Tag

pelembap

Jelajahi artikel dengan tag pelembap

Tanya Dong: Apakah Skincare Tetap Perlu Dipakai Saat Seharian Berada di Dalam Rumah?
TanyaDong

14 Okt 2026

Tanya Dong: Apakah Skincare Tetap Perlu Dipakai Saat Seharian Berada di Dalam Rumah?

Seharian di rumah tanpa terkena panas matahari langsung mungkin terasa aman bagi kulit. Tetapi, apakah itu berarti skincare boleh dilewatkan?Bekerja dari rumah, menghabiskan akhir pekan di kamar, atau sekadar menikmati hari tanpa bepergian sering membuat rutinitas perawatan kulit terasa kurang penting. Tidak ada polusi jalanan yang harus dihadapi secara langsung, tidak menggunakan makeup, dan sebagian besar waktu dihabiskan dalam ruangan. Karena itu, muncul anggapan bahwa kulit bisa beristirahat dengan tidak menggunakan produk apa pun.Anggapan tersebut terdengar masuk akal, terutama ketika skincare sering dikaitkan dengan perlindungan terhadap lingkungan luar. Padahal, kulit tetap menjalankan berbagai fungsi biologis meskipun tubuh tidak meninggalkan rumah. Lapisan pelindung kulit terus bekerja mempertahankan kelembapan, sementara kehilangan air melalui permukaan kulit tetap berlangsung.Artinya, kebutuhan perawatan kulit tidak sepenuhnya ditentukan oleh seberapa sering seseorang beraktivitas di luar ruangan. Kondisi kulit, lingkungan tempat tinggal, kebiasaan membersihkan wajah, dan paparan sinar matahari dari jendela juga perlu diperhitungkan. Rutinitas yang digunakan mungkin bisa disederhanakan, tetapi bukan berarti seluruh perawatan otomatis menjadi tidak diperlukan.Pertanyaan yang lebih tepat sebenarnya bukan apakah semua produk harus tetap digunakan. Yang perlu dipahami adalah produk mana yang masih mempunyai fungsi relevan ketika aktivitas sehari-hari berlangsung di dalam rumah. Jawabannya bisa berbeda antara pembersih wajah, pelembap, tabir surya, dan produk berbahan aktif tertentu.Baca Juga: Tanya Dong: Bisakah Warna Kulit yang Berbeda karena Bekas Luka Kembali Merata?Di Dalam Rumah, Kulit Tetap Membutuhkan PerawatanSalah satu fungsi penting perawatan kulit adalah membantu mempertahankan kondisi skin barrier. Lapisan ini berperan mengurangi kehilangan air sekaligus melindungi kulit dari berbagai faktor lingkungan. Ketika kelembapannya terganggu, kulit dapat terasa kering, tertarik, kasar, atau lebih mudah mengalami iritasi.Berada di dalam rumah tidak selalu berarti lingkungan lebih bersahabat bagi kulit. Penggunaan pendingin ruangan, misalnya, dapat berkaitan dengan kondisi udara yang lebih kering, terutama jika kelembapan ruangan rendah. Pada orang dengan kulit yang mudah kering, keadaan tersebut dapat meningkatkan kebutuhan terhadap pelembap.Dilansir dari American Academy of Dermatology [AAD], dokter spesialis kulit Dr. Rebecca Kazin menjelaskan bahwa kebutuhan pelembap tidak bisa disamaratakan untuk seluruh jenis kulit. Pelembap tersedia dalam bentuk gel, losion, krim, hingga salep, dengan karakteristik yang berbeda. Pemilihannya perlu mempertimbangkan jenis kulit serta tingkat kekeringan yang dialami.Pendapat tersebut penting karena kebutuhan pelembap tidak menghilang hanya karena seseorang tidak bepergian. Kulit yang cenderung kering mungkin tetap membutuhkan krim untuk membantu mempertahankan air. Sementara itu, kulit berminyak dapat lebih nyaman menggunakan pelembap bertekstur ringan atau menyesuaikan penggunaannya