Mitos tentang alis yang tumbuh lebih tebal setelah dicabut masih sering terdengar hingga sekarang. Namun, benarkah perubahan itu terjadi karena proses mencabutnya?
Fenomena mencabut alis sudah berlangsung lama, dari teknik grooming tradisional hingga tren kecantikan modern. Banyak yang memilih mencabut alis untuk merapikan bentuk atau menghilangkan rambut-rambut liar yang mengganggu penampilan. Namun, bersama kebiasaan ini, beredar pula berbagai mitos yang membuat sebagian orang ragu melakukannya.
Mitos paling populer menyebut bahwa rambut alis akan tumbuh lebih tebal, lebih gelap, atau lebih cepat setelah dicabut. Narasi ini berkembang dari kesan visual yang muncul ketika rambut baru tumbuh dan tampak lebih kasar dibandingkan rambut alis yang sudah lama tumbuh.
Menurut dermatolog dari American Hair Research Society, pertumbuhan rambut tidak berubah hanya karena proses pencabutan. Rambut tumbuh dari folikel, dan mencabut rambut tidak mengubah ukuran maupun struktur folikel tersebut.
Dilansir dari Healthline, rambut baru yang tumbuh biasanya terlihat lebih tebal karena ujungnya masih tumpul. Inilah yang sering membuat orang menyimpulkan bahwa mencabut alis membuat rambut terlihat lebih kasar padahal itu hanya fase awal pertumbuhan.
Mitos-Mitos Populer Seputar Mencabut Alis
Mitos pertama: mencabut alis membuat rambut tumbuh lebih cepat. Faktanya, kecepatan pertumbuhan alis ditentukan oleh siklus rambut, bukan oleh proses pencabutan.
Mitos kedua: rambut akan tumbuh lebih gelap setelah dicabut. Warna rambut ditentukan oleh melanin, yang tidak berubah hanya karena rambut ditarik keluar.
Mitos ketiga: sering mencabut alis membuat alis semakin tebal. Yang terjadi sebenarnya adalah ilusi visual karena rambut baru biasanya muncul lebih singkat dan belum memiliki ujung yang meruncing.
Beberapa orang bahkan percaya bahwa mencabut alis bisa memicu pertumbuhan rambut di area lain. Padahal, pertumbuhan rambut hanya terjadi pada folikel yang sudah ada—mencabut tidak menciptakan folikel baru.
Fakta Ilmiah tentang Pertumbuhan Rambut Alis
Pertumbuhan rambut ditentukan oleh tiga fase utama: anagen [fase tumbuh], katagen [fase transisi], dan telogen [fase istirahat]. Menurut Journal of Investigative Dermatology, mencabut rambut hanya memulai ulang siklus ini, bukan memengaruhi ketebalan rambut selanjutnya.
Rambut alis baru tampak lebih tebal hanya di awal karena ujungnya belum halus. Seiring waktu, rambut tersebut akan kembali terlihat normal dan mengikuti tekstur alis yang lain.
Namun, terlalu sering mencabut dapat memberi efek lain: folikel rambut bisa mengalami trauma ringan. Jika dilakukan berulang dalam jangka panjang, beberapa folikel bisa berhenti memproduksi rambut sehingga alis malah menipis.
Kesimpulannya, yang benar bukanlah alis tumbuh lebih tebal setelah dicabut, tetapi bahwa alis akan tetap tumbuh sesuai genetiknya—dan kebiasaan mencabut justru bisa membuatnya menipis jika dilakukan berlebihan. [][Rudi Tenggarawan/TBV]
penulisan artikel ini dibantu AI dan telah melewati proses kurasi Redaksi