Decorative

Foundation Berubah Warna Setelah Dipakai, Oksidasi atau Ada Penyebab Lain?

Admin Beautyversity Admin Beautyversity
11 views
Foundation Berubah Warna Setelah Dipakai, Oksidasi atau Ada Penyebab Lain?

Foundation yang semula cocok dengan warna kulit bisa tampak lebih gelap beberapa jam kemudian. Apakah benar pigmennya mengalami oksidasi?

Memilih warna foundation sering membutuhkan waktu dan percobaan. Produk yang terlihat sesuai ketika pertama kali diratakan di wajah belum tentu mempertahankan warna yang sama setelah beberapa jam. Sebagian orang mendapati riasannya berubah lebih gelap, kekuningan, atau cenderung jingga meskipun warna awalnya tampak cocok.

Perubahan tersebut sering disebut oksidasi, istilah yang sudah akrab dalam percakapan mengenai kosmetik dekoratif. Ketika foundation berubah warna, konsumen kerap menganggap pigmen di dalamnya bereaksi dengan udara atau minyak kulit. Penjelasan ini terdengar masuk akal, tetapi belum tentu menggambarkan proses yang sebenarnya terjadi.

Foundation merupakan sediaan kosmetik yang menggabungkan pigmen, bahan pembawa, serta komponen lain untuk menghasilkan warna dan tekstur tertentu. Setelah diaplikasikan, produk mengalami perubahan dari kondisi awal di dalam kemasan menjadi lapisan tipis di permukaan kulit. Selama proses tersebut, penguapan bahan, perubahan susunan lapisan, dan interaksi dengan sebum dapat memengaruhi penampilannya.

Karena itu, warna foundation yang berubah tidak selalu menunjukkan terjadinya reaksi kimia oksidasi. Ada perubahan yang berkaitan dengan sifat fisik formula, ada pula yang dipengaruhi kondisi kulit dan lingkungan. Membedakan mekanisme tersebut penting agar konsumen tidak keliru memilih produk atau mencoba mengatasi masalah yang sebenarnya berbeda.

Baca Juga: Mengapa Warna Lipstik yang Sama Bisa Terlihat Berbeda pada Setiap Orang?

Tidak Semua Perubahan Warna Foundation Disebabkan Oksidasi

Secara kimia, oksidasi merupakan reaksi yang melibatkan perubahan keadaan oksidasi suatu zat. Dalam penggunaan sehari-hari, istilah ini sering dipakai untuk menyebut setiap foundation yang berubah lebih gelap. Padahal, perubahan warna yang terlihat belum cukup untuk membuktikan bahwa reaksi oksidasi benar-benar berlangsung.

Penelitian berjudul Discoloration of Liquid Foundation across the Shade Color Diversity yang diterbitkan dalam Scientific Reports pada 2025 menjelaskan bahwa pigmen umum pada foundation, seperti oksida besi dan titanium dioksida, telah berada dalam bentuk oksida yang relatif stabil. Karena itu, perubahan warna selama pemakaian tidak dapat begitu saja dianggap sebagai oksidasi pigmen. Penguapan bahan, perubahan permukaan, dan karakter formula juga perlu diperhitungkan.

Salah satu mekanisme penting adalah perubahan warna ketika foundation mengering, yang dikenal sebagai dry-down. Foundation cair mengandung komponen yang dapat menguap setelah produk diratakan di kulit. Ketika komponen tersebut berkurang, susunan lapisan kosmetik dan cara cahaya berinteraksi dengan pigmen dapat berubah sehingga warna terlihat berbeda.

Dalam penelitian A Physiologically Relevant In Vitro Screening Model for Predictive Assessment of Foundation Colour Shift, Yiwen Li dan rekan-rekannya dari pusat riset dan pengembangan Estée Lauder di China meneliti perubahan warna beberapa formula foundation selama enam jam. Dilansir dari International Journal of Cosmetic Science pada 2026, sebagian besar perubahan warna yang dapat diamati dalam model penelitian tersebut terjadi pada tahap awal pengeringan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengaruh pengeringan tidak boleh diabaikan ketika membahas foundation yang tampak semakin gelap.

Perspektif formulasi juga penting untuk memahami fenomena tersebut. apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm., akademisi Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran yang membahas pengembangan dan evaluasi kosmetik, menempatkan karakter bahan serta sistem formula sebagai aspek penting dalam penilaian produk. Prinsip ini relevan untuk foundation karena warna akhir tidak hanya ditentukan oleh jenis pigmen, tetapi juga bagaimana pigmen terdispersi dan dipertahankan dalam keseluruhan sediaan.

