Membersihkan wajah dua kali sehari dengan pembersih lembut, air hangat, dan teknik yang pelan menjaga kulit tetap bersih tanpa terasa kering.
Membersihkan wajah memang jadi langkah paling dasar dari skincare, tapi ternyata banyak orang masih melakukannya dengan tergesa. Padahal, kebiasaan kecil seperti memakai air yang terlalu panas atau menarik kulit terlalu keras bisa membuat wajah cepat kering dan kehilangan kenyamanan alaminya.
Kulit yang kering setelah cuci muka adalah tanda bahwa skin barrier mulai kewalahan. Menurut Journal of Cosmetic Dermatology, pembersih yang terlalu kuat dapat merusak lipid alami kulit, membuatnya sulit mengunci kelembapan.
Pertama, penggunaan air panas. Meskipun terasa nyaman, air panas dapat menghilangkan minyak alami kulit lebih cepat dibandingkan air hangat. Inilah salah satu penyebab wajah terasa kencang dan kering setelah dicuci.
Kebiasaan menggosok wajah dengan handuk juga cukup sering jadi pemicu. Selain membuat kulit iritasi, gesekan berlebihan dapat mempercepat penipisan barrier kulit.
Mulailah dengan memilih pembersih berformula lembut seperti gel cleanser atau hydrating cleanser. Pilih produk dengan pH seimbang yang membantu menjaga lipid alami kulit tetap stabil.
Gunakan air hangat—bukan panas—untuk membantu melarutkan kotoran tanpa menghilangkan minyak alami kulit. Teknik pemijatan lembut selama 20–30 detik sudah cukup untuk membersihkan wajah dengan baik.
penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi