Tag

eksfoliasi

Jelajahi artikel dengan tag eksfoliasi

Perawatan Tubuh Sederhana yang Membantu Kulit Tetap Cerah
PersonalCare

28 Mar 2026

Perawatan Tubuh Sederhana yang Membantu Kulit Tetap Cerah

Kulit tubuh terlihat lebih kusam tanpa disadari. Warna kulit tampak tidak merata dan terasa kurang segar. Perubahan ini sering muncul perlahan, seiring rutinitas yang terlewat.Merawat kulit tubuh tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Banyak perubahan kecil yang justru memberi dampak lebih konsisten. Pendekatan yang sederhana seringkali lebih mudah dijaga dalam jangka panjang.Kulit yang tampak cerah bukan hanya soal warna, tetapi juga tentang kondisi yang sehat dan terawat. Kelembapan yang cukup dan permukaan kulit yang halus ikut berperan dalam tampilan tersebut. Di sinilah perawatan dasar menjadi penting.Pendekatan yang lebih mindful membantu melihat perawatan tubuh sebagai bagian dari rutinitas harian. Bukan sekadar tambahan, tetapi bagian dari cara merawat diri secara menyeluruh.Baca Juga: Perawatan Harian agar Kulit Tubuh Tetap SehatMenjaga Kebersihan dan Eksfoliasi Secara LembutMembersihkan kulit secara teratur menjadi langkah paling dasar yang sering dianggap sepele. Kotoran, keringat, dan sel kulit mati dapat menumpuk di permukaan kulit. Jika tidak dibersihkan dengan baik, kulit bisa terlihat lebih kusam.Eksfoliasi membantu mengangkat sel kulit mati yang menumpuk. Namun, proses ini tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Eksfoliasi yang terlalu sering justru dapat mengganggu skin barrier.Menurut publikasi dalam International Journal of Cosmetic Science, eksfoliasi yang dilakukan secara terkontrol dapat membantu meningkatkan tampilan kulit dengan mempercepat pergantian sel. Pendekatan ini perlu disesuaikan dengan kondisi kulit.Menggunakan produk dengan butiran lembut atau kandungan eksfoliasi ringan bisa menjadi pilihan. Kulit tetap terawat tanpa terasa teriritasi. Keseimbangan menjadi hal yang perlu dijaga.Baca Juga: Rutinitas Body Care Malam Hari agar Kulit Tetap LembapMenjaga Kelembapan dan Perlindungan HarianKulit yang lembap cenderung terlihat lebih sehat dan cerah. Penggunaan body lotion secara rutin membantu menjaga hidrasi kulit. Langkah ini sederhana, tetapi sering terlewat.Menggunakan pelembap setelah mandi saat kulit masih sedikit lembap dapat membantu mengunci air di dalam kulit. Cara ini membantu menjaga kelembapan lebih lama. Rutinitas kecil ini bisa memberi perbedaan yang terasa.Selain itu, perlindungan dari sinar matahari juga penting untuk menjaga warna kulit tetap merata. Paparan UV dapat memicu hiperpigmentasi dan membuat kulit tampak lebih gelap. Penggunaan sunscreen tak hanya untuk wajah, tetapi juga tubuh.Menurut Journal of the American Academy of Dermatology, perlindungan terhadap sinar UV merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan dan tampilan kulit. Paparan yang tidak terkontrol dapat mempercepat kerusakan kulit.Perawatan tubuh tak selalu tentang menambah banyak produk. Kadang, konsistensi dalam langkah sederhana justru lebih berdampak. Dari sana, kulit perlahan menunjukkan perubahan yang lebih stabil. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.

Mitos atau Fakta: Kulit Kusam Disebabkan Kurang Scrub?
MythBuster

19 Mar 2026

Mitos atau Fakta: Kulit Kusam Disebabkan Kurang Scrub?

