TanyaDong

Tanya Dong: Apakah Skincare Tetap Perlu Dipakai Saat Seharian Berada di Dalam Rumah?

Admin Beautyversity Admin Beautyversity
12 views
Tanya Dong: Apakah Skincare Tetap Perlu Dipakai Saat Seharian Berada di Dalam Rumah?

Seharian di rumah tanpa terkena panas matahari langsung mungkin terasa aman bagi kulit. Tetapi, apakah itu berarti skincare boleh dilewatkan?

Bekerja dari rumah, menghabiskan akhir pekan di kamar, atau sekadar menikmati hari tanpa bepergian sering membuat rutinitas perawatan kulit terasa kurang penting. Tidak ada polusi jalanan yang harus dihadapi secara langsung, tidak menggunakan makeup, dan sebagian besar waktu dihabiskan dalam ruangan. Karena itu, muncul anggapan bahwa kulit bisa beristirahat dengan tidak menggunakan produk apa pun.

Anggapan tersebut terdengar masuk akal, terutama ketika skincare sering dikaitkan dengan perlindungan terhadap lingkungan luar. Padahal, kulit tetap menjalankan berbagai fungsi biologis meskipun tubuh tidak meninggalkan rumah. Lapisan pelindung kulit terus bekerja mempertahankan kelembapan, sementara kehilangan air melalui permukaan kulit tetap berlangsung.

Artinya, kebutuhan perawatan kulit tidak sepenuhnya ditentukan oleh seberapa sering seseorang beraktivitas di luar ruangan. Kondisi kulit, lingkungan tempat tinggal, kebiasaan membersihkan wajah, dan paparan sinar matahari dari jendela juga perlu diperhitungkan. Rutinitas yang digunakan mungkin bisa disederhanakan, tetapi bukan berarti seluruh perawatan otomatis menjadi tidak diperlukan.

Pertanyaan yang lebih tepat sebenarnya bukan apakah semua produk harus tetap digunakan. Yang perlu dipahami adalah produk mana yang masih mempunyai fungsi relevan ketika aktivitas sehari-hari berlangsung di dalam rumah. Jawabannya bisa berbeda antara pembersih wajah, pelembap, tabir surya, dan produk berbahan aktif tertentu.

Baca Juga: Tanya Dong: Bisakah Warna Kulit yang Berbeda karena Bekas Luka Kembali Merata?

Di Dalam Rumah, Kulit Tetap Membutuhkan Perawatan

Salah satu fungsi penting perawatan kulit adalah membantu mempertahankan kondisi skin barrier. Lapisan ini berperan mengurangi kehilangan air sekaligus melindungi kulit dari berbagai faktor lingkungan. Ketika kelembapannya terganggu, kulit dapat terasa kering, tertarik, kasar, atau lebih mudah mengalami iritasi.

Berada di dalam rumah tidak selalu berarti lingkungan lebih bersahabat bagi kulit. Penggunaan pendingin ruangan, misalnya, dapat berkaitan dengan kondisi udara yang lebih kering, terutama jika kelembapan ruangan rendah. Pada orang dengan kulit yang mudah kering, keadaan tersebut dapat meningkatkan kebutuhan terhadap pelembap.

Dilansir dari American Academy of Dermatology [AAD], dokter spesialis kulit Dr. Rebecca Kazin menjelaskan bahwa kebutuhan pelembap tidak bisa disamaratakan untuk seluruh jenis kulit. Pelembap tersedia dalam bentuk gel, losion, krim, hingga salep, dengan karakteristik yang berbeda. Pemilihannya perlu mempertimbangkan jenis kulit serta tingkat kekeringan yang dialami.

Pendapat tersebut penting karena kebutuhan pelembap tidak menghilang hanya karena seseorang tidak bepergian. Kulit yang cenderung kering mungkin tetap membutuhkan krim untuk membantu mempertahankan air. Sementara itu, kulit berminyak dapat lebih nyaman menggunakan pelembap bertekstur ringan atau menyesuaikan penggunaannya dengan kondisi kulit.