dengan kondisi kulit.Bagaimana dengan pembersih wajah? Walaupun tidak menggunakan makeup, permukaan kulit tetap menghasilkan sebum dan dapat mengalami penumpukan keringat serta kotoran dari aktivitas sehari-hari. Pembersihan tetap relevan, tetapi frekuensi dan jenis produk sebaiknya disesuaikan agar tidak membuat kulit terlalu kering.Baca Juga: Tanya Dong: Perlukah Memberi Jeda antara Satu Produk Skincare dan Produk Berikutnya?Apakah Sunscreen Juga Harus Dipakai di Dalam Rumah?Bagian ini sering menimbulkan perdebatan karena tidak semua ruangan memiliki tingkat paparan matahari yang sama. Kaca jendela biasa umumnya menghalangi sebagian besar radiasi UVB, tetapi sejumlah radiasi UVA masih dapat menembusnya. Karena itu, duduk berjam-jam di dekat jendela yang terkena sinar matahari berbeda dari menghabiskan hari di ruangan tertutup tanpa paparan cahaya matahari langsung.Dikutip dari Allure, dokter spesialis kulit Dr. Ava Shamban menjelaskan bahwa paparan UVA dapat terjadi di dalam ruangan karena radiasi tersebut mampu melewati kaca. UVA berkaitan dengan kerusakan kulit akibat paparan matahari, termasuk perubahan pigmentasi dan tanda penuaan dini. Dengan demikian, keberadaan atap dan dinding tidak selalu menghilangkan kebutuhan perlindungan matahari.Meski begitu, kebutuhan tabir surya di dalam rumah tetap perlu mempertimbangkan situasi. Seseorang yang bekerja tepat di samping jendela dengan paparan matahari kuat mempunyai risiko paparan berbeda dibandingkan orang yang berada jauh dari jendela sepanjang hari. Jika hampir tidak ada paparan UV yang berarti, penggunaan ulang tabir surya setiap dua jam tidak memiliki urgensi yang sama seperti ketika beraktivitas di luar ruangan.AAD merekomendasikan tabir surya berspektrum luas dengan SPF minimal 30 untuk melindungi kulit dari paparan UV. Perlindungan tersebut terutama penting ketika seseorang akan keluar rumah, beraktivitas di area terbuka, atau berada dalam kondisi yang memungkinkan paparan matahari cukup besar. Untuk kegiatan di dekat jendela yang terkena matahari, tabir surya juga patut dipertimbangkan.Lalu, apakah serum, exfoliating toner, dan produk perawatan tambahan harus tetap digunakan? Tidak semua produk tersebut merupakan kebutuhan dasar setiap orang. Produk berbahan aktif dapat tetap digunakan sesuai tujuan dan toleransi kulit, tetapi rutinitas yang terlalu banyak justru dapat meningkatkan risiko iritasi apabila tidak disesuaikan dengan kondisi kulit.Rutinitas sederhana sering kali sudah memadai untuk kebutuhan dasar. Pembersih yang lembut dapat digunakan sesuai kebutuhan, pelembap membantu mempertahankan hidrasi, sedangkan tabir surya disesuaikan dengan kemungkinan paparan UV. Produk tambahan sebaiknya dipilih berdasarkan masalah kulit yang ingin ditangani, bukan semata-mata karena merasa harus menjalankan banyak tahapan perawatan.Jadi, apakah skincare tetap diperlukan saat seharian berada di rumah? Ya, perawatan dasar tetap relevan, meskipun jenis dan jumlah produk dapat disesuaikan dengan kondisi kulit serta lingkungan. Kulit tidak berhenti bekerja ketika seseorang berhenti bepergian. Karena itu, tujuan perawatan bukan mempertahankan rutinitas sepanjang mungkin, melainkan memberikan perlindungan dan dukungan yang benar-benar dibutuhkan kulit. [][Tim Beautyversity/TBV]Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.

