar saran untuk mencuci wajah sesering mungkin biar bebas jerawat? Hmm, ternyata itu cuma mitos, lho. Faktanya, terlalu sering mencuci wajah justru bisa bikin kulit stres dan kehilangan minyak alaminya.

Kulit wajah memang perlu dibersihkan, tapi bukan berarti harus setiap jam. Idealnya, dua kali sehari sudah cukup — pagi dan malam. Pagi hari untuk mengangkat minyak dan kotoran yang menempel saat tidur, dan malam hari untuk membersihkan sisa makeup serta debu setelah beraktivitas.

Sering kali, orang salah paham mengira semakin sering cuci muka akan semakin bersih hasilnya. Padahal, kulit punya mekanisme alami menjaga keseimbangannya sendiri. Terlalu sering mencuci justru mengganggu fungsi itu dan membuat kulit bereaksi berlebihan.

Kenali Skin Barrier Anda
Kulit kita punya lapisan pelindung alami bernama skin barrier. Lapisan inilah yang menjaga kelembapan dan melindungi dari bakteri. Saat Anda mencuci wajah terlalu sering, lapisan ini bisa rusak. Akibatnya, kulit terasa perih, mudah kering, bahkan jadi lebih rentan berjerawat.

Idealnya, wajah cukup dibersihkan dua kali sehari — pagi dan malam. Pagi hari, tujuannya untuk mengangkat minyak dan sisa produk malam yang menempel di kulit. Malam hari, untuk membersihkan sisa makeup, debu, dan polusi setelah beraktivitas.

Namun, ada juga pengecualian. Jika Anda berolahraga dan banyak berkeringat, mencuci wajah setelahnya tentu penting. Keringat yang bercampur minyak bisa menyumbat pori dan memicu jerawat. Tapi tetap, gunakan pembersih lembut dan jangan digosok terlalu keras.

Jenis pembersih juga berpengaruh besar. Sabun wajah dengan pH terlalu tinggi bisa membuat kulit terasa kesat tapi justru menandakan kehilangan kelembapan alami. Pilih pembersih dengan pH seimbang dan tanpa kandungan alkohol atau pewangi berlebihan.

Untuk kulit berminyak, carilah formula gel atau foam ringan yang bisa mengontrol sebum tanpa membuat kulit kering. Sedangkan kulit kering sebaiknya menggunakan pembersih berbasis krim atau susu yang lebih melembapkan.

Praktik Cuci Muka yang Tepat
Bagaimana kalau kulit terasa lengket di tengah hari? Anda bisa menyegarkannya dengan facial mist atau membasuh dengan air biasa, tanpa sabun. Tujuannya hanya untuk mengurangi rasa tidak nyaman, bukan membersihkan secara menyeluruh.

Banyak orang tergoda untuk mencuci wajah berkali-kali karena sensasi 'bersih' yang ditinggalkan sabun. Padahal, bersih bukan berarti kencang atau kesat. Justru kulit yang terasa terlalu kencang setelah cuci muka menandakan kelembapannya terkikis.

Jadi, bukan seberapa sering Anda mencuci wajah, tapi seberapa tepat caranya. Rawat kulit dengan bijak, kenali kebutuhannya, dan beri waktu untuk beradaptasi. Kadang, kulit yang sehat justru datang dari rutinitas sederhana yang konsisten, bukan dari langkah berlebihan. [][Rudi Tenggarawan/TBV]

Artikel Terkait

AHA BHA PHA, Tiga Huruf Ajaib di Balik Kulit Cerah dan Halus
BahanAktif

12 Nov 2025

AHA BHA PHA, Tiga Huruf Ajaib di Balik Kulit Cerah dan Halus

AHA, BHA, dan PHA sama-sama eksfoliator, tapi punya fungsi berbeda. Gunakan bijak sesuai jenis kulit agar hasil maksimal.

Benarkah Kulit Bisa ‘Detoks’ Sendiri?
MythBuster

19 Nov 2025

Benarkah Kulit Bisa ‘Detoks’ Sendiri?

Mitos detoks kulit tidak memiliki dasar ilmiah. Kulit tidak membuang racun, melainkan bereaksi terhadap bahan atau iritasi. Fokuskan pada perawatan yang lembut dan konsisten.

Kulit Rusak Gara-Gara Kosmetik? Begini Cara Memperbaikinya!
SkinCare

20 Nov 2025

Kulit Rusak Gara-Gara Kosmetik? Begini Cara Memperbaikinya!

Kulit rusak akibat kosmetik dapat membaik dalam 2–6 minggu jika perawatan dihentikan dan diganti dengan skincare lembut. Fokus pada pemulihan barrier kulit.

Sabun Kojic Acid Bisa Memutihkan Kulit dalam Seminggu?
Blog

14 Oct 2025

Sabun Kojic Acid Bisa Memutihkan Kulit dalam Seminggu?

