Super Admin User
Penulis

Super Admin User

Jelajahi artikel yang ditulis oleh Super Admin User

Sunscreen Racun? Yuk Kita Bedah Faktanya!
MythBuster

02 Des 2025

Sunscreen Racun? Yuk Kita Bedah Faktanya!

Isu soal sunscreen beracun kembali viral dan membuat banyak orang ragu memakainya. Benarkah sunscreen berbahaya, atau ini hanya mitos yang makin membesar?Belakangan ini muncul lagi klaim bahwa sunscreen mengandung bahan beracun yang bisa masuk ke tubuh dan merusak organ. Narasi ini menyebar cepat, terutama di media sosial, dan membuat banyak orang takut memakai sunscreen.Menurut American Academy of Dermatology [AAD], sunscreen adalah salah satu produk paling teruji dalam industri perawatan kulit. Semua bahan aktif harus melalui evaluasi keamanan yang ketat sebelum digunakan dalam produk komersial.Beberapa penelitian memang menunjukkan bahwa beberapa bahan chemical sunscreen dapat terdeteksi dalam aliran darah dalam kadar kecil. Namun, FDA menyatakan bahwa penyerapan tidak sama dengan bahaya, dan tidak ada bukti bahwa kadar tersebut menyebabkan efek toksik.Justru tidak memakai sunscreen jauh lebih berbahaya. Paparan UV tanpa perlindungan meningkatkan risiko kanker kulit, penuaan dini, flek, dan kerusakan sel kulit dalam jangka panjang.Baca Juga: Benarkah Mencabut Alis Membuatnya Tumbuh Lebih Tebal dan Gelap?Mitos-Mitos Populer tentang Sunscreen yang Bikin Orang TakutMitos pertama: sunscreen mengandung bahan beracun yang bisa merusak organ. Sampai saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.Mitos kedua: mineral sunscreen lebih aman 100% dibanding chemical sunscreen. Padahal, keduanya sama-sama aman digunakan selama mengikuti regulasi batas konsentrasi.Mitos ketiga: sunscreen bisa menyebabkan gangguan hormon. Beberapa bahan sedang diteliti, namun tidak ada konfirmasi ilmiah bahwa sunscreen memicu gangguan signifikan pada tubuh manusia.Mitos keempat: tidak perlu sunscreen jika berada di dalam ruangan. Faktanya, sinar UVA tetap menembus kaca dan dapat merusak kulit.Baca Juga: Benarkah Kulit Bisa ‘Detoks’ Sendiri?Fakta Ilmiah tentang Keamanan SunscreenWorld Health Organization [WHO] menyatakan bahwa paparan UV adalah penyebab utama kanker kulit. Sunscreen adalah pelindung pertama yang terbukti menurunkan risiko tersebut.Bahan seperti avobenzone, octocrylene, dan oxybenzone telah dipelajari selama puluhan tahun. European Commission's Scientific Committee on Consumer Safety [SCCS] menyebutkan bahwa bahan-bahan ini aman pada konsentrasi yang diatur.Untuk kulit sensitif atau jika masih ragu menggunakan chemical sunscreen, mineral sunscreen yang menggunakan zinc oxide atau titanium dioxide bisa menjadi pilihan yang lebih lembut.Intinya, sunscreen bukan racun. Risiko yang nyata justru berasal dari paparan UV yang tidak terlindungi, yang efek negatifnya sangat jelas dan terukur secara medis. [][Rudi Tenggarawan/TBV]penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Super Admin User Super Admin User
274
Merawat Lipatan Kulit agar Tetap Bersih dan Cerah
PersonalCare

01 Des 2025

Merawat Lipatan Kulit agar Tetap Bersih dan Cerah

Lipatan kulit adalah bagian tubuh yang sering terlupakan, padahal ia membutuhkan perhatian lembut setiap hari. Dengan perawatan yang tepat, area ini bisa tetap cerah, bersih, dan nyaman dilihat.Lipatan kulit seperti ketiak, selangkangan, bawah payudara, dan bagian dalam siku adalah area yang cenderung lembap. Ketika dibiarkan terlalu lama, kelembapan ini bisa memicu gesekan, iritasi, bau, hingga perubahan warna yang membuat beberapa orang merasa kurang percaya diri.Menurut American Academy of Dermatology [AAD], kondisi ini dapat terjadi karena penumpukan keringat, bakteri, dan gesekan berulang yang mengganggu kesehatan kulit. Namun, kabar baiknya, perubahan warna dan ketidaknyamanan ini bisa dicegah dengan rutinitas yang lembut.Kebersihan lipatan kulit bukan soal membuatnya wangi atau cerah saja, tetapi tentang membuat tubuh terasa lebih nyaman. Saat area ini dirawat dengan baik, tubuh akan terasa lebih ringan dan bebas gerak.Perawatan yang tepat juga bisa mencegah iritasi yang sering muncul akibat aktivitas harian. Dengan langkah-langkah lembut, area lipatan kulit bisa tetap tenang tanpa perlu perlakuan keras.Baca Juga: Cara Lembut Merawat Mulut dan Gigi Setiap HariCara Membersihkan Lipatan KulitMulailah dengan membersihkan area lipatan dua kali sehari menggunakan sabun lembut yang tidak mengandung pewangi berlebihan. Produk pembersih yang lembut membantu menjaga keseimbangan kulit tanpa membuatnya kering.Setelah mandi, keringkan lipatan kulit secara tuntas dengan cara menepuk lembut, bukan menggosok. Kulit di area ini cenderung lebih sensitif dan mudah iritasi jika terkena gesekan.Jika area sering lembap, gunakan bedak khusus atau krim anti-lembap yang aman untuk kulit sensitif. Menurut International Journal of Cosmetic Science, bahan seperti zinc oxide dapat membantu menjaga area lipatan tetap kering tanpa mengiritasi.Untuk mencegah perubahan warna, gunakan pelembap lembut atau lotion dengan kandungan niacinamide untuk membantu meratakan warna kulit secara bertahap.Baca Juga: Benarkah Over-Shower Bikin Kulit Mudah Rusak?Kapan Boleh dan Tidak Boleh Pakai ProdukProduk seperti deodorant atau krim anti-gesekan bisa membantu jika lipatan kulit sering mengalami gesekan saat beraktivitas. Pilih formula bebas alkohol agar tidak memicu iritasi.Jika ingin mencerahkan area lipatan, gunakan produk yang aman dan terdaftar. Hindari bahan pemutih keras yang bisa merusak kulit dalam jangka panjang.Namun, hindari penggunaan produk apa pun jika area sedang mengalami iritasi, lecet, atau ruam. Berikan kulit waktu untuk pulih dengan menjaga kebersihannya dan mengurangi lembap berlebih.Jika perubahan warna semakin parah atau muncul rasa gatal yang tidak biasa, konsultasikan dengan dermatolog untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan rekomendasi perawatan yang tepat. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Super Admin User Super Admin User
202
Skincare Minimalis Cowok Usia 20-an: Rutinitas 3 Langkah tapi hasil maksimal.
Skincare Tips

01 Des 2025

Skincare Minimalis Cowok Usia 20-an: Rutinitas 3 Langkah tapi hasil maksimal.

Banyak cowok di usia 20–23 tahun sebenarnya ingin punya kulit bersih, nggak kusam, dan bebas jerawat. Tapi ya… jujur aja: ribet dikit langsung males. Apalagi kalau lihat skincare cewek yang sampai 10 langkah, wah langsung auto skip deh.Kabar baiknya: cowok nggak butuh skincare panjang lebar. Kulit laki-laki cenderung lebih tebal dan lebih berminyak, jadi rutinitas tiga langkah simpel sudah cukup banget. Bahkan beberapa ahli dermatologi mencatat bahwa cowok yang hanya pakai 2–3 produk secara konsisten sering punya kondisi kulit lebih stabil daripada yang coba-coba banyak produk sekaligus.1. Cleanser Biar Muka Nggak Kusam dan Berminyak Cowok penghasil minyak lebih tinggi dibanding perempuan. Itu sebabnya wajah sering keliatan kusam, lengket, atau muncul jerawat kecil. Cukup cuci muka pagi dan malam dengan cleanser lembut. Pastikan tidak pakai sabun badan atau sabun batang karena penelitian menunjukkan lebih dari 55% cowok yang memakai sabun tubuh di wajah mengalami iritasi atau breakout. Yang penting gunakan cleanser dan bilas sampai bersih serta jangan menggosok wajah terlalu keras dengan handuk.2. Moisturizer Biar Kulit Tetap Adem, Nggak Kering, Nggak Minyakan Banyak cowok merasa moisturizer itu ribet atau lengket, padahal banyak tipe gel ringan yang langsung meresap. Moisturizer bikin kulit stabil. Kalau kulit terlalu kering, tubuh akan memproduksi lebih banyak minyak, dan itu yang bikin jerawat gampang muncul.Gunakan moisturizer khusus wajah, bukan lotion badan, karena formula tubuh cenderung lebih berat dan bisa menyumbat pori. Data dermatologi menunjukkan bahwa hidrasi yang baik dapat menurunkan potensi jerawat hingga 30% karena skin barrier lebih terjaga.3. Sunscreen setiap hari  Cowok paling sering skip sunscreen, padahal ini langkah paling penting. Sinar UV bikin kulit kusam, belang, dan muncul garis halus lebih cepat. Banyak jurnal menyebut bahwa 80% tanda penuaan dini pada pria terjadi karena paparan matahari tanpa perlindungan. Sunscreen adalah investasi jangka panjang yang sangat murah untuk efek sebesar itu. Pakai SPF minimal 30 dengan tekstur gel yang ringan dan nggak lengket.Baca Juga: Cara Membersihkan Wajah Tanpa Bikin KeringTiga Langkah Simpel yang Bikin Perawatan Nggak Terasa Ribet Rutinitas ini cuma butuh 3–4 menit: cleanser → moisturizer → sunscreen. Simpel, cepat, dan hasilnya nyata. Karena pada akhirnya, merawat diri bukan soal ribet tapi soal menjaga apa yang kamu punya sekarang biar nggak rewel nanti. [] [Nabil SF/TBV]Penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Super Admin User Super Admin User
175
Dermaroller: Tren Skincare yang Viral. Benarkah Efektif?
Decorative

01 Des 2025

Dermaroller: Tren Skincare yang Viral. Benarkah Efektif?