Tanya Dong: Apakah Kulit Berminyak Tetap Perlu Menggunakan Pelembap?
TanyaDong

10 Agt 2026

Tanya Dong: Apakah Kulit Berminyak Tetap Perlu Menggunakan Pelembap?

Wajah sudah terasa berminyak. Menambah pelembap terdengar tidak masuk akal. Namun, minyak dan kelembapan kulit ternyata bukanlah hal yang sama.Bagi pemilik kulit berminyak, menggunakan pelembap sering terasa seperti menambahkan sesuatu yang sebenarnya sudah berlebihan. Beberapa jam setelah mencuci wajah, area dahi, hidung, atau dagu mungkin sudah terlihat mengilap. Tidak mengherankan jika pelembap menjadi produk pertama yang dicoret dari rutinitas skincare karena dianggap akan membuat wajah semakin lengket.Anggapan tersebut terdengar logis, tetapi berangkat dari dua hal yang berbeda. Minyak pada permukaan kulit terutama berkaitan dengan sebum yang diproduksi kelenjar sebaceous, sedangkan kelembapan berhubungan dengan kemampuan kulit mempertahankan air. Artinya, kulit dapat memproduksi banyak minyak tetapi tetap mengalami kekurangan air atau memiliki fungsi skin barrier yang kurang optimal.Kondisi ini juga menjelaskan mengapa kulit berminyak terkadang terasa tertarik setelah mencuci wajah. Produk pembersih yang terlalu kuat, eksfoliasi berlebihan, penggunaan beberapa bahan aktif sekaligus, atau lingkungan berpendingin udara dapat memengaruhi kenyamanan kulit. Kilap pada wajah tidak otomatis membuktikan bahwa kebutuhan hidrasi kulit sudah terpenuhi.Karena itu, pertanyaan yang lebih tepat bukan apakah kulit berminyak membutuhkan pelembap, melainkan pelembap seperti apa yang sesuai. Memilih tekstur dan formulasi berdasarkan kondisi kulit menjadi jauh lebih penting daripada menghilangkan satu tahapan perawatan hanya karena wajah mudah berminyak.Baca Juga: Tanya Dong: Apakah Semua Produk Viral Cocok di Semua Kulit?Berminyak dan Terhidrasi Bukan Kondisi yang SamaSebum memiliki fungsi penting dalam membantu melindungi permukaan kulit. Masalah muncul ketika produksi minyak berlebihan membuat wajah terasa tidak nyaman atau berkontribusi terhadap penyumbatan pori pada sebagian orang. Menghilangkan minyak sebanyak mungkin bukan solusi sederhana karena kulit tetap membutuhkan sistem pelindung yang bekerja dengan baik.Apt. Cahya Khairani Kusumawulan, M.Farm. menjelaskan bahwa pelembap tidak hanya ditujukan bagi kulit yang terlihat kering. Dalam formulasi kosmetik, pelembap dapat membantu menjaga air pada lapisan kulit dan mendukung fungsi pelindungnya. Karena itu, kebutuhan terhadap pelembap sebaiknya dilihat berdasarkan kondisi kulit dan karakter formula, bukan hanya dari banyak atau sedikitnya minyak yang terlihat di permukaan.Menurut American Academy of Dermatology, pemilik kulit berminyak tetap dapat menggunakan pelembap dan disarankan memilih produk yang sesuai dengan karakter kulitnya. Formula berlabel oil-free dan non-comedogenic dapat menjadi pertimbangan bagi kulit