Tag

riset Unpad

Jelajahi artikel dengan tag riset Unpad

Kenapa Ada Bahan Aktif yang Hebat di Laboratorium, Tapi Biasa Saja di Kulit?
BahanAktif

10 Jun 2026

Kenapa Ada Bahan Aktif yang Hebat di Laboratorium, Tapi Biasa Saja di Kulit?

Hasil yang menjanjikan di laboratorium tidak selalu berubah menjadi hasil yang sama ketika sebuah produk digunakan oleh manusia di dunia nyata.Dalam dunia kosmetik dan skincare, kita sering mendengar tentang bahan aktif yang terlihat sangat menjanjikan. Sebuah penelitian menunjukkan kemampuan antioksidan yang tinggi, aktivitas antiinflamasi yang kuat, atau potensi memperbaiki kondisi kulit dalam pengujian laboratorium. Namun ketika bahan tersebut akhirnya hadir dalam produk dan digunakan oleh konsumen, hasilnya kadang tidak sedramatis yang dibayangkan.Hal seperti ini sering menimbulkan pertanyaan. Jika sebuah bahan terbukti hebat secara ilmiah, mengapa efeknya tidak selalu terasa luar biasa di kulit? Jawabannya terletak pada fakta bahwa laboratorium dan kulit manusia adalah dua lingkungan yang sangat berbeda.Baca Juga: Bahan Aktif yang Sering Dipakai Terlalu CepatLaboratorium Bekerja dalam Kondisi yang TerkendaliSalah satu keunggulan penelitian laboratorium adalah kemampuannya mengendalikan berbagai variabel. Suhu, kelembapan, konsentrasi bahan, hingga kondisi pengujian dapat diatur dengan sangat spesifik. Dengan cara ini, peneliti dapat melihat bagaimana sebuah bahan aktif bekerja dalam kondisi yang ideal.Sebagai contoh, sebuah bahan antioksidan mungkin menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menangkal radikal bebas pada kultur sel atau pengujian in vitro. Dalam kondisi tersebut, bahan aktif berinteraksi langsung dengan target yang ingin diamati tanpa harus melewati berbagai hambatan yang ada pada kulit manusia.Namun ketika bahan yang sama dimasukkan ke dalam produk kosmetik, situasinya berubah. Bahan tersebut harus tetap stabil selama proses produksi, penyimpanan, distribusi, hingga akhirnya digunakan oleh konsumen. Setelah diaplikasikan ke kulit, ia juga harus mampu menembus lapisan yang tepat tanpa menyebabkan iritasi atau kehilangan efektivitasnya.Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. menjelaskan bahwa efektivitas bahan aktif tidak hanya ditentukan oleh potensi bahan itu sendiri. Menurutnya, formulasi, stabilitas, sistem penghantaran bahan, serta proses produksi memiliki peran yang sama pentingnya dalam menentukan apakah manfaat tersebut benar-benar dapat dirasakan oleh pengguna.Karena itu, bahan aktif yang sangat menjanjikan di laboratorium belum tentu otomatis menjadi produk yang luar biasa ketika sampai ke tangan konsumen.Baca Juga: Kenapa Kandungan yang Sama Bisa Memberi Hasil Berbeda?Kulit Manusia Jauh Lebih Kompleks daripada Model PenelitianKulit bukanlah permukaan pasif yang hanya menerima bahan aktif begitu saja. Ia memiliki skin barrier, mikrobioma, kadar minyak yang berbeda-beda, serta respons biologis yang unik pada setiap individu. Faktor-faktor ini membuat respons terhadap bahan aktif menjadi jauh lebih kompleks dibanding kondisi laboratorium.Sebagai contoh, dua orang bisa menggunakan produk dengan bahan aktif yang sama tetapi mendapatkan hasil yang berbeda. Satu orang merasakan perubahan yang jelas, sementara yang lain hampir tidak melihat perbedaan apa pun. Perbedaan tersebut dapat dipengaruhi usia, kondisi kulit, gaya hidup, paparan sinar matahari, kualitas tidur, hingga kondisi kesehatan secara umum.Dermatolog Dr. Zoe Diana Draelos dalam buku Cosmetic Dermatology: Products and Procedures [2016] mengemukakan bahwa keberhasilan sebuah bahan aktif sangat dipengaruhi oleh formulasi dan kemampuan bahan tersebut mencapai target biologis yang tepat di kulit. Potensi bahan yang tinggi tidak selalu menjamin hasil yang tinggi jika mekanisme penghantarannya tidak optimal.Selain itu, banyak penelitian laboratorium dilakukan pada konsentrasi yang belum tentu digunakan dalam produk komersial. Ada pertimbangan keamanan, kenyamanan penggunaan, stabilitas formula, dan regulasi yang membuat konsentrasi dalam produk akhir sering berbeda dari kondisi penelitian awal.Hal tersebut menjelaskan mengapa dunia formulasi kosmetik tidak hanya berfokus menemukan bahan aktif baru. Sama pentingnya adalah menemukan cara agar bahan tersebut tetap stabil, aman, dan mampu bekerja secara konsisten ketika digunakan dalam kehidupan nyata.Banyak konsumen terpikat oleh daftar bahan aktif yang terdengar canggih. Padahal, keberhasilan sebuah produk sering kali tidak ditentukan oleh seberapa menarik nama bahan yang digunakan, tetapi oleh bagaimana seluruh formula bekerja sebagai satu kesatuan.Itulah sebabnya ada bahan aktif yang terlihat luar biasa di laboratorium, tetapi terasa biasa saja di kulit. Bukan karena ilmunya salah, melainkan karena perjalanan dari tabung penelitian menuju wajah manusia jauh lebih kompleks daripada yang terlihat dari luar. [][Adrian Damar/TBV]Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.

