Bandung, Jawa Barat, Indonesia
BahanAktif BeautyLife HairCare

Perawatan Rambut Usia 20-an Menurut Trichologist

Ditulis oleh Mira Savina Dipublikasikan pada 06 January 2026 15

Perawatan Rambut Usia 20-an Menurut Trichologist

Rambut sehat di usia 20-an bukan hanya soal genetik, tapi soal keputusan kecil yang diambil setiap hari. Lalu, apa kata ahli rambut tentang perawatan yang tepat di usia ini, dan kandungan apa saja yang seharusnya mulai diperhatikan sejak sekarang?

Di usia 20-an hingga awal 30 tahun, rambut umumnya masih berada dalam kondisi terbaiknya: tebal, kuat, dan produksi minyak alami (sebum) kulit kepala masih cukup optimal. Namun, di fase inilah rambut juga mulai paling sering “disiksa” oleh berbagai faktor mulai dari styling panas, bleaching dan pewarnaan, paparan polusi, hingga perubahan gaya hidup seperti begadang, stres, dan pola makan yang tidak selalu seimbang.

Karena itu, tujuan utama perawatan rambut di usia ini bukan memperbaiki kerusakan berat, melainkan mencegah kerusakan sejak dini dan menjaga kualitas rambut agar tetap sehat dalam jangka panjang.

Merawat Batang Rambut: Kuat, Lentur, dan Tidak Mudah Patah
Batang rambut adalah bagian yang paling sering terpapar panas dan proses kimia. Salah satu bahan penting yang sebaiknya ada dalam produk perawatan rambut usia 20–30 tahun adalah protein terhidrolisis.

Secara sederhana, protein terhidrolisis adalah protein yang sudah “dipotong kecil-kecil” agar lebih mudah bekerja pada rambut. Protein alami seperti keratin, gandum, atau sutra sebenarnya memiliki molekul besar. Jika tidak dipecah, ukurannya terlalu besar untuk menempel dengan baik pada batang rambut. Melalui proses hidrolisis, protein tersebut menjadi lebih ringan sehingga bisa membantu mengisi bagian rambut yang rapuh, mengurangi patah, dan membuat rambut terasa lebih kuat.

Beberapa contoh yang sering ditemukan di produk pasaran antara lain hydrolyzed keratin, hydrolyzed wheat protein, dan silk amino acids.

Selain protein, panthenol (pro-vitamin B5) juga sangat ideal untuk usia 20-an. Bahan ini membantu melembapkan rambut, membuatnya lebih lentur, tampak berkilau, dan terasa halus tanpa memberatkan. Panthenol banyak digunakan dalam shampoo, conditioner, hingga leave-in treatment yang mudah ditemukan di pasaran.

Untuk perlindungan tambahan, minyak ringan seperti argan oil, jojoba oil, atau grapeseed oil bisa digunakan di ujung rambut. Jenis minyak ini memberi kilau dan perlindungan tanpa membuat rambut lepek, termasuk untuk rambut pria.

Merawat Kulit Kepala: Investasi untuk Akar Rambut
Kulit kepala yang sehat adalah fondasi rambut yang kuat. Bahan seperti niacinamide dosis ringan kini semakin umum digunakan dalam shampoo dan scalp serum. Niacinamide membantu menjaga barrier kulit kepala dan mendukung sirkulasi, yang bermanfaat sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan akar rambut.

Selain itu, antioksidan seperti vitamin E dan ekstrak green tea membantu melindungi kulit kepala dan folikel rambut dari polusi dan radikal bebas, terutama bagi yang tinggal di lingkungan perkotaan.

Rutinitas Sederhana tapi Konsisten
Cukup gunakan shampoo lembut, conditioner yang melembapkan, batasi heat styling, selalu pakai heat protectant, dan aplikasikan serum atau leave-in conditioner bila sering menata rambut. Di usia 20-an, konsistensi kecil hari ini akan menentukan kualitas rambutmu di masa depan. [] [Mira Savina/TBV]

Artikel Terkait

Hair Cycling: Rotasi Shampoo untuk Rambut Sehat
HairCare

19 Nov 2025

Hair Cycling: Rotasi Shampoo untuk Rambut Sehat

Hair cycling adalah metode merawat rambut dengan mengganti jenis shampoo secara bergantian sesuai kebutuhan kulit kepala dan kondisi rambut.