Dermaroller lagi naik daun, banyak yang bilang hasilnya bikin kulit lebih halus dan glowing. Tapi sebelum ikut tren viralnya, penting untuk tahu apakah alat ini benar-benar aman digunakan di rumah.Dermaroller adalah alat kecil berbentuk roller yang dipenuhi jarum-jarum mikro. Ketika digulirkan ke kulit, jarum ini menciptakan micro-injury yang merangsang produksi kolagen. Teknik ini menjadi populer karena dianggap mampu memperbaiki tekstur kulit, bekas jerawat, hingga membuat skincare lebih mudah menyerap.Menurut Cleveland Clinic, microneedling profesional terbukti efektif untuk merangsang kolagen dan memperbaiki tekstur kulit. Namun dermaroller rumahan memiliki jarum yang lebih pendek dan efeknya lebih ringan. Meski begitu, risikonya tetap ada jika tidak dilakukan dengan benar.Banyak orang tertarik mencobanya karena hasilnya terlihat cepat pada beberapa individu. Sayangnya, viralnya tren ini membuat sebagian orang lupa mempertimbangkan faktor kebersihan, teknik, dan kondisi kulit masing-masing.Sebelum memutuskan ikut tren, penting untuk memahami cara kerja, manfaat, dan batas aman penggunaan dermaroller rumahan.Baca Juga: Cara Membersihkan Wajah Tanpa Bikin KeringManfaat Dermaroller Rumahan, Selama Digunakan dengan BenarDermaroller rumahan dapat membantu meratakan tekstur kulit dan membuat penyerapan skincare lebih baik. Jarum pendek [0.2–0.3 mm] cukup untuk membantu produk bekerja lebih efektif tanpa menimbulkan luka dalam.International Journal of Dermatology menyebutkan bahwa microneedling ringan dapat membantu meningkatkan hidrasi kulit karena jalur mikro memungkinkan bahan seperti hyaluronic acid meresap lebih optimal.Selain itu, penggunaan rutin yang aman dapat membantu kulit terlihat lebih plump dan cerah. Banyak pengguna juga merasakan kulit lebih halus setelah beberapa minggu.Namun, hasil yang didapat tergantung kondisi kulit. Dermaroller bukan solusi cepat untuk semua masalah dan tidak cocok untuk kondisi tertentu.Baca Juga: Kulit Rusak Gara-Gara Kosmetik? Begini Cara MemperbaikinyaRisiko, Batasan, dan Kapan Dermaroller Tidak Boleh DipakaiPenggunaan dermaroller di rumah harus ekstra hati-hati. Jarum yang tidak steril dapat memicu infeksi, iritasi, atau breakout parah. Karena itu, alat harus selalu dibersihkan dengan alkohol 70% sebelum dan sesudah dipakai.Dermatolog dari British Skin Foundation menjelaskan bahwa dermaroller rumahan tidak boleh digunakan pada kulit yang sedang aktif berjerawat, eksim, rosacea, atau inflamasi karena dapat memperburuk kondisi.Selain itu, terlalu sering menggunakan dermaroller — misalnya setiap hari — dapat merusak skin barrier dan membuat kulit menjadi lebih sensitif. Idealnya, penggunaan dilakukan satu kali per minggu untuk jarum pendek.Jika kulit terasa panas, merah, atau perih berkepanjangan setelah pemakaian, hentikan penggunaan dan biarkan kulit pulih total. Tidak semua orang cocok dengan teknik micro-injury ini, terutama pemilik kulit sangat sensitif. [][Eva Evilia/TBV]penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Super Admin User Super Admin User
248
Kebiasaan Kecil yang Bikin Wajah Segar Setiap Saat
BeautyLife

29 Nov 2025

Kebiasaan Kecil yang Bikin Wajah Segar Setiap Saat

Kadang wajah butuh sentuhan kecil untuk kembali terlihat hidup. Kebiasaan sederhana bisa bikin energi wajah naik tanpa usaha besar.Wajah yang segar bukan cuma soal skincare, tapi soal ritme hidup yang selaras sama tubuh. Banyak orang sering merasa tampilan mereka cepat kuyu, padahal penyebabnya sering datang dari kebiasaan kecil yang nggak disadari.Menurut Harvard Medical School, kulit adalah refleksi dari keadaan tubuh secara keseluruhan. Begitu tidur, hidrasi, atau stres mulai berantakan, kulit langsung ngasih sinyal lewat kusam, garis halus, atau wajah yang terlihat capek.Kabar baiknya, ada banyak kebiasaan ringan yang bisa bikin wajah kembali segar. Bahkan beberapa di antaranya bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.Kuncinya adalah konsisten dan memahami kebutuhan tubuh. Dengan cara itu, wajah bisa tetap memancarkan energi positif sepanjang hari.Baca Juga: Kebiasaan yang Membentuk Garis di WajahKebiasaan Kecil yang Bikin Wajah Lebih HidupSatu kebiasaan sederhana adalah minum air secara berkala. Kulit yang terhidrasi dari dalam cenderung tampak lebih plump dan sehat. Bahkan sedikit dehidrasi saja bisa bikin wajah terlihat lebih kusam.Pijatan wajah ringan juga bisa memberi efek segar seketika. Massage 1–2 menit di area pipi, pelipis, dan bawah mata membantu melancarkan sirkulasi dan mengurangi tampilan lelah.Mengambil jeda beberapa menit untuk menarik napas dalam juga berpengaruh besar. Menurut Journal of Behavioral Medicine, teknik pernapasan membantu menurunkan kortisol—hormon stres yang bikin wajah terlihat tegang dan cepat berkerut.Dan tentu saja, tidur cukup. Ritme tidur yang stabil bukan hanya bikin tubuh lebih segar, tapi juga mengurangi mata bengkak dan memperbaiki proses regenerasi kulit.Baca Juga: Slow Living untuk Kulit dan PikiranKapan Wajah Butuh Bantuan Lebih dari Sekadar Kebiasaan?Saat wajah terlihat terus-menerus kuyu meski sudah menjalankan pola sehat, bisa jadi kulit membutuhkan hidrasi ekstra. Masker hydrating atau moisturizer yang lebih kaya dapat menjadi tambahan yang membantu.Jika kerutan halus semakin sering muncul, penggunaan skincare berbahan aktif seperti niacinamide atau peptide bisa membantu memperbaiki elastisitas kulit agar terlihat lebih cerah dan kencang.Pada kondisi tertentu, seperti mata panda membandel atau kulit sangat kusam, konsultasi dengan dermatolog bisa memberikan solusi yang lebih tepat dan aman.Di sisi lain, tubuh juga butuh ritme yang seimbang. Olahraga ringan, konsumsi buah dan sayur, serta jeda digital membantu menjauhkan stres yang bikin wajah terlihat cepat tua. [][Rommy Rimbarawa/TBV]

