Bandung, Jawa Barat, Indonesia

Blog

Explore articles dalam kategori Blog

Skincare Pria untuk Kulit Kusam
Blog

14 Oct 2025

Skincare Pria untuk Kulit Kusam

Pernahkah Anda menatap cermin setelah seharian bekerja di tengah hujan dan merasa wajah tampak lelah?  Kulit kusam sering menghantui pria, terutama di musim hujan seperti sekarang, ketika polusi kota dan kelembapan tinggi membuat wajah kehilangan kilau. Namun, skincare bukan hanya untuk wanita. Dengan rutinitas sederhana dan bahan alami Indonesia, Anda bisa mengembalikan wajah cerah yang mencerminkan energi. Mari jelajahi langkah-langkah mudah untuk mengatasi kulit kusam, khusus untuk pria yang sibuk di tengah hiruk-pikuk kota. #1 Mulai dengan Pembersihan yang Tepat Kulit pria cenderung lebih berminyak karena produksi sebum yang lebih tinggi. Ditambah polusi dari asap kendaraan atau debu jalanan, wajah bisa tampak kusam. Oleh karena itu, pembersihan adalah langkah awal yang tak boleh dilewatkan. Gunakan pembersih wajah berbasis gel, misalnya yang mengandung ekstrak kopi Bali, yang kaya antioksidan untuk melawan radikal bebas. Pijat wajah selama 30 detik dengan gerakan melingkar, lalu bilas dengan air suam-suam kuku. Langkah ini seperti menyegarkan wajah Anda setelah seharian bertarung dengan polusi. Baca Juga: 12 Langkah Merawat Area Intim Pria #2 Pelembap Ringan untuk Hidrasi Banyak pria menganggap pelembap tidak perlu, padahal kelembapan musim hujan bisa menipu kulit hingga terasa kering. Pilih pelembap berbasis air dengan bahan lokal, seperti lidah buaya, yang banyak digunakan dalam produk UMKM Indonesia. Lidah buaya tidak hanya melembapkan, tetapi juga menenangkan kulit yang teriritasi akibat cukur. Oleskan tipis-tipis setelah mencuci wajah, fokus pada area pipi dan dahi. Bayangkan ini seperti memberikan asupan air segar untuk kulit Anda, membuatnya tampak lebih hidup. #3 Sunscreen, Pelindung Setia Pria Musim hujan sering membuat Anda lupa akan sinar UV, tetapi sinar ini tetap ada, bahkan di hari mendung. Sunscreen dengan SPF 30 adalah keharusan untuk mencegah kulit kusam akibat paparan UV dan polusi. Pilih tekstur gel yang ringan, ideal untuk kulit pria yang cenderung berminyak. Beberapa produk lokal dengan ekstrak teh hijau menawarkan perlindungan sekaligus efek matte. Aplikasikan secukupnya—sekitar dua jari penuh—sebelum keluar rumah. Menurut BPOM [2024], sunscreen terdaftar dapat mengurangi kerusakan kulit hingga 80% di iklim tropis. Baca Juga: Rambut Mundur Teratur: Penipisan yang Dialami Banyak Pria #4 Eksfoliasi untuk Cerahkan Wajah Kulit kusam sering disebabkan oleh penumpukan sel kulit mati. Eksfoliasi sekali seminggu bisa menjadi solusi. Gunakan scrub lembut, seperti yang berbahan kopi bubuk dari Aceh, yang dikenal mampu mengangkat kotoran dan merangsang sirkulasi darah. Pijat perlahan selama 1-2 menit, lalu bilas. Langkah ini seperti menyapu debu dari wajah Anda, mengembalikan kilau alami tanpa membuat kulit iritasi. Hindari eksfoliasi berlebihan, karena bisa memicu kemerahan. #5 Nutrisi dari Dalam untuk Kulit Skincare bukan hanya soal olesan, tetapi juga apa yang Anda konsumsi. Makanan kaya zinc, seperti kacang mede atau ikan laut dari perairan Indonesia, membantu memperbaiki jaringan kulit. Penelitian di Journal of Dermatology [2022] menunjukkan bahwa zinc dapat meningkatkan regenerasi kulit hingga 10%. Tambahkan segenggam kacang atau semangkuk sup ikan ke menu harian Anda. Dengan begitu, kulit Anda mendapat nutrisi dari dalam untuk melawan kusam akibat polusi. Mengatasi kulit kusam tidak perlu rumit. Dengan pembersihan yang tepat, pelembap ringan, sunscreen, eksfoliasi mingguan, dan nutrisi seimbang, Anda bisa menghadapi musim hujan dengan wajah cerah dan penuh percaya diri. Bahan lokal seperti kopi dan lidah buaya membuat rutinitas ini terasa dekat dengan keseharian. Untuk tips lain, jelajahi artikel kami di rubrik PersonalCare tentang perawatan tangan dan kaki di musim hujan. Wajah cerah adalah cerminan semangat Anda! [][Rommy Rimbarawa/TBV] Sumber Eksternal: BPOM: Keamanan Produk Sunscreen Journal of Dermatology [2022], “Zinc and Skin Regeneration”