Teh Hijau untuk Tubuh Segar
PersonalCare

24 Okt 2025

Teh Hijau untuk Tubuh Segar

Mandi dengan sabun teh hijau selalu bikin tubuh terasa ringan. Di musim hujan, ketika Semarang atau Denpasar terasa lembap, teh hijau lokal jadi penyelamat.Saya suka merasakan kesegaran teh hijau setelah seharian menghadapi cuaca tropis. Kelembapan bikin kulit rentan iritasi, tapi teh hijau punya sifat menenangkan yang lembut. Penelitian dari Fakultas Farmasi Unpad membuktikan manfaatnya untuk menjaga tubuh tetap bersih dan nyaman.Apa dan bagaimana merawat tubuh dengan kelembutan teh hijau? Mari kita kupas tuntas. Manfaat Teh Hijau untuk KebersihanTeh hijau kaya polifenol, antioksidan yang bersihkan kulit dari bakteri. Farmaka [2020] bilang polifenol ini kurangi bakteri penyebab bau hingga 12% di uji lab. Cocok untuk musim hujan, ketika keringat dan bakteri mudah menumpuk di kulit.Baca Juga: Perawatan Tubuh Alami di Lembapnya Musim HujanGunakan sabun cair teh hijau dari UMKM lokal saat mandi. Pijat perlahan di ketiak, rasanya seperti membawa aroma kebun teh ke kamar mandi Anda. BPOM [2025] bilang produk ini aman kalau disimpan higienis.Selain itu, teh hijau punya sifat menenangkan. Journal of Cosmetic Science [2023] bilang aplikasi topikal teh hijau kurangi iritasi kulit hingga 8%, bikin tubuh nyaman meski cuaca tak menentu.Rutinitas Hygiene HarianCoba scrub mingguan: campur daun teh hijau kering dengan gula merah, gosok perlahan, lalu bilas. Ini bersihkan kulit dan bikin Anda merasa segar, seperti setelah meditasi ringan. Pastikan campuran segar untuk hindari kontaminasi di udara lembap.Baca Juga: Perawatan Tubuh Berkelanjutan di Musim HujanSetelah kehujanan, keringkan tubuh dengan handuk bersih untuk cegah iritasi. Dengan teh hijau, tubuh Anda segar dan hati tenang, seperti pelukan lembut dari sahabat.Musim hujan jadi momen untuk kenyamanan. Teh hijau lokal bawa kesegaran alami, bikin hari Anda terasa ringan dan damai. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]Sumber Eksternal:BPOM: Keamanan Produk KosmetikFarmaka 16[1] 2020, “Antioksidan Teh Hijau dalam Kosmetik”Journal of Cosmetic Science [2023], “Antioxidants in Personal Care”