Super Admin User Super Admin User
367
Penyebab Uban Muncul di Titik-Titik Tertentu
HairCare

29 Nov 2025

Penyebab Uban Muncul di Titik-Titik Tertentu

Kadang uban muncul bukan di seluruh kepala, tetapi hanya di satu titik kecil yang sulit diabaikan. Fenomena ini bisa terasa mengganggu, namun sebenarnya ada alasan lembut di balik kemunculannya.Uban yang muncul di beberapa area tertentu sering memunculkan rasa penasaran. Mengapa ia tidak tumbuh merata? Mengapa hanya di satu sisi pelipis, di garis rambut, atau di satu titik kecil di bagian belakang kepala? Fenomena ini ternyata cukup umum dan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor biologis maupun gaya hidup.Menurut American Academy of Dermatology [AAD], uban terbentuk ketika melanosit—sel penghasil pigmen rambut—mulai berkurang fungsinya. Ketika penurunan ini hanya terjadi pada kelompok folikel tertentu, muncullah uban lokal yang tampak terisolasi.Selain faktor genetik, stres yang menumpuk juga bisa mempercepat munculnya uban di area tertentu. Studi dari Nature Medicine menemukan bahwa stres dapat memengaruhi sel punca rambut dan membuat beberapa bagian rambut kehilangan pigmennya lebih cepat dibanding area lain.Meski sering membuat penampilan terlihat berubah, uban lokal sebenarnya bisa ditangani dengan cara-cara yang lembut dan tetap menjaga kenyamanan kulit kepala.Baca Juga: Rambut Sebelah Lebih Cepat Panjang? Ini Penjelasan LembutnyaApa yang Mempengaruhi Munculnya Uban di Titik Tertentu?Faktor genetik adalah alasan paling umum. Jika orang tua atau kakek-nenek pernah memiliki uban lokal yang muncul dini, kemungkinan besar pola ini dapat menurun.Selain itu, area rambut yang sering mengalami tarikan—misalnya akibat mengikat rambut terlalu kencang—dapat mengalami stres folikel. Kondisi ini kadang mempercepat hilangnya pigmen pada titik tertentu.Menurut Journal of Dermatological Science, kerusakan mikroskopis pada kulit kepala akibat paparan panas berlebih [hair dryer, catokan, atau cuaca ekstrem] dapat memengaruhi folikel secara lokal sehingga memicu munculnya uban di area spesifik.Masalah kesehatan tertentu seperti defisiensi vitamin B12 atau gangguan tiroid juga dapat memunculkan uban tidak merata, meski kondisi ini lebih jarang terjadi.Baca Juga: Hair Cycling: Rotasi Shampoo untuk Rambut SehatCara Mengatasi Uban Lokal agar Tidak Mengganggu PenampilanSalah satu cara paling praktis adalah menutup uban dengan hair mascara atau root touch-up. Produk ini memberikan hasil cepat tanpa perlu mewarnai seluruh rambut, sehingga tetap terlihat natural.Jika ingin hasil lebih tahan lama, pilih pewarna rambut semi-permanen yang diaplikasikan hanya pada area uban. Teknik ini menjaga warna tetap menyatu tanpa mengubah keseluruhan tampilan.Perawatan rambut yang melembapkan juga penting. Rambut beruban cenderung lebih kering, dan hidrasi yang cukup membantu membuat teksturnya tetap lembut serta mudah diatur.Terakhir, jika uban lokal muncul karena stres atau gaya hidup yang padat, memberi tubuh waktu untuk beristirahat bisa membantu memperlambat prosesnya. Meski tidak menghilangkan uban, keseimbangan ini membuat kulit kepala terasa lebih nyaman. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Super Admin User Super Admin User
1100
Panduan Pulihkan Over-Exfoliating Secara Dermatologis.
BahanAktif

27 Nov 2025

Panduan Pulihkan Over-Exfoliating Secara Dermatologis.