Rawat Kebersihan Tangan dan Kaki di Musim Hujan
Blog

14 Oct 2025

Rawat Kebersihan Tangan dan Kaki di Musim Hujan

Hujan deras di sore hari, sepatu basah kuyup, dan kaus kaki yang lembap—siapa yang nggak pernah mengalami ini di musim hujan?  Tangan dan kaki kita sering jadi korban cuaca lembap, terutama di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya, saat genangan air dan kelembapan tinggi jadi tantangan sehari-hari. Kulit kering, bau tak sedap, atau bahkan risiko infeksi jamur mengintai jika kita lengah. Namun, dengan sedikit perhatian, tangan dan kakimu bisa tetap sehat dan nyaman. Yuk, ikuti perjalanan merawat kebersihan tangan dan kaki dengan cara sederhana yang terinspirasi dari alam Indonesia. Membersihkan dengan Lembut, Bukan Sekadar Cuci   Musim hujan membuat tangan dan kaki mudah kotor, entah karena cipratan air jalanan atau keringat di sepatu tertutup. Membersihkan bukan cuma soal sabun dan air, tetapi juga memilih produk yang lembut untuk kulit. Sabun dengan ekstrak daun sirih, yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional Indonesia, bisa jadi pilihan cerdas. Daun sirih dikenal memiliki sifat antiseptik alami, membantu mencegah bakteri penyebab bau. Cukup cuci tangan dan kaki dengan sabun ini selama 20-30 detik, fokus pada sela-sela jari dan kuku. Selain itu, hindari air terlalu panas karena bisa membuat kulit kering, terutama saat cuaca dingin. Baca Juga: Sabun Belerang: Si Kuning yang Menyimpan Khasiat Eksfoliasi untuk Kulit yang Bernapas   Pernahkah kamu memperhatikan kulit tangan atau kaki yang terasa kasar setelah seharian memakai sepatu basah? Itu tanda kulit butuh eksfoliasi. Polusi dan kelembapan di musim hujan sering membuat sel kulit mati menumpuk, apalagi di tumit atau siku. Coba gunakan scrub alami, seperti campuran gula merah dan minyak kelapa, yang mudah dibuat di rumah. Gula merah mengelupas sel kulit mati dengan lembut, sementara minyak kelapa melembapkan. Lakukan eksfoliasi sekali seminggu, pijat perlahan selama 2-3 menit, lalu bilas. Rasanya seperti memberikan nafas baru untuk kulitmu, membuatnya halus dan siap menjalani hari. Melembapkan untuk Cegah Kulit Kering   Kelembapan udara di musim hujan bisa menipu. Kita sering berpikir kulit tak perlu pelembap karena udara sudah basah, padahal sebaliknya. Kulit tangan dan kaki bisa kering akibat sering terpapar air atau bahan kimia dari sabun. Pilih pelembap berbasis air dengan bahan lokal, seperti ekstrak lidah buaya yang banyak diproduksi UMKM Indonesia. Lidah buaya tidak hanya melembapkan, tetapi juga menenangkan kulit yang iritasi. Oleskan tipis-tipis setelah mandi, terutama di area yang rentan kering seperti tumit atau buku-buku jari. Bayangkan ini seperti selimut hangat yang melindungi kulitmu dari cuaca tak menentu. Baca Juga: Sudahkah Kamu Merawat Kukumu dengan Benar? Waspada Infeksi Jamur di Musim Hujan   Salah satu musuh terbesar di musim hujan adalah jamur, terutama di kaki. Sepatu basah dan kaus kaki yang lembap menciptakan lingkungan ideal untuk jamur seperti Candida. Menurut laporan BPOM [2024], infeksi jamur pada kaki meningkat 20% selama musim hujan di Indonesia. Oleh karena itu, pastikan kakimu selalu kering sebelum memakai sepatu. Ganti kaus kaki setiap hari, dan pilih bahan katun yang menyerap keringat. Jika sudah terlanjur gatal, gunakan krim antijamur yang terdaftar di BPOM, atau konsultasikan ke dokter kulit. Sebagai langkah pencegahan, rendam kaki seminggu sekali dengan air hangat dicampur ekstrak daun sirih—tradisi sederhana yang ampuh dari nenek moyang kita. Merawat tangan dan kaki di musim hujan bukanlah tugas berat, melainkan bentuk cinta kecil untuk tubuhmu. Dengan pembersihan lembut, eksfoliasi rutin, pelembap alami, dan kewaspadaan terhadap jamur, kamu bisa menjaga tangan dan kaki tetap sehat meski hujan tak henti-hentinya. Inspirasi dari bahan lokal seperti daun sirih dan minyak kelapa membuat perawatan ini terasa dekat dengan keseharian kita. Untuk tips lain, cek artikel kami di rubrik SkinCare tentang perlindungan kulit di musim hujan. Yuk, mulai rawat dirimu dari ujung jari hingga telapak kaki! [][Vikalena Lasmoskwa/TBV] Sumber Eksternal:   - [BPOM: Keamanan Produk Antijamur]

Atasi Rambut Rontok di Musim Hujan
Blog

14 Oct 2025

Atasi Rambut Rontok di Musim Hujan

Pernahkah Anda menemukan helai rambut bertebaran di lantai kamar mandi setelah keramas di musim hujan?  Cuaca lembap di September, dengan hujan yang datang dan pergi, sering membuat rambut rontok lebih banyak dari biasanya. Kelembapan tinggi, kulit kepala yang basah, dan sepatu basah yang bikin stres—semua itu seolah bersekongkol melemahkan rambut Anda. Namun, jangan khawatir. Dengan sedikit perhatian dan sentuhan bahan alami Indonesia, rambut Anda bisa kembali kuat dan berkilau. Mari kita jelajahi cara mengatasi rambut rontok di musim hujan, langkah demi langkah, agar Anda bisa melangkah percaya diri meski hujan mengguyur. Mengapa Rambut Rontok di Musim Hujan?   Kelembapan tinggi di musim hujan menciptakan lingkungan ideal untuk jamur dan bakteri di kulit kepala, yang bisa melemahkan akar rambut. Selain itu, kulit kepala yang sering basah karena hujan atau keringat membuat folikel rambut rentan. Stres dari rutinitas kota, seperti macet di tengah hujan, juga memicu hormon kortisol yang memperburuk kerontokan. Menurut Journal of Trichology [2020], kelembapan berlebih dapat meningkatkan kerontokan rambut hingga 15% pada iklim tropis. Oleh karena itu, memahami penyebab ini adalah langkah awal untuk menemukan solusi yang tepat. #1 Pilih Sampo yang Lembut dan Alami   Langkah pertama adalah memilih sampo yang ramah untuk kulit kepala. Hindari sampo dengan sulfat tinggi, karena bisa mengeringkan rambut dan membuatnya rapuh. Coba cari sampo berbahan alami, seperti ekstrak kemiri, yang sudah lama digunakan di Indonesia untuk memperkuat rambut. Kemiri kaya akan asam lemak yang menutrisi folikel rambut. Saat keramas, pijat kulit kepala dengan lembut selama 1-2 menit untuk meningkatkan sirkulasi darah. Bayangkan ini seperti memanjakan rambut Anda setelah seharian bertarung dengan cuaca. Keramas cukup 2-3 kali seminggu agar kulit kepala tidak terlalu kering. Baca Juga: Rahasia dari Akar: Cara Merawat Kekar dan Subur Rambutmu #2 Nutrisi Rambut dari Dalam   Rambut yang sehat dimulai dari apa yang Anda makan. Di musim hujan, ketika tubuh mungkin merasa lesu, pastikan kamu cukup mengonsumsi protein dan biotin. Telur, kacang-kacangan, atau alpukat lokal adalah pilihan mudah yang kaya nutrisi untuk rambut. Misalnya, alpukat dari pasar tradisional punya vitamin E yang mendukung kilau rambut. Penelitian di Nutrients [2021] menunjukkan bahwa biotin dapat mengurangi kerontokan rambut hingga 10% dalam tiga bulan. Jadi, tambahkan semangkuk salad alpukat atau segenggam kacang ke menu harian, dan rambut Anda akan berterimakasih. #3 Minyak Alami untuk Perawatan Mingguan   Warisan nenek moyang kita punya jawaban untuk rambut rontok: minyak kemiri atau minyak kelapa. Setiap minggu, luangkan waktu untuk memanjakan rambut dengan perawatan minyak. Panaskan sedikit minyak kemiri, oleskan ke kulit kepala, dan pijat perlahan. Biarkan selama 30 menit sebelum keramas. Minyak ini membantu melembapkan kulit kepala yang kering akibat kelembapan udara, sekaligus memperkuat akar rambut. Saya ingat cerita teman yang rutin pakai minyak kemiri dan merasa rambutnya lebih tebal dalam sebulan. Tradisi ini sederhana, tapi terasa seperti ritual kecil yang menyegarkan. Baca Juga: Tips Merawat Rambut Berwarna agar Tetap Sehat dan Bercahaya #4 Jaga Kulit Kepala Tetap Kering   Kelembapan adalah musuh utama di musim hujan. Setelah terkena hujan, segera keringkan rambut dengan handuk bersih atau pengering rambut pada suhu rendah. Pastikan kulit kepala benar-benar kering sebelum memakai topi atau helm, karena lingkungan lembap bisa memicu ketombe atau jamur. Jika memungkinkan, ganti kaus kaki basah dan pilih sepatu yang cepat kering untuk mengurangi stres yang tak langsung memengaruhi rambut. Dengan begitu, Anda menciptakan lingkungan yang sehat untuk rambut. Beauties, mengatasi rambut rontok di musim hujan tak harus rumit. Dengan sampo lembut, nutrisi dari makanan lokal, perawatan minyak alami, dan kebiasaan menjaga kulit kepala kering, rambut Anda bisa tetap kuat dan indah. Inspirasi dari bahan seperti kemiri dan alpukat membawa kita lebih dekat ke alam Indonesia. Untuk tips lain, cek artikel kami di rubrik PersonalCare tentang merawat kebersihan di musim hujan. Yuk, rawat rambut Anda seperti sahabat setia, agar tetap bersinar meski hujan turun! [][Vikalena Lasmoskwa/TBV] Sumber Eksternal:   - [BPOM: Panduan Memilih Sampo Aman] - Nutrients [2021], “Biotin and Hair Health”  

5 Langkah Makeup Tahan Lama di Musim Hujan
Blog

14 Oct 2025

5 Langkah Makeup Tahan Lama di Musim Hujan

Bayangkan Anda berdiri di halte bus, rintik hujan mulai membasahi jaket, dan tiba-tiba sadar: akankah makeup Anda bertahan?  Di musim hujan seperti September ini, aktivitas outdoor di kota seperti Jakarta atau Yogyakarta penuh tantangan. Kelembapan tinggi dan cipratan air bisa membuat foundation luntur atau eyeliner meleleh. Namun, dengan teknik yang tepat dan produk yang cerdas, Anda bisa tampil flawless meski hujan mengguyur. Berikut panduan sederhana untuk makeup tahan lama, terinspirasi dari kepraktisan dan keajaiban bahan lokal Indonesia. #1 Mulai dengan Kulit yang Bersih dan Terhidrasi Sebelum mengaplikasikan makeup, pastikan wajah Anda bersih dan terhidrasi. Kelembapan musim hujan sering membuat kulit terasa lengket, tetapi pembersihan tetap penting. Gunakan pembersih berbasis gel, misalnya yang mengandung ekstrak teh hijau lokal, untuk menghilangkan kotoran tanpa membuat kulit kering. Selain itu, aplikasikan pelembap ringan berbasis air, seperti produk dengan lidah buaya dari UMKM Indonesia. Pelembap ini menciptakan dasar halus untuk makeup, sekaligus menjaga kulit tetap nyaman di udara lembap. Baca Juga: Tren Makeup Minimalis ala Gen Z #2 Gunakan Primer untuk Daya Tahan Ekstra Primer adalah rahasia makeup yang tidak luntur. Produk ini berfungsi seperti pelindung, membuat foundation menempel lebih lama. Pilih primer berbasis silikon atau air yang ringan, cocok untuk iklim tropis. Beberapa merek lokal, seperti yang terdaftar di BPOM, menawarkan primer dengan ekstrak beras, yang membantu mengontrol minyak sekaligus memberikan efek halus. Oleskan primer tipis-tipis di seluruh wajah, fokus pada zona-T yang cenderung berminyak. Langkah ini, meski sederhana, membuat perbedaan besar saat Anda berhadapan dengan hujan. #3 Pilih Foundation dan Bedak Tahan Air Untuk foundation, cari produk dengan label 'water-resistant' atau 'long-wear'. Foundation cair dengan formula matte sangat ideal untuk musim hujan, karena tidak mudah luntur. Aplikasikan dengan spons lembap untuk hasil alami, lalu kunci dengan bedak tabur berbahan mineral. Menurut laporan BPOM [2024], produk kosmetik tahan air yang terdaftar aman bisa melindungi makeup hingga 4 jam di kondisi lembap. Produk lokal dengan ekstrak bunga kembang sepatu, yang kaya antioksidan, juga bisa jadi pilihan untuk menjaga kulit tetap sehat di bawah makeup. Baca Juga: 5 Kosmetik Dekoratif Paling Rawan Rusak #4 Mata dan Bibir yang Tetap Menawan Hujan sering membuat eyeliner dan maskara jadi musuh. Oleh karena itu, pilih produk waterproof untuk mata. Eyeliner gel atau pensil dengan formula tahan air lebih andal dibandingkan cair. Untuk maskara, pastikan label 'waterproof' tertera, dan aplikasikan dua lapis tipis agar tidak menggumpal. Pada bibir, lip tint berbasis air, yang banyak diproduksi UMKM Indonesia, adalah pilihan cerdas. Lip tint memberikan warna alami yang tahan lama, bahkan setelah Anda minum kopi di tengah rintik hujan. Warna merah jambu atau coral cocok untuk tampilan segar. #5 Kunci dengan Setting Spray Langkah terakhir adalah setting spray, sahabat makeup di musim hujan. Semprotan ini mengunci semua lapisan makeup, dari foundation hingga blush. Pilih setting spray dengan formula ringan, idealnya mengandung bahan alami seperti air mawar. Pegang botol 20 cm dari wajah, lalu semprotkan 2-3 kali dengan gerakan 'X' dan 'T'. Rasakan sensasi segar yang membuat Anda siap menjalani hari, meski hujan tak kunjung reda. Beauties, makeup tahan lama untuk aktivitas outdoor bukan lagi mimpi di musim hujan. Dengan pembersihan yang tepat, primer, produk tahan air, dan setting spray, Anda bisa menjaga wajah tetap menawan meski cuaca tak bersahabat. Inspirasi dari bahan lokal seperti teh hijau dan bunga kembang sepatu menambah sentuhan Indonesia pada rutinitas ini. Untuk tips lain, jelajahi artikel kami di rubrik SkinCare tentang perlindungan kulit di musim hujan. Hadapi hujan dengan senyum dan makeup yang tetap sempurna! [][Eva Evilia/TBV] Sumber Eksternal: BPOM: Keamanan Kosmetik Tahan Air

Sabun Kojic Acid Bisa Memutihkan Kulit dalam Seminggu?
Blog

14 Oct 2025

Sabun Kojic Acid Bisa Memutihkan Kulit dalam Seminggu?

MITOS: Ada yang bilang, sabun kojic acid sanggup memutihkan kulit dalam seminggu. Benarkah? FAKTA: Di tengah maraknya produk kecantikan di marketplace Indonesia, sabun kojic acid jadi primadona. Banyak iklan mengklaim sabun ini bisa memutihkan kulit hanya dalam seminggu. Namun, apakah klaim ini benar, atau hanya mitos pemasaran? Musim hujan seperti sekarang, dengan kulit cenderung lembap dan kusam, membuat banyak orang tergiur. Kita akan membongkar fakta ilmiah di balik sabun kojic acid, termasuk cara kerjanya, risiko, dan harapan realistis, sehingga Anda bisa membuat keputusan bijak. Apa Itu Kojic Acid dan Bagaimana Cara Kerjanya?   Kojic acid adalah bahan alami yang dihasilkan dari fermentasi jamur, sering digunakan dalam kosmetik untuk mencerahkan kulit. Menurut Journal of Cosmetic Dermatology [2022], kojic acid bekerja dengan menghambat enzim tyrosinase, yang bertanggung jawab atas produksi melanin [pigmen kulit]. Oleh karena itu, bahan ini efektif untuk mengurangi hiperpigmentasi, seperti bekas jerawat atau flek hitam.   Namun, sabun kojic acid berbeda dari krim atau serum. Karena sabun hanya bersentuhan dengan kulit sebentar sebelum dibilas, efektivitasnya terbatas dibandingkan produk leave-on. Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kojic acid dalam sabun biasanya rendah [1-2%], sehingga efek mencerahkan membutuhkan waktu lebih lama dari yang diiklankan. Baca Juga: Tiga Mitos Masker Wajah dan Fakta di Baliknya Memutihkan Kulit dalam Seminggu?   Banyak iklan sabun kojic acid menjanjikan kulit 'putih glowing' dalam 7 hari. Sayangnya, ini tidak realistis. Berikut fakta ilmiahnya:   - Waktu Efek Nyata: Studi klinis menunjukkan perubahan warna kulit akibat kojic acid baru terlihat setelah 4-8 minggu pemakaian rutin, bukan seminggu.   - Faktor Lain: Warna kulit dipengaruhi genetika, paparan sinar UV, dan pola hidup. Sabun saja tidak cukup tanpa perlindungan sunscreen atau perawatan lain.   - Efek Sementara: Sabun kojic acid membersihkan sel kulit mati, yang bisa membuat kulit tampak lebih cerah sesaat, tetapi ini bukan 'pemutihan' permanen.   Selain itu, istilah 'memutihkan' sering menyesatkan. Kojic acid lebih cocok untuk meratakan warna kulit, bukan mengubah warna alami kulit secara drastis. Risiko dan Efek Samping   Meski kojic acid relatif aman, ada risiko yang perlu diperhatikan, terutama untuk kulit sensitif di musim hujan:   - Iritasi Kulit: Penelitian BPOM [2024] mencatat bahwa kojic acid dosis tinggi dapat menyebabkan kemerahan atau rasa terbakar, terutama jika sabun digunakan terlalu sering.   - Produk Palsu: Banyak sabun kojic acid di pasaran tidak terdaftar BPOM dan mungkin mengandung bahan berbahaya seperti merkuri. Pastikan memilih produk dengan label resmi.   - Fotosensitivitas: Kojic acid bisa membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari, jadi penggunaan sunscreen wajib, terutama saat cuaca mendung di musim hujan.   Untuk meminimalkan risiko, lakukan uji coba pada area kecil kulit sebelum penggunaan rutin. Baca Juga: Apakah Parfum Harus Disemprot ke Seluruh Tubuh? Cara Pakai Sabun Kojic Acid yang Aman   Agar efektif dan aman, ikuti langkah berikut:   1. Gunakan 1-2 Kali Sehari: Busakan sabun, aplikasikan ke wajah selama 20-30 detik, lalu bilas hingga bersih.   2. Kombinasikan dengan Sunscreen: Lindungi kulit dari UV dengan sunscreen SPF 30+ setelahnya.   3. Lengkapi dengan Pelembap: Gunakan pelembap berbasis air untuk mencegah kekeringan, yang umum di musim hujan.   Sebagai inspirasi lokal, beberapa UMKM Indonesia mengombinasikan kojic acid dengan ekstrak beras atau kunyit, yang kaya antioksidan. Produk ini sering lebih ramah untuk kulit tropis. Alternatif untuk Hasil Lebih Cepat   Jika ingin hasil lebih cepat, pertimbangkan produk leave-on seperti serum kojic acid atau krim dengan konsentrasi lebih tinggi [tentu dengan saran dokter kulit]. Selain itu, perawatan seperti chemical peeling di klinik terpercaya bisa lebih efektif untuk hiperpigmentasi, meski harus hati-hati pada kulit berminyak. Beauties, sabun kojic acid memang bisa membantu mencerahkan kulit dan mengurangi flek hitam, tetapi klaim 'putih dalam seminggu' adalah mitos. Efek nyata membutuhkan waktu, konsistensi, dan kombinasi dengan perawatan lain seperti sunscreen. Oleh karena itu, pilih produk terdaftar BPOM, gunakan dengan benar, dan kelola ekspektasi Anda. Untuk tips lebih lanjut, cek artikel kami di rubrik SkinCare tentang memilih sunscreen atau perawatan flek hitam. [][Vikalena Lasmoskwa/TBV]  Sumber Eksternal:   - [BPOM: Keamanan Kosmetik] - Journal of Cosmetic Dermatology [2022] 

5 Gaya Hidup untuk Kulit Glowing di Tengah Kota
BeautyLife

14 Oct 2025

5 Gaya Hidup untuk Kulit Glowing di Tengah Kota

Bayangkan Anda berjalan di trotoar Jakarta atau Bandung, di tengah musim hujan yang lembap, dengan asap kendaraan dan debu menempel di wajah. Kulit terasa kusam, pori-pori seolah berteriak minta bantuan. Namun, di balik hiruk-pikuk kota, kulit glowing tetap bisa jadi milik Anda.  Gaya hidup kecantikan bukan hanya soal produk mahal, tetapi tentang kebiasaan kecil yang membawa perubahan besar. Kami mengajak Anda menjelajahi lima cara sederhana untuk membuat kulit Anda bersinar, meski polusi kota dan cuaca hujan mencoba meredupkannya. #1. Mulai Hari dengan Pembersihan yang Lembut   Setiap pagi, kulitmu membutuhkan sapaan lembut sebelum menghadapi dunia. Polusi kota, seperti karbon monoksida dan partikel PM2.5, bisa menempel dan memicu radikal bebas yang mempercepat penuaan kulit. Oleh karena itu, pilih pembersih wajah berbasis gel atau busa yang ringan, terutama yang mengandung ekstrak teh hijau lokal. Teh hijau, yang banyak ditanam di Jawa Barat, kaya antioksidan untuk melawan efek polusi. Aku pernah mendengar cerita teman yang beralih ke pembersih berbahan alami dan merasa kulitnya lebih segar dalam seminggu. Cukup bersihkan wajah selama 30 detik, pijat perlahan, lalu bilas dengan air suam-suam kuku untuk membuka hari dengan semangat. Baca Juga: Gaya Hidup Beautylife untuk Kualitas Hidup dan Kecantikan Fisik #2. Jaga Hidrasi dari Dalam   Kulit glowing tidak hanya soal apa yang Anda oleskan, tetapi juga apa yang Anda konsumsi. Di musim hujan, udara lembap sering membuat kita lupa minum air. Padahal, hidrasi adalah kunci. Air membantu mengeluarkan racun dari tubuh, termasuk polutan yang terserap kulit. Selain itu, coba tambahkan buah-buahan lokal seperti jambu biji atau markisa ke dalam menu harian Anda. Menurut penelitian di Journal of Nutritional Science [2021], jambu biji kaya vitamin C, yang mendukung produksi kolagen untuk kulit kenyal. Bayangkan segelas jus jambu segar di pagi hari—sederhana, tapi bikin kulit Anda berterima kasih. #3. Lindungi Kulit dengan Sunscreen Setiap Hari Jangan terkecoh oleh langit mendung di musim hujan. Sinar UV tetap mengintai, dan polusi kota memperburuk dampaknya. Sunscreen bukan sekadar pelindung, tetapi sahabat kulit Anda. Pilih sunscreen dengan SPF 30, bertekstur gel untuk kulit tropis yang cenderung berminyak. Beberapa produk lokal memanfaatkan ekstrak beras, yang dikenal di Indonesia sebagai rahasia kulit cerah nenek moyang. Aplikasikan secukupnya—sekitar dua jari penuh untuk wajah—dan ulangi setiap tiga jam jika Anda banyak beraktivitas di luar. Dengan begitu, kulit tetap terlindungi, meski hujan rintik-rintik menemani perjalanan Anda. #4. Tidur Cukup untuk Regenerasi Alami   Pernahkah Anda merasa kulit lebih cerah setelah tidur nyenyak? Itu bukan kebetulan. Saat tidur, kulit memperbaiki diri dari kerusakan akibat polusi dan stres. Di kota besar, dengan jadwal padat dan kemacetan, tidur sering terabaikan. Cobalah tidur 7-8 jam setiap malam, dan ciptakan suasana tenang dengan lilin aromaterapi berbahan minyak kelapa lokal. Penelitian dari Sleep Medicine Reviews [2020] menunjukkan bahwa tidur cukup meningkatkan hidrasi kulit hingga 15%. Jadi, matikan ponsel lebih awal, tarik napas dalam, dan biarkan kulit bekerja secara ajaib saat Anda bermimpi. Baca Juga: Manfaat Renang untuk Kecantikan Sebelum tidur, beri kulit Anda sentuhan akhir dengan pelembap ringan. Di musim hujan, kulit bisa terasa kering karena perubahan suhu. Pilih pelembap berbasis air dengan bahan seperti lidah buaya, yang banyak ditemukan di produk UMKM Indonesia. Lidah buaya tak hanya melembapkan, tetapi juga menenangkan kulit yang teriritasi polusi. Pijat perlahan ke wajah sambil membayangkan kulit Anda menyerap kebaikan alam. Langkah ini seperti pelukan hangat untuk kulit Anda setelah seharian berjuang di tengah kota. #5. Nutrisi Malam untuk Kulit Bercahaya   Kulit glowing bukanlah impian yang jauh di tengah polusi kota. Dengan pembersihan lembut, hidrasi cukup, perlindungan sunscreen, tidur nyenyak, dan nutrisi malam, Anda bisa membawa cahaya alami kulit ke permukaan. Semua ini tidak memerlukan biaya besar—cukup konsistensi dan sedikit cinta untuk diri Anda sendiri. Untuk inspirasi lain, cek artikel kami di rubrik SkinCare tentang memilih sunscreen atau tips mencerahkan kulit. Mulai hari ini, jadikan gaya hidup kecantikan ini bagian dari cerita Anda! [][Vikalena Lasmoskwa/TBV] Sumber Eksternal:   - [BPOM: Tips Memilih Kosmetik Aman] - Journal of Nutritional Science [2021], “Vitamin C and Skin Health”  

Cara Memilih Sunscreen untuk Kulit Berminyak di Musim Hujan
Blog

14 Oct 2025

Cara Memilih Sunscreen untuk Kulit Berminyak di Musim Hujan

Musim hujan di Indonesia, seperti yang mulai terasa di September 2025, membawa kelembapan tinggi yang bisa jadi musuh bagi pemilik kulit berminyak. Kelembapan membuat kulit memproduksi sebum berlebih, menyebabkan pori tersumbat, jerawat, dan kilau berlebihan.  Namun begitu Beauties, perlindungan matahari tetap penting, bahkan saat mendung, karena sinar UVA/UVB tetap bisa menembus awan. Menurut penelitian dari Journal of Dermatology [2023], 80% kerusakan kulit akibat sinar UV terjadi pada hari berawan. Nah, bagaimana cara memilih sunscreen yang cocok untuk kulit berminyak tanpa bikin wajah terasa lengket atau memicu komedo? Artikel ini, didukung wawasan farmasi dari Universitas Padjadjaran, akan memandu Anda memilih sunscreen ideal dengan formula ringan, non-comedogenic, dan inspirasi bahan lokal Indonesia. Mengapa Sunscreen Penting untuk Kulit Berminyak?   Kulit berminyak cenderung memiliki lapisan sebum alami yang membuatnya tampak glossy, tapi ini tidak cukup melindungi dari sinar UV. Paparan sinar matahari tanpa perlindungan dapat mempercepat penuaan dini, hiperpigmentasi, dan bahkan meningkatkan risiko kanker kulit. Badan Pengawas Obat dan Makanan [BPOM] Indonesia merekomendasikan penggunaan sunscreen dengan SPF minimal 30 untuk aktivitas sehari-hari. Namun, tantangan terbesar bagi kulit berminyak adalah menemukan produk yang tidak menyumbat pori atau terasa berat di cuaca lembap. Berikut adalah kriteria dan tips berbasis sains untuk memilih sunscreen yang tepat. Baca Juga: Day Cream Penting untuk Perlindungan Kulit Harian Kriteria Sunscreen Ideal untuk Kulit Berminyak   Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diperhatikan saat memilih sunscreen, berdasarkan ilmu kosmetik farmasi: 1. Pilih Formula Non-Comedogenic   Non-comedogenic berarti produk tidak menyumbat pori, yang krusial untuk mencegah jerawat dan komedo. Cari label 'non-comedogenic' atau 'oil-free' pada kemasan. Contoh bahan yang aman adalah zinc oxide atau titanium dioxide, yang sering ditemukan pada sunscreen fisik [physical/mineral sunscreen]. Bahan ini juga cocok untuk kulit sensitif, menurut studi di International Journal of Cosmetic Science [2022]. 2. Perhatikan SPF dan PA yang Sesuai   Sun Protection Factor [SPF] mengukur perlindungan terhadap UVB, sementara Protection Grade of UVA [PA] melindungi dari UVA. Untuk kulit berminyak, pilih SPF 30-50 dan PA+++. Produk dengan SPF terlalu tinggi [misalnya 100] sering kali terasa berat dan kurang nyaman di iklim tropis. BPOM menyarankan SPF 30 untuk aktivitas indoor-outdoor ringan, cukup untuk melindungi selama 4-6 jam di musim hujan. 3. Tekstur Ringan: Gel atau Lotion Lebih Baik   Sunscreen berbasis gel atau lotion lebih cocok untuk kulit berminyak dibandingkan krim tebal. Tekstur gel menyerap cepat, memberikan efek matte, dan tidak meninggalkan residu berminyak. Beberapa produk lokal Indonesia, seperti yang menggunakan ekstrak lidah buaya atau daun teh hijau, menawarkan tekstur ringan sekaligus manfaat antioksidan. 