Ketika kulit terlihat kusam, banyak orang langsung menyalahkan satu hal: kurang eksfoliasi.Scrub wajah pun sering dianggap sebagai solusi cepat untuk mengembalikan kulit yang tampak lebih cerah.Dalam berbagai diskusi skincare, eksfoliasi sering diposisikan sebagai langkah penting untuk mengangkat sel kulit mati. Logikanya terlihat masuk akal. Jika sel kulit mati dibersihkan, maka permukaan kulit akan terlihat lebih segar.Karena alasan itu, tidak sedikit orang yang mulai rutin menggunakan scrub ketika merasa kulitnya tampak kusam. Namun, pertanyaannya, apakah benar kulit kusam selalu disebabkan oleh kurangnya eksfoliasi?Dalam praktik dermatologi, jawabannya ternyata tidak sesederhana itu. Kulit kusam bisa muncul karena banyak faktor yang berbeda, dan terlalu sering melakukan scrub justru dapat menimbulkan masalah baru.Baca Juga: Mitos Seputar Skincare yang Masih DipercayaMitos Bahwa Scrub Adalah Solusi untuk Semua Kulit KusamScrub memang membantu mengangkat sebagian sel kulit mati di permukaan kulit. Proses ini disebut eksfoliasi mekanis karena menggunakan partikel kecil untuk membantu mengikis lapisan kulit paling luar.Namun kulit kusam tidak selalu berasal dari penumpukan sel kulit mati saja. Dehidrasi kulit, paparan polusi, stres, kurang tidur, hingga paparan sinar matahari dapat memengaruhi tampilan kulit.Jika penyebab utama kulit kusam adalah dehidrasi, misalnya, melakukan scrub berlebihan justru dapat memperparah kondisi kulit karena lapisan pelindung kulit menjadi terganggu.Menurut American Academy of Dermatology, eksfoliasi sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan tidak berlebihan karena kulit tetap membutuhkan lapisan pelindung alaminya. Artinya, scrub memang dapat membantu dalam kondisi tertentu, tetapi bukan solusi universal untuk semua masalah kulit kusam.Baca Juga: Benarkah Alami Belum Tentu Aman?Fakta Bahwa Kecerahan Kulit Dipengaruhi Banyak FaktorKulit yang terlihat cerah biasanya merupakan hasil dari beberapa faktor yang bekerja bersama. Hidrasi yang cukup, perlindungan dari sinar matahari, dan rutinitas skincare yang konsisten sering memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan eksfoliasi saja.Selain itu, beberapa bahan aktif seperti niacinamide, vitamin C, dan retinoid sering digunakan dalam dermatologi kosmetik untuk membantu memperbaiki tampilan kulit kusam. Pendekatan ini berbeda dengan hanya mengandalkan scrub. Alih-alih mengikis lapisan kulit secara mekanis, bahan aktif tersebut bekerja pada proses biologis di dalam kulit.Dalam banyak kasus, kulit yang sehat tidak selalu membutuhkan eksfoliasi yang agresif. Justru perawatan yang seimbang dan konsisten sering memberikan hasil yang lebih stabil. Dengan kata lain, scrub dapat menjadi bagian dari rutinitas skincare, tetapi bukan jawaban tunggal untuk setiap kulit yang tampak kusam. [][Rudi Tenggarawan/TBV]Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.