Saat kulit mulai mengalami over-exfoliating, penggunaan bahan aktif apa pun justru akan memperparah iritasi, sehingga yang perlu dilakukan adalah menghentikannya sementara sampai kulit pulih. Kulit membutuhkan waktu, ruang, dan kelembapan untuk memulihkan kembali lapisannya. Proses pemulihan ini tidak instan, tetapi dengan langkah yang tepat, skin barrier bisa kembali stabil dalam waktu sekitar tujuh hari.Berikut panduan paling aman dan realistis untuk memulihkan skin barrier secara dermatologis.Hari 1–2: Emergency Repair ModePada dua hari pertama, tujuan utama adalah menenangkan kulit. Kulit yang mengalami over-exfoliating biasanya terasa panas dan sensitif; memberikan bahan aktif hanya akan memperburuk kondisinya.Hentikan semua exfoliating (AHA, BHA, PHA, peeling solution) dan aktif ingredients seperti retinol atau vitamin C. Biarkan kulit beristirahat dari stimulasi apa pun. Bersihkan wajah dengan gentle cleanser ber-pH seimbang agar minyak alami kulit tidak ikut hilang.Pada tahap ini, moisturizer berperan sangat penting. Gunakan pelembap tebal yang mengandung ceramide, cholesterol, squalane, hyaluronic acid, atau panthenol. Kandungan ini membantu mengisi kembali “bata dan semen” yang membentuk skin barrier. Hindari sunscreen beralkohol tinggi atau yang terlalu matte karena dapat membuat kulit makin kering dan perih.Tujuan dua hari ini untuk mengurangi inflamasi dan menjaga kulit tetap lembap.Hari 3–4: Menguatkan KulitSetelah kulit tidak terasa terlalu panas atau perih, masuklah ke tahap penguatan. Tambahkan moisturizer occlusive seperti petrolatum atau shea butter untuk mengunci kelembapan. Produk oklusif membantu mencegah penguapan air dan mempercepat regenerasi.Gunakan pelembap berbasis ceramide dua hingga tiga kali sehari agar struktur barrier pulih lebih cepat. Jika kulit sudah cukup tenang, gunakan sunscreen SPF minimal 30 setiap pagi untuk melindungi kulit yang sedang dalam proses pemulihan dari paparan UV.Tahap ini berfungsi memperbaiki kembali struktur pelindung kulit agar dapat bekerja optimal.Hari 5–7: Menenangkan dan MenghidrasiPada akhir minggu, kulit akan terlihat lebih stabil. Fokuskan perawatan pada hidrasi dan soothing ingredients. Gunakan toner hydrating tanpa alkohol untuk menjaga kelembapan. Tambahkan serum dengan bahan menenangkan seperti centella asiatica, mugwort, atau madecassoside untuk membantu penyembuhan mikro-luka.Hindari penggunaan makeup tebal untuk sementara karena dapat menyumbat pori dan menghambat pemulihan. Kulit membutuhkan ruang untuk bernapas.Biasanya dalam tujuh hari, kulit sudah tampak lebih tenang, lembap, dan stabil. Namun setiap kulit berbeda. Jika kondisi semakin parah, segera konsultasikan dengan dokter kulit.Cara Exfoliating yang Aman Berdasarkan Jenis KulitAgar kejadian over-exfoliating tidak terulang, penting mengetahui cara exfoliating sesuai jenis kulit.Kulit berminyak cocok menggunakan BHA dua kali seminggu untuk membersihkan pori. Kulit kering membutuhkan exfoliant lembut seperti lactic acid atau PHA. Kulit sensitif hanya boleh menggunakan PHA dengan frekuensi sangat jarang, yakni sekali dalam 10–14 hari. Kulit normal dan kombinasi dapat memakai AHA atau BHA satu hingga dua kali seminggu, mulai dari konsentrasi rendah.Dengan mengikuti ritme kulit, exfoliating dapat memberikan manfaat tanpa merusak skin barrier.Tips Penting agar Tidak Over-ExfoliatingAgar aman, hindari memakai lebih dari satu jenis exfoliant dalam minggu yang sama. Selalu lakukan patch test sebelum mencoba produk baru. Jangan exfoliate ketika kulit sedang iritasi. Dan ingat, kulit sehat bukan kulit yang selalu mengelupas, melainkan kulit yang stabil, lembap, dan nyaman.Baca Juga: Saat Kulit Rusak Karena Terlalu Sering Dirawat Pada akhirnya, merawat kulit bukan tentang siapa yang paling cepat glowing, tetapi siapa yang paling konsisten menjaga kesehatan kulit. Beri kesempatan pada kulit untuk beristirahat, pulih, dan bekerja sesuai ritmenya. [Mira Savina/TBV]

Super Admin User Super Admin User
219
Saat Kulit Rusak Karena Terlalu Sering Dirawat
BahanAktif

26 Nov 2025

Saat Kulit Rusak Karena Terlalu Sering Dirawat

Banyak orang berharap kulit glowing cepat dengan sering pakai AHA-BHA, padahal overuse justru merusak skin barrier, bikin kulit tipis, sensitif, dan mudah iritasi.Pernah merasa sudah memakai skincare dengan tekun, tetapi kulit justru semakin merah, perih, atau muncul jerawat kecil-kecil? Kondisi seperti ini bukan disebabkan oleh produk yang salah, melainkan cara pemakaiannya. Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan pengguna skincare adalah over-exfoliating, yaitu kondisi ketika kulit terkena exfoliant terlalu sering hingga lapisan pelindungnya ikut terkikis.Produk exfoliating seperti AHA, BHA, PHA, peeling solution, hingga toner acid kini semakin populer karena mampu mencerahkan dan membuat kulit terasa lebih halus. Namun yang tidak banyak disadari adalah bahwa bahan-bahan ini bekerja dengan cara “mengangkat” sel kulit mati. Ketika frekuensi atau kombinasinya berlebihan, kulit tidak punya waktu untuk memulihkan diri dan akhirnya masuk ke fase kerusakan barrier.Exfoliating sebenarnya aman bila digunakan dengan benar. Masalah muncul ketika orang berpikir bahwa skincare yang “lebih kuat” akan memberikan hasil lebih cepat. Padahal kulit memiliki batas toleransi; terlalu banyak exfoliating hanya akan membuatnya lelah, sensitif, dan kehilangan kelembapannya.Apa yang Terjadi Saat Over-Exfoliating?Kulit memiliki pelindung alami yang disebut skin barrier, terdiri dari lipid, ceramide, dan lapisan sel yang bertujuan menjaga kelembapan di dalam kulit dan mencegah bakteri atau iritan masuk. Exfoliating bekerja mengikis lapisan sel mati, tetapi jika terlalu sering digunakan, lapisan pelindung ini ikut terkikis.Hasilnya, kulit menjadi rentan: cepat panas, mudah merah, dan terasa perih ketika diberi produk apa pun. Kondisi ini sering membuat pengguna semakin panik dan menambah produk lain, padahal seharusnya kulit diberi waktu untuk pulih.Tanda-Tanda Over-ExfoliatingAda beberapa tanda khas yang menunjukkan bahwa kulit sedang mengalami over-exfoliating:1. Kulit terasa panas, perih, atau menyengat. Sensasi panas atau perih setelah memakai toner acid atau serum AHA–BHA menunjukkan bahwa kulit sudah tidak mampu menahan rangsangan dari bahan aktif. Permukaan kulit menjadi lebih tipis dan saraf lebih terekspos.2. Kulit mengelupas dan kering berlebihan. Banyak orang mengira pengelupasan adalah tanda exfoliating bekerja, padahal yang terjadi sebenarnya adalah kehilangan kelembapan alami.3. Kemerahan berkepanjangan. Ini bukan “flushing sehat”. Kemerahan yang tidak hilang meski tidak memakai apa pun menandakan adanya inflamasi.4. Muncul jerawat kecil atau bruntusan. Barier yang rusak membuat kulit lebih mudah terinfeksi bakteri, sehingga muncul jerawat kecil merata.5. Sensitivitas meningkat. Produk yang biasanya aman tiba-tiba terasa perih, bahkan moisturizer sekalipun.Jika dua atau lebih tanda ini muncul, saatnya menghentikan exfoliating sepenuhnya.Baca Juga: Panduan Pulihkan Over-Exfoliating Sesuai DermatologisKombinasi Skincare yang Harus DihindariBeberapa pengguna tidak menyadari bahwa mereka memakai kombinasi bahan aktif yang saling bertentangan. Kombinasi tertentu dapat membuat kulit stres, memperparah pengelupasan, dan mempercepat kerusakan barrier.AHA + Retinol Dua bahan ini sama-sama mempercepat pergantian sel. Digunakan bersamaan, kulit bisa mengalami iritasi parah.BHA + Vitamin C (Ascorbic Acid) Keduanya bekerja pada pH rendah. Bila digabung, pH kulit menjadi terlalu asam sehingga memicu sensasi terbakar.Retinol + Benzoyl Peroxide Dikenal sangat iritatif jika dipakai bersamaan. Hanya aman bila dipisah hari atau mengikuti arahan ahli dermatologi.Exfoliating toner + Peeling solution dalam minggu yang sama Meskipun terasa ringan, exfoliating toner tetap acid. Jika digabung peeling solution, terjadi double-exfoliating.AHA/BHA daily toner + Scrub fisik Chemical exfoliant + physical exfoliant adalah kombinasi paling berisiko karena menyebabkan microtears dan iritasi hebat.Kesalahan-kesalahan ini sering terjadi tanpa sadar. Itu sebabnya edukasi mengenai exfoliating menjadi penting, dan seharusnya diketahui agar tidak terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki. [Nabil SF/TBV]