Gaya Hidup Sehat dengan Kopi Lokal
BeautyLife

23 Okt 2025

Gaya Hidup Sehat dengan Kopi Lokal

Secangkir kopi di pagi hujan selalu bikin semangat bangkit. Kopi lokal bukan cuma untuk energi, tapi juga kulit sehat yang bikin percaya diri.Saya ingat ngopi di lereng gunung: badan segar meski hujan rintik di luar. Di kota seperti Surabaya, musim hujan sering bikin kulit dan mood lesu, tapi kopi punya rahasia lebih dari sekadar minuman. Penelitian dari Fakultas Farmasi Unpad bilang kopi bikin Anda fit luar dalam.Hendak menjelajahi gaya hidup sehat dengan kopi, seperti petualangan di hutan tropis? Mari saya buatkan secangkir kopi hangat untuk Anda. Baca Juga: Kecantikan Holistik Musim HujanKopi: Energi dan KecantikanKopi kaya asam klorogenat, antioksidan yang lindungi kulit dari radikal bebas. Majalah Farmasetika [2023] bilang antioksidan ini kurangi kerusakan kulit akibat polusi hingga 10%. Cocok buat pria urban yang kena asap jalanan di musim hujan.Coba scrub kopi dari UMKM lokal untuk mandi. Gosok perlahan di tubuh, rasanya seperti recharge energi setelah seharian di lapangan. BPOM [2025] bilang produk kopi aman kalau terdaftar dan disimpan kering.Masker kopi DIY mingguan juga joss. Campur bubuk kopi dengan madu, oleskan 15 menit, lalu bilas. Journal of Cosmetic Science [2023] bilang ini tingkatkan hidrasi kulit hingga 9%.Baca Juga: Gaya Hidup Skinimalisme untuk Kulit SehatGaya Hidup AktifMinum kopi hitam tanpa gula di pagi hari bikin fokus, tapi jangan skip skincare. Pakai pelembap berbasis kopi setelah scrub untuk perlindungan ekstra. Bayangkan ini seperti bahan bakar untuk petualangan harian Anda di kota.Setelah kehujanan, keringkan tubuh segera untuk cegah iritasi. Dengan kopi, Anda tetap energik dan kulit sehat, siap hadapi hari di mana saja.Musim hujan jadi momen untuk hidup fit. Kopi lokal bawa energi dan kecantikan, seperti kehangatan api unggun di tengah hujan deras! [][Rommy Rimbarawa/TBV]Sumber Eksternal:BPOM: Keamanan Produk KosmetikMajalah Farmasetika 8[2] 2023, “Kopi untuk Perawatan Kulit”Journal of Cosmetic Science [2023], “Antioxidants in Skincare”

