Bandung, Jawa Barat, Indonesia
SkinCare

Purging atau Breakout, Apa Bedanya?

Ditulis oleh Eva Evilia Dipublikasikan pada 22 December 2025 20

Purging atau Breakout, Apa Bedanya?

Purging dan breakout sering disalahartikan. Keduanya berbeda dari penyebab, lokasi jerawat, hingga respons kulit terhadap produk skincare baru.

Reaksi kulit setelah pakai skincare baru, sering bikin panik. Apalagi saat jerawat muncul di waktu yang terasa tidak tepat. Bagaimana menyikapinya?

Munculnya jerawat setelah mencoba produk skincare baru sering menimbulkan kebingungan. Banyak orang bertanya-tanya apakah kondisi tersebut termasuk purging yang wajar, atau justru breakout yang menandakan ketidakcocokan. Ketidakpastian ini membuat sebagian orang buru-buru menghentikan produk, sementara yang lain memilih bertahan tanpa benar-benar memahami apa yang terjadi pada kulitnya.

Di tengah maraknya edukasi skincare di media sosial, istilah purging dan breakout semakin sering digunakan. Sayangnya, keduanya kerap disamakan, padahal mekanisme dan maknanya berbeda. Memahami perbedaannya membantu kita bersikap lebih tenang dan tidak reaktif saat kulit menunjukkan perubahan.

Kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi, tetapi juga memiliki batas toleransi. Di sinilah pentingnya membaca sinyal kulit dengan lebih cermat, bukan hanya berdasarkan tren atau pengalaman orang lain.

Apa Itu Purging dan Bagaimana Tandanya
Purging adalah kondisi ketika jerawat muncul akibat percepatan regenerasi sel kulit. Biasanya terjadi setelah penggunaan produk dengan bahan aktif tertentu, seperti retinoid, AHA, atau BHA. Bahan-bahan ini mendorong sel kulit mati keluar lebih cepat sehingga komedo yang sebelumnya tersembunyi muncul ke permukaan.

Jerawat akibat purging umumnya muncul di area yang memang sudah menjadi langganan jerawat. Bentuknya pun relatif serupa dengan jerawat yang biasa dialami sebelumnya. Waktu kemunculannya cenderung singkat dan membaik dalam beberapa minggu seiring kulit beradaptasi.

Purging
sering disertai perubahan tekstur kulit yang terasa lebih aktif. Kulit bisa terasa sedikit kering atau sensitif di awal, tetapi tidak disertai rasa perih berlebihan. Selama reaksinya masih terkendali, kondisi ini umumnya bersifat sementara.

Kapan Reaksi Kulit Disebut Breakout
Breakout terjadi ketika kulit bereaksi negatif terhadap suatu produk. Jerawat bisa muncul di area yang sebelumnya jarang bermasalah dan sering kali disertai rasa gatal, perih, atau kemerahan. Kondisi ini menandakan bahwa kulit tidak cocok dengan formula atau salah satu kandungan produk tersebut.

Berbeda dengan purging, breakout cenderung memburuk jika produk tetap digunakan. Jerawat bisa bertambah banyak, terasa nyeri, dan sulit mereda. Pada beberapa kasus, kulit juga tampak semakin tidak stabil dan mudah iritasi.

Kulit sensitif lebih rentan mengalami breakout jika terpapar bahan yang terlalu keras atau tidak sesuai. Oleh karena itu, penting memperhatikan reaksi kulit sejak awal penggunaan. Menghentikan produk dan kembali ke rutinitas dasar sering menjadi langkah paling aman saat tanda breakout mulai terlihat.

Membedakan purging dan breakout memang tidak selalu mudah, tetapi bukan hal yang mustahil. Kuncinya adalah mengamati lokasi jerawat, jenis reaksinya, dan durasi kemunculannya. Dengan pendekatan yang lebih sadar dan tidak terburu-buru, perawatan kulit dapat berjalan lebih tenang dan terarah. [][Eva Evilia/TBV]

penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi

Artikel Terkait

Skincare Sehari dalam Hidup Anda
SkinCare

27 Oct 2025

Skincare Sehari dalam Hidup Anda

Rahasia kulit sehat dimulai dari ritual kecil yang konsisten dan penuh makna.

Mengenal Kandungan Brightening pada Skincare
BahanAktif

16 Dec 2025

Mengenal Kandungan Brightening pada Skincare

Kandungan brightening seperti niacinamide, vitamin C, dan alpha arbutin membantu meratakan warna kulit dan memberi kilau sehat secara bertahap.

Peptide: Latihan Beban untuk Kulit yang Malas Kencang
BahanAktif

18 Nov 2025

Peptide: Latihan Beban untuk Kulit yang Malas Kencang

Peptide membantu kulit memproduksi kolagen dan elastin, menjaga kekenyalan dan mengurangi tanda penuaan.

5 Kesalahan Drama Skincare Kulit Remaja
SkinCare

14 Oct 2025

5 Kesalahan Drama Skincare Kulit Remaja

Masa remaja adalah masa penuh eksperimen. Termasuk soal perawatan wajah. Di era media sosial, dengan mudahnya informasi bertebaran, banyak remaja ingin segera punya kulit mulus tanpa jerawat. Sayangnya, semangat itu kadang berujung pada kesalahan kecil yang malah memperburuk keadaan kulit. Kesalahan pertama adalah terlalu sering cuci muka. Banyak remaja percaya semakin sering wajah dibasuh, semakin bersih jadinya. Padahal, mencuci muka lebih dari dua kali sehari justru membuat kulit kehilangan minyak alaminya, memicu iritasi, bahkan memicu jerawat baru. Kesalahan kedua, pakai produk terlalu banyak sekaligus. Melihat influencer skincare yang memakai 10 langkah perawatan, remaja kadang ikut-ikutan. Kulit remaja yang masih sensitif akhirnya kebingungan, lalu bereaksi dengan kemerahan atau breakout. Padahal, cukup cleanser ringan, pelembap, dan tabir surya untuk sehari-hari. Kesalahan ketiga, memencet jerawat sembarangan. Ada kepuasan tersendiri ketika benjolan kecil itu hilang seketika, tapi bekas yang ditinggalkan sering kali jauh lebih sulit diatasi. Luka, noda hitam, bahkan bopeng bisa jadi ‘oleh-oleh’ yang bertahan lama. Baca Juga: Cara Instan untuk Memutihkan Kulit: Risiko dan Solusi Kesalahan keempat, menyalin produk orang lain tanpa memahami kebutuhan kulit sendiri. Teman cocok dengan krim tertentu, bukan berarti kulit kita akan bereaksi sama. Setiap kulit punya cerita berbeda—ada yang cenderung berminyak, ada yang kering, ada pula yang sensitif. Kesalahan terakhir, meremehkan tabir surya. Banyak remaja merasa tabir surya hanya perlu dipakai saat ke pantai. Padahal, sinar UV hadir setiap hari, bahkan menembus kaca jendela. Tanpa perlindungan, kerusakan kulit bisa menumpuk sejak dini dan baru terasa di kemudian hari. Baca Juga: Anti-Pollution Skincare? Apa Itu? Semua kesalahan ini sebetulnya wajar. Namanya juga belajar merawat diri. Yang penting adalah mau memahami kulit sendiri, sabar, dan konsisten. Kulit remaja sedang aktif-aktifnya, jadi perawatan sederhana dan tepat biasanya sudah cukup untuk menjaga kesehatannya. Orangtua dan guru juga punya peran. Alih-alih melarang atau menyepelekan, mereka bisa membantu memberi informasi yang benar. Dengan begitu, perawatan wajah bukan sekadar ikut tren, melainkan bagian dari membangun kebiasaan sehat jangka panjang. Pada akhirnya, kulit remaja tidak harus sempurna. Ia hanya perlu dirawat dengan bijak agar tetap sehat. Jerawat sesekali muncul bukan akhir dunia—justru tanda kulit sedang bekerja melindungi diri. Yang lebih penting adalah bagaimana remaja tumbuh percaya diri, dengan atau tanpa jerawat di wajah. [][Eva Evilia/TBV]