Masker malam memberi hidrasi ekstra, tapi bukan pengganti pelembap. Gunakan keduanya untuk hasil kulit yang lebih seimbang.
Secara prinsip, masker malam atau sleeping mask dibuat untuk memberikan hidrasi intensif selama Anda tidur. Teksturnya biasanya lebih kental dan kaya nutrisi dibanding pelembap biasa. Namun, fungsi utamanya bukan untuk menggantikan, melainkan melengkapi. Masker malam bekerja sebagai lapisan tambahan, bukan pondasi utama.
Masalahnya, banyak orang yang melewatkan pelembap dengan alasan 'toh sudah pakai sleeping mask'. Padahal, tanpa pelembap yang mengunci hidrasi di lapisan kulit sebelumnya, efek masker bisa berkurang.
Perbedaan utama ada pada komposisi dan tujuan penggunaannya. Pelembap dirancang untuk menjaga keseimbangan air dan minyak kulit sepanjang hari. Sementara masker malam fokus memberi nutrisi tambahan selama fase regenerasi kulit di malam hari.
Kalau diibaratkan, pelembap adalah nasi sehari-hari, sementara masker malam itu lauk istimewa. Kalau hanya makan lauk tanpa nasi, tubuh tetap tidak akan kenyang sempurna.
Idealnya, iya. Gunakan pelembap terlebih dahulu, baru aplikasikan masker malam sebagai tahap terakhir. Dengan cara ini, kelembapan yang sudah dikunci pelembap tidak akan mudah menguap, dan kulit bisa menyerap manfaat masker dengan lebih maksimal.
Namun, jika kulit Anda sangat berminyak, penggunaan masker malam bisa dijadwalkan hanya 2–3 kali seminggu. Terlalu sering justru bisa membuat pori tersumbat. Kenali kondisi kulit Anda, karena kunci dari skincare bukan pada banyaknya produk, tapi pada keseimbangan.