Bandung, Jawa Barat, Indonesia
MenZone

Tren Kosmetik untuk Pria di 2025

Ditulis oleh Hagi Hagoromo Dipublikasikan pada 14 October 2025 45

Tren Kosmetik untuk Pria di 2025

Tren kosmetik pria pada tahun 2025 diperkirakan akan mengalami perkembangan signifikan, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan perawatan diri dan penampilan di kalangan pria.

Jika dulu kosmetik identik dengan dunia wanita, kini tren telah bergeser; kosmetik pria semakin mendapat perhatian, bahkan mengalami evolusi yang tak kalah menarik. Pria masa kini lebih sadar akan pentingnya perawatan diri, baik untuk kesehatan kulit maupun penampilan sehari-hari.

Dari produk multifungsi yang praktis hingga bahan alami yang ramah lingkungan, kebutuhan kosmetik pria terus berkembang mengikuti gaya hidup modern. Mari kita eksplorasi lebih jauh tren kosmetik pria yang akan mendominasi tahun 2025 dan bagaimana mereka merevolusi cara pria merawat diri. Berikut beberapa tren yang diprediksi akan mendominasi:

ilustrasi tren kosmetik pria - Beautyversity | canva.com

1. Produk Perawatan Kulit yang Lebih Canggih

Pria akan semakin tertarik pada produk perawatan kulit dengan formulasi canggih yang menawarkan solusi spesifik, seperti anti-penuaan, pengendalian minyak berlebih, dan perlindungan terhadap polusi. Penggunaan bahan aktif seperti asam salisilat, niacinamide, dan peptida akan menjadi umum dalam produk perawatan kulit pria.

2. Kosmetik Multifungsi

Produk kosmetik yang menggabungkan beberapa fungsi dalam satu kemasan akan populer, seperti pelembab yang juga mengandung SPF dan bahan antioksidan. Kepraktisan menjadi prioritas bagi konsumen pria yang menginginkan rutinitas perawatan yang efisien.

3. Pengaruh Skincare Korea

Tren perawatan kulit ala Korea, yang menekankan hidrasi dan tampilan kulit sehat bercahaya, akan mempengaruhi produk kosmetik pria. Pria akan lebih terbuka untuk mencoba rutinitas perawatan kulit yang lebih lengkap, termasuk penggunaan toner, serum, dan masker wajah.

Baca Juga: Perawatan Pasca-Cukur dengan Aftershave

4. Fokus kepada Bahan Alami dan Ramah Lingkungan

ilustrasi tren kosmetik pria - Beautyversity | canva.com

Konsumen pria akan lebih selektif dalam memilih produk yang menggunakan bahan alami dan memiliki kemasan ramah lingkungan. Kesadaran akan keberlanjutan dan dampak lingkungan dari produk kosmetik akan mempengaruhi preferensi mereka.

5. Tampilan Alis dan Bulu Mata Natural

Tren alis dan bulu mata yang tampak natural akan diminati, dengan produk yang dirancang untuk mempertegas tanpa memberikan kesan berlebihan. Pria akan mencari produk yang membantu merapikan dan menebalkan alis serta bulu mata secara alami.

6. Kembali ke Dasar dengan Persiapan Tata Rias Generasi Berikutnya

Pria akan lebih fokus pada persiapan kulit sebelum menggunakan produk kosmetik, memastikan kulit dalam kondisi optimal untuk hasil yang lebih baik. Ini mencakup penggunaan primer dan produk perawatan kulit yang meningkatkan tekstur dan kesehatan kulit.

Dengan perkembangan ini, industri kosmetik pria akan semakin beragam, menawarkan produk yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional tetapi juga selaras dengan nilai dan preferensi konsumen modern. [][Rommy Rimbarawa/TBV]

*penulisan artikel ini dibantu ChatGPT 4

Artikel Terkait

Kecantikan Berkelanjutan: Lebih Hijau dan Bertanggung Jawab
BeautyLife

14 Oct 2025

Kecantikan Berkelanjutan: Lebih Hijau dan Bertanggung Jawab

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep kecantikan berkelanjutan telah menjadi perhatian utama dalam industri kosmetik dan perawatan kulit. Seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan, merek kecantikan di seluruh dunia berupaya menyesuaikan praktik produksi mereka untuk mendukung keberlanjutan dan etika. Inisiatif ini mencakup pengurangan limbah, penggunaan bahan yang dapat diperbarui, dan penerapan praktik produksi yang etis. Salah satu aspek penting dari kecantikan berkelanjutan adalah pengurangan limbah. Banyak perusahaan sekarang mengadopsi pendekatan zero-waste dengan mendaur ulang kemasan atau menciptakan kemasan yang bisa digunakan kembali dan kompos. Hal ini tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang berakhir di TPA, tetapi juga mendorong konsumen untuk lebih bertanggung jawab terhadap produk yang mereka buang. Di samping itu, penggunaan bahan yang dapat diperbarui mendapatkan momentum. Bahan-bahan ini berasal dari sumber yang ramah lingkungan yang tidak merugikan ekosistem. Banyak merek telah beralih ke bahan-bahan alami yang tumbuh berkelanjutan atau menggunakan sumber daya yang dapat dengan cepat diperbarui. Penggunaan minyak esensial, ekstrak tanaman, dan bahan biodegradable lainnya adalah contoh bagaimana industri ini meminimalisir dampaknya terhadap lingkungan. Praktik produksi yang etis juga merupakan pilar penting dari kecantikan berkelanjutan. Ini melibatkan produksi yang adil bagi pekerja dan operasi yang etis yang memperhatikan kesejahteraan lingkungan serta masyarakat sekitar. Perusahaan-perusahaan ini sering kali mengambil langkah tambahan untuk memastikan bahwa rantai pasokan mereka bebas dari tenaga kerja anak atau kerja paksa, dan bahwa mereka mendukung komunitas lokal tempat mereka beroperasi. ilustrasi kecantikan berkelanjutan - Beautyversity | canva.com Kesadaran yang terus meningkat dari konsumen telah mendorong merek untuk tidak hanya memfokuskan pada estetika dan efektivitas tetapi juga pada dampak lingkungan dan sosial dari produk mereka. Hal ini menandai pergeseran penting dalam industri kecantikan menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab. Baca Juga: Self-Care Rutin untuk Mengatasi Stres dan Meremajakan Kulit Tips Mendukung Kecantikan Berkelanjutan Mendukung gerakan kecantikan berkelanjutan dari rumah tidak hanya baik untuk lingkungan tetapi juga dapat memberikan kepuasan pada penggunaan produk yang lebih etis dan sehat. Berikut adalah beberapa tips singkat untuk mengadopsi kecantikan berkelanjutan di rumah: 1. Pilih Produk Ramah Lingkungan: Cari produk yang menggunakan bahan alami, organik, dan bebas dari bahan kimia berbahaya. Periksa label untuk memastikan produk bebas dari paraben, sulfat, dan ftalat. 2. Kurangi Penggunaan Plastik: Gunakan produk dengan kemasan yang dapat didaur ulang atau kemasan yang dapat digunakan kembali. Pertimbangkan untuk membeli produk dalam ukuran besar untuk mengurangi frekuensi pembelian dan jumlah sampah kemasan. 3. Daur Ulang Kemasan Kosmetik: Terlibat dalam program daur ulang kemasan kosmetik jika tersedia di area Anda, atau gunakan kembali kemasan untuk keperluan lain di rumah. 4. DIY Produk Kecantikan: Buat produk kecantikan sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan alami seperti minyak kelapa, gula, dan madu. Ini mengurangi kebutuhan akan produk komersial dan meminimalkan limbah kemasan. ilustrasi kecantikan berkelanjutan - Beautyversity | canva.com 5. Gunakan Produk Multifungsi: Beli produk yang dapat digunakan untuk beberapa keperluan, seperti balms yang bisa digunakan untuk bibir, pipi, dan kelopak mata. Ini mengurangi jumlah produk yang Anda butuhkan dan meminimalkan limbah. 6. Belanja Lokal: Mendukung produsen lokal tidak hanya membantu mengurangi jejak karbon dari transportasi jarak jauh tetapi juga sering kali berarti produk lebih segar dan kurang dikemas. 7. Edukasi Diri: Terus menerus mendidik diri sendiri tentang masalah lingkungan dan cara produk dibuat. Pengetahuan membantu membuat keputusan belanja yang lebih bertanggung jawab. Beauties, mengimplementasikan bahkan beberapa dari tips ini dapat membantu Anda berkontribusi terhadap gerakan kecantikan berkelanjutan, menjaga baik lingkungan maupun kesehatan kulit Anda. [][Rommy Rimbarawa/TBV] *penulisan artikel ini dibantu riset ChatGPT 4

Skincare Natural Selalu Aman? Hmm, Belum Tentu!
MythBuster

03 Nov 2025

Skincare Natural Selalu Aman? Hmm, Belum Tentu!

Bahan alami tak selalu aman. Kenali dulu kebutuhan kulitmu sebelum percaya label 'natural'.