Super Admin User Super Admin User
214
Benarkah Mencabut Alis Membuatnya Tumbuh Lebih Tebal dan Gelap?
MythBuster

25 Nov 2025

Benarkah Mencabut Alis Membuatnya Tumbuh Lebih Tebal dan Gelap?

Mitos tentang alis yang tumbuh lebih tebal setelah dicabut masih sering terdengar hingga sekarang. Namun, benarkah perubahan itu terjadi karena proses mencabutnya?Fenomena mencabut alis sudah berlangsung lama, dari teknik grooming tradisional hingga tren kecantikan modern. Banyak yang memilih mencabut alis untuk merapikan bentuk atau menghilangkan rambut-rambut liar yang mengganggu penampilan. Namun, bersama kebiasaan ini, beredar pula berbagai mitos yang membuat sebagian orang ragu melakukannya.Mitos paling populer menyebut bahwa rambut alis akan tumbuh lebih tebal, lebih gelap, atau lebih cepat setelah dicabut. Narasi ini berkembang dari kesan visual yang muncul ketika rambut baru tumbuh dan tampak lebih kasar dibandingkan rambut alis yang sudah lama tumbuh.Menurut dermatolog dari American Hair Research Society, pertumbuhan rambut tidak berubah hanya karena proses pencabutan. Rambut tumbuh dari folikel, dan mencabut rambut tidak mengubah ukuran maupun struktur folikel tersebut.Dilansir dari Healthline, rambut baru yang tumbuh biasanya terlihat lebih tebal karena ujungnya masih tumpul. Inilah yang sering membuat orang menyimpulkan bahwa mencabut alis membuat rambut terlihat lebih kasar padahal itu hanya fase awal pertumbuhan.Baca Juga: Benarkah Kulit Bisa ‘Detoks’ Sendiri?Mitos-Mitos Populer Seputar Mencabut AlisMitos pertama: mencabut alis membuat rambut tumbuh lebih cepat. Faktanya, kecepatan pertumbuhan alis ditentukan oleh siklus rambut, bukan oleh proses pencabutan.Mitos kedua: rambut akan tumbuh lebih gelap setelah dicabut. Warna rambut ditentukan oleh melanin, yang tidak berubah hanya karena rambut ditarik keluar.Mitos ketiga: sering mencabut alis membuat alis semakin tebal. Yang terjadi sebenarnya adalah ilusi visual karena rambut baru biasanya muncul lebih singkat dan belum memiliki ujung yang meruncing.Beberapa orang bahkan percaya bahwa mencabut alis bisa memicu pertumbuhan rambut di area lain. Padahal, pertumbuhan rambut hanya terjadi pada folikel yang sudah ada—mencabut tidak menciptakan folikel baru.Baca Juga: Masker Malam Bisa Gantikan Pelembap Harian?Fakta Ilmiah tentang Pertumbuhan Rambut AlisPertumbuhan rambut ditentukan oleh tiga fase utama: anagen [fase tumbuh], katagen [fase transisi], dan telogen [fase istirahat]. Menurut Journal of Investigative Dermatology, mencabut rambut hanya memulai ulang siklus ini, bukan memengaruhi ketebalan rambut selanjutnya.Rambut alis baru tampak lebih tebal hanya di awal karena ujungnya belum halus. Seiring waktu, rambut tersebut akan kembali terlihat normal dan mengikuti tekstur alis yang lain.Namun, terlalu sering mencabut dapat memberi efek lain: folikel rambut bisa mengalami trauma ringan. Jika dilakukan berulang dalam jangka panjang, beberapa folikel bisa berhenti memproduksi rambut sehingga alis malah menipis.Kesimpulannya, yang benar bukanlah alis tumbuh lebih tebal setelah dicabut, tetapi bahwa alis akan tetap tumbuh sesuai genetiknya—dan kebiasaan mencabut justru bisa membuatnya menipis jika dilakukan berlebihan. [][Rudi Tenggarawan/TBV]penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Super Admin User Super Admin User
307
Cara Membersihkan Wajah Tanpa Bikin Kering
SkinCare