MITOS: Ada yang bilang, sabun kojic acid sanggup memutihkan kulit dalam seminggu. Benarkah? FAKTA: Di tengah maraknya produk kecantikan di marketplace Indonesia, sabun kojic acid jadi primadona. Banyak iklan mengklaim sabun ini bisa memutihkan kulit hanya dalam seminggu. Namun, apakah klaim ini benar, atau hanya mitos pemasaran? Musim hujan seperti sekarang, dengan kulit cenderung lembap dan kusam, membuat banyak orang tergiur. Kita akan membongkar fakta ilmiah di balik sabun kojic acid, termasuk cara kerjanya, risiko, dan harapan realistis, sehingga Anda bisa membuat keputusan bijak. Apa Itu Kojic Acid dan Bagaimana Cara Kerjanya?   Kojic acid adalah bahan alami yang dihasilkan dari fermentasi jamur, sering digunakan dalam kosmetik untuk mencerahkan kulit. Menurut Journal of Cosmetic Dermatology [2022], kojic acid bekerja dengan menghambat enzim tyrosinase, yang bertanggung jawab atas produksi melanin [pigmen kulit]. Oleh karena itu, bahan ini efektif untuk mengurangi hiperpigmentasi, seperti bekas jerawat atau flek hitam.   Namun, sabun kojic acid berbeda dari krim atau serum. Karena sabun hanya bersentuhan dengan kulit sebentar sebelum dibilas, efektivitasnya terbatas dibandingkan produk leave-on. Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kojic acid dalam sabun biasanya rendah [1-2%], sehingga efek mencerahkan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diiklankan. Baca Juga: Tiga Mitos Masker Wajah dan Fakta di Baliknya Memutihkan Kulit dalam Seminggu?   Banyak iklan sabun kojic acid menjanjikan kulit 'putih glowing' dalam 7 hari. Sayangnya, ini tidak realistis. Berikut fakta ilmiahnya:   - Waktu Efek Nyata: Studi klinis menunjukkan perubahan warna kulit akibat kojic acid baru terlihat setelah 4-8 minggu pemakaian rutin, bukan seminggu.   - Faktor Lain: Warna kulit dipengaruhi genetika, paparan sinar UV, dan pola hidup. Sabun saja tidak cukup tanpa perlindungan sunscreen atau perawatan lain.   - Efek Sementara: Sabun kojic acid membersihkan sel kulit mati, yang bisa membuat kulit tampak lebih cerah sesaat, tetapi ini bukan 'pemutihan' permanen.   Selain itu, istilah 'memutihkan' sering menyesatkan. Kojic acid lebih cocok untuk meratakan warna kulit, bukan mengubah warna alami kulit secara drastis. Risiko dan Efek Samping   Meski kojic acid relatif aman, ada risiko yang perlu diperhatikan, terutama untuk kulit sensitif di musim hujan:   - Iritasi Kulit: Penelitian BPOM [2024] mencatat bahwa kojic acid dosis tinggi dapat menyebabkan kemerahan atau rasa terbakar, terutama jika sabun digunakan terlalu sering.   - Produk Palsu: Banyak sabun kojic acid di pasaran tidak terdaftar BPOM dan mungkin mengandung bahan berbahaya seperti merkuri. Pastikan memilih produk dengan label resmi.   - Fotosensitivitas: Kojic acid bisa membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari, jadi penggunaan sunscreen wajib, terutama saat cuaca mendung di musim hujan.   Untuk meminimalkan risiko, lakukan uji coba pada area kecil kulit sebelum penggunaan rutin. Baca Juga: Apakah Parfum Harus Disemprot ke Seluruh Tubuh? Cara Pakai Sabun Kojic Acid yang Aman   Agar efektif dan aman, ikuti langkah berikut:   1. Gunakan 1-2 Kali Sehari: Busakan sabun, aplikasikan ke wajah selama 20-30 detik, lalu bilas hingga bersih.   2. Kombinasikan dengan Sunscreen: Lindungi kulit dari UV dengan sunscreen SPF 30+ setelahnya.   3. Lengkapi dengan Pelembap: Gunakan pelembap berbasis air untuk mencegah kekeringan, yang umum di musim hujan.   Sebagai inspirasi lokal, beberapa UMKM Indonesia mengombinasikan kojic acid dengan ekstrak beras atau kunyit, yang kaya antioksidan. Produk ini sering lebih ramah untuk kulit tropis. Alternatif untuk Hasil Lebih Cepat   Jika ingin hasil lebih cepat, pertimbangkan produk leave-on seperti serum kojic acid atau krim dengan konsentrasi lebih tinggi [tentu dengan saran dokter kulit]. Selain itu, perawatan seperti chemical peeling di klinik terpercaya bisa lebih efektif untuk hiperpigmentasi, meski harus hati-hati pada kulit berminyak. Beauties, sabun kojic acid memang bisa membantu mencerahkan kulit dan mengurangi flek hitam, tetapi klaim 'putih dalam seminggu' adalah mitos. Efek nyata membutuhkan waktu, konsistensi, dan kombinasi dengan perawatan lain seperti sunscreen. Oleh karena itu, pilih produk terdaftar BPOM, gunakan dengan benar, dan kelola ekspektasi Anda. Untuk tips lebih lanjut, cek artikel kami di rubrik SkinCare tentang memilih sunscreen atau perawatan flek hitam. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]  Sumber Eksternal:   - [BPOM: Keamanan Kosmetik] - Journal of Cosmetic Dermatology [2022]