Tren Pembersihan Wajah Terkini
SkinCare

14 Oct 2025

Tren Pembersihan Wajah Terkini

Membersihkan wajah sering dianggap rutinitas sederhana, sekadar menghapus debu, minyak, dan sisa makeup. Namun, di dunia kecantikan yang terus berkembang, langkah ini berubah jadi ritual penting yang tak kalah bergengsi dari serum atau krim anti-aging.  Kini, tren pembersihan wajah tidak lagi soal busa melimpah atau wangi menyengat. Dunia skincare bergerak ke arah yang lebih cerdas, lembut, dan menyenangkan. Dari teknik double cleansing yang masih populer, hingga kemunculan cleanser multifungsi yang bisa sekaligus melembapkan, semuanya menunjukkan satu hal: membersihkan wajah bukan sekadar kewajiban, melainkan momen kecil untuk merawat diri. Berikut ini adalah tren terkini membersihkan wajah: 1. Double Cleansing Masih Mendominasi Dilansir dari Who What Wear, metode double cleansing yakni membersihkan wajah 2 langkah [pertama dengan oil-based cleanser, baru kemudian water-based cleanser] masih jadi andalan. Teknik ini efektif mengangkat makeup dan sunscreen, serta menunjang penyerapan produk skincare selanjutnya, terutama untuk kulit berminyak atau berjerawat.  Baca Juga: Cara Instan untuk Memutihkan Kulit: Risiko dan Solusi 2. Face Wash Kini Jadi Fokus Utama Cetek di mata sebagian orang, face wash kini jadi sorotan utama dalam skincare. Masih dari Who What Wear, produk dengan formula lembut namun kaya seperti pH seimbang, peptide, niacinamide, ceramide, atau hyaluronic acid kini banyak dicari karena tidak hanya membersihkan, tapi juga mendukung kesehatan skin barrier. 3. Hybrid & SPF-Specific Cleanser untuk Praktis Menurut Sensient Beauty, era skinimalism bikin orang cari produk multifungsi. Tren hybrid cleansers muncul sebagai solusi: pembersih sekaligus makeup remover, kadang juga bersifat hidrasi atau masker. Ada pula SPF-specific cleansers yang dirancang khusus menghapus sunscreen dengan lembut tanpa merusak kulit.  4. Sensorial & “Dopamine Cleansing” Juga dari Sensient Beauty, cleansing bukan sekadar rutinitas, tapi juga pengalaman emosional. Tekstur unik dan menyenangkan, seperti mochi mousse, balm-to-milk, atau formulasi yang memberikan sensasi lembut, kini jadi incaran. Ini dikenal sebagai dopamine cleansing — skincare yang bikin hati senang.  Baca Juga: Anti-Pollution Skincare? Apa Itu? 5. Fokus kepada Kulit Sensitif dan Barrier-Supportive Semakin banyak orang sadar soal pentingnya fungsi skin barrier. Cleanser kini banyak yang diformulasikan lembut, mengandung humektan, dan mendukung mikrobioma kulit. Sensient Beauty bilang, tujuannya untuk membersihkan tanpa membuat kulit jadi sensitif atau iritasi. 6. Natural Ingredients & Clean Beauty Dari cardinalcourieronline.com disebutkan bahwa pendekatan skincare yang ramah lingkungan makin diminati. Cleanser dengan bahan alami seperti aloe vera, tea tree, witch hazel, atau chamomile menjadi favorit, karena dianggap lebih lembut dan ramah bumi daripada formula keras dengan sulfat atau pewangi berlebihan.  7. Tekstur Unik untuk Konsistensi Rutin Tren sensory-forward textures juga berkembang — kata Sensient Beauty, mulai dari cleansing balms yang berubah jadi oil, hingga foam dan gels yang punya sensasi mewah di kulit. Mereka membantu membuat langkah membersihkan wajah jadi lebih enak dilakukan.  8. Cleansing dengan Prinsip Skinimalism Sejalan skinimalism, SkinLab Med Spa menyebutkan pembersihan wajah jadi dirancang praktis tanpa banyak langkah. Produk 2-in-1 atau 3-in-1 yang membersihkan, menenangkan, dan melembapkan sekaligus jadi tren utama di 2025.  Pada akhirnya, memilih cara membersihkan wajah bukan soal ikut-ikutan tren, melainkan menemukan apa yang paling cocok untuk kulit kita. Entah itu dengan langkah ganda, pembersih hibrida, atau formula lembut untuk kulit sensitif, yang terpenting adalah konsistensi. Karena wajah kita hanya punya satu, dan membersihkannya dengan benar adalah bentuk sederhana dari rasa sayang pada diri sendiri. [][Eva Evilia/TBV]

Mitos Kulit Berminyak Tak Butuh Pelembap
MythBuster

30 Oct 2025

Mitos Kulit Berminyak Tak Butuh Pelembap

Kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap — bukan untuk menambah minyak, tapi untuk menyeimbangkan hidrasi alami kulit.