Gaya Hidup Beautylife untuk Kualitas Hidup dan Kecantikan Fisik
BeautyLife

14 Oct 2025

Gaya Hidup Beautylife untuk Kualitas Hidup dan Kecantikan Fisik

Istilah beautylife belakangan ini kian populer. Bukan hanya sekadar rutinitas memakai skincare atau berdandan, tetapi sebuah pola hidup yang menyatukan perawatan tubuh, pikiran, dan jiwa. Konsepnya sederhana: kecantikan luar akan bersinar ketika kesehatan dalam terjaga, dan sebaliknya. Gaya hidup beautylife dimulai dari hal yang paling dasar: tidur cukup. Banyak orang meremehkan manfaat tidur, padahal saat itulah kulit melakukan regenerasi alami. Kurang tidur membuat kulit kusam, muncul lingkar hitam di bawah mata, dan tubuh lebih mudah stres. Dengan tidur berkualitas, wajah terlihat segar tanpa perlu usaha ekstra. Makanan juga memegang peran penting. Beautylife mendorong konsumsi makanan bernutrisi—sayur, buah, ikan, kacang-kacangan—yang kaya antioksidan dan asam lemak sehat. Nutrisi ini bekerja dari dalam untuk memperbaiki tekstur kulit, menguatkan rambut, dan menjaga elastisitas tubuh. Gula berlebih dan makanan olahan sebaliknya membuat kulit lebih cepat menua. Baca Juga: Manfaat Renang untuk Kecantikan Olahraga ringan menjadi bagian lain yang tak bisa dipisahkan. Bukan hanya demi tubuh langsing, tetapi juga untuk melancarkan peredaran darah. Sirkulasi yang baik membuat wajah tampak lebih cerah alami. Cukup dengan jalan kaki, yoga, atau bersepeda, manfaatnya bisa langsung dirasakan. Selain fisik, beautylife juga menekankan pentingnya manajemen stres. Pikiran yang tenang membuat hormon lebih seimbang, yang berimbas pada kondisi kulit. Meditasi, menulis jurnal, atau sekadar menghabiskan waktu dengan hobi adalah cara sederhana merawat kecantikan batin. Perawatan kulit tetap menjadi bagian utama, tetapi bukan satu-satunya. Skincare berfungsi melindungi dan memperkuat, namun hasilnya optimal bila didukung dengan pola hidup sehat. Memilih produk sesuai kebutuhan kulit—bukan sekadar ikut tren—adalah salah satu bentuk bijak dalam menjalani beautylife. Baca Juga: Olahraga untuk Mengencangkan Wajah Menariknya, gaya hidup ini tidak hanya menciptakan kecantikan fisik, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri. Saat tubuh sehat, kulit terawat, dan pikiran jernih, aura seseorang akan terpancar lebih alami. Itulah mengapa beautylife sering disebut sebagai kombinasi antara kesehatan, kecantikan, dan kebahagiaan. Pada akhirnya, beautylife bukan soal standar kecantikan yang kaku, melainkan perjalanan personal. Setiap orang bisa menemukan versinya sendiri sesuai kebutuhan dan kenyamanan. Yang terpenting adalah konsistensi: menjadikan perawatan diri sebagai bagian dari hidup sehari-hari, bukan sekadar rutinitas sesaat. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]

Fokus Perawatan Rambut Usia 30-an untuk Menjaga Ketebalan, Elastisitas, dan Kerontokan.
HairCare

12 Jan 2026

Fokus Perawatan Rambut Usia 30-an untuk Menjaga Ketebalan, Elastisitas, dan Kerontokan.

Memasuki usia 30-an, rambut wanita butuh perawatan yang lebih tepat dengan cara yang benar, pemilihan kosmetik rambut yang tepat, dan ingredient tepat untuk menjaga ketebalan, elastisitas, serta kendalikan kerontokan.

Microbiome Skincare yang Mengubah Cara Memahami Kesehatan Kulit
BeautyLife

21 Nov 2025

Microbiome Skincare yang Mengubah Cara Memahami Kesehatan Kulit

Kulit manusia merupakan ekosistem kompleks yang dihuni jutaan mikroorganisme bermanfaat.