4. Bahan Aktif yang Mengontrol Sebum   Cari sunscreen dengan bahan seperti niacinamide atau ekstrak witch hazel, yang membantu mengurangi produksi sebum tanpa mengeringkan kulit. Niacinamide, misalnya, terbukti dalam studi Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology [2021] dapat mengurangi kilau minyak hingga 20% setelah 4 minggu pemakaian rutin. Produk lokal yang memanfaatkan ekstrak temulawak juga bisa jadi pilihan karena sifat anti-inflamasinya. 5. Tahan Air untuk Musim Hujan   Di musim hujan, cari sunscreen dengan label 'water-resistant' untuk menjamin perlindungan saat terkena air hujan atau keringat. Namun, ingat untuk mengaplikasikan ulang setiap 2-3 jam jika terpapar air terus-menerus, sesuai pedoman BPOM. Baca Juga: Kulit Halus Bukan Mimpi: Rahasia Perawatan dari Rumah Rekomendasi Produk Lokal dan Cara Penggunaan   Indonesia kaya akan bahan alami yang bisa diintegrasikan ke dalam sunscreen. Beberapa merek lokal yang terdaftar di BPOM, seperti Wardah, Emina, atau merek UMKM berbasis bahan alami, menawarkan sunscreen dengan formula ringan. Contohnya, produk dengan ekstrak kelapa atau teh hijau lokal sering kali ramah untuk kulit berminyak. Berikut langkah penggunaan sunscreen yang benar: 1. Bersihkan Wajah: Gunakan pembersih wajah berbasis gel untuk menghilangkan minyak berlebih.   2. Aplikasikan Pelembap Ringan: Pilih pelembap berbasis air untuk menjaga hidrasi tanpa menambah minyak.   3. Gunakan Sunscreen: Aplikasikan 2 jari penuh [sekitar 2 gram] untuk wajah dan leher, 15 menit sebelum keluar rumah.   4. Re-apply: Ulangi setiap 2-3 jam, terutama setelah terkena hujan atau keringat.   Tips Tambahan: Gunakan bedak tabur berbahan mineral untuk efek matte setelah sunscreen, terutama untuk aktivitas outdoor di musim hujan. Peringatan: Hal yang Harus Dihindari   - Sunscreen Kedaluwarsa: Periksa tanggal kadaluarsa, karena bahan aktif seperti avobenzone bisa kehilangan efektivitas.   - Produk Tanpa Label BPOM: Hindari sunscreen dari sumber tidak jelas untuk mencegah risiko bahan berbahaya seperti merkuri.   - Over-application: Terlalu banyak sunscreen bisa membuat kulit terasa lengket dan memicu komedo.   Inspirasi dari Bahan Lokal Indonesia   Indonesia punya potensi besar dalam pengembangan kosmetik berbasis bahan alami. Misalnya, ekstrak temulawak dan kunyit, yang kaya antioksidan, bisa menjadi bahan tambahan dalam sunscreen untuk melawan radikal bebas akibat polusi. Penelitian dari Fakultas Farmasi Unpad [2024] menunjukkan bahwa ekstrak temulawak dapat meningkatkan perlindungan kulit hingga 15% dibandingkan formula standar. Dukungan untuk cosmeticpreneur lokal yang memanfaatkan bahan ini juga sejalan dengan misi beautyversity.id untuk memajukan inovasi kosmetik Indonesia. Jadi Beauties, memilih sunscreen untuk kulit berminyak di musim hujan bukan hanya soal estetika, tapi juga kesehatan kulit jangka panjang. Dengan memperhatikan formula non-comedogenic, tekstur ringan, dan bahan aktif seperti niacinamide atau ekstrak lokal, Anda bisa menjaga kulit tetap sehat tanpa kilau berlebih. Pastikan produk pilihan Anda terdaftar di BPOM untuk keamanan. Untuk informasi lebih lanjut tentang perawatan kulit berbasis sains, jelajahi rubrik SkinCare kami atau cek artikel terkait tentang pembersih wajah untuk kulit berminyak. [][Eva Evilia/TBV]  Sumber Eksternal:   - [BPOM: Panduan Memilih Kosmetik Aman] - Journal of Dermatology [2023], 'UV Protection in Overcast Conditions'