yang mudah berminyak atau berjerawat. Tekstur yang lebih ringan juga sering terasa lebih nyaman untuk penggunaan sehari-hari.Kebiasaan melewatkan pelembap bahkan dapat menjadi persoalan ketika rutinitas skincare menggunakan bahan seperti salicylic acid, benzoyl peroxide, atau retinoid. Bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan kekeringan atau iritasi pada sebagian pengguna. Pelembap yang tepat membantu menjaga kenyamanan kulit sehingga rutinitas perawatan tidak berubah menjadi perlombaan menghilangkan minyak sebanyak mungkin.Baca Juga: Tanya Dong: Kenapa Kulit Sering Terlihat Berbeda di Cermin dan Kamera?Pilih Pelembap Berdasarkan Formula, Bukan Ketakutan terhadap MinyakPelembap tersedia dalam berbagai bentuk, dari gel, lotion, hingga krim dengan karakter yang lebih oklusif. Pemilik kulit berminyak tidak harus menggunakan tekstur yang terasa berat untuk memperoleh manfaat hidrasi. Formula ringan yang mengandung humektan seperti glycerin atau hyaluronic acid dapat membantu mempertahankan air tanpa harus memberikan sensasi yang terlalu kaya pada kulit.Namun, label produk tetap tidak dapat menggantikan pengamatan terhadap respons kulit. Dua orang dengan kulit sama-sama berminyak bisa memiliki kebutuhan berbeda karena usia, iklim, aktivitas, penggunaan obat, maupun kondisi skin barrier-nya tidak identik. Produk yang terasa nyaman bagi satu orang belum tentu memberikan pengalaman serupa kepada orang lain.Menurut dermatolog Dr. Joshua Zeichner, pelembap dapat tetap menjadi bagian penting dalam perawatan kulit berminyak dan rentan berjerawat karena perawatan jerawat sendiri dapat mengganggu lapisan pelindung kulit. Pendekatan yang lebih masuk akal adalah mempertahankan hidrasi dengan formula yang sesuai, bukan membuat kulit sekering mungkin. Kulit yang terasa kesat setelah dibersihkan juga bukan standar bahwa rutinitas tersebut bekerja lebih efektif.Ada satu kebiasaan yang patut diwaspadai: menilai kondisi kulit hanya dari kilap yang terlihat di cermin. Wajah yang mengilap memang dapat menunjukkan produksi sebum, tetapi tidak memberikan gambaran lengkap mengenai kadar air maupun kesehatan lapisan pelindung kulit. Mengenali rasa tertarik, mudah perih, mengelupas, atau ketidaknyamanan setelah mencuci wajah dapat memberikan informasi tambahan tentang apa yang sedang dibutuhkan kulit.Jadi, kulit berminyak tetap dapat membutuhkan pelembap. Kuncinya bukan menambahkan produk sebanyak mungkin, melainkan menemukan formulasi yang membantu menjaga hidrasi tanpa membuat kulit terasa semakin berat. Ketika perbedaan antara minyak dan kelembapan sudah dipahami, pelembap tidak lagi terlihat sebagai musuh kulit berminyak, tetapi sebagai salah satu bagian dari rutinitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhannya. [][Tim Beautyversity/TBV]Penulisan dan riset untuk artikel ini dibantu AI dan telah melewati kurasi Redaksi.