24 Nov 2025

Cara Membersihkan Wajah Tanpa Bikin Kering

Membersihkan wajah itu sederhana, tapi salah langkah bisa bikin kulit menjerit. Dengan cara yang tepat, kulit tetap bersih tanpa kehilangan kelembapannya.Membersihkan wajah memang jadi langkah paling dasar dari skincare, tapi ternyata banyak orang masih melakukannya dengan tergesa. Padahal, kebiasaan kecil seperti memakai air yang terlalu panas atau menarik kulit terlalu keras bisa membuat wajah cepat kering dan kehilangan kenyamanan alaminya.Kulit yang kering setelah cuci muka adalah tanda bahwa skin barrier mulai kewalahan. Menurut Journal of Cosmetic Dermatology, pembersih yang terlalu kuat dapat merusak lipid alami kulit, membuatnya sulit mengunci kelembapan.Sayangnya, banyak orang mengira wajah yang terasa kesat berarti benar-benar bersih. Padahal, sensasi itu biasanya datang dari hilangnya minyak alami kulit yang berfungsi melindungi.Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang bisa menjaga kulit tetap bersih tanpa membuatnya kering atau iritasi. Dengan sedikit perhatian, rutinitas pembersihan bisa jadi jauh lebih lembut dan efektif.Baca Juga: Kulit Rusak Gara-Gara Kosmetik? Begini Cara Memperbaikinya!Kebiasaan Membersihkan Wajah yang Sering Bikin Kulit KeringPertama, penggunaan air panas. Meskipun terasa nyaman, air panas dapat menghilangkan minyak alami kulit lebih cepat dibandingkan air hangat. Inilah salah satu penyebab wajah terasa kencang dan kering setelah dicuci.Kedua, memilih pembersih yang mengandung SLS atau alkohol tinggi. HealthNews mencatat bahwa bahan pembersih dengan surfaktan keras sering menyebabkan iritasi dan membuat kulit sensitif semakin kering.Kebiasaan menggosok wajah dengan handuk juga cukup sering jadi pemicu. Selain membuat kulit iritasi, gesekan berlebihan dapat mempercepat penipisan barrier kulit.Dan yang tidak kalah penting, membersihkan wajah terlalu sering. Dua kali sehari sudah cukup—lebih dari itu bisa membuat kulit kehilangan keseimbangan alaminya.Baca Juga: Ketika Teknologi Menyentuh Kulit: Smart Beauty Era BaruCara Membersihkan Wajah yang Benar dan Tetap Menjaga KelembapanMulailah dengan memilih pembersih berformula lembut seperti gel cleanser atau hydrating cleanser. Pilih produk dengan pH seimbang yang membantu menjaga lipid alami kulit tetap stabil.Gunakan air hangat—bukan panas—untuk membantu melarutkan kotoran tanpa menghilangkan minyak alami kulit. Teknik pemijatan lembut selama 20–30 detik sudah cukup untuk membersihkan wajah dengan baik.Setelah itu, tepuk wajah perlahan menggunakan handuk bersih. Teknik ‘press and lift’ ala dermatolog lebih dianjurkan untuk menjaga kulit tetap lembut tanpa gesekan berlebih.Akhirnya, aplikasikan hydrating toner atau moisturizer segera setelah wajah kering. Langkah ini membantu mengunci kelembapan dan menjaga kulit tetap nyaman sepanjang hari. [][Eva Evilia/TBV]penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Super Admin User Super Admin User
260
Masih Bau Badan Padahal Sudah Mandi? Ini Kebiasaan Penyebabnya!
MenZone

24 Nov 2025

Masih Bau Badan Padahal Sudah Mandi? Ini Kebiasaan Penyebabnya!