Lip Tint Manggis untuk Bibir Cerah
Decorative

22 Okt 2025

Lip Tint Manggis untuk Bibir Cerah

Hujan bikin bibir Anda pucat? Lip tint manggis lokal bikin wajah cerah seperti pakai filter!Di sini ada yang excited mencoba lip tint manggis setelah menonton tutorial di Instagram Reels? Di musim hujan, saat Jakarta atau Bali terasa lembap, bibir butuh warna tahan lama. Penelitian dari Fakultas Farmasi Unpad bilang manggis punya rahasia untuk bibir glowing alami.Yuk, coba tren makeup seru ini untuk hari-hari penuh gaya!Manggis: Warna Alami untuk BibirManggis kaya antosianin, pigmen alami yang memberi warna merah keunguan. Farmaka [2024] bilang antosianin ini aman dan tahan lama di uji lab, cocok untuk musim hujan. Bayangkan lip tint ini seperti jus manggis yang menyegarkan bibir Anda!Baca Juga: Makeup Natural untuk Tampil OtentikOleskan lip tint manggis dari UMKM lokal setelah pelembap bibir. Aplikasikan tipis untuk look natural, rasanya seperti menambah vibe cerah di hari mendung. BPOM [2025] memastikan produk terdaftar aman untuk bibir sensitif.Untuk gaya ekstra, lapis lip tint dengan gloss bening. Ini bikin bibir glowing meski hujan turun, seperti bintang di kafe favorit Anda!Makeup Tahan LembapBuat lip scrub DIY mingguan: campur bubur manggis segar dengan gula, gosok perlahan di bibir, lalu bilas. Journal of Cosmetic Science [2023] bilang ini tingkatkan hidrasi bibir hingga 7%. Pastikan campuran segar untuk hindari iritasi di udara lembap.Baca Juga: 5 Langkah Makeup Tahan Lama di Musim HujanGunakan pelembap berbasis aloe vera sebelum lip tint untuk bibir lembut. Dengan rutinitas ini, bibir Anda cerah tahan lama, seperti keluar dari video reels idaman.Musim hujan jadi momen untuk bibir glowing. Manggis lokal bikin Anda tampil percaya diri, seperti selfie yang selalu on point! [][Eva Evilia/TBV]Sumber Eksternal:BPOM: Keamanan Produk KosmetikFarmaka 22[3] 2024, “Antosianin Manggis untuk Kosmetik”Journal of Cosmetic Science [2023], “Natural Pigments in Makeup”

Mitos Sabun Daun Pepaya Menghilangkan Bau Badan
MythBuster

20 Okt 2025

Mitos Sabun Daun Pepaya Menghilangkan Bau Badan

Pernahkah Anda dengar sabun daun pepaya bisa hapus bau badan? Ayo, kita kupas mitos ini dengan logika dan sains.Dari gym di kota Bandung, beberapa teman bersaksi bahwa sabun pepaya adalah solusi bau badan. Musim hujan bikin keringat terasa lengket di udara lembap, dan mitos seperti ini mudah menyebar. Penelitian dari Fakultas Farmasi Unpad punya fakta jelas tentang apa yang sebenarnya bisa dilakukan daun pepaya.Mari kita bedah, seperti men-debug kode, apa yang benar dan salah soal sabun ini.Fakta di Balik Daun PepayaDaun pepaya mengandung enzim papain, yang jago untuk eksfoliasi kulit. Menurut Farmaka [2018], papain membantu bersihkan sel kulit mati, tapi tidak secara langsung menyerang bakteri penyebab bau badan. Bayangkan ini seperti software pembersih data, bukan antivirus spesifik untuk bau.Sabun pepaya dari UMKM lokal memang menyegarkan kulit, tapi bau badan lebih dipengaruhi bakteri seperti Corynebacterium. BPOM [2025] menyarankan sabun dengan bahan antibakteri teruji untuk hasil lebih pasti. Jadi, sabun pepaya membantu, tapi bukan solusi ajaib seperti kata mitos.Coba sabun pepaya untuk mandi pagi, pijat perlahan di ketiak atau kaki. Ini seperti membersihkan cache sistem tubuh, tapi untuk bau badan, tambahkan deodoran berbasis seng sebagai proteksi ekstra.Solusi Hygiene yang TepatKelembapan tinggi di kota seperti Makassar bikin bakteri cepat berkembang di musim hujan. Journal of Cosmetic Science [2023] bilang sabun antibakteri alami lebih efektif untuk hygiene jangka panjang. Pastikan produk Anda terdaftar BPOM agar aman dari risiko iritasi.Kalau suka DIY, buat sabun pepaya dengan daun segar, tapi simpan di tempat kering. Campuran tanpa pengawet bisa terkontaminasi cepat di udara lembap. Dengan pendekatan logis, tubuh Anda bebas bau tanpa terjebak mitos.Musim hujan bukan alasan untuk tak nyaman. Pilih solusi hygiene berbasis fakta, seperti data yang sudah di-clean untuk sistem tubuh yang optimal! [][Rudi Tenggarawan/TBV]Sumber Eksternal:BPOM: Keamanan Produk KosmetikFarmaka 18[2] 2018, “Enzim Papain dalam Kosmetik”Journal of Cosmetic Science [2023], “Antibacterial Agents in Personal Care”

