TanyaDong

Tanya Dong: Apakah Wajah Harus Dicuci Lagi setelah Bangun Tidur meski Sudah Membersihkannya Malam Hari?

Admin Beautyversity Admin Beautyversity
10 views
Tanya Dong: Apakah Wajah Harus Dicuci Lagi setelah Bangun Tidur meski Sudah Membersihkannya Malam Hari?

Wajah sudah dibersihkan sebelum tidur, tetapi pagi harinya kembali dicuci. Apakah kebiasaan ini benar-benar diperlukan untuk menjaga kesehatan kulit?

Mencuci wajah pada pagi hari merupakan bagian dari rutinitas perawatan yang dilakukan banyak orang. Kebiasaan ini sering dianggap sama pentingnya dengan membersihkan wajah sebelum tidur. Padahal, kondisi kulit ketika bangun tidur tidak selalu sama dengan kondisi setelah seharian beraktivitas.

Pada malam hari, wajah mungkin sudah dibersihkan dari tabir surya, kosmetik, debu, dan minyak yang menumpuk sepanjang hari. Setelah itu, kulit biasanya hanya bersentuhan dengan bantal, udara kamar, serta produk perawatan malam. Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan apakah wajah tetap membutuhkan pembersih pada pagi hari.

Sebagian orang merasa wajahnya berminyak ketika bangun tidur, sementara yang lain justru mengalami kulit kering atau tertarik. Ada pula yang merasakan wajah lebih nyaman ketika hanya dibilas dengan air. Perbedaan pengalaman ini menunjukkan bahwa kebutuhan membersihkan wajah tidak selalu dapat disamaratakan.

Membersihkan wajah memang penting untuk menjaga kebersihan kulit, tetapi frekuensi dan cara melakukannya perlu diperhatikan. Pembersihan yang terlalu intensif dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada kulit tertentu. Sebaliknya, pembersihan yang kurang sesuai juga dapat menyisakan minyak dan kotoran yang mengganggu kenyamanan kulit.

Baca Juga: Tanya Dong: Apakah Skincare Tetap Perlu Dipakai Saat Seharian Berada di Dalam Rumah?

Apa yang Terjadi pada Kulit Wajah Selama Kita Tidur?

Meskipun seseorang tidak beraktivitas di luar rumah, kulit tetap menjalankan berbagai proses biologis selama tidur. Kelenjar sebasea terus menghasilkan sebum, sementara keringat dapat muncul bergantung pada suhu ruangan dan kondisi tubuh. Sel kulit mati juga terus mengalami pergantian sebagai bagian dari proses alami epidermis.

Sebum memiliki fungsi membantu menjaga kondisi permukaan kulit, sehingga keberadaannya tidak selalu berarti wajah kotor. Akan tetapi, produksi sebum yang berlebihan dapat membuat wajah terasa lengket atau mengilap ketika bangun tidur. Kondisi ini lebih sering menjadi perhatian pada orang dengan kulit berminyak atau rentan berjerawat.

Dilansir dari American Academy of Dermatology [AAD] melalui panduan Face Washing 101, dokter spesialis kulit menganjurkan mencuci wajah pada pagi dan malam hari, serta setelah berkeringat banyak. Organisasi tersebut juga mengingatkan agar frekuensi mencuci wajah tidak berlebihan karena dapat meningkatkan risiko iritasi. Pembersih yang lembut dan tidak abrasif menjadi pilihan untuk menjaga kebersihan tanpa menggosok kulit terlalu keras.

Meski begitu, anjuran tersebut tidak berarti setiap orang harus menggunakan pembersih dengan intensitas yang sama. Dalam publikasi AAD mengenai kebiasaan perawatan kulit, dokter spesialis kulit Dr. Marisa Garshick menjelaskan bahwa mencuci wajah sekali sehari pada malam hari dapat mencukupi bagi sebagian orang dengan kulit kering atau sensitif. Pendekatan ini menunjukkan pentingnya menyesuaikan rutinitas dengan kondisi dan toleransi kulit.

Dari sudut pandang farmasi kosmetik, kemampuan membersihkan wajah tidak hanya ditentukan oleh keberadaan air. Dalam artikel berjudul Mengenal Kosmetik Pembersih Wajah Micellar Water dan Perkembangannya yang diterbitkan di Majalah Farmasetika Universitas Padjadjaran, Tazyinul Qoriah Alfauziah dari Program Magister Farmasi Fakultas Farmasi Unpad menjelaskan peran surfaktan dalam produk pembersih wajah. Surfaktan membantu proses pembersihan melalui interaksinya dengan air dan komponen yang hendak diangkat dari permukaan kulit.