Bau badan sering muncul diam-diam, bahkan setelah mandi bersih. Rupanya, beberapa kebiasaan kecil justru jadi biang utamanya.Bau badan memang jadi musuh besar banyak cowok. Bukan karena malas mandi, tapi karena ada kebiasaan kecil yang bikin bakteri gampang berkembang. Keringat sendiri sebenarnya tidak berbau—yang membuatnya menyengat adalah interaksi keringat dengan bakteri di kulit.Menurut Cleveland Clinic, produksi keringat di area tertentu seperti ketiak, selangkangan, dan punggung lebih tinggi karena ada kelenjar apokrin. Ketika area itu lembap terlalu lama, bakteri bekerja ekstra dan aroma tidak sedap pun muncul.Masalahnya, banyak cowok merasa mandi sudah cukup untuk mengatasi bau badan. Padahal, kebiasaan seperti mengeringkan tubuh asal-asalan, jarang ganti pakaian, atau memakai deodorant yang salah bisa membuat bau badan tetap bertahan meski tubuh sudah bersih.Di sinilah pentingnya memahami akar masalahnya. Bukan sekadar mandi, tapi mengenali kebiasaan yang tanpa sadar jadi penyebab utama. Dengan begitu, rutinitas perawatan jadi lebih efektif dan bikin percaya diri makin stabil.Baca Juga: Tegap dan Bugar, Rahasia Postur yang Bikin Percaya DiriKebiasaan Sehari-Hari yang Diam-Diam Memicu Bau BadanSatu kebiasaan yang umum adalah tidak benar-benar mengeringkan tubuh setelah mandi. Kelembapan yang terperangkap di kulit, terutama di lipatan tubuh, memberi ruang bagi bakteri untuk berkembang lebih cepat.Kedua, memakai pakaian yang sama berulang kali—terutama saat banyak berkeringat—bisa membuat bakteri menempel kembali ke kulit. Menurut Mayo Clinic, pakaian yang lembap menyimpan bakteri dan bisa memperburuk aroma tubuh.Kebiasaan makan juga berperan. Makanan seperti bawang, bawang putih, dan rempah kuat dapat mengubah bau alami tubuh. Ketika tubuh mengeluarkan senyawa sulfur, aromanya bisa muncul lewat keringat.Dan terakhir, beberapa cowok lupa bahwa deodorant dan antiperspirant itu dua hal yang berbeda. Salah pilih produk bisa membuat perlindungan kurang maksimal, terutama jika punya aktivitas tinggi sepanjang hari.Baca Juga: Grooming Pria Modern: Bahan Aman untuk Area SensitifCara Aman Mengurangi Bau Badan agar Tetap Percaya DiriMulai dengan mandi teratur menggunakan sabun antibakteri lembut. Fokuskan pada area lembap seperti ketiak, selangkangan, dan lipatan tubuh. Hindari sabun terlalu keras yang justru memicu iritasi.Pilih antiperspirant yang mengandung aluminium chloride dalam konsentrasi aman. Menurut WebMD, kandungan ini dapat membantu mengurangi produksi keringat sehingga menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau.Jangan lupa, ganti pakaian—terutama kaus—lebih sering, terutama setelah olahraga atau bekerja di luar ruangan. Jenis pakaian berbahan breathable membantu menjaga kulit tetap kering dan nyaman.Akhirnya, jaga pola makan dan hidrasi. Mengurangi konsumsi makanan berbau kuat serta minum air cukup membantu menyeimbangkan aroma alami tubuh dan menjaga stamina sepanjang hari. [][Rommy Rimbarawa/TBV]penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Super Admin User Super Admin User
262
Cara Lembut Merawat Mulut dan Gigi Setiap Hari
PersonalCare

22 Nov 2025

Cara Lembut Merawat Mulut dan Gigi Setiap Hari

Senyum yang terawat selalu membawa kehangatan, bahkan sebelum kata pertama terucap. Merawat mulut dan gigi adalah cara lembut menjaga kenyamanan diri setiap hari.Mulut adalah gerbang pertama dari banyak hal: makanan, percakapan, kepercayaan diri, bahkan kesan pertama. Namun, seringkali area ini terabaikan, padahal kesehatan mulut sangat memengaruhi penampilan dan kenyamanan diri.Ketika gigi terawat dan napas tetap segar, tubuh terasa lebih ringan untuk tersenyum. Senyum yang nyaman adalah salah satu bentuk perawatan diri yang paling sederhana, tetapi efeknya bisa terasa jauh ke dalam keseharian.Menurut National Institute of Dental and Craniofacial Research [NIDCR], perawatan mulut yang baik tidak hanya mencegah penyakit gusi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kebersihan diri secara menyeluruh. Mulut yang sehat ikut mendukung penampilan yang bersih dan rapi.Perawatan area ini tidak harus rumit. Yang dibutuhkan hanyalah kebiasaan lembut dan konsisten—kebiasaan yang memberi ruang bagi tubuh untuk tetap nyaman tanpa merasa dipaksakan.Baca Juga: Benarkah Over-Shower Bikin Kulit Mudah RusakKebiasaan Harian yang Membantu Menjaga Mulut Tetap SehatDimulai dari rutinitas sederhana: menyikat gigi dua kali sehari menggunakan sikat berbulu lembut dan pasta gigi berfluoride. Teknik menyikat yang pelan dan penuh perhatian membantu mencegah kerusakan gusi.American Dental Association [ADA] merekomendasikan mengganti sikat gigi setiap tiga bulan. Helai sikat yang mulai melebar dapat mengurangi efektivitas pembersihan dan memicu iritasi gusi.Menggunakan benang gigi juga dapat membantu membersihkan area yang sulit dijangkau. Dengan ritme yang tenang dan ringan, proses ini membantu menjaga kebersihan tanpa melukai gusi.Akhirnya, kumur dengan mouthwash yang lembut dapat membantu menjaga keseimbangan flora mulut sekaligus memberi rasa segar. Pilih yang bebas alkohol agar tidak menimbulkan rasa perih.Baca Juga: Jangan Tunggu Kerutan! Ini Saat yang Tepat untuk Multi-AgingKebiasaan yang Sebaiknya Ditinggalkan demi Kesehatan MulutBeberapa kebiasaan kecil sering tidak disadari memberi dampak besar, seperti menyikat gigi terlalu keras. Tekanan berlebihan dapat merusak enamel dan menyebabkan gusi menurun sehingga gigi lebih sensitif.Kebiasaan mengonsumsi minuman manis dan soda setiap hari juga bisa mempercepat kerusakan gigi. Asam yang terkandung dalam minuman tersebut melemahkan enamel dan memicu pembentukan plak.Menurut Harvard School of Dental Medicine, kebiasaan merokok tidak hanya memengaruhi napas tetapi juga mempercepat kerusakan jaringan gusi dan memicu perubahan warna gigi secara signifikan.Pada akhirnya, menjauhi kebiasaan-kebiasaan kecil ini adalah bagian dari proses merawat diri. Menggantinya dengan kebiasaan yang lebih lembut akan membuat mulut dan gigi tetap sehat, sekaligus menjaga kenyamanan ketika tersenyum. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]

Super Admin User Super Admin User
250
Menampilkan 205 - 216 dari 353 artikel