Hydroquinone 4% efektif memudarkan flek tetapi harus digunakan di bawah pengawasan dokter. Penggunaan sembarangan—terutama produk etiket biru—berisiko tinggi memicu iritasi dan ochronosis.
Ramainya pembahasan hydroquinone 4% beberapa waktu terakhir bukan tanpa alasan. Di media sosial, pengguna menunjukkan hasil cepat memudarkan flek setelah memakai produk ini—sayangnya banyak yang mendapatkan produknya dari peredaran bebas, bukan dari resep dokter. Ketika sesuatu yang seharusnya personal dan terkontrol menyebar begitu luas, alarm bahaya pun langsung menyala.
Fenomena semakin memanas ketika produk beretiket biru, yang seharusnya hanya diberikan kepada pasien tertentu, tiba-tiba banyak dijual online tanpa pemeriksaan kulit. Padahal, etiket biru menandakan obat keras yang memerlukan supervisi tenaga medis. Di tangan yang salah, bahan ini bisa lebih merusak daripada memperbaiki.
Menurut American Osteopathic College of Dermatology [AOCD], hydroquinone bekerja dengan menghambat tirosinase, enzim yang berperan dalam pembentukan melanin. Itulah alasan bahan ini sangat efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi, melasma, dan flek hitam membandel.
Popularitasnya melonjak karena hasilnya cepat terlihat, sering kali dalam hitungan minggu. Banyak pengguna merasa lebih percaya diri setelah flek memudar, sehingga ulasan positif pun menyebar luas.
Tapi di balik itu, kurangnya edukasi membuat orang tak sadar bahwa hydroquinone memiliki batas waktu penggunaan. Health.com mencatat bahwa penggunaan jangka panjang dapat memicu inflamasi kulit yang parah dan membuat warna kulit tidak merata.
Di sinilah peran edukasi menjadi penting. Bahan sekuat ini memang bisa memberikan hasil, tapi hanya ketika dipakai secara benar, aman, dan sesuai indikasi dokter.
Hydroquinone 4% biasanya dipakai dalam durasi pendek: 6–12 minggu. Penggunaan lebih lama berisiko tinggi memicu penggelapan kulit yang sulit diperbaiki. Karena itu evaluasi berkala oleh dokter sangat dianjurkan.
penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi