BeautyNews

Fakultas Farmasi Unpad Perkenalkan Cosmeticverse, Ekosistem Baru Penghubung Dunia Kosmetik Indonesia

Admin Beautyversity Admin Beautyversity
201 views
Fakultas Farmasi Unpad Perkenalkan Cosmeticverse, Ekosistem Baru Penghubung Dunia Kosmetik Indonesia

JATINANGOR – Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran [Unpad] memperkenalkan Cosmeticverse, sebuah ekosistem pengetahuan yang dirancang untuk menghubungkan dunia pendidikan, riset, teknologi, industri, hingga kewirausahaan kosmetik Indonesia. Inisiatif tersebut diperkenalkan dalam Seminar Kosmetik 2026 bertema Inovasi dan Teknologi di Bidang Kosmetik dalam Mendukung Kemajuan Industri Kosmetik Nasional yang digelar di Auditorium Fakultas Farmasi Unpad, Jatinangor, Rabu [01/07].

Berbeda dari seminar kosmetik pada umumnya, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan diskusi ilmiah, tetapi juga memperkenalkan sebuah kerangka besar yang berupaya menghubungkan seluruh perjalanan ilmu kosmetik. Mulai dari pendidikan, penelitian bahan baku, pengembangan formulasi, penerapan teknologi, budaya mutu, hingga lahirnya pelaku industri baru, seluruhnya dirangkai dalam satu ekosistem yang diberi nama Cosmeticverse.

Seminar tersebut merupakan kolaborasi Fakultas Farmasi Unpad bersama Program Studi Rekayasa Kosmetik, PSPST Farmasi Unpad, PT Baleide, LABCOS, Ray Academy, serta berbagai mitra industri. Kolaborasi ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, dan pelaku usaha untuk membahas perkembangan ilmu kosmetik sekaligus memperkuat hubungan antara dunia kampus dan industri.

Rangkaian kegiatan juga memperlihatkan bagaimana Cosmeticverse dibangun sebagai sebuah ekosistem, bukan sekadar program tunggal. Selain peluncuran lima buku, peserta diperkenalkan dengan LABCOS AI, program Cosmepreneur, serta berbagai inisiatif kolaboratif yang dirancang untuk memperkuat literasi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia di bidang kosmetik.

Baca Juga: Fakultas Farmasi Unpad Dorong Hilirisasi Riset Kosmetik Lewat ICI 2026

Menyatukan Perjalanan Ilmu Kosmetik

Guru Besar Fakultas Farmasi Unpad, Prof. Dr. apt. Sriwidodo, M.Si., menilai pengembangan industri kosmetik nasional memerlukan pendekatan yang melibatkan banyak pihak.

"Membangun ekosistem kosmetik Indonesia tidak mungkin dilakukan sendiri di kampus. Perguruan tinggi memiliki peran melahirkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan sumber daya manusia, tetapi keberhasilannya hanya akan tercapai melalui kolaborasi erat dengan pemerintah, industri, komunitas, dan media dalam semangat pentahelix," ujarnya.

Gagasan tersebut menjadi salah satu fondasi utama Cosmeticverse. Ekosistem ini dirancang agar ilmu pengetahuan tidak berhenti sebagai hasil penelitian, melainkan dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang relevan bagi industri sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pendekatan tersebut juga tercermin dalam peluncuran lima buku yang diperkenalkan pada kesempatan yang sama. Kelima buku itu tidak diposisikan sebagai karya yang berdiri sendiri, melainkan sebagai rangkaian pengetahuan yang menjelaskan bagaimana sebuah produk kosmetik lahir, dikembangkan, diproduksi, hingga akhirnya dipercaya oleh konsumen.

Bukan Sekadar Meluncurkan Buku

Dalam paparannya, Prof. Dr. Keri Lestari, M.Si., S.Si., Apt., menjelaskan bahwa kelima buku tersebut disusun sebagai satu narasi yang saling melengkapi.

"Kelima buku ini membentuk sebuah narasi yang saling melengkapi. Bukan sekadar kumpulan referensi, melainkan sebuah peta pengetahuan yang menghubungkan sains, inovasi, formulasi, kualitas, dan masa depan industri kosmetik Indonesia," ujarnya.

Rangkaian buku tersebut dimulai dari Dunia Kosmetik sebagai pengantar mengenai sistem dan ekosistem industri kosmetik modern. Pembahasan kemudian berlanjut ke potensi biodiversitas Indonesia melalui Indonesian Phytocosmetic Atlas, dilanjutkan dengan perjalanan penelitian bahan alam dalam The Phytocosmetic Journey, proses formulasi melalui The Cosmetic Code, hingga budaya mutu yang menjadi fondasi industri pada The Invisible Quality.

Susunan ini menunjukkan bahwa Cosmeticverse tidak hanya menawarkan kumpulan referensi, tetapi membangun sebuah alur pembelajaran yang utuh mengenai industri kosmetik, mulai dari ilmu dasar hingga penerapannya di dunia usaha.

Baca Juga: Kosmetik sebagai Bahasa Kepercayaan

Menjawab Tantangan Industri Kosmetik

Selain memperkenalkan ekosistem pengetahuan, seminar ini juga menyoroti tantangan yang sedang dihadapi industri kosmetik Indonesia. Pertumbuhan industri yang terus meningkat harus diimbangi dengan ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten, penguasaan teknologi, budaya mutu, serta inovasi berbasis riset.

Dalam konteks tersebut, Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm., yang juga menjadi salah satu penggagas Cosmeticverse, berharap ekosistem ini mampu menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri. Menurutnya, kolaborasi perguruan tinggi dengan pelaku bisnis kosmetik akan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem tersebut.

Melalui pendekatan yang menghubungkan pendidikan, penelitian, teknologi, artificial intelligence, hingga kewirausahaan, Cosmeticverse diharapkan menjadi ruang bersama untuk mempercepat lahirnya inovasi kosmetik Indonesia yang lebih berdaya saing.

Lebih dari sekadar agenda seminar atau peluncuran buku, inisiatif ini menjadi upaya membangun sebuah ekosistem yang memungkinkan ilmu pengetahuan bergerak lebih jauh dari laboratorium. Dengan mempertemukan kampus, industri, komunitas, dan teknologi dalam satu kerangka kolaboratif, Cosmeticverse menawarkan sebuah cara baru untuk melihat masa depan industri kosmetik Indonesia.

Cosmeticverse merupakan ekosistem pengetahuan kosmetik yang diperkenalkan oleh Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran bersama Program Studi Rekayasa Kosmetik, LABCOS, Ray Academy, PT Baleide, serta berbagai mitra industri. Ekosistem ini menghubungkan pendidikan, riset, teknologi, artificial intelligence, kewirausahaan, dan industri untuk memperkuat inovasi serta daya saing kosmetik Indonesia. [][Eva Evilia/TBV]



Bagikan artikel ini:
Admin Beautyversity

Admin Beautyversity

Penulis di Beautyversity

Lihat Semua Artikel