Masker Malam Bisa Gantikan Pelembap Harian?
MythBuster

15 Nov 2025

Masker Malam Bisa Gantikan Pelembap Harian?

Beberapa orang menganggap masker malam cukup untuk menjaga kelembapan kulit, bahkan tanpa perlu pelembap tambahan. Ide ini memang terdengar praktis, apalagi bagi mereka yang ingin perawatan simpel tapi tetap efektif. Tapi benarkah masker malam bisa sepenuhnya menggantikan fungsi pelembap?Secara prinsip, masker malam atau sleeping mask dibuat untuk memberikan hidrasi intensif selama Anda tidur. Teksturnya biasanya lebih kental dan kaya nutrisi dibanding pelembap biasa. Namun, fungsi utamanya bukan untuk menggantikan, melainkan melengkapi. Masker malam bekerja sebagai lapisan tambahan, bukan pondasi utama.Masalahnya, banyak orang yang melewatkan pelembap dengan alasan 'toh sudah pakai sleeping mask'. Padahal, tanpa pelembap yang mengunci hidrasi di lapisan kulit sebelumnya, efek masker bisa berkurang.Baca Juga: Kulit Kering Karena Hanya Kurang Minum, Benarkah?Apa Bedanya Masker Malam dan Pelembap?Perbedaan utama ada pada komposisi dan tujuan penggunaannya. Pelembap dirancang untuk menjaga keseimbangan air dan minyak kulit sepanjang hari. Sementara masker malam fokus memberi nutrisi tambahan selama fase regenerasi kulit di malam hari.Beberapa masker memang mengandung bahan aktif seperti hyaluronic acid, ceramide, atau niacinamide — mirip dengan pelembap. Tapi konsentrasi dan penyerapannya berbeda. Pelembap bekerja di lapisan permukaan, sementara masker lebih seperti 'seal' yang membantu bahan aktif terserap optimal.Kalau diibaratkan, pelembap adalah nasi sehari-hari, sementara masker malam itu lauk istimewa. Kalau hanya makan lauk tanpa nasi, tubuh tetap tidak akan kenyang sempurna.Baca Juga: Mitos atau Fakta: Tidur Bisa Gantikan Skincare Malam?Jadi, Haruskah Keduanya Dipakai Bersamaan?Idealnya, iya. Gunakan pelembap terlebih dahulu, baru aplikasikan masker malam sebagai tahap terakhir. Dengan cara ini, kelembapan yang sudah dikunci pelembap tidak akan mudah menguap, dan kulit bisa menyerap manfaat masker dengan lebih maksimal.Namun, jika kulit Anda sangat berminyak, penggunaan masker malam bisa dijadwalkan hanya 2–3 kali seminggu. Terlalu sering justru bisa membuat pori tersumbat. Kenali kondisi kulit Anda, karena kunci dari skincare bukan pada banyaknya produk, tapi pada keseimbangan.Jadi, masker malam bukan pengganti pelembap — ia adalah teman baiknya. Dua produk ini saling melengkapi, seperti malam dan pagi yang bekerja dalam ritme yang sama untuk menjaga kulit tetap sehat. [][Rudi Tenggarawan/TBV]

Asam Hialuronat: Si Pelembap Super di Balik Kulit Kenyal
BahanAktif

31 Okt 2025

Asam Hialuronat: Si Pelembap Super di Balik Kulit Kenyal

Dalam dunia skincare, nama asam hialuronat atau hyaluronic acid [HA] hampir selalu muncul di setiap label produk. Tapi, apa sebenarnya zat ini dan mengapa ia begitu populer?Asam hialuronat adalah molekul yang secara alami ada di tubuh manusia, terutama di kulit, mata, dan sendi. Tugas utamanya sederhana tapi penting: mengikat air. Bahkan, satu gram HA bisa menahan hingga enam liter air — tak heran disebut pelembap super.Namun seiring bertambahnya usia, kadar HA dalam kulit menurun. Akibatnya, kulit menjadi kering, kusam, dan muncul garis halus. Di sinilah peran skincare dengan HA mengambil alih: membantu menjaga kelembapan dan elastisitas kulit.Baca Juga: 5 Bahan Aktif Terbaru yang Wajib Dicoba Tahun IniCara Kerja dan JenisnyaHyaluronic acid bekerja seperti spons. Ia menarik air dari udara dan lapisan kulit yang lebih dalam ke permukaan. Hasilnya, kulit tampak lebih kenyal dan lembap. Tapi penting diingat, kelembapan ini harus 'dikunci' dengan pelembap agar tidak menguap.Ada beberapa jenis HA, tergantung ukuran molekulnya. Molekul besar bekerja di permukaan kulit untuk efek langsung, sementara molekul kecil menembus lebih dalam untuk hidrasi jangka panjang. Banyak produk modern kini menggabungkan keduanya agar hasil lebih optimal.HA cocok untuk semua jenis kulit, bahkan kulit sensitif. Ia tidak menyebabkan iritasi dan bisa digunakan bersamaan dengan bahan aktif lain seperti niacinamide atau vitamin C.Baca Juga: Bahan Aktif Produk Kosmetik itu Bernama YoghurtTips Penggunaan Agar MaksimalGunakan serum atau essence yang mengandung HA pada kulit yang masih sedikit lembap setelah mencuci wajah. Ini membantu penyerapan lebih baik. Setelah itu, lanjutkan dengan moisturizer untuk mengunci hidrasi.Jika Anda tinggal di lingkungan ber-AC atau cuaca kering, penggunaan HA bisa terasa kurang efektif tanpa pelembap tambahan. Karena itu, pastikan selalu ada lapisan pelindung di atasnya.Asam hialuronat bukan sekadar tren kecantikan. Ia adalah kebutuhan dasar bagi kulit sehat. Dengan hidrasi yang cukup, kulit akan lebih kuat melawan tanda penuaan dan tampak segar setiap hari.Jadi, jika Anda ingin kulit yang kenyal dan bercahaya, jangan lewatkan bahan aktif satu ini di skincare routine Anda. [][Rudi Tenggarawan/TBV]