Mengenal AHA & BHA dan Cara Kerjanya di Kulit
BahanAktif

09 Des 2025

Mengenal AHA & BHA dan Cara Kerjanya di Kulit

Dua bahan eksfoliasi ini sering dianggap mirip, padahal cara kerjanya berbeda dan saling melengkapi. Apa dan bagaimana mengaplikasikannya?AHA dan BHA merupakan dua jenis asam yang sering digunakan dalam perawatan kulit modern. Keduanya bekerja dengan cara mengangkat sel kulit mati, tetapi masing-masing memiliki karakteristik kimia yang unik. Perbedaan ini membuat AHA dan BHA memiliki fungsi serta manfaat yang berbeda untuk kondisi kulit tertentu.Banyak orang mengenal AHA dan BHA sebagai ‘bahan peeling’ yang membantu kulit tampak lebih cerah. Namun, manfaatnya tidak hanya terbatas pada itu. Karena bekerja pada lapisan kulit yang berbeda, kedua bahan ini dapat membantu mengatasi berbagai masalah seperti kulit kusam, pori tersumbat, dan tekstur tidak merata.Pemahaman yang tepat mengenai cara kerja AHA dan BHA sangat penting, terutama bagi pemula yang ingin menggunakan bahan aktif secara aman. Dengan pemilihan kadar dan frekuensi yang sesuai, bahan eksfoliasi ini dapat memberikan hasil yang signifikan dan tetap nyaman di kulit.AHA dan BHA bukan bahan yang bisa digunakan sembarangan. Konsistensi, dosis, dan kesabaran menjadi kunci untuk mendapatkan manfaat optimal. Penjelasan berikut membantu memahami bagaimana keduanya bekerja secara ilmiah.Baca Juga: Mengenal Kolagen dan Cara Kerjanya untuk KulitApa Perbedaan AHA dan BHA?AHA [Alpha Hydroxy Acid] merupakan asam yang larut dalam air. Karena sifat ini, AHA bekerja terutama pada permukaan kulit. AHA membantu melonggarkan ikatan sel kulit mati sehingga kulit lebih mudah berganti ke lapisan yang baru. Produk dengan AHA cocok untuk kulit kering atau kusam karena memberikan efek halus dan cerah.Bahan AHA yang umum digunakan adalah glycolic acid dan lactic acid. Glycolic acid memiliki ukuran molekul kecil sehingga lebih mudah masuk ke dalam kulit, sedangkan lactic acid lebih lembut sehingga cocok untuk pemula. Keduanya membantu meratakan tekstur dan meningkatkan kelembapan kulit.Sebaliknya, BHA [Beta Hydroxy Acid] bersifat larut minyak. Sifat ini membuat BHA mampu masuk ke pori-pori dan melarutkan sebum yang menyumbat. Karena itu, BHA lebih cocok untuk kulit berminyak atau rentan berjerawat. Salicylic acid merupakan bentuk BHA yang paling dikenal dan telah banyak dipelajari secara ilmiah.Baca Juga: Panduan Pulihkan Over-Exfoliating Secara DermatologisCara Menggunakan AHA & BHA dengan AmanMenggabungkan AHA dan BHA dalam rutinitas perawatan tidak harus dilakukan secara bersamaan. Pengguna dapat memulai dengan salah satu bahan terlebih dahulu kemudian menyesuaikan dengan kebutuhan kulit. Penggunaan terlalu banyak dalam waktu singkat dapat menyebabkan iritasi, terutama bagi kulit sensitif.Langkah awal yang paling aman adalah menggunakan produk berbahan AHA atau BHA pada malam hari. Frekuensi dapat dimulai dari satu hingga dua kali seminggu. Ketika kulit mulai terbiasa, frekuensi dapat ditingkatkan secara bertahap. Rutinitas ini membantu proses eksfoliasi berjalan lebih efektif tanpa merusak skin barrier.Saat menggunakan AHA maupun BHA, penggunaan pelembap sangat diperlukan. Eksfoliasi membuat lapisan kulit lebih rentan terhadap kekeringan sehingga hidrasi menjadi langkah penting yang tidak boleh dilewatkan. Pelembap membantu menenangkan kulit sekaligus menjaga fungsinya tetap stabil.Perlindungan dari sinar matahari adalah hal yang wajib ketika rutin memakai AHA atau BHA. Kedua bahan ini membuat kulit lebih sensitif terhadap UV sehingga penggunaan tabir surya menjadi keharusan. Tanpa perlindungan yang cukup, manfaat eksfoliasi tidak akan optimal dan risiko iritasi meningkat.Dengan pemahaman yang tepat, AHA dan BHA dapat menjadi bagian penting dari rutinitas perawatan kulit. Keduanya memberikan hasil yang efektif dalam menjaga tekstur, kecerahan, dan kebersihan pori-pori. Pendekatan ilmiah dan hati-hati membantu kulit mendapatkan manfaat terbaik dari bahan aktif ini. [][Rudi Tenggarawan/TBVpenulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi