Pernah dengar saran untuk mencuci wajah sesering mungkin biar bebas jerawat? Hmm, ternyata itu cuma mitos, lho. Faktanya, terlalu sering mencuci wajah justru bisa bikin kulit stres dan kehilangan minyak alaminya.
Kulit wajah memang perlu dibersihkan, tapi bukan berarti harus setiap jam. Idealnya, dua kali sehari sudah cukup — pagi dan malam. Pagi hari untuk mengangkat minyak dan kotoran yang menempel saat tidur, dan malam hari untuk membersihkan sisa makeup serta debu setelah beraktivitas.
Sering kali, orang salah paham mengira semakin sering cuci muka akan semakin bersih hasilnya. Padahal, kulit punya mekanisme alami menjaga keseimbangannya sendiri. Terlalu sering mencuci justru mengganggu fungsi itu dan membuat kulit bereaksi berlebihan.
Kenali Skin Barrier Anda
Kulit kita punya lapisan pelindung alami bernama skin barrier. Lapisan inilah yang menjaga kelembapan dan melindungi dari bakteri. Saat Anda mencuci wajah terlalu sering, lapisan ini bisa rusak. Akibatnya, kulit terasa perih, mudah kering, bahkan jadi lebih rentan berjerawat.
Idealnya, wajah cukup dibersihkan dua kali sehari — pagi dan malam. Pagi hari, tujuannya untuk mengangkat minyak dan sisa produk malam yang menempel di kulit. Malam hari, untuk membersihkan sisa makeup, debu, dan polusi setelah beraktivitas.
Namun, ada juga pengecualian. Jika Anda berolahraga dan banyak berkeringat, mencuci wajah setelahnya tentu penting. Keringat yang bercampur minyak bisa menyumbat pori dan memicu jerawat. Tapi tetap, gunakan pembersih lembut dan jangan digosok terlalu keras.
Jenis pembersih juga berpengaruh besar. Sabun wajah dengan pH terlalu tinggi bisa membuat kulit terasa kesat tapi justru menandakan kehilangan kelembapan alami. Pilih pembersih dengan pH seimbang dan tanpa kandungan alkohol atau pewangi berlebihan.
Untuk kulit berminyak, carilah formula gel atau foam ringan yang bisa mengontrol sebum tanpa membuat kulit kering. Sedangkan kulit kering sebaiknya menggunakan pembersih berbasis krim atau susu yang lebih melembapkan.
Praktik Cuci Muka yang Tepat
Bagaimana kalau kulit terasa lengket di tengah hari? Anda bisa menyegarkannya dengan facial mist atau membasuh dengan air biasa, tanpa sabun. Tujuannya hanya untuk mengurangi rasa tidak nyaman, bukan membersihkan secara menyeluruh.
Banyak orang tergoda untuk mencuci wajah berkali-kali karena sensasi 'bersih' yang ditinggalkan sabun. Padahal, bersih bukan berarti kencang atau kesat. Justru kulit yang terasa terlalu kencang setelah cuci muka menandakan kelembapannya terkikis.
Jadi, bukan seberapa sering Anda mencuci wajah, tapi seberapa tepat caranya. Rawat kulit dengan bijak, kenali kebutuhannya, dan beri waktu untuk beradaptasi. Kadang, kulit yang sehat justru datang dari rutinitas sederhana yang konsisten, bukan dari langkah berlebihan. [][Rudi Tenggarawan/TBV]