Sebagai contoh, dua foundation dapat menggunakan kelompok pigmen yang serupa, tetapi menghasilkan perubahan warna berbeda setelah diaplikasikan. Perbedaan bahan pembawa, komposisi minyak, dan karakter lapisan yang terbentuk dapat memengaruhi tampilan akhirnya. Dengan demikian, label warna yang sama belum tentu menjamin hasil pemakaian yang identik.

Baca Juga: Mengapa Bedak Bisa Membuat Makeup Lebih Halus tetapi Juga Terlihat Cakey?

Minyak Kulit, Pigmen, dan Pencahayaan Ikut Menentukan

Selain proses pengeringan, sebum merupakan faktor yang perlu diperhatikan. Minyak alami kulit dapat berinteraksi dengan lapisan foundation dan mengubah cara pigmen tersebar atau memantulkan cahaya. Pengaruh tersebut dapat membuat warna terlihat lebih pekat meskipun tidak selalu terjadi reaksi oksidasi kimia.

Penelitian Qi Zhang dan rekan-rekannya yang diterbitkan dalam International Journal of Cosmetic Science pada 2024 secara khusus menguji pengaruh sebum terhadap penggelapan foundation cair. Para peneliti menggunakan sebum buatan dan pengukuran warna untuk menilai perubahan yang terjadi. Hasilnya menunjukkan bahwa karakter dispersi pigmen serta kemampuan bahan berinteraksi dengan minyak turut memengaruhi tingkat penggelapan.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa pemilihan pigmen dengan karakter dispersi yang sesuai dapat membantu mengurangi perubahan warna akibat sebum. Artinya, persoalan foundation yang semakin gelap bukan hanya berkaitan dengan seberapa berminyak wajah seseorang. Keputusan formulasi di tingkat pengembangan produk juga memiliki peran penting.

Meski demikian, hasil penelitian mengenai sebum tidak berarti setiap foundation akan berubah lebih gelap ketika terkena minyak kulit. Penelitian Yiwen Li dan rekan-rekannya pada 2026 justru menemukan bahwa pengaruh tambahan sebum relatif kecil dibandingkan perubahan pada tahap awal pengeringan dalam formula yang mereka uji. Perbedaan hasil tersebut memperlihatkan bahwa mekanisme perubahan warna sangat bergantung pada jenis formula dan kondisi pengujian.

Ada pula persoalan ketidaksesuaian warna dasar atau undertone. Foundation yang terlalu hangat dapat terlihat kekuningan atau jingga sejak awal, terutama ketika dibandingkan dengan warna leher. Jika ketidaksesuaian tersebut baru disadari setelah berpindah tempat, perubahan pencahayaan mungkin turut memengaruhi persepsi warna.

Lampu toko, pencahayaan ruangan, dan sinar matahari tidak selalu menampilkan warna kosmetik dengan cara yang sama. Karena itu, pengujian foundation sebaiknya tidak hanya dilakukan pada punggung tangan atau di bawah satu jenis lampu. Area sekitar rahang dapat membantu membandingkan hasilnya dengan warna wajah dan leher.

Untuk mengetahui apakah foundation mengalami perubahan selama pemakaian, konsumen dapat mengamati warnanya segera setelah aplikasi, beberapa menit kemudian, dan setelah beberapa jam. Pengamatan sebaiknya dilakukan dalam kondisi pencahayaan yang relatif sama agar perbedaannya lebih mudah dinilai. Jika warna berubah dalam beberapa menit pertama, proses pengeringan dapat menjadi salah satu kemungkinan penyebab.

Persiapan kulit juga perlu diperhatikan, terutama jika foundation digunakan bersama pelembap, tabir surya, atau primer. Lapisan produk yang berbeda dapat memengaruhi penyebaran dan tampilan foundation di permukaan kulit. Mengubah terlalu banyak produk sekaligus justru menyulitkan identifikasi faktor yang menyebabkan perubahan warna.

Memilih foundation dengan warna awal lebih terang bukan selalu solusi terbaik. Produk yang terlihat terlalu pucat ketika baru digunakan dapat tetap menghasilkan tampilan tidak sesuai apabila perubahan warnanya ternyata kecil. Pengujian setelah formula mengering lebih berguna daripada mengandalkan warna produk saat masih basah.

Perubahan warna foundation merupakan hasil interaksi yang dapat melibatkan sifat formula, penguapan bahan, sebum, dan pencahayaan. Oksidasi kimia mungkin terjadi pada komponen tertentu, tetapi tidak dapat disimpulkan hanya dari foundation yang tampak menggelap. Memahami penyebabnya membantu konsumen menilai produk secara lebih tepat sekaligus menunjukkan bahwa kestabilan warna merupakan persoalan penting dalam pengembangan kosmetik dekoratif. [][Liora Maheswari/TBV]

Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.



Bagikan artikel ini:
Admin Beautyversity

Admin Beautyversity

Penulis di Beautyversity

Lihat Semua Artikel