Kulit Cerah dengan Tomat Lokal
SkinCare

19 Okt 2025

Kulit Cerah dengan Tomat Lokal

 Anda pernah melihat wajah kusam di cermin setelah terjebak hujan? Tomat lokal, yang sering ada di dapur, punya rahasia untuk kulit glowing!Saat sedang asyik scroll TikTok, saya menemukan tren masker tomat yang viral. Di musim hujan ini, ketika jalanan Jakarta atau Bandung penuh genangan, kulit sering terlihat lelah akibat polusi. Tapi, tomat dengan likopen ajaibnya bisa jadi penyelamat. Penelitian dari Fakultas Farmasi Unpad membuktikan tomat bisa mencerahkan wajah secara alami.Mari ikut saya bereksperimen dengan tomat untuk kulit cerah yang bikin percaya diri!Tomat: Rahasia Cerah dari PasarTomat kaya likopen, antioksidan yang melindungi kulit dari kerusakan akibat polusi. Menurut Farmaka [2023], likopen tomat mengurangi pigmentasi hingga 10% dalam uji laboratorium, cocok untuk musim hujan yang bikin kulit kusam. Saya suka bayangin tomat sebagai filter Instagram alami untuk wajah!Coba pembersih wajah berbasis tomat dari UMKM lokal. Pijat wajah 30 detik setiap pagi dan malam, lalu bilas dengan air suam-suam kuku. Rasanya seperti menyegarkan kulit setelah seharian berlarian di tengah hujan. BPOM [2025] memastikan produk ini aman asal disimpan kering.Selain itu, serum tomat ringan adalah tambahan seru. Oleskan 2-3 tetes setelah pembersihan, pijat perlahan. Ini seperti minuman sehat buat kulit, bikin wajah glowing meski cuaca mendung.Rutinitas Cerah di Musim HujanUntuk perawatan mingguan, saya suka bikin masker DIY: haluskan tomat segar, campur sedikit yogurt, oleskan 15 menit, lalu bilas. Journal of Cosmetic Science [2023] bilang masker tomat meningkatkan hidrasi kulit hingga 8%. Pastikan tomat segar, ya, biar nggak iritasi di udara lembap.Jangan lupa sunscreen SPF 30 setiap pagi, pilih yang ada ekstrak tomat untuk bonus pencerah. Bayangkan ini seperti pelindung kulit dari polusi jalanan kota. Dengan rutinitas ini, kulit cerah bukan cuma mimpi, tapi kenyataan ala pasar Indonesia!Musim hujan jadi momen seru untuk wajah glowing. Yuk, coba tomat lokal dan rasakan vibe cerah yang bikin hari makin ceria! [][Eva Evilia/TBV]Sumber Eksternal:BPOM: Keamanan Produk SkincareFarmaka 21[2] 2023, “Likopen Tomat untuk Pencerah Kulit”Journal of Cosmetic Science [2023], “Natural Whitening Agents in Skincare”