Mitos Kulit Berminyak Tak Butuh Pelembap
MythBuster

30 Okt 2025

Mitos Kulit Berminyak Tak Butuh Pelembap

Pernah dengar kalimat ini: “Kulitku sudah berminyak, jadi tak perlu pakai pelembap”? Kalimat itu begitu sering terdengar, bahkan dianggap logis. Tapi justru di situlah salah satu kesalahpahaman paling umum dalam perawatan kulit berminyak bermula.Kulit berminyak bukan berarti kulit yang lembap. Keduanya berbeda. Minyak di wajah adalah sebum — zat alami yang diproduksi kulit untuk melindungi permukaan. Namun, terlalu banyak sebum justru bisa menandakan kulit sedang berusaha menebus kekeringan dari dalam.Artinya, ketika Anda menolak pelembap karena takut ‘terlalu berminyak’, kulit justru bisa semakin aktif memproduksi minyak untuk mengompensasi kekeringan. Inilah lingkaran yang sering tidak disadari banyak orang.Baca Juga: Semakin Sering Cuci Muka, Semakin Bersih Kulit?Memahami Kebutuhan KulitKunci perawatan kulit berminyak bukan menghilangkan minyak sepenuhnya, tapi menyeimbangkannya. Pilih pelembap dengan tekstur ringan — seperti gel atau lotion berbasis air — yang membantu hidrasi tanpa menyumbat pori.Gunakan setelah mencuci wajah, terutama saat kulit masih sedikit lembap. Langkah ini membantu mengunci air di permukaan kulit. Hindari produk dengan alkohol tinggi yang justru membuat kulit makin kering dan memicu produksi minyak berlebih.Tak kalah penting, pahami bahwa kulit berminyak tetap butuh perlindungan dari sinar UV. Gunakan sunscreen non-comedogenic dengan hasil akhir matte agar wajah tidak tampak terlalu mengilap.Baca Juga: Mitos Sabun Daun Pepaya Menghilangkan Bau BadanMitos Lain yang Perlu DitinggalkanBanyak juga yang percaya bahwa mencuci muka sesering mungkin bisa mengontrol minyak. Faktanya, mencuci terlalu sering justru membuat kulit kehilangan pelindung alaminya. Dua kali sehari sudah cukup: pagi dan malam.Eksfoliasi juga penting, tapi jangan berlebihan. Satu atau dua kali seminggu dengan scrub lembut atau exfoliating toner sudah cukup membantu membersihkan sel kulit mati tanpa merusak lapisan pelindung kulit.Kulit berminyak bukan musuh yang harus ditaklukkan. Ia hanya butuh pendekatan yang lembut dan konsisten. Karena, kulit yang seimbang bukan yang bebas minyak, melainkan yang terasa nyaman dan sehat sepanjang hari.Jadi, jika Anda masih berpikir pelembap hanya untuk kulit kering, mungkin sudah saatnya mematahkan mitos itu. Pelembap adalah teman, bukan musuh, bagi semua jenis kulit. [][Rudi Tenggarawan/TBV]

Menampilkan 1 - 12 dari 13 artikel