Penjelasan tersebut penting karena air dan produk pembersih tidak bekerja dengan mekanisme yang sepenuhnya sama. Membilas wajah dengan air dapat membantu mengangkat keringat dan kotoran yang mudah larut dalam air. Sementara itu, pembersih dengan surfaktan dapat membantu mengangkat minyak serta residu tertentu yang lebih sulit dibersihkan hanya dengan air.

Baca Juga: Tanya Dong: Bisakah Warna Kulit yang Berbeda karena Bekas Luka Kembali Merata?

Cukup Bilas Air atau Tetap Menggunakan Pembersih?

Bagi pemilik kulit berminyak, penggunaan pembersih wajah yang lembut pada pagi hari dapat membantu mengurangi kelebihan sebum. Hal serupa berlaku ketika seseorang berkeringat banyak selama tidur atau merasa wajahnya sangat lengket ketika bangun. Pembersihan tetap perlu dilakukan secara lembut agar tidak memicu rasa kering atau tertarik setelahnya.

AAD juga menyarankan orang dengan kulit berjerawat untuk membersihkan wajah secara lembut hingga dua kali sehari dan setelah berkeringat. Mencuci wajah lebih sering tidak otomatis membuat jerawat lebih cepat membaik. Penggosokan berlebihan dan penggunaan produk yang terlalu keras justru dapat meningkatkan iritasi pada kulit yang sedang mengalami masalah.

Sebaliknya, seseorang dengan kulit kering atau sensitif mungkin merasa lebih nyaman ketika rutinitas pagi dibuat lebih sederhana. Membilas wajah menggunakan air bersuhu nyaman dapat menjadi pilihan yang dicoba apabila kulit tidak terasa berminyak atau kotor. Keputusan ini perlu dievaluasi berdasarkan respons kulit, bukan dianggap sebagai aturan yang berlaku untuk semua orang.

Pilihan pembersih juga tidak sebaiknya ditentukan hanya berdasarkan banyaknya busa yang dihasilkan. Produk dengan busa melimpah belum tentu lebih sesuai untuk setiap kondisi kulit, sebagaimana produk yang sedikit berbusa tidak otomatis kurang efektif. Formulasi surfaktan, konsentrasi bahan, serta keseluruhan komposisi produk turut menentukan karakter pembersih.

Perspektif formulasi ini sejalan dengan pentingnya evaluasi produk kosmetik secara menyeluruh dalam kajian farmasi. Penelitian mengenai sediaan pembersih wajah di Fakultas Farmasi Unpad, misalnya, tidak hanya mempertimbangkan kemampuan membersihkan, tetapi juga karakter fisik, stabilitas, dan potensi iritasi. Artinya, pemilihan pembersih sebaiknya mempertimbangkan keseimbangan antara efektivitas dan kenyamanan kulit.

Ketika menggunakan pembersih pada pagi hari, hindari air yang terlalu panas dan gerakan menggosok yang kuat. AAD menganjurkan penggunaan ujung jari untuk mengaplikasikan pembersih, kemudian membilasnya dengan air hangat suam-suam kuku. Wajah cukup dikeringkan dengan menepuknya secara perlahan menggunakan handuk bersih.

Setelah membersihkan wajah, pelembap tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan, termasuk pada kulit berminyak. Pelembap membantu mempertahankan kadar air pada lapisan kulit dan mengurangi rasa kering setelah pembersihan. Pada pagi hari, perlindungan terhadap sinar ultraviolet juga perlu diperhatikan melalui penggunaan tabir surya yang sesuai.

Hal lain yang perlu dipahami adalah bahwa mencuci wajah pada pagi hari tidak dapat menggantikan pembersihan malam. Paparan kosmetik, tabir surya, polusi, dan kotoran sepanjang hari menjadikan pembersihan sebelum tidur sebagai kebiasaan penting. Rutinitas pagi dapat lebih fleksibel, sedangkan kebutuhan membersihkan wajah setelah aktivitas tetap perlu diperhatikan.

Jadi, apakah wajah harus dicuci lagi setelah bangun tidur meskipun sudah dibersihkan malam sebelumnya? Mencuci wajah pada pagi hari merupakan anjuran umum yang bermanfaat, tetapi penggunaan pembersih setiap pagi tidak mutlak diperlukan bagi semua kondisi kulit. Pilihan terbaik bergantung pada produksi minyak, aktivitas selama tidur, kondisi lapisan pelindung kulit, dan respons terhadap produk yang digunakan. [][Tim Beautyversity/TBV]

Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.

Bagikan artikel ini:
Admin Beautyversity

Admin Beautyversity

Penulis di Beautyversity

Lihat Semua Artikel