Bagaimana dengan pembersih wajah? Walaupun tidak menggunakan makeup, permukaan kulit tetap menghasilkan sebum dan dapat mengalami penumpukan keringat serta kotoran dari aktivitas sehari-hari. Pembersihan tetap relevan, tetapi frekuensi dan jenis produk sebaiknya disesuaikan agar tidak membuat kulit terlalu kering.

Baca Juga: Tanya Dong: Perlukah Memberi Jeda antara Satu Produk Skincare dan Produk Berikutnya?

Apakah Sunscreen Juga Harus Dipakai di Dalam Rumah?

Bagian ini sering menimbulkan perdebatan karena tidak semua ruangan memiliki tingkat paparan matahari yang sama. Kaca jendela biasa umumnya menghalangi sebagian besar radiasi UVB, tetapi sejumlah radiasi UVA masih dapat menembusnya. Karena itu, duduk berjam-jam di dekat jendela yang terkena sinar matahari berbeda dari menghabiskan hari di ruangan tertutup tanpa paparan cahaya matahari langsung.

Dikutip dari Allure, dokter spesialis kulit Dr. Ava Shamban menjelaskan bahwa paparan UVA dapat terjadi di dalam ruangan karena radiasi tersebut mampu melewati kaca. UVA berkaitan dengan kerusakan kulit akibat paparan matahari, termasuk perubahan pigmentasi dan tanda penuaan dini. Dengan demikian, keberadaan atap dan dinding tidak selalu menghilangkan kebutuhan perlindungan matahari.

Meski begitu, kebutuhan tabir surya di dalam rumah tetap perlu mempertimbangkan situasi. Seseorang yang bekerja tepat di samping jendela dengan paparan matahari kuat mempunyai risiko paparan berbeda dibandingkan orang yang berada jauh dari jendela sepanjang hari. Jika hampir tidak ada paparan UV yang berarti, penggunaan ulang tabir surya setiap dua jam tidak memiliki urgensi yang sama seperti ketika beraktivitas di luar ruangan.

AAD merekomendasikan tabir surya berspektrum luas dengan SPF minimal 30 untuk melindungi kulit dari paparan UV. Perlindungan tersebut terutama penting ketika seseorang akan keluar rumah, beraktivitas di area terbuka, atau berada dalam kondisi yang memungkinkan paparan matahari cukup besar. Untuk kegiatan di dekat jendela yang terkena matahari, tabir surya juga patut dipertimbangkan.

Lalu, apakah serum, exfoliating toner, dan produk perawatan tambahan harus tetap digunakan? Tidak semua produk tersebut merupakan kebutuhan dasar setiap orang. Produk berbahan aktif dapat tetap digunakan sesuai tujuan dan toleransi kulit, tetapi rutinitas yang terlalu banyak justru dapat meningkatkan risiko iritasi apabila tidak disesuaikan dengan kondisi kulit.

Rutinitas sederhana sering kali sudah memadai untuk kebutuhan dasar. Pembersih yang lembut dapat digunakan sesuai kebutuhan, pelembap membantu mempertahankan hidrasi, sedangkan tabir surya disesuaikan dengan kemungkinan paparan UV. Produk tambahan sebaiknya dipilih berdasarkan masalah kulit yang ingin ditangani, bukan semata-mata karena merasa harus menjalankan banyak tahapan perawatan.

Jadi, apakah skincare tetap diperlukan saat seharian berada di rumah? Ya, perawatan dasar tetap relevan, meskipun jenis dan jumlah produk dapat disesuaikan dengan kondisi kulit serta lingkungan. Kulit tidak berhenti bekerja ketika seseorang berhenti bepergian. Karena itu, tujuan perawatan bukan mempertahankan rutinitas sepanjang mungkin, melainkan memberikan perlindungan dan dukungan yang benar-benar dibutuhkan kulit. [][Tim Beautyversity/TBV]

Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.



Bagikan artikel ini:
Admin Beautyversity

Admin Beautyversity

Penulis di Beautyversity

